The Power Of Love

The Power Of Love
Tamu Tak Diundang



Keesokkan harinya Aira sudah diperbolehkan pulang oleh dokter , karna kondisi Aira sudah jauh lebih baik .


Azka dan Naura sangat senang mendengar keputusan dokter , Naura pun dengan semangat langsung mengemasi barang-barang mereka , sedangkan Azka ia memberi kabar kepulangan Aira pada semua keluarga dan para sahabatnya .


Setelah mengurus semuanya , Naura dan Azka sama-sama melangkahkan kaki ke parkiran dengan Aira yang digendong oleh Naura .


Aira sudah jauh lebih baik dan ia sudah kembali ceria namun kini Aira tidak mau ditinggal sendirian pasti ia akan langsung menangis , seperti tadi pagi ketika Azka sedang mengurus kepulangannya dan Naura kebelet ingin ke kamar mandi , namun Aira tidak ingin ditinggal sendiri ia malah menangis akhirnya Naura menahan diri untuk membuang air kecil .


Naura sangat memaklumi ketakutan Aira dan mungkin itu tidak mudah untuk Aira bisa melupakan semuanya dengan waktu yang singkat .


Tak begitu lama mobil Azka sudah sampai dirumah Ayah Alex , dan mereka langsung disambut oleh semua keluarga yang sudah menunggu dari tadi .


Aira yang tertidur ketika diperjalanan tadi ia langsung terbangun karna mendengar suara ramai ditambah dengan kehadiran Kiya , Zani dan sikembar .


" Bunda " , panggil Aira seraya mendongak menatap Naura .


" Kenapa ? , Ayo salam sama semuanya " , tanya Naura sekaligus mengajak Aira untuk bersalaman .


Aira mungkin bingung karena ia baru bangun tidur tapi sudah disambut oleh banyak orang .


Aira dengan ragu-ragu ia menyalami semua orang seraya masih setia digendongan Naura .


Semua duduk diruang tamu seraya mengobrol tentang kondisi Aira dan tentang kelanjutan kasus Mauryn .


" Aira sini sama umma nak " ajak Bunda Shalwa seraya mengulurkan tangannya untuk menggendong Aira .


Aira ia hanya melirik sekilas lalu menatap pada Naura , dan ketika Naura sudah menganggukan kepala seraya memberi senyuman , Aira pun mau digendong oleh bunda Shalwa .


Sementara bunda Shalwa terus mengajak ngobrol Aira , yang lainnya sibuk membahas kelanjutan kasus Mauryn .


" Jadi bagaimana kak ? , apa Mauryn sudah mendapatkan hukuman atas perbuatannya ? " , tanya mamih Kamila yang merasa geram dengan tingkah Mauryn yang sudah keterlaluan menurut nya .


" Untuk saat ini pihak kepolisian sudah mengamankan Mauryn dan teman-temannya mih " , jawab Azka apa adanya .


" Syukurlah , kita berharap si Mauryn itu dapat hukuman yang setimpal dengan apa yang sudah dia perbuat biar dia jera " , timpal Oma Sandra dan dianggukan mamih Kamila .


" Kita serahkan semua pada pihak yang berwajib biar mereka yang menentukan hukuman buat Mauryn dan teman-temannya " , Ujar Ayah Alex dan dianggukan Papih Aydan , kakek Andi dan opa Abi .


Setelah cukup lama berbincang Naura dan Azka disarankan agar beristirahat terlebih dulu oleh bunda Shalwa dan langsung disetujui yang lainnya . Azka dan Naura pun tidak keberatan karena memang Meraka kurang istirahat , Aira sudah pasti ia tak pernah ketinggalan , Aira ia ikut dengan Azka dan Naura ke kamar .


Setelah kepergian Naura , Azka dan Aira ke kamar , Mamih Kamila dan papih Aydan ikut pamit undur diri karna ada urusan , disusul oleh opa Abi , Oma Sandra dan kakek Andi yang juga ikut pamit undur diri.


Suasana rumah sudah sepi , dan semua sudah bisa bernafas dengan lega . Ayah Alex dan Bunda Shalwa pun mengajak sikembar untuk tidur siang .


*****


Tok tok...


Mendengar suara ketukan pintu , Bi Inem langsung terbirit lari ke depan untuk membukakan pintu .


" Permisi , mau bertemu siapa ? " , tanya bi Inem sopan kepada sepasang suami istri yang terlihat siistri menggandeng tangan suami nya .


" Saya mau bertemu Azka , tolong panggilkan ! " , jawabnya dengan ketus .


" Ga usah banyak tanya kamu , kamu disini cuman pembantu kan ? " , Jawabnya dengan angkuh seraya membuang muka .


Bi Inem hanya menggelengkan kepala , lalu menyuruh sepasang suami istri itu untuk masuk .


" Silahkan duduk pak , bu , mohon ditunggu sebentar saya panggilkan dulu den Azka " , Ujar bi Inem sopan , lalu meninggalkan sepasang suami istri itu diruang tamu .


Bi Inem langsung menuju ke kamar Naura , dan segera memberi tahu kalau ada tamu yang ingin bertemu dengan Azka .


" Siapa bi ? " , tanya Naura bingung , dan ia yang terbangun karna ketukan pintu bi Inem .


" Saya tidak tahu non , tapi mereka sepasang suami istri yang ingin bertemu dengan den Azka " , jawab bi Inem jujur .


" Bibi sudah tanya tapi mereka tidak menjawab nya " , tutur bi Inem lagi .


Naura mengerutkan dahinya bingung , lalu ia pamit untuk masuk kembali ke kamar dan memberitahu pada Azka .


Tak lama setelah memberitahukan pada Azka , Azka memutuskan untuk turun seorang diri karna Aira masih tertidur pulas dan kasihan jika ditinggal sendiri takut ia terbangun dan menangis jadi Naura menunggu dikamar seraya menemani Aira yang tertidur .


" Assalamualaikum , selamat siang " , sapa Azka sopan dan ia seperti mengenali sosok sepasang suami istri yang disebutkan bi Inem namun tak begitu mengingatnya .


" Azka jangan banyak basa-basi ya kamu ! , maksud kamu mempenjarakan anak saya apa ? " , tanya seorang perempuan seraya langsung berdiri ketika melihat kedatangan Azka .


" Maksudnya ? , maaf ibu dan bapak ini siapa ? , dan mohon maaf apakah kita bisa bicara baik-baik ? ", tanya Azka merasa heran sekaligus kesal namun yang ia hadapi umurnya lebih tua jadi ia masih menjaga sopan santun .


" Alaah jangan banyak alasan kamu - " , timpalnya lagi seraya menunjuk Azka , namun ucapannya harus terhenti karna sang suami langsung menarik tangannya .


" Mah bisa tenang sedikit gak sii " ujar sang suami kepada istrinya .


" Papah suruh mamah tenang ? , jadi mamah harus tenang sedangkan anak kita berada didalam jeruji besi pah dan itu karna dia " , tanya si istri seraya menunjuk pada Azka .


" Iya papah tahu , tapi mamah bisa diam dulu gak ? " , timpal si suami sedikit emosi dan siistri langsung membuang mukanya malas lalu kembali duduk di sofa .


" Azka , kami ini orang tua dari Mauryn mungkin kamu lupa dengan kami karna kita sudah lama tidak bertemu ditambah kita baru beberapa kali ketemu waktu kamu diluar negeri " ujar si suami dan Azka ia baru teringat dengan sosok sepasang suami istri dihadapannya , yang tak lain adalah orang tua dari Mauryn .


" Oh iya Azka tadi sempat lupa maaf om " , jawab Azka merasa tidak enak dan ia tidak menghiraukan mamahnya Mauryn .


" Udahlah jangan banyak basa-basi , Azka kedatangan kami kesini ingin menanyakan perihal Mauryn yang kini berada didalam jeruji besi dan itu ulah kamu kan ? " , timpal mamah Mauryn dengan menatap lekat pada Azka .


" Maaf sebelumnya tante , lebih baik tante tanyakan terlebih dahulu alasan kenapa Mauryn sampai bisa masuk jeruji besi ? , dan apa yang telah ia perbuat ? " balas Azka santai .


" Azka kamu jangan kurang ajar ya sama saya ! , kamu berani mengajari saya ?" , timpal mamah Mauryn emosi dan membuat suasana rumah menjadi ricuh alhasil semua orang langsung berdatangan ke ruang tamu .


😘


😘


😘


Jangan lupa tinggalkan jejak , Like , komen , vote dan tambahkan ke favorit , terimakasih 🙏🤗🤗🤗.


Maaf banget author baru bisa up , kemarin2 ada kerjaan terus author dan suami juga kurang sehat jadi maaf baru bisa up sekarang , jaga kesehatan semuanya 🙏🤗