The Power Of Love

The Power Of Love
Bab 47 - Lao Hua Jun



     Xue Ling acuh tak acuh, menarik Han Ling duduk di depan pintu


ruangan. Han Ling juga santai saja, berbincang-bincang dengan Xue Ling, seperti


tidak terjadi apapun. 2 hari terlewati, Han Ling dan Xue Ling bercanda ria mencicipi


kue arak yang mereka bawa. Di hari ketiga, terlihat sedikit pergerakan pada


bunga-bunga di sekeliling pintu. Han Ling dan Xue Ling menganggap tidak ada


apapun, asik sendiri dengan kegiatan mereka.


     Di hari kelima, bunga-bunga di sekeliling pintu mundur teratur,


pintu perlahan terbuka. Xue Ling menopang kepalanya, melihat malas kearah pintu


“akhirnya sudah bersedia keluar…” beberapa dewa dewi berjalan keluar dari


ruangan “anda berdua ? apa yang kalian lakukan disini ? tidak sembarang yang


bisa masuk kesini ! pergi cari Xuan Yu Hua Jun…” salah satu pria yang nampak


berkuasa memerintah dewa lainnya.


     Xue Ling mengibas-ngibaskan tangannya “tidak usah mencari, tidak


akan menemukannya !” semua melihat Xue Ling dan Han Ling dalam mode waspada


“haih Lao Hua Jun, yang mulia hari ini datang untuk pusaka Dong Hua Gu dan


permata anda itu !” menunjuk ke dalam ruangan yang sedikit terbuka. “anak muda


yang sangat sombong !” “Hua Jun, sudah beberapa hari tidak mendapat asumsi,


kulihat mereka berdua lumayan, bagaimana…” terdengar pembicaraan di antara para


dewa itu.


     Xue Ling berdiri, merenggangkan tubuhnya “Han ge, sudah lima


hari… aku sudah bosan disini…” matanya berubah tajam “mari selesaikan disini


secepatnya…” mengeluarkan pedangnya. Han Ling pun sudah mengeluarkan pedangnya,


menatap dingin semua yang dihadapan mereka “siapa kalian !” salah satu dewa itu


bertanya dengan nada suara dingin !” Xue Ling memutar-mutar pedangnya “Lao Hua


Jun, jika dari awal anda keluar, kita masih bisa berbicara dengan baik ! anda sudah


membuat yang mulia menyia-nyiakan 5 hari waktu berharga yang mulia… anda harus


mendapatkan hukumannya” langsung menyerang beberapa titik mematikan para dewa.


     Para dewa itupun melakukan perlawanan dengan menyimpan


pertanyaan, tidak mengerti alasan di serang. Yang membuat mereka semakin


bingung, pertarungan ini tampak tidak seimbang, tapi bagaimanapun mencoba tidak


dapat mengalahkan kedua anak muda yang hanya memainkan pedangnya. Xue Ling


nyengir, melihat mata para dewa mulai berubah merah “Han ge, aku akan masuk…”


“baik, berhati-hatilah…” Han Ling mengiyakan.


     Sepeninggal Xue Ling, Han Ling menyerang para dewa hingga asap


merah mulai keluar dari raga masing-masing “argh… argh… panas… panas…” keluar


teriakan kesakitan dari beberapa dewa. Sedangkan Lao Hua Jun mengejar Xue Ling


ke dalam ruangan “berhenti !” Lao Hua Jun berteriak, mencekal Xue Ling. Xue


Ling berbalik menghadap Lao Hua Jun, tertawa sinis “Lao Hua Jun, semenjak anda


menyerahkan jiwa anda, anda sudah bukan Hua Jun…” “yang mulia adalah Hua Jun


atau bukan, bukan anda gadis kecil yang memutuskan !” Lao Hua Jun menjawab


dingin.


     Xue Ling tertawa terbahak-bahak “baik… jika begitu, biarkan dia


saja yang memutuskannya !” menunjuk ke sebuah batu permata hijau yang berada di


tengah ruangan “hahaha… itu adalah pusaka kami, selama ini sudah hidup


bersamaku…” Lao Hua Jun menyombongkan diri “benarkah ? hahaha anda sepertinya


sudah pikun ! pusaka semacam ini tidak pernah memilih hanya karena anda dekat


dengannya selama ribuan, ratusan ribu, bahkan jutaan tahun. Pusaka ini hanya


bisa berada ditangan seseorang yang mempunyai hati murni. Apa anda memenuhi


syarat ini ?” Xue Ling berkata santai sambil melirik sinis Lao Hua Jun.


     Lao Hua Jun “walau bukan aku, tidak mungkin adalah anda !” Xue


Ling memutar-mutarkan pedangnya “lebih baik yang mulia daripada anda yang sudah


menjual jiwa anda sendiri !” Lao Hua Jun nyengir “jika anda begitu


kening, kembali normal “sebelumnya, kita akan melihat apakah pusaka ini akan


memilih anda !” menyerang pusaka, terdengar bunyi retakan. Sesaat kemudian


jiejue yang melindungi pusaka, hancur oleh serangan Xue Ling.


     Saat pusaka keluar dari jiejue, memberi perlawanan pada siapa


saja di hadapannya. Xue Ling sempat terkejut, walaupun memberi pertahanan tepat


pada waktunya, tapi serangan dadakan itu pun melukainya hingga muntah darah.


Dari permata hijau terus mengeluarkan hawa merah pekat, menyerang membabi buta


“kau benar-benar bosan hidup bahkan memanfaatkan permata ini !” Xue Ling


menghardik Lao Hua Jun. Lao Hua Jun tidak menggubris Xue Ling, malah


mengalirkan energi merah terus ke dalam permata hijau.


     Xue Ling mempertahankan diri dari serangan permata hijau, yang


semakin lama semakin kuat dengan bantuan aliran energi merah Lao Hua Jun. Han


Ling masuk, terkejut melihat Xue Ling yang muntah darah hitam “Xiao Xue…” ingin


membantu tepat saat mendengar peringatan Xue Ling “Han ge, jangan ikut campur


disini ! permata ini tidak boleh dilawan !” Han Ling mengerutkan kening,


menatap tajam Lao Hua Jun, langsung menyerangnya. Tidak berapa lama Lao Hua Jun


mati mengenaskan dibawah pedang Han Ling.


     Xue Ling masih bertahan menerima serangan permata hijau “Xiao


Xue…” Xue Ling berkata tegas “Han ge, permata ini sedang berusaha memurnikan


dirinya kembali… tidak bisa menyerangnya…” Han Ling cemas melihat Xue Ling yang


semakin memucat. Dari tubuh Lao Hua Jun muncul sebuah makhluk merah


menyeramkan, langsung menyerang Han Ling. Han Ling meladeni makhluk merah


dengan hati mencemaskan Xue Ling.


     Perhatian Xue Ling sempat terpecah melihat Han Ling. Xue Ling


menahan serangan permata dengan satu tangan, sementara tangan lainnya membuat


sihir lainnya. Terlihat hawa merah yang tertarik ke sihir Xue Ling dari


berbagai arah membentuk titik merah. Tangan Xue Ling yang mengeluarkan sihir,


perlahan membeku, sekalian membekukan titik merah.


     Perlahan permata hijau berubah warna menjadi ungu, hawa yang


keluar tidak sepekat awalnya. Hingga permata ungu memancarkan cahaya ungunya


sendiri, terjadi hentakan di Dong Hua Gu. Han Ling sudah memusnahkan makhluk


merah ketika hentakan terjadi. Han Ling segera berlari masuk, melihat kondisi


Xue Ling.


     Xue Ling jatuh berlutut, dengan senyuman pucat. Di tangannya


terdapat permata ungu “jie, ada apa denganmu ?” semua yang masuk kedalam bola


jiejue keluar tepat saat hentakan terjadi “Xiao Xue… Xiao Xue…” Han Ling


langsung memapah Xue Ling “Xiao Xue, bagaimana denganmu ?” Xue Ling tersenyum


pada Han Ling “Han ge, sudah murni kembali…” menatap permata ungu di tangannya.


     Xuan Yu mengamati permata ungu di tangan Xue Ling “Xue Ling, kau


sudah memurnikan permata ungu, bawalah dia ! aku percaya di Si Hai Ba Huang


ini, hanya anda saja yang dapat menjaganya !” Xue Ling tersenyum lemah,


mengedipkan kedua matanya “kau masih berhutang ‘Xiang Hua Xin’ padaku !” Xuan


Yu tersenyum, mengerahkan sihir, sebuah berlian ungu muncul di tangannya “Shen


Zun… ini milik anda !” menyerahkan ‘Xiang Hua Xin’ pada Xue Ling.


     Xue Ling tersenyum dan jatuh tidak sadarkan diri di pelukan Han


Ling “Xiao Xue… Xiao Xue…” Han Ling cemas, Cheng Mei segera memeriksa,


mengerutkan keningnya “bagaimana jiejie ?” Shui Ling bertanya “Xue Ling luka


dalam… sebelumnya Xue Ling sudah terluka, diperparah saat memurnikan permata


ungu… Xue Ling harus beristirahat dengan baik ! Xuan Yu, siapkan tempat untuk


Xue Ling beristirahat, aku akan membuatkannya obat !” semua mengikuti Xuan Yu


dan Wan Hua.