The Power Of Love

The Power Of Love
Bab 71 - Antisipasi



            Chang Yi kembali berdiskusi bersama Wei Jiang dan Xin Lan


“Fu Wang, kegagalan kali ini, apa akan berdampak kemudian ?” Wei Jiang


menggeleng “setidaknya dalam waktu dekat ini, tidak akan ada yang terjadi. Ada


kemungkinan makhluk itu akan mencoba kembali, tapi tidak akan segegabah


sebelumnya. Kehilangan Permata Nila, akan membuat dampak yang tidak kecil pada


makhluk itu.”


Chang


Yi penasaran “Fu Wang, sangat nampak makhluk itu yang tidak bisa menguasai


Permata Nila. Apa memang makhluk itu mempersiapkan Permata Nila untuk


membantunya menerobos Pusat Lava ?” Wei Jiang berfikir “seharusnya tidak…


Permata memiliki aura murni… sementara makhluk itu berusaha untuk menumbuhkan


jiwa dan memiliki dasar kekuatan… seharusnya Permata Nila itu ditujukan untuk


menjadi dasar kekuatannya…”


Wei


Jiang menatap Chang Yi “Yi er, apapun yang kita perkirakan, tidak boleh


menurunkan penjagaan. Fu Wang akan ke Xue Zuan Shi Gong…” “Jiang ge…” Xin Lan


memotong “Xin er, Shen Zun mendapat Permata Nila, pasti akan segera memasukkannya


ke Pohon Bodhi… entah apa yang akan terjadi ! aku juga ingin tahu rencana Shen


Zun mendapat Permata Merah terakhir !” Xin Lan menyetujui “baik, aku


menemanimu…”


Chang


Yi merasakan keraguan “Fu Wang…” Wei Jiang menatap Chang Yi kembali “Yi er, saat


ada tanda-tanda makhluk itu datang, segera kirimkan pertanda, Fu Wang akan


segera kembali…” memberikan sebuah berlian pada Chang Yi. Wei Jiang mengerahkan


sihir, peta Bei Hai terpampang di hadapan mereka “Yi er, Fu Wang sudah membagi


tugas, akan ada yang berjaga di bagian-bagian ini. Tapi kau tidak bisa terlalu


mempercayai mereka, Fu Wang masih ragu…” Chang Yi mengerutkan kening.


Xin


Lan memegang tangan Chang Yi “Yi er, dengarkan Fu Wang mu… walau orang terdekat


pun bisa memiliki pemikiran yang berbeda… kekuasaan kakekmu dulu sangat kuat…”


Chang Yi mengangguk “aku tahu Mu Hou… Fu Wang, apa yang perlu ananda lakukan ?”


Wei Jiang berbisik di telinga Chang Yi sesaat dan melepasnya “Yi er, Yi Fei


memiliki keberanian tapi ketelitiannya masih perlu ditingkatkan.”


Xin


Lan tersenyum “Yi er, Ang Ngo Gong Zhu berada di Bei Hai Gong saat ini !” Chang


Yi mengangguk “Fu Wang Mu Hou tenang saja, aku akan lebih perhatikan.


Sebelumnya sudah mengajari Yi Fei, ada Mei Yu juga bersamanya. Aku sudah


memberi mereka tandaku…” Wei Jiang mengangguk “kau sudah mengatisipasinya !”


Chang Yi tersenyum.


Xin


Lan menyipitkan matanya “hmm… ada sesuatu yang ingin kau lakukan ?” menatap


sengit Chang Yi. Chang Yi cekikikan “tidak bisa luput dari mata Mu Hou hihihi…”.


Wei Jiag ikut tersenyum, menggelengkan kepala “Yi er, Xue Ling Shen Zun memang


suka bermain, tapi beliau akan mengambil tanggung jawab semua dampak


permainannya. Fu Wang tidak akan menghentikanmu, tapi kau juga harus siap


menghadapi dampaknya” menasehati Chang Yi.


Chang


Yi mengangguk dengan keyakinan “Fu Wang, aku tahu… aku sudah memikirkannya… ini


juga permainan besar… tidak akan berdampak buruk pada kita !” Xin Lan tersenyum


“baik, jika kau sudah memikirkannya. Kau selalu memiliki pemikiran yang teliti,


jangan keluar dari jalurmu… harus selalu berhati-hati !” menasehati Chang Yi.


Wei


Jiang berkeliling di sekitar Bei Hai bersama Chang Yi, sekaligus menambah


pertahanan. Wei Jiang terus berkomunikasi dengan Cheng Mei lewat Ren er, untuk


mengetahui berita chuguang Xue Ling Shen Zun. Dari penyerangan ke Pusat Lava


sudah berlalu 189 tahun, tanpa adanya tanda-tanda kemunculan Li Ming dan Le Le.


Anak Li Ming sudah lahir, Ang Ngo sudah kembali ke Lan Hua Gu tapi anaknya di


Xue


Ling Shen Zun belum ada tanda-tanda chuguang, Han Ling Shen Jun dan Zun Wang


lainnya melalui hari-harinya dengan damai. Permata Nila dengan aman berada di


tangan Han Ling Shen Jun, di tempatkan dalam Xue Zuan Shi Gong, menunggu Xue


Ling Shen Zun chuguang. Han Ling Shen Jun yang merasa semua kondisi masih


terkendali, ikut biguang di Xue Zuan Shi Gong, meningkatkan kemampuannya.


Huo


Ling Tian Zun yang sudah mendengar hal yang terjadi di Bei Hai, membuat


antisipasi. Huo Ling Tian Zun mengisolasi Lan Hua Gu dan memaksa Li Ming Shen


Jun menyerahkan makhluk api. Li Ming Shen Jun memakai alasan makhluk api yang


sudah kabur, menolak permintaan Huo Ling Tian Zun. Huo Ling Tian Zun yang tahu


bahwa istri Li Ming Shen Jun yang bernama Le Le adalah makhluk api, tidak


membongkar penyamarannya. Tujuan Huo Ling Tian Zun hanya menekan pihak Li Ming


Shen Jun, tidak mencari korban dari tempat lain lagi.


Semenjak


kembali ke Lan Hua Gu, Li Ming Shen Jun fokus mengobati Le Le. Dengan adanya


syarat dari Lin Da Han Shui Jun, Li Ming Shen Jun bisa bernafas lega,


setidaknya salah satu anaknya sudah selamat. Hal ini terbukti dengan kematian


satu anaknya lagi. Keempat istri lainnya mulai was was, termasuk Ang Ngo yang


mulai ketakutan dan berfikir untuk kembali ke Bei Hai, ke sisi anaknya.


Di


tubuh Ang Ngo dan ketiga istri lainnya sudah tertanam benih dari mahkluk api


yang menyedot unsur kehidupan mereka. Kelima istri Li Ming Shen Jun sedang


sakit di Lan Hua Gu. Dengan memakai kelima istri yang sakit, Li Ming Shen Jun


menutup Lan Hua Gu. Li Ming Shen Jun tidak memusingkan kelima istrinya, fokus


menguatkan kekuatannya.


Keempat


istrinya dari awal hanya menjadi pemuas dan calon korban untuk makhluk api. Li


Ming Shen Jun sama sekali tidak memiliki perasaan pada kelimanya, semua hanya


alat untuk mencapai ambisinya. Untuk memulihkan makhluk api, Li Ming Shen Jun


tidak segan-segan mengorbankan keempat istri lainnya. Bagi Li Ming Shen Jun,


lebih baik mengorbankan istri-istrinya daripada para prajuritnya.


Dengan


tertutupnya Lan Hua Gu, pihak keluarga istri-istri itu tidak mengetahui berita


mereka, termasuk kematian anak Li Ming Shen Jun. Sudah lima anak Li Ming Shen


Jun dari keempat istrinya yang menjadi korban. Li Ming Shen Jun sangat


bersyukur telah menyelamatkan salah satu anaknya, hingga memiliki keturunan


yang pasti. Semenjak kembali ke Lan hua Gu, demi memulihkan makhluk api, semua


unsur kehidupan Li Ming Shen Jun dan keempat istrinya telah terhisap oleh


makhluk api. Hal ini membuat Li Ming Shen Jun dan keempat istrinya, tidak


memiliki kesempatan lagi untuk memiliki keturunan.


Li


Ming Shen Jun dengan alasan melatih para prajurit, menjauh dari Le Le, tidak


mengikuti kegiatan pemerkosaan massal lagi. Semua dilakukan oleh benih-benih


makhluk api. Li Ming Shen Jun selain melatih para prajurit, mencari cara untuk


mengeluarkan benih makhluk api yang bersemayam dalam tubuhnya. Li Ming Shen Jun


ingin menyelamatkan nyawanya sendiri tanpa memikirkan lainnya, jika perlu semua


prajurit sikorbankannya demi hidupnya sendiri.


Sebelum


menikahi Le Le, Li Ming Shen Jun sudah membuat perjanjian untuk menyelamatkan


dirinya sendiri. Tapi Li Ming Shen Jun lupa, tanpa sengaja sudah membuat perjanjian


darah dengan makhluk api. Li Ming Shen Jun tidak akan terlepas dari makhluk api


kecuali makhluk api yang mengakhiri perjanjian pada saat kematiannya atau Li


Ming Shen Jun yang mati. Sebagian besar kekuatan Li Ming Shen Jun saat ini


adalah pemberian makhluk api.