
Xue Ling acuh tak acuh, menarik Han Ling duduk di depan pintu
ruangan. Han Ling juga santai saja, berbincang-bincang dengan Xue Ling, seperti
tidak terjadi apapun. 2 hari terlewati, Han Ling dan Xue Ling bercanda ria mencicipi
kue arak yang mereka bawa. Di hari ketiga, terlihat sedikit pergerakan pada
bunga-bunga di sekeliling pintu. Han Ling dan Xue Ling menganggap tidak ada
apapun, asik sendiri dengan kegiatan mereka.
Di hari kelima, bunga-bunga di sekeliling pintu mundur teratur,
pintu perlahan terbuka. Xue Ling menopang kepalanya, melihat malas kearah pintu
“akhirnya sudah bersedia keluar…” beberapa dewa dewi berjalan keluar dari
ruangan “anda berdua ? apa yang kalian lakukan disini ? tidak sembarang yang
bisa masuk kesini ! pergi cari Xuan Yu Hua Jun…” salah satu pria yang nampak
berkuasa memerintah dewa lainnya.
Xue Ling mengibas-ngibaskan tangannya “tidak usah mencari, tidak
akan menemukannya !” semua melihat Xue Ling dan Han Ling dalam mode waspada
“haih Lao Hua Jun, yang mulia hari ini datang untuk pusaka Dong Hua Gu dan
permata anda itu !” menunjuk ke dalam ruangan yang sedikit terbuka. “anak muda
yang sangat sombong !” “Hua Jun, sudah beberapa hari tidak mendapat asumsi,
kulihat mereka berdua lumayan, bagaimana…” terdengar pembicaraan di antara para
dewa itu.
Xue Ling berdiri, merenggangkan tubuhnya “Han ge, sudah lima
hari… aku sudah bosan disini…” matanya berubah tajam “mari selesaikan disini
secepatnya…” mengeluarkan pedangnya. Han Ling pun sudah mengeluarkan pedangnya,
menatap dingin semua yang dihadapan mereka “siapa kalian !” salah satu dewa itu
bertanya dengan nada suara dingin !” Xue Ling memutar-mutar pedangnya “Lao Hua
Jun, jika dari awal anda keluar, kita masih bisa berbicara dengan baik ! anda sudah
membuat yang mulia menyia-nyiakan 5 hari waktu berharga yang mulia… anda harus
mendapatkan hukumannya” langsung menyerang beberapa titik mematikan para dewa.
Para dewa itupun melakukan perlawanan dengan menyimpan
pertanyaan, tidak mengerti alasan di serang. Yang membuat mereka semakin
bingung, pertarungan ini tampak tidak seimbang, tapi bagaimanapun mencoba tidak
dapat mengalahkan kedua anak muda yang hanya memainkan pedangnya. Xue Ling
nyengir, melihat mata para dewa mulai berubah merah “Han ge, aku akan masuk…”
“baik, berhati-hatilah…” Han Ling mengiyakan.
Sepeninggal Xue Ling, Han Ling menyerang para dewa hingga asap
merah mulai keluar dari raga masing-masing “argh… argh… panas… panas…” keluar
teriakan kesakitan dari beberapa dewa. Sedangkan Lao Hua Jun mengejar Xue Ling
ke dalam ruangan “berhenti !” Lao Hua Jun berteriak, mencekal Xue Ling. Xue
Ling berbalik menghadap Lao Hua Jun, tertawa sinis “Lao Hua Jun, semenjak anda
menyerahkan jiwa anda, anda sudah bukan Hua Jun…” “yang mulia adalah Hua Jun
atau bukan, bukan anda gadis kecil yang memutuskan !” Lao Hua Jun menjawab
dingin.
Xue Ling tertawa terbahak-bahak “baik… jika begitu, biarkan dia
saja yang memutuskannya !” menunjuk ke sebuah batu permata hijau yang berada di
tengah ruangan “hahaha… itu adalah pusaka kami, selama ini sudah hidup
bersamaku…” Lao Hua Jun menyombongkan diri “benarkah ? hahaha anda sepertinya
sudah pikun ! pusaka semacam ini tidak pernah memilih hanya karena anda dekat
dengannya selama ribuan, ratusan ribu, bahkan jutaan tahun. Pusaka ini hanya
bisa berada ditangan seseorang yang mempunyai hati murni. Apa anda memenuhi
syarat ini ?” Xue Ling berkata santai sambil melirik sinis Lao Hua Jun.
Lao Hua Jun “walau bukan aku, tidak mungkin adalah anda !” Xue
Ling memutar-mutarkan pedangnya “lebih baik yang mulia daripada anda yang sudah
menjual jiwa anda sendiri !” Lao Hua Jun nyengir “jika anda begitu
kening, kembali normal “sebelumnya, kita akan melihat apakah pusaka ini akan
memilih anda !” menyerang pusaka, terdengar bunyi retakan. Sesaat kemudian
jiejue yang melindungi pusaka, hancur oleh serangan Xue Ling.
Saat pusaka keluar dari jiejue, memberi perlawanan pada siapa
saja di hadapannya. Xue Ling sempat terkejut, walaupun memberi pertahanan tepat
pada waktunya, tapi serangan dadakan itu pun melukainya hingga muntah darah.
Dari permata hijau terus mengeluarkan hawa merah pekat, menyerang membabi buta
“kau benar-benar bosan hidup bahkan memanfaatkan permata ini !” Xue Ling
menghardik Lao Hua Jun. Lao Hua Jun tidak menggubris Xue Ling, malah
mengalirkan energi merah terus ke dalam permata hijau.
Xue Ling mempertahankan diri dari serangan permata hijau, yang
semakin lama semakin kuat dengan bantuan aliran energi merah Lao Hua Jun. Han
Ling masuk, terkejut melihat Xue Ling yang muntah darah hitam “Xiao Xue…” ingin
membantu tepat saat mendengar peringatan Xue Ling “Han ge, jangan ikut campur
disini ! permata ini tidak boleh dilawan !” Han Ling mengerutkan kening,
menatap tajam Lao Hua Jun, langsung menyerangnya. Tidak berapa lama Lao Hua Jun
mati mengenaskan dibawah pedang Han Ling.
Xue Ling masih bertahan menerima serangan permata hijau “Xiao
Xue…” Xue Ling berkata tegas “Han ge, permata ini sedang berusaha memurnikan
dirinya kembali… tidak bisa menyerangnya…” Han Ling cemas melihat Xue Ling yang
semakin memucat. Dari tubuh Lao Hua Jun muncul sebuah makhluk merah
menyeramkan, langsung menyerang Han Ling. Han Ling meladeni makhluk merah
dengan hati mencemaskan Xue Ling.
Perhatian Xue Ling sempat terpecah melihat Han Ling. Xue Ling
menahan serangan permata dengan satu tangan, sementara tangan lainnya membuat
sihir lainnya. Terlihat hawa merah yang tertarik ke sihir Xue Ling dari
berbagai arah membentuk titik merah. Tangan Xue Ling yang mengeluarkan sihir,
perlahan membeku, sekalian membekukan titik merah.
Perlahan permata hijau berubah warna menjadi ungu, hawa yang
keluar tidak sepekat awalnya. Hingga permata ungu memancarkan cahaya ungunya
sendiri, terjadi hentakan di Dong Hua Gu. Han Ling sudah memusnahkan makhluk
merah ketika hentakan terjadi. Han Ling segera berlari masuk, melihat kondisi
Xue Ling.
Xue Ling jatuh berlutut, dengan senyuman pucat. Di tangannya
terdapat permata ungu “jie, ada apa denganmu ?” semua yang masuk kedalam bola
jiejue keluar tepat saat hentakan terjadi “Xiao Xue… Xiao Xue…” Han Ling
langsung memapah Xue Ling “Xiao Xue, bagaimana denganmu ?” Xue Ling tersenyum
pada Han Ling “Han ge, sudah murni kembali…” menatap permata ungu di tangannya.
Xuan Yu mengamati permata ungu di tangan Xue Ling “Xue Ling, kau
sudah memurnikan permata ungu, bawalah dia ! aku percaya di Si Hai Ba Huang
ini, hanya anda saja yang dapat menjaganya !” Xue Ling tersenyum lemah,
mengedipkan kedua matanya “kau masih berhutang ‘Xiang Hua Xin’ padaku !” Xuan
Yu tersenyum, mengerahkan sihir, sebuah berlian ungu muncul di tangannya “Shen
Zun… ini milik anda !” menyerahkan ‘Xiang Hua Xin’ pada Xue Ling.
Xue Ling tersenyum dan jatuh tidak sadarkan diri di pelukan Han
Ling “Xiao Xue… Xiao Xue…” Han Ling cemas, Cheng Mei segera memeriksa,
mengerutkan keningnya “bagaimana jiejie ?” Shui Ling bertanya “Xue Ling luka
dalam… sebelumnya Xue Ling sudah terluka, diperparah saat memurnikan permata
ungu… Xue Ling harus beristirahat dengan baik ! Xuan Yu, siapkan tempat untuk
Xue Ling beristirahat, aku akan membuatkannya obat !” semua mengikuti Xuan Yu
dan Wan Hua.