
Hentakan dari permata ungu membersihkan Dong Hua Gu. Segala yang
terkontaminasi sudah dimurnikan kembali. Huo Ling dan lainnya juga mendapat
luka ringan dalam perburuan mereka di bola jiejue Xue Ling. Han Ling mendapat
luka dalam pertarungan melawan makhluk merah. Semua mengobati diri
masing-masing dan pasangannya. Xuan Yu menyiapkan semua fasilitas selama keenam
dewa dewi berada di Dong Hua Gu.
Xue Ling yang terluka parah, tidak sadarkan diri beberapa hari.
Cheng Mei menggunakan banyak bahan membuat obat sekaligus mengawasi penyaluran
energi yang tidak bertolak belakang dengan Xue Ling. Han Ling bersikeras
menjadi pihak yang membantu dalam penyaluran energi walau sedang terluka.
“Han ge, anda sendiri terluka, jangan menyia-nyiakan energi
untukku…” Xue Ling menahan tangan Han Ling “Xiao Xue, kau sudah sadar !” Han
Ling langsung tersenyum, memapah Xue Ling “Han ge, bagaimana lukamu ?” sambil
memeriksa Han Ling “sudah baik-baik saja !” Han Ling menjawab sambil memeluk
Xue Ling. “Han ge, jangan melakukannya lagi, aku baik-baik saja !” “Xiao Xue,
aku baik-baik saja… jangan mengkhawatirkanku… kau harus beristirahat dengan
baik…” Xue Ling mengangguk.
Han Ling mengecup kening Xue Ling “Xiao Xue, kita kembali ke Xue
Zuan Shi Gong… cukup sampai sini ! gebrakan sudah besar, mereka akan keluar !”
Xue Ling tersenyum “Han ge…” Han Ling menempelkan kening Xue Ling ke pipinya
“Xiao Xue, aku tahu kau mempunyai misi lain… sebelum melanjutkannya, kau harus
memulihkan kondisimu dahulu…” Xue Ling “baiklah, mendengarkanmu !” Han Ling
tersenyum mendengar persetujuan Xue Ling.
Setelah Xue Ling cukup kuat, mereka berpamitan dengan Xuan Yu
dan Wan Hua “Xue Ling, kalian sudah mau kembali ? apa sudah bisa ? bagaimana
jika dijalan kalian bertemu…” Xuan Yu mencemaskan semua yang baru saja terluka,
terutama Xue Ling. “tidak masalah ! Xuan Yu, kami hanya luka luar, sudah pulih
dengan sangat cepat. Mengenai Jiejie, lebih baik untuknya beristirahat di Xue
Zuan Shi Gong. Kami sudah pergi selama ini juga, sudah waktunya kembali” Huo
Ling menjawab sesuai dengan pemikiran semuanya.
Xuan Yu mengangguk “percaya disana sudah menunggu kalian dengan
banyak hal baru. Huo Ling, saat ada perang, kami Dong Hua Gu siap setiap saat
untuk membantu…” Huo Ling menepuk pundak Xuan Yu “terima kasih ! harusnya tidak
akan terjadi secepat ini ! dengan kejadian di beberapa tempat ini, pihak sana
akan membutuhkan banyak waktu untuk memulihkan diri !” tersenyum. Keenamnya
berpamitan dan pergi dari Dong Hua Gu.
Disebabkan Xue Ling yang masih lemah, mereka berjalan santai
kembali ke Xue Zuan Shi Gong. “Xiao Xue, katakan padaku jika merasa tak nyaman…
kita bisa berhenti beristirahat !” Han Ling merasa cemas, wajah Xue Ling masih
pucat. Xue Ling tersenyum “Han ge, aku baik-baik saja !” “jie, bagaimana luka
dalammu ? lukamu sebelumnya disebabkan pembagian energimu ke Pohon Bodhi kan ?”
Shui Ling bertanya.
Xue Ling berdehem “akan pulih perlahan ! aku hanya mengembalikan
yang sudah kuambil dari Pohon Bodhi” Huo Ling menggeleng “jie, Pohon Bodhi bertumbuh
oleh karena energimu… harusnya mengatakan, kau menambahkan energi baru ke dalam
Pohon Bodhi !” Xue Ling menerawang “Pohon Bodhi begitu agung… energiku yang
kecil ini tidak terhitung apapun !” Han Ling merangkul Xue Ling “semua berharga
tapi kau paling berharga…” Xue Ling tersenyum lembut.
“ayo, kita istirahat dulu… “
Ling Siang mengacak semua beristirahat di tepi danau dengan pemandangan indah.
“bagaimana ?” Han Ling bertanya dengan cemas. Xue Ling tersenyum manis “Han
Ling Shen Jun, anda juga terlalu memandang rendah diriku kan ! luka sekecil ini
tidak terhitung apapun ! tenang saja, luka ini tidak akan berpengaruh apapun
padaku !” Han Ling tersenyum menggeleng.
“ya
Mei menggerutu. “aiyo Yue Shen, percaya tidak yang mulia masih sanggup memukulmu
sampai muntah darah !” Xue Ling mengejek. “percaya… percaya… sangat percaya…
lebih percaya setelah itu anda akan terkapar selama berhari-hari…” Cheng Mei
balik mengejek “hahaha… memukulmu tidak akan berpengaruh apapun padaku…” Xue
Ling tidak mengalah. “sudah, jangan bercanda lagi, istirahatlah !” han Ling
menghentikan perdebatan kedua wanita itu.
“Jie,
Cheng Mei benar… setelah ini, istirahatlah dengan baik… anda sudah bermain,
sekarang sudah saatnya istirahatkan !” Shui Ling menasehati “Jie, dari anda
kembali, belum beristirahat dengan baik… sekarang tidak ada masalah yang
membutuhkan perhatian khusus anda… anda pergunakanlah kesempatan ini dengan
baik, beristirahatlah !” Huo Ling juga mendukung Shui Ling.
Han
Ling memegang tangan Xue Ling “Xiao Xue, dengarkan kata-kata semua, baik-baik
beristirahat, bagaimana ? aku sangat mencemaskanmu… demiku, baik-baik
beristirahat, bagaimana ?” Xue Ling menatap Han Ling “haih tidak tahu apa yang
kalian khawatirkan ! aku baik-baik saja !” Han Ling tersenyum “Xiao Xue
baik-baik saja, Fu Jun yang sakit !” Xue Ling tersenyum, menggelengkan kepala
“baiklah… hanya istirahat, kurasa yang mulia dapat melakukannya !”
Han
Ling memeluk Xue Ling “Xiao Xue, kau tahu aku sangat mencemaskanmu ! pulihkan
tubuhmu… setelah itu kita akan bersenang-senang, bagaimana ?” Xue Ling
menyetujui “baik, pulih dan bersenang-senang…” lainnya tersenyum melihat
sepasang suami istri ini “begini sudah benar… Jie, tunggu anda pulih, kami akan
menemanimu bersenang-senang sampai puas. Daripada saat ini berjalan dengan
kecemasan…” “sudah tahu, bawel sekali…” Xue Ling menggerutu.
Ling
Siang menggeleng-gelengkan kepala “Xue Ling Jie, saat anda ingin
bersenang-senang lagi jangan melupakanku…” “Siang Er…” Huo Ling langsung protes
“kenapa ?” Ling Siang mendelik pada Huo Ling yang cemberut “Siang er, kau harus
selalu bersamaku !” “aih bersamamu sangat membosankan… sudah bertahun-tahun
bersamamu, tidak ada keceriaan seperti beberapa bulan ini !” Ling Siang
mengejek.
Xue
Ling tertawa terbahak-bahak “Ling Siang, kau jangan menjerumuskanku lagi…” Ling
Siang menatap Xue Ling “apa maksud di balik kata-kata ini ?” Cheng Mei
cekikikan “dulu kejadian seperti ini juga pernah terjadi… dan dampaknya adalah
Li Ming yang sekarang !” Ling Siang mengerutkan kening “hihihi Li Ming
mengatakan Xue Ling lebih menarik dari Huo Ling ini, akhirnya Huo Ling selalu
menyembunyikan Xue Ling, sementara Li Ming selalu mencari cara menemui Xue
Ling”
Ling
Siang penasaran “hmm… apakah karena hal itu ?” Xue Ling cekikikan “tentu saja
bukan, kau jangan percaya kata-kata Cheng Mei itu… Huo yang nakal ini hanya
memanfaatkan kata-kata itu sebagai alasan untuk menjauhkan diri tanpa memberi
penjelasan !” melirik sinis pada Huo Ling.
Han
Ling merangkul Xue Ling “memang harus seperti itu !” Xue Ling tersenyum usil
pada Han Ling “kenapa ? mungkin saja aku akan tertarik lebih dulu padanya !”
Han Ling menggeleng “kau tidak akan tertarik pada siapapun kecuali padaku !”
Xue Ling menopang dagunya dengan tangan “hmm… percaya diri yang tinggi sekali…”
Han Ling mengangguk mantap “tentu saja, kau hanya bisa menjadi milikku !”
langsung memeluk Xue Ling yang tertawa.