The Power Of Love

The Power Of Love
Bab 38 - Penglihatan Leluhur



            Setelah pertempuran panasnya, Xue Ling dan Ling Siang


digendong oleh suami masing-masing keluar permandian “haih… kalian ini tidak


bisakah menahan diri ? kita sedang melakukan perjalanan !” Shui Ling protes


pada 2 pria yang tampak acuh tak acuh menggendong wanita masing-masing. Cheng


Mei cekikikan “Shui Ling, kau protes sampai tenggorokanmu lepas pun mereka


tidak akan mendengarkan. Ayo, biarkan saja mereka beristirahat, kita


bersenang-senang…” “kalian berdua, pentingkan keselamatan !” Han Ling


memperingati “haih sudah tahu jiefu…” Shui Ling mengejek dan langsung pergi.


            Han Ling menemukan penginapan untuk mereka semua. Liang


Yuan Gu di buat seperti tempat bersenang-senang di alam fana, dengan


kedai-kedai yang memiliki kekhasan masing-masing. Han Ling dan Huo Ling


menunggui wanita masing-masing ‘hmm… Li Ming sampai ke Liang Yuan Gu, tampaknya


bukan hanya datang bersenang-senang saja. Bau mereka semakin pekat, bahkan


tidak dapat ditutupi oleh bau lainnya. Apa yang telah terjadi pada mereka !’


“Huo ge, ada apa ? apa yang kau fikirkan ?” Ling Siang sudah tersadar tapi


masih kelelahan, bergelajut manja di tubuh Huo Ling.


            Huo Ling mengecup kening dan memeluk Ling Siang “Li Ming…


Siang er, menurutmu kenapa bau mereka semakin pekat ? hanya berselang beberapa


bulan dari perayaan, bukankah perubahan ini terlalu cepat !” Ling Siang menutup


mata tapi mendengarkan semua perkataan Huo Ling “Huo ge, yang terjadi di Hu Lu


dan Re Shui Gu berpengaruh padanya. Hmmm… tapi kalau menurutku, wanita yang


dari Re Shui Gu itu patut di curigai, jika saja ada yang pernah bertemu


dengannya !”


            Huo Ling berguman “ehm… bukanlah sesuatu yang mudah


menumbuhkan jiwa ! bahkan jika menyatukan jiwa itu sendiri pun, sangat susah


menemukan yang cocok. Apa ?” Ling Siang menggeleng “belum ge, dia belum


mendapatkan jiwanya. Mereka mencoba pada anak itu tapi anak itu tidak tahan dan


mati” “maksudmu putra dari Bei Hai Gong Zhu itu ?” Ling Siang mengangguk “aku


sudah mendapat penglihatannya… mereka ke Bei Hai saat itu bukanlah tanpa tujuan


dan akhirnya anak itu mati !”


            Huo Ling bertanya “apa jiejie tahu hal ini ?” Ling Siang


menggeleng “Jika aku bisa melihatnya, maka Cheng Mei Yue Shen dan Wei Jiang


Zheng Zhu pasti juga sudah mengetahuinya. Sepanjang jalan, tidak mendengar


jiejie dan Cheng Mei membahasnya, mungkin jiejie belum tahu” Huo Ling “tapi


kenapa mereka menutupinya dari jiejie ?” Ling Siang berkata malas “mereka tidak


menutupinya, hanya tidak menganggapnya. Masalah Li Ming dan kedua makhluk itu


tidak menjadi prioritas mereka” Huo Ling cemberut “apa karena ini adalah


rintanganku ?” Ling Siang membuka mata, menggeleng “tidak, karena mereka masih


memiliki hal lain yang lebih besar !”


            Huo Ling mengerutkan kening, Ling Siang bangun


mendudukkan tubuhnya “Huo ge, Li Ming adalah bagianmu, karena Li Ming sampai


seperti sekarang, kau juga ada andil di dalamnya. Sementara jiejie akan


mengurus akar permasalahannya, tidak berhubungan dengan Cheng Mei tapi sangat


berhubungan dengan Wei Jiang Zheng Zhu dan Da Hai” Huo Ling mengangguk “yah


jiejie sudah mengatakan… aku tidak menyangka perbuatanku akan mempengaruhi masa


depannya” Ling Siang memegang pundak Huo Ling “bersemangatlah, masa lalu tidak


bisa diubah tapi masa depan sedang menunggu !” berbicara optimis.


            Ling Siang berfikir “hmm… Huo ge, menurutmu bagaimana hubungan


jiejie dan Han Ling ?” Huo Ling memainkan wajahnya “hmm… tampak saling


mencintai !” Ling Siang tersenyum “mereka bahkan sudah menikah, apakah bisa


tidak saling mencintai !” Huo Ling mengerutkan keningnya “jadi apa yang kau


maksud ?” Ling Siang “Huo ge, aku tidak bisa melihat masa depan Han Ling, sama


tapi Han Ling bisa terikat dengan jiejie, ini aku masih belum dapat mengerti !


selain itu… sangat nampak Han Ling yang tidak dapat berpisah dengan jiejie,


nampaknya dia menyimpan satu ketakutan tersendiri”


            Huo Ling tersenyum “Ling Siang, tidak ada yang aneh


mereka berdua bersatu, bahkan jika aku bersatu dengan Shui Ling pun tidak ada


yang aneh” Ling Siang membelalakkan matanya, membuat Huo Ling cekikikan


“tenanglah, aku hanya memberitahumu perumpamaannya. Dengar, kami terlahir dari


sumber yang mandiri, pada dasarnya tidak memiliki ikatan. Hanya Fu Wang Mu Hou


menemukan kami saat itu dan menjadikan kami anak-anaknya membuat kami memiliki


ikatan” Ling Siang mengangguk “aku tahu kisah ini !”


            Huo Ling mengangguk “semua mengetahuinya, tapi ada yang


kalian tidak tahu ! di dunia ini hanya aku yang mengetahuinya, bahkan jiejie


pun tidak tahu” “apa… apa itu ?” Ling Siang bertanya “Ling Siang, kalian


mendapat berkah ini bukanlah tanpa alasan. Dahulu, leluhur kalian dan leluhur


Ren Yu mendapat penglihatan. Akan muncul aura murni yang dapat mengontrol ke 7


unsur dan menjadi penguasa atasnya… jiwa-jiwa yang lahir dari ketujuh unsur,


sama seperti semua jiwa di Si Hai Ba Huang, akan menemui banyak pertikaian,


persahabatan, kehilangan, ikatan, kasih sayang, semua unsur penderitaan yang


ada di dunia ini. Perbedaannya hanya jiwa dari benih unsur mempunyai rintangan


yang lebih daripada jiwa pada umumnya” Huo Ling menjelaskan. Ling Siang menebak


“apa maksudmu aura murni itu adalah jiejie ?” Huo Ling menggeleng “aku tidak


tahu… mungkin aneh buatmu, tapi diantara kami bahkan beberapa yang kami tahu


terlahir sama seperti kami, tidak menginginkan menjadi aura murni itu”.


            Ling Siang mengerutkan kening “kami ? bukankah hanya Huo


ge yang tahu mengenai hal ini ? bagaimana bisa tahu…” Huo Ling tersenyum “aku


cukup mengetahui karakter mereka. Siang er, diantara kami bertiga, Han Ling,


gugu, Cheng Mei, dan Wei Jiang Zheng Zhu… yang mana yang memiliki ambisi akan


kekuasaan ?” Ling Siang tercengang “Wei Jiang Zheng Zhu ? apa jiejie tahu hal


ini ?” Huo Ling mengangguk “tahu, saat mengambil tindakan pada pusat lava,


jiejie mengetahuinya”.


            Huo Ling menjelaskan “Siang er, masalah ini tidak perlu


di mengerti, cukup di jalani saja… walaupun aku tidak tahu yang lain… tapi aku


sangat yakin, diantara kami bertiga tidak ada yang menginginkan hal itu !” Ling


Siang “apa masih ada yang diluar ?” Huo Ling mengangguk “Siang er, seperti yang


jiejie katakan, hidup dijalani saja, hadapi semua persoalan, jangan melarikan


diri, itu sudah cukup !” Ling Siang tersenyum “pemikiran jiejie sangat


sederhana !” Huo Ling cekikikan “bukan sederhana, dia hanya menyukai kebebasannya,


tidak suka di kungkung oleh semua aturan dan persoalan itu !”


            Ling Siang “em Huo ge, menurutmu siapa yang akan menjadi


aura murni itu ?” Huo Ling mengangkat bahunya “apa kau tidak memberitahu jiejie


dan Shui Ling masalah ini ?” Huo Ling menggeleng “Siang er, sudah berapa zaman


terlewati, tidak ada yang bisa memastikan kebenarannya. Semua menganggapnya


sebagai mitos saja. Dahulu, zaman belum sekacau sekarang saja, aura itu tidak


muncul… aku saja tidak pernah memikirkannya… biarkan berjalan apa adanya saja


!”


            Ling Siang mengetuk-ngetuk jarinya “em… Huo ge, apa


menurutmu jiejie bisa menjadi aura murni itu ?” Huo Ling mengetuk kening Ling


Siang “hentikan pemikiran itu ! jangan sampai jiejie mengetahuinya, dia akan


lari terbirit-birit jika mengetahuinya” Ling Siang menggosok keningnya sambil


cekikikan “sepertinya yang Huo ge katakan itu benar jiejie hahaha…” keduanya


tertawa.