
Pangeran Pertama melihat semua menu yang disiapkan “Heng
er, bawa saja, kita akan tahu setelah mendengar komentar Shen Zun dan lainnya
!” meyakinkan Sang Putri Arogan. Sang Putri Arogan memantapkan keyakinannya,
melangkah bersama ke ruang makan. Sang Putri Arogan mengenal berbagai masakan
di hadapan mereka pada Xue Ling, sambil mengamati reaksi Xue Ling.
Xue Ling dengan datar mendengar penjelasan dari Sang
Putri Arogan “Shen Zun, silahkan di cicipi…” Sang Putri Arogan mempersila.
Keempatnya mengawasi keenam dewa dewi yang mencicipi hidangan di hadapan
mereka. “bagaimana ? apa cocok dengan selera anda sekalian ?” Sang Putri Arogan
tegang akan komentar yang akan dilontarkan keenamnya.
“apa rasa asli makanan khas ini memang seperti ini ?” Xin
Lan bertanya. Sang Putri Arogan menunjuk beberapa hidangan “yang ini, ini, dan
ini sudah mengalami perubahan rasa dari aslinya, tapi ini sudah paling
mendekati aslinya. Sementara lainnya adalah rasa asli makanan khas ini sendiri”
menjelaskan dan menjawab pertanyaan Xin Lan.
“Xiao Xue, mau yang mana ?” Han Ling bertanya lembut. Xue
Ling mengamati semua makanan di hadapannya “hmm… sayang ada beberapa yang tidak
dapat dirasakan !” berguman dengan nada kecewa “Shen Zun, apa sebelumnya anda
pernah mencicipi makanan khas Xi Hai ?” Pangeran Pertama bertanya.
Xue Ling mengangkat kepala tapi tidak melihat Pangeran
Pertama, melainkan Sang Putri Arogan “apa anda bisa memasak ?” Sang Putri
Arogan mengangguk “bisa membuat beberapa masakan sederhana… Da Ge juga bisa memasak…”
Xue Ling mengangguk sambil tetap melihat Sang Putri Arogan “yang mulia, hamba
akan menyiapkan beberapa hidangan…” menarik Pangeran Pertama, berlalu dari
ruang makan.
Beberapa saat kemudian, Sang Putri Arogan dan Pangeran
Pertama kembali dengan beberapa hidangan baru “yang mulia, silahkan !” Xue Ling
mengamati beberapa hidangan baru di hadapannya “ayo… silahkan !” Xi Hai Shui
Jun menyemangati. Xue Ling dan kelima lainnya, menggerakkan sumpit mereka.
Xue Ling mengamati semua hidangan itu “yang mana yang
buatan anda Putri ?” Sang Putri Arogan menunjuk beberapa “hmm… anda bisa lebih
baik lagi ! tampaknya beberapa tahun ini anda sudah sangat jarang memasak !”
Sang Putri Arogan menunduk malu, mendengar kata-kata tepat dari Xue Ling “anda
termasuk memiliki bakat. Xi Hai adalah wilayah kalian, sangat sayang jika
kehilangan kekhasannya termasuk makanan-makanan ini. Putri, selama anda belajar
bersama Zi Zuan, dapat meminta petunjuk pada kawanan lumba-lumba.” Xue Ling
menasehati.
Xue Ling menatap keempat anggota Xi Hai Gong di
hadapannya “improvisasi sangat baik, tapi jangan melupakan asal kalian. Semua
memiliki ciri khas masing-masing, jika kehilangannya, maka…” “siahkan yang
mulia memberi petunjuk !” Sang Putri Arogan mempersila Xue Ling untuk
meneruskan kata-katanya. “Putri, anda bisa membangkitkan dan memupuk bakat
anda. Segalanya bisa dicoba, bagi kalian memiliki arti kecil tapi belum tentu
orang lain akan melihat seperti itu. Hal sekecil apapun, akan memiliki arti
yang dalam saat pelakunya bersungguh-sungguh”. Xue Ling hanya menasehati.
Zi Zuan mendekati Xue Ling “Zhu Ren, kali ini berpisah,
kapan kita akan bertemu kembali ?” dengan wajah sedih. Xue Ling tersenyum,
membelai kepala Zi Zuan “bertemu maupun tidak bertemu bukankah sama saja ! kau
sudah memberikanku ini, bukankah artinya akan selalu menemaniku ?” memegang
liontin berlian ungu. Zi Zuan berkaca-kaca “Zhu Ren, jaga diri dengan baik.
Hidup anda sangat berharga. Zi Zuan tahu hati Zhu Ren. Zhu Ren, di saat
genting, ingatlah Zhu Ren tidak sendiri. Kami semua ada di sisi anda, ingatlah
untuk berbalik !”
Xue Ling memberikan senyum menenangkan untuk Zi Zuan. Zi
Zuan memeluk erat Xue Ling “Zhu Ren, sampai jumpa !” Xue Ling menepuk-nepuk
Ling mengajak Xue Ling untuk meninggalkan Xi Hai Gong. Setelah berpamitan
dengan Sang Putri Arogan dan lainnya, mereka memakai ilmu menyamarkan diri,
keluar dari Xi Hai Gong tanpa di sadari para dewa dewi yang masih menikmati
perayaan.
“Zi Zuan dian xia, apa maksud kata-kata anda terhadap
Shen Zun tadi ?” Sang Putri Arogan bertanya. Zi Zuan tersenyum tipis “tidak
masalah ! Zhu Ren memiliki misinya sendiri ! Gong Zhu dian xia, anda bisa
bersiap-siap, 3 hari lagi kita akan bertemu kembali” menghilang dari hadapan
semua.
“Da Ge, kulihat anda terus memperhatikan Shen Zun, apa
ada masalah ?” Pangeran Kedua bertanya, melihat pandangan Pangeran Pertama
masih terpaku pada tempat menghilangnya Xue Ling. “sebenarnya, dewi seperti apa
Shen Zun ?” Pangeran bertanya seperti bertanya pada setiap orang yang ada di
sana tapi juga seperti bertanya pada dirinya sendiri.
“Da Ge, jangan mengatakan anda jatuh cinta pada Shen Zun
?” Pangeran Kedua bertanya kembali. Pertanyaannya membuat Pangeran Pertama
tersenyum “jika bisa jatuh cinta padanya, aku dengan senang hati akan
melakukannya. Bahkan aku dilarang untuk memandangnya, apa lagi yang bisa
kulakukan !” “Da Ge, Han Ling Shen Jun tampak sangat mencintai Shen Zun.” Sang
Putri Arogan berguman.
Pangeran Pertama menatap Sang Putri Arogan, mengangguk
“bisa memiliki kesempatan mencintai dewi yang luar biasa itu, siapa yang akan
melewatkan kesempatan itu ?” Sang Putri Arogan tersenyum “jadi Da Ge, kau
pasrah begitu saja ?” menggoda Pangeran Pertama. Pangeran Pertama mengetuk kening
Sang Putri Arogan “nakal… kau sudah harus bersiap !” memperingati.
Sang Putri Arogan mengangguk, kembali ke wajah serius
“hmm… aku pasti akan belajar dengan baik, tidak mengecewakan Shen Zun…” “Heng
er sudah dewasa…” Xi Hai Shui Jun memuji Sang Putri Arogan “Fu Wang, tenang
saja ! 3.000 tahun ini aku akan belajar dengan baik… selain itu aku akan
membangkitkan kembali kekhasan makanan Xi Hai… aku akan menjaga keberadaan
kekhasan Xi Hai…” Sang Putri Arogan berbicara dengan keyakinan tinggi.
Pangeran Pertama berdehem “nah kalau begitu, Da Ge
menunggu masakan-masakan khas darimu !” Sang Putri Arogan mengangguk mantap
“hanya berharap saat itu, Shen Zun bisa mencicipinya kembali” Xi Hai Shui Jun
tersenyum “Heng er memiliki pemikiran seperti itu adalah hal yang baik, tapi…
Shen Zun berapa lama baru datang Xi Hai sekali… tapi tidak masalah, akan ada
kesempatan beliau mencicipinya…” menenangkan Sang Putri Arogan.
“apa yang susah dengan itu ?” Pangeran Kedua berguman,
ketiganya mengalihkan pandangan menatapnya “Heng er, bukankah kau akan berlatih
bersama Zi Zuan. Kalung liontin berlian ungu ada di Shen Zun, menandakan Zi
Zuan yang kapan saja bisa berhubungan dengan Shen Zun. Kau bisa bertanya pada
Zi Zuan keberadaan Shen Zun. Mungkin saja bisa meminta tolong Zi Zuan untuk
mengundang Shen Zun ke Xi Hai”
Sang Putri Arogan menggeleng “dengar dari pembicaraan
mereka, Shen Zun memiliki misi membahayakan. Aku tidak akan menyusahkan Shen
Zun. Hanya demi mencicipi masakanku, membuat Shen Zun kesusahan ke Xi Hai. Aku
akan seperti kata-kata Zi Zuan, berada di sisi Shen Zun. Saat Shen Zun
berbalik, akan melihatku” “kau benar-benar sudah dewasa” Pangeran Pertama
memuji sambil membelai kepala Sang Putri Arogan.
Sang Putri Arogan mempersiapkan diri. Pada saat yang di
tentukan, Zi Zuan datang ke Xi Hai Gong, menjemputnya, berlatih bersama kawanan
lumba-lumba. Sesuai dengan waktu yang di tentukan, Sang Putri Arogan belajar
dengan giat, mendapat banyak petunjuk baik dalam hal baru maupun masakan khas
Xi Hai.