The Power Of Love

The Power Of Love
Bab 48 - Merawatnya



     Hentakan dari permata ungu membersihkan Dong Hua Gu. Segala yang


terkontaminasi sudah dimurnikan kembali. Huo Ling dan lainnya juga mendapat


luka ringan dalam perburuan mereka di bola jiejue Xue Ling. Han Ling mendapat


luka dalam pertarungan melawan makhluk merah. Semua mengobati diri


masing-masing dan pasangannya. Xuan Yu menyiapkan semua fasilitas selama keenam


dewa dewi berada di Dong Hua Gu.


     Xue Ling yang terluka parah, tidak sadarkan diri beberapa hari.


Cheng Mei menggunakan banyak bahan membuat obat sekaligus mengawasi penyaluran


energi yang tidak bertolak belakang dengan Xue Ling. Han Ling bersikeras


menjadi pihak yang membantu dalam penyaluran energi walau sedang terluka.


     “Han ge, anda sendiri terluka, jangan menyia-nyiakan energi


untukku…” Xue Ling menahan tangan Han Ling “Xiao Xue, kau sudah sadar !” Han


Ling langsung tersenyum, memapah Xue Ling “Han ge, bagaimana lukamu ?” sambil


memeriksa Han Ling “sudah baik-baik saja !” Han Ling menjawab sambil memeluk


Xue Ling. “Han ge, jangan melakukannya lagi, aku baik-baik saja !” “Xiao Xue,


aku baik-baik saja… jangan mengkhawatirkanku… kau harus beristirahat dengan


baik…” Xue Ling mengangguk.


     Han Ling mengecup kening Xue Ling “Xiao Xue, kita kembali ke Xue


Zuan Shi Gong… cukup sampai sini ! gebrakan sudah besar, mereka akan keluar !”


Xue Ling tersenyum “Han ge…” Han Ling menempelkan kening Xue Ling ke pipinya


“Xiao Xue, aku tahu kau mempunyai misi lain… sebelum melanjutkannya, kau harus


memulihkan kondisimu dahulu…” Xue Ling “baiklah, mendengarkanmu !” Han Ling


tersenyum mendengar persetujuan Xue Ling.


     Setelah Xue Ling cukup kuat, mereka berpamitan dengan Xuan Yu


dan Wan Hua “Xue Ling, kalian sudah mau kembali ? apa sudah bisa ? bagaimana


jika dijalan kalian bertemu…” Xuan Yu mencemaskan semua yang baru saja terluka,


terutama Xue Ling. “tidak masalah ! Xuan Yu, kami hanya luka luar, sudah pulih


dengan sangat cepat. Mengenai Jiejie, lebih baik untuknya beristirahat di Xue


Zuan Shi Gong. Kami sudah pergi selama ini juga, sudah waktunya kembali” Huo


Ling menjawab sesuai dengan pemikiran semuanya.


     Xuan Yu mengangguk “percaya disana sudah menunggu kalian dengan


banyak hal baru. Huo Ling, saat ada perang, kami Dong Hua Gu siap setiap saat


untuk membantu…” Huo Ling menepuk pundak Xuan Yu “terima kasih ! harusnya tidak


akan terjadi secepat ini ! dengan kejadian di beberapa tempat ini, pihak sana


akan membutuhkan banyak waktu untuk memulihkan diri !” tersenyum. Keenamnya


berpamitan dan pergi dari Dong Hua Gu.


     Disebabkan Xue Ling yang masih lemah, mereka berjalan santai


kembali ke Xue Zuan Shi Gong. “Xiao Xue, katakan padaku jika merasa tak nyaman…


kita bisa berhenti beristirahat !” Han Ling merasa cemas, wajah Xue Ling masih


pucat. Xue Ling tersenyum “Han ge, aku baik-baik saja !” “jie, bagaimana luka


dalammu ? lukamu sebelumnya disebabkan pembagian energimu ke Pohon Bodhi kan ?”


Shui Ling bertanya.


     Xue Ling berdehem “akan pulih perlahan ! aku hanya mengembalikan


yang sudah kuambil dari Pohon Bodhi” Huo Ling menggeleng “jie, Pohon Bodhi bertumbuh


oleh karena energimu… harusnya mengatakan, kau menambahkan energi baru ke dalam


Pohon Bodhi !” Xue Ling menerawang “Pohon Bodhi begitu agung… energiku yang


kecil ini tidak terhitung apapun !” Han Ling merangkul Xue Ling “semua berharga


tapi kau paling berharga…” Xue Ling tersenyum lembut.


     “ayo, kita istirahat dulu… “


Ling Siang mengacak semua beristirahat di tepi danau dengan pemandangan indah.


“bagaimana ?” Han Ling bertanya dengan cemas. Xue Ling tersenyum manis “Han


Ling Shen Jun, anda juga terlalu memandang rendah diriku kan ! luka sekecil ini


tidak terhitung apapun ! tenang saja, luka ini tidak akan berpengaruh apapun


padaku !” Han Ling tersenyum menggeleng.


“ya


Mei menggerutu. “aiyo Yue Shen, percaya tidak yang mulia masih sanggup memukulmu


sampai muntah darah !” Xue Ling mengejek. “percaya… percaya… sangat percaya…


lebih percaya setelah itu anda akan terkapar selama berhari-hari…” Cheng Mei


balik mengejek “hahaha… memukulmu tidak akan berpengaruh apapun padaku…” Xue


Ling tidak mengalah. “sudah, jangan bercanda lagi, istirahatlah !” han Ling


menghentikan perdebatan kedua wanita itu.


“Jie,


Cheng Mei benar… setelah ini, istirahatlah dengan baik… anda sudah bermain,


sekarang sudah saatnya istirahatkan !” Shui Ling menasehati “Jie, dari anda


kembali, belum beristirahat dengan baik… sekarang tidak ada masalah yang


membutuhkan perhatian khusus anda… anda pergunakanlah kesempatan ini dengan


baik, beristirahatlah !” Huo Ling juga mendukung Shui Ling.


Han


Ling memegang tangan Xue Ling “Xiao Xue, dengarkan kata-kata semua, baik-baik


beristirahat, bagaimana ? aku sangat mencemaskanmu… demiku, baik-baik


beristirahat, bagaimana ?” Xue Ling menatap Han Ling “haih tidak tahu apa yang


kalian khawatirkan ! aku baik-baik saja !” Han Ling tersenyum “Xiao Xue


baik-baik saja, Fu Jun yang sakit !” Xue Ling tersenyum, menggelengkan kepala


“baiklah… hanya istirahat, kurasa yang mulia dapat melakukannya !”


Han


Ling memeluk Xue Ling “Xiao Xue, kau tahu aku sangat mencemaskanmu ! pulihkan


tubuhmu… setelah itu kita akan bersenang-senang, bagaimana ?” Xue Ling


menyetujui “baik, pulih dan bersenang-senang…” lainnya tersenyum melihat


sepasang suami istri ini “begini sudah benar… Jie, tunggu anda pulih, kami akan


menemanimu bersenang-senang sampai puas. Daripada saat ini berjalan dengan


kecemasan…” “sudah tahu, bawel sekali…” Xue Ling menggerutu.


Ling


Siang menggeleng-gelengkan kepala “Xue Ling Jie, saat anda ingin


bersenang-senang lagi jangan melupakanku…” “Siang Er…” Huo Ling langsung protes


“kenapa ?” Ling Siang mendelik pada Huo Ling yang cemberut “Siang er, kau harus


selalu bersamaku !” “aih bersamamu sangat membosankan… sudah bertahun-tahun


bersamamu, tidak ada keceriaan seperti beberapa bulan ini !” Ling Siang


mengejek.


Xue


Ling tertawa terbahak-bahak “Ling Siang, kau jangan menjerumuskanku lagi…” Ling


Siang menatap Xue Ling “apa maksud di balik kata-kata ini ?” Cheng Mei


cekikikan “dulu kejadian seperti ini juga pernah terjadi… dan dampaknya adalah


Li Ming yang sekarang !” Ling Siang mengerutkan kening “hihihi Li Ming


mengatakan Xue Ling lebih menarik dari Huo Ling ini, akhirnya Huo Ling selalu


menyembunyikan Xue Ling, sementara Li Ming selalu mencari cara menemui Xue


Ling”


Ling


Siang penasaran “hmm… apakah karena hal itu ?” Xue Ling cekikikan “tentu saja


bukan, kau jangan percaya kata-kata Cheng Mei itu… Huo yang nakal ini hanya


memanfaatkan kata-kata itu sebagai alasan untuk menjauhkan diri tanpa memberi


penjelasan !” melirik sinis pada Huo Ling.


Han


Ling merangkul Xue Ling “memang harus seperti itu !” Xue Ling tersenyum usil


pada Han Ling “kenapa ? mungkin saja aku akan tertarik lebih dulu padanya !”


Han Ling menggeleng “kau tidak akan tertarik pada siapapun kecuali padaku !”


Xue Ling menopang dagunya dengan tangan “hmm… percaya diri yang tinggi sekali…”


Han Ling mengangguk mantap “tentu saja, kau hanya bisa menjadi milikku !”


langsung memeluk Xue Ling yang tertawa.