
Chang Yi kembali berdiskusi bersama Wei Jiang dan Xin Lan
“Fu Wang, kegagalan kali ini, apa akan berdampak kemudian ?” Wei Jiang
menggeleng “setidaknya dalam waktu dekat ini, tidak akan ada yang terjadi. Ada
kemungkinan makhluk itu akan mencoba kembali, tapi tidak akan segegabah
sebelumnya. Kehilangan Permata Nila, akan membuat dampak yang tidak kecil pada
makhluk itu.”
Chang
Yi penasaran “Fu Wang, sangat nampak makhluk itu yang tidak bisa menguasai
Permata Nila. Apa memang makhluk itu mempersiapkan Permata Nila untuk
membantunya menerobos Pusat Lava ?” Wei Jiang berfikir “seharusnya tidak…
Permata memiliki aura murni… sementara makhluk itu berusaha untuk menumbuhkan
jiwa dan memiliki dasar kekuatan… seharusnya Permata Nila itu ditujukan untuk
menjadi dasar kekuatannya…”
Wei
Jiang menatap Chang Yi “Yi er, apapun yang kita perkirakan, tidak boleh
menurunkan penjagaan. Fu Wang akan ke Xue Zuan Shi Gong…” “Jiang ge…” Xin Lan
memotong “Xin er, Shen Zun mendapat Permata Nila, pasti akan segera memasukkannya
ke Pohon Bodhi… entah apa yang akan terjadi ! aku juga ingin tahu rencana Shen
Zun mendapat Permata Merah terakhir !” Xin Lan menyetujui “baik, aku
menemanimu…”
Chang
Yi merasakan keraguan “Fu Wang…” Wei Jiang menatap Chang Yi kembali “Yi er, saat
ada tanda-tanda makhluk itu datang, segera kirimkan pertanda, Fu Wang akan
segera kembali…” memberikan sebuah berlian pada Chang Yi. Wei Jiang mengerahkan
sihir, peta Bei Hai terpampang di hadapan mereka “Yi er, Fu Wang sudah membagi
tugas, akan ada yang berjaga di bagian-bagian ini. Tapi kau tidak bisa terlalu
mempercayai mereka, Fu Wang masih ragu…” Chang Yi mengerutkan kening.
Xin
Lan memegang tangan Chang Yi “Yi er, dengarkan Fu Wang mu… walau orang terdekat
pun bisa memiliki pemikiran yang berbeda… kekuasaan kakekmu dulu sangat kuat…”
Chang Yi mengangguk “aku tahu Mu Hou… Fu Wang, apa yang perlu ananda lakukan ?”
Wei Jiang berbisik di telinga Chang Yi sesaat dan melepasnya “Yi er, Yi Fei
memiliki keberanian tapi ketelitiannya masih perlu ditingkatkan.”
Xin
Lan tersenyum “Yi er, Ang Ngo Gong Zhu berada di Bei Hai Gong saat ini !” Chang
Yi mengangguk “Fu Wang Mu Hou tenang saja, aku akan lebih perhatikan.
Sebelumnya sudah mengajari Yi Fei, ada Mei Yu juga bersamanya. Aku sudah
memberi mereka tandaku…” Wei Jiang mengangguk “kau sudah mengatisipasinya !”
Chang Yi tersenyum.
Xin
Lan menyipitkan matanya “hmm… ada sesuatu yang ingin kau lakukan ?” menatap
sengit Chang Yi. Chang Yi cekikikan “tidak bisa luput dari mata Mu Hou hihihi…”.
Wei Jiag ikut tersenyum, menggelengkan kepala “Yi er, Xue Ling Shen Zun memang
suka bermain, tapi beliau akan mengambil tanggung jawab semua dampak
permainannya. Fu Wang tidak akan menghentikanmu, tapi kau juga harus siap
menghadapi dampaknya” menasehati Chang Yi.
Chang
Yi mengangguk dengan keyakinan “Fu Wang, aku tahu… aku sudah memikirkannya… ini
juga permainan besar… tidak akan berdampak buruk pada kita !” Xin Lan tersenyum
“baik, jika kau sudah memikirkannya. Kau selalu memiliki pemikiran yang teliti,
jangan keluar dari jalurmu… harus selalu berhati-hati !” menasehati Chang Yi.
Wei
Jiang berkeliling di sekitar Bei Hai bersama Chang Yi, sekaligus menambah
pertahanan. Wei Jiang terus berkomunikasi dengan Cheng Mei lewat Ren er, untuk
mengetahui berita chuguang Xue Ling Shen Zun. Dari penyerangan ke Pusat Lava
sudah berlalu 189 tahun, tanpa adanya tanda-tanda kemunculan Li Ming dan Le Le.
Anak Li Ming sudah lahir, Ang Ngo sudah kembali ke Lan Hua Gu tapi anaknya di
Xue
Ling Shen Zun belum ada tanda-tanda chuguang, Han Ling Shen Jun dan Zun Wang
lainnya melalui hari-harinya dengan damai. Permata Nila dengan aman berada di
tangan Han Ling Shen Jun, di tempatkan dalam Xue Zuan Shi Gong, menunggu Xue
Ling Shen Zun chuguang. Han Ling Shen Jun yang merasa semua kondisi masih
terkendali, ikut biguang di Xue Zuan Shi Gong, meningkatkan kemampuannya.
Huo
Ling Tian Zun yang sudah mendengar hal yang terjadi di Bei Hai, membuat
antisipasi. Huo Ling Tian Zun mengisolasi Lan Hua Gu dan memaksa Li Ming Shen
Jun menyerahkan makhluk api. Li Ming Shen Jun memakai alasan makhluk api yang
sudah kabur, menolak permintaan Huo Ling Tian Zun. Huo Ling Tian Zun yang tahu
bahwa istri Li Ming Shen Jun yang bernama Le Le adalah makhluk api, tidak
membongkar penyamarannya. Tujuan Huo Ling Tian Zun hanya menekan pihak Li Ming
Shen Jun, tidak mencari korban dari tempat lain lagi.
Semenjak
kembali ke Lan Hua Gu, Li Ming Shen Jun fokus mengobati Le Le. Dengan adanya
syarat dari Lin Da Han Shui Jun, Li Ming Shen Jun bisa bernafas lega,
setidaknya salah satu anaknya sudah selamat. Hal ini terbukti dengan kematian
satu anaknya lagi. Keempat istri lainnya mulai was was, termasuk Ang Ngo yang
mulai ketakutan dan berfikir untuk kembali ke Bei Hai, ke sisi anaknya.
Di
tubuh Ang Ngo dan ketiga istri lainnya sudah tertanam benih dari mahkluk api
yang menyedot unsur kehidupan mereka. Kelima istri Li Ming Shen Jun sedang
sakit di Lan Hua Gu. Dengan memakai kelima istri yang sakit, Li Ming Shen Jun
menutup Lan Hua Gu. Li Ming Shen Jun tidak memusingkan kelima istrinya, fokus
menguatkan kekuatannya.
Keempat
istrinya dari awal hanya menjadi pemuas dan calon korban untuk makhluk api. Li
Ming Shen Jun sama sekali tidak memiliki perasaan pada kelimanya, semua hanya
alat untuk mencapai ambisinya. Untuk memulihkan makhluk api, Li Ming Shen Jun
tidak segan-segan mengorbankan keempat istri lainnya. Bagi Li Ming Shen Jun,
lebih baik mengorbankan istri-istrinya daripada para prajuritnya.
Dengan
tertutupnya Lan Hua Gu, pihak keluarga istri-istri itu tidak mengetahui berita
mereka, termasuk kematian anak Li Ming Shen Jun. Sudah lima anak Li Ming Shen
Jun dari keempat istrinya yang menjadi korban. Li Ming Shen Jun sangat
bersyukur telah menyelamatkan salah satu anaknya, hingga memiliki keturunan
yang pasti. Semenjak kembali ke Lan hua Gu, demi memulihkan makhluk api, semua
unsur kehidupan Li Ming Shen Jun dan keempat istrinya telah terhisap oleh
makhluk api. Hal ini membuat Li Ming Shen Jun dan keempat istrinya, tidak
memiliki kesempatan lagi untuk memiliki keturunan.
Li
Ming Shen Jun dengan alasan melatih para prajurit, menjauh dari Le Le, tidak
mengikuti kegiatan pemerkosaan massal lagi. Semua dilakukan oleh benih-benih
makhluk api. Li Ming Shen Jun selain melatih para prajurit, mencari cara untuk
mengeluarkan benih makhluk api yang bersemayam dalam tubuhnya. Li Ming Shen Jun
ingin menyelamatkan nyawanya sendiri tanpa memikirkan lainnya, jika perlu semua
prajurit sikorbankannya demi hidupnya sendiri.
Sebelum
menikahi Le Le, Li Ming Shen Jun sudah membuat perjanjian untuk menyelamatkan
dirinya sendiri. Tapi Li Ming Shen Jun lupa, tanpa sengaja sudah membuat perjanjian
darah dengan makhluk api. Li Ming Shen Jun tidak akan terlepas dari makhluk api
kecuali makhluk api yang mengakhiri perjanjian pada saat kematiannya atau Li
Ming Shen Jun yang mati. Sebagian besar kekuatan Li Ming Shen Jun saat ini
adalah pemberian makhluk api.