The Power Of Love

The Power Of Love
Isak Tangis



Akhirnya sebelum hari mulai sore pekerjaan Naura yang tadi menumpuk diatas meja sudah terselesaikan .


Naura tersenyum manis ke arah Azka .


" Makasih bee " , ucap nya .


Iya karena bantuan dari Azka , pekerjaan nya yang menumpuk bisa diselesaikan dengan cepat .


" Semua itu gak gratis loh ay " , balas Azka seraya menaik turunkan kedua alisnya .


" Oke bee mau digaji berapa ? " , tanya Naura sombong .


" Bee tidak butuh uang kamu ay , tapi bee akan menunggu sampai tamu bulanan kamu pulang dan kamu harus segera membayar nya " timpal Azka dengan tersenyum penuh arti .


Naura langsung menggelengkan kepalanya , ia tak mau menanggapi perkataan Azka yang mesum , Naura langsung bergegas keluar ruangan meninggalkan Azka dengan pikiran kotornya .


" Ay tunggu , kamu mau kemana ? " , teriak Azka .


Azka segera menyusul Naura , namun ketika mengetahui Naura berjalan ke arah kitchen , Azka memilih duduk bareng anak buahnya , lagian ada banyak pertanyaan yang ingin Azka ajukan pada semua anak buahnya .


Baru saja Azka meneguk minumannya , Naura sudah datang dengan tergesa-gesa mengajak Azka untuk segera pergi dari Caffe .


" Ay kita mau kemana ? , Ada apa sebenarnya ? " , tanya Azka bingung ketika sudah berada didalam mobil .


" Kita pergi ke rumah sakit milik Opa , bunda memberi kabar untuk segera datang ke sana " , jawab Naura cepat dan ia memerintahkan Azka untuk segera menjalankan mobilnya .


" Bee tambahkan lagi kecepatannya , Naura takut terjadi sesuatu dengan mereka ! " , Ucap Naura dengan gelisah .


" Ini juga sudah cepat Ay , memangnya terjadi sesuatu apa ? " , balas Azka sekaligus bertanya .


" Naura tidak tahu bee , bunda tidak memberitahu dengan jelas " , jawab Naura apa adanya .


" Ayo bee cepetan bawa mobilnya , atau ngga biar Naura yang bawa mobilnya " , tawar Naura karna ia merasa Azka sangat lambat membawa mobilnya .


Azka tak menghiraukan lagi perkataan Naura , Karna terlalu khawatir Naura menjadi tidak sabaran dan tidak memikirkan keselamatan mereka padahal Azka juga sudah menambah sedikit laju mobilnya .


Sesampainya dirumah sakit , Naura langsung turun dan segera berlari masuk ke rumah sakit tanpa mendengarkan teriakan Azka .


Naura langsung menuju UGD dan disana sudah terlihat beberapa anggota keluarganya lebih tepatnya ada Bunda Shalwa , Ayah Alex , aunty Manda dan Uncle Ray serta Oma Sandra .


" Assalamu'alaikum " , Salam Naura lirih .


" Walaikum salam " , jawab semuanya dan langsung mengalihkan pandangannya pada Naura .


Naura langsung menyalami satu persatu anggota keluarga nya .


" Bunda ini ada apa ? , siapa yang sakit ? " , tanya Naura yang masih bingung .


" Oh ya opa mana ? " , tanya Naura lagi ketika baru menyadari ketidakhadirannya opa Abi .


Sebelum pertanyaan Naura dijawab , pintu ruang UGD terbuka semua langsung berdiri dan menghampiri dokter yang baru keluar dari ruang UGD .


" Bagaimana dok ? , bagaimana kondisi papah saya ? ", tanya Alex dengan rasa cemas .


Dokter hanya menggelengkan kepalanya lemah .


" Maaf kami sudah berusaha semaksimal mungkin tapi Tuhan lebih menyayangi tuan Abi " , Ujar dokter dengan hati-hati .


" Tidak... ini tidak benar kan dok , tolong periksa suami saya sekali lagi saya mohon dok , selamat suami saya " , histeris mamah Sandra dengan berderai air mata .


Mamah Sandra ia langsung pingsan tak sadarkan diri setelah mengetahui suaminya sudah tak bernyawa .


Naura masih mematung dengan tangis nya , ia masih tidak mengerti apa yang sudah terjadi dengan opa Abi , kenapa semuanya terasa begitu cepat dan tiba-tiba .


Azka yang tadi sempat mendengarkan perkataan dokter , ia langsung mendekat kearah Naura dan merangkul bahu istrinya , memberinya kekuatan walau Azka pun merasa sangat sedih dan cukup kaget atas kepergian opa Abi .


Mamah Sandra langsung ditangani oleh suster , sementara itu Alex dan yang lainnya meminta izin pada dokter untuk melihat opa Abi .


" Pah maafkan Alex , maafkan Alex yang belum bisa membuat papah bangga " , Alex menangis pilu dengan mencium tangan kaku dan dingin sang Ayah .


Sementara itu Manda terisak seraya memeluk tubuh kaku opa Abi , " Papah.. kenapa papah pergi meninggalkan Manda ? , Manda masih butuh sosok papah " , disela Isak tangis Manda seraya sesekali ia mencoba mengecek denyut nadi dan detak jantung sang papah karna belum percaya .


Setelah mengecek beberapa kali kondisi papah Abi dan memang benar adanya yang dokter tadi katakan , jenazah opa Abi langsung diurus untuk segera dibawa pulang ke kediaman Ayah Alex .


Iya Alex dan Manda sudah sepakat untuk membawa jenazah opa Abi dirumah Alex .


Mamah Sandra sudah siuman dan ia kembali menangis histeris ketika mengingat sosok suaminya yang sudah tiada .


" Mah jangan seperti ini , mamah harus ikhlas semuanya atas kehendaknya mah ini yang terbaik untuk papah " , Alex memeluk mamah Sandra seraya menenangkannya .


" Lex papah Lex , mamah belum sanggup kehilangan papah kamu " , Isak tangis mamah Sandra didalam pelukan Alex .


" Alex tahu mah bahkan semuanya tak ada yang sanggup untuk kehilangan papah tapi bukankah maut , rejeki , dan jodoh sudah ada yang mengatur , kita hanya bisa pasrah dan menerimanya " , balas Alex mengusap punggung mamah Sandra yang terus terisak .


" Mah , mamah harus kuat ya kita pulang , jenazah papah harus segera dikebumikan , kasian papah jika menunggu terlalu lama " , ujar Manda seraya mengelus tangan mamah Sandra dengan air mata yang terus keluar .


Setelah urusan dirumah sakit selesai , jenazah opa Abi pun dibawa pulang ke kediaman Ayah Alex .


mamah Sandra dengan setia menemani suaminya di mobil jenazah bersama bunda Shalwa dan Ayah Alex .


Sedangkan Azka dan Naura , serta Ray dan Manda mereka mengikuti dari belakang menggunkan mobil masing-masing . Manda ataupun Naura yang duduk disamping suaminya mereka terus mengeluarkan air mata bahkan sampai matanya sudah membengkak .


Tengingat jelas dibenak Manda , ketika ia masih kecil dulu , papah Abi selalu memanjakan Manda dan memberikan kasih sayangnya penuh untuk keluarga , papah Abi selalu mengutamakan keluarganya , baginya papah Abi adalah papah yang terbaik sedunia .


Papah Abi adalah cinta pertama Manda , papah Abi yang telah berjuang keras untuk kehidupan keluarganya agar lebih baik dan papah Abi juga yang selalu memanjakan Manda walau Manda sudah dewasa , papah Abi yang selalu perhatian dan mengunjungi Manda ketika Manda tengah menuntut ilmu di negeri orang .


" Papah " , gumam Manda dengan terisak tatkala mengingat semua kenangan dengan cinta pertamanya .


Rey yang sedang mengemudi , ia membawa Manda kedalam pelukannya dengan satu tangan .


" Kamu harus kuat , papah sudah tenang dialam sana " , Ujar Rey dengan mata yang berkaca-kaca lalu mencium kepala Manda yang terbalut hijab .


Rey sebenarnya sama rapuhnya dengan Manda dan Alex . papah Abi bagi Rey seperti orang tua kandungnya sendiri bahkan Rey kebanyakan menghabiskan waktunya bersama keluarga papah Abi , banyak pelajaran dan nasehat yang beliau berikan pada Rey bahkan tak segan-segan mereka menganggap Rey seperti anaknya sendiri dan tak pernah membeda-bedakan dengan Alex yang asli anak kandung mereka .


Sementara itu dirumah Ayah Alex sudah ramai banyak orang karna berita kepergian opa Abi begitu cepat menyebar bahkan sampai ditayangkan disiaran tv lokal .


Sanak saudara dari keluarga opa Abi maupun keluarga Oma Sandra sudah mulai berdatangan ke rumah Ayah Alex , begitupun para sahabat Naura mereka langsung datang ke rumah Naura ketika mendengar berita tentang kematian opa Abi .


😘


😘


😘


Jangan lupa tinggalkan jejak like , komen , vote dan tambahkan ke favorit 💙 , terimakasih 🤗🤗🙏 .