The Power Of Love

The Power Of Love
Bab 93 - Menjaga kekhasan



            Pangeran Pertama melihat semua menu yang disiapkan “Heng


er, bawa saja, kita akan tahu setelah mendengar komentar Shen Zun dan lainnya


!” meyakinkan Sang Putri Arogan. Sang Putri Arogan memantapkan keyakinannya,


melangkah bersama ke ruang makan. Sang Putri Arogan mengenal berbagai masakan


di hadapan mereka pada Xue Ling, sambil mengamati reaksi Xue Ling.


            Xue Ling dengan datar mendengar penjelasan dari Sang


Putri Arogan “Shen Zun, silahkan di cicipi…” Sang Putri Arogan mempersila.


Keempatnya mengawasi keenam dewa dewi yang mencicipi hidangan di hadapan


mereka. “bagaimana ? apa cocok dengan selera anda sekalian ?” Sang Putri Arogan


tegang akan komentar yang akan dilontarkan keenamnya.


            “apa rasa asli makanan khas ini memang seperti ini ?” Xin


Lan bertanya. Sang Putri Arogan menunjuk beberapa hidangan “yang ini, ini, dan


ini sudah mengalami perubahan rasa dari aslinya, tapi ini sudah paling


mendekati aslinya. Sementara lainnya adalah rasa asli makanan khas ini sendiri”


menjelaskan dan menjawab pertanyaan Xin Lan.


            “Xiao Xue, mau yang mana ?” Han Ling bertanya lembut. Xue


Ling mengamati semua makanan di hadapannya “hmm… sayang ada beberapa yang tidak


dapat dirasakan !” berguman dengan nada kecewa “Shen Zun, apa sebelumnya anda


pernah mencicipi makanan khas Xi Hai ?” Pangeran Pertama bertanya.


            Xue Ling mengangkat kepala tapi tidak melihat Pangeran


Pertama, melainkan Sang Putri Arogan “apa anda bisa memasak ?” Sang Putri


Arogan mengangguk “bisa membuat beberapa masakan sederhana… Da Ge juga bisa memasak…”


Xue Ling mengangguk sambil tetap melihat Sang Putri Arogan “yang mulia, hamba


akan menyiapkan beberapa hidangan…” menarik Pangeran Pertama, berlalu dari


ruang makan.


            Beberapa saat kemudian, Sang Putri Arogan dan Pangeran


Pertama kembali dengan beberapa hidangan baru “yang mulia, silahkan !” Xue Ling


mengamati beberapa hidangan baru di hadapannya “ayo… silahkan !” Xi Hai Shui


Jun menyemangati. Xue Ling dan kelima lainnya, menggerakkan sumpit mereka.


            Xue Ling mengamati semua hidangan itu “yang mana yang


buatan anda Putri ?” Sang Putri Arogan menunjuk beberapa “hmm… anda bisa lebih


baik lagi ! tampaknya beberapa tahun ini anda sudah sangat jarang memasak !”


Sang Putri Arogan menunduk malu, mendengar kata-kata tepat dari Xue Ling “anda


termasuk memiliki bakat. Xi Hai adalah wilayah kalian, sangat sayang jika


kehilangan kekhasannya termasuk makanan-makanan ini. Putri, selama anda belajar


bersama Zi Zuan, dapat meminta petunjuk pada kawanan lumba-lumba.” Xue Ling


menasehati.


            Xue Ling menatap keempat anggota Xi Hai Gong di


hadapannya “improvisasi sangat baik, tapi jangan melupakan asal kalian. Semua


memiliki ciri khas masing-masing, jika kehilangannya, maka…” “siahkan yang


mulia memberi petunjuk !” Sang Putri Arogan mempersila Xue Ling untuk


meneruskan kata-katanya. “Putri, anda bisa membangkitkan dan memupuk bakat


anda. Segalanya bisa dicoba, bagi kalian memiliki arti kecil tapi belum tentu


orang lain akan melihat seperti itu. Hal sekecil apapun, akan memiliki arti


yang dalam saat pelakunya bersungguh-sungguh”. Xue Ling hanya menasehati.


            Zi Zuan mendekati Xue Ling “Zhu Ren, kali ini berpisah,


kapan kita akan bertemu kembali ?” dengan wajah sedih. Xue Ling tersenyum,


membelai kepala Zi Zuan “bertemu maupun tidak bertemu bukankah sama saja ! kau


sudah memberikanku ini, bukankah artinya akan selalu menemaniku ?” memegang


liontin berlian ungu. Zi Zuan berkaca-kaca “Zhu Ren, jaga diri dengan baik.


Hidup anda sangat berharga. Zi Zuan tahu hati Zhu Ren. Zhu Ren, di saat


genting, ingatlah Zhu Ren tidak sendiri. Kami semua ada di sisi anda, ingatlah


untuk berbalik !”


            Xue Ling memberikan senyum menenangkan untuk Zi Zuan. Zi


Zuan memeluk erat Xue Ling “Zhu Ren, sampai jumpa !” Xue Ling menepuk-nepuk


Ling mengajak Xue Ling untuk meninggalkan Xi Hai Gong. Setelah berpamitan


dengan Sang Putri Arogan dan lainnya, mereka memakai ilmu menyamarkan diri,


keluar dari Xi Hai Gong tanpa di sadari para dewa dewi yang masih menikmati


perayaan.


            “Zi Zuan dian xia, apa maksud kata-kata anda terhadap


Shen Zun tadi ?” Sang Putri Arogan bertanya. Zi Zuan tersenyum tipis “tidak


masalah ! Zhu Ren memiliki misinya sendiri ! Gong Zhu dian xia, anda bisa


bersiap-siap, 3 hari lagi kita akan bertemu kembali” menghilang dari hadapan


semua.


            “Da Ge, kulihat anda terus memperhatikan Shen Zun, apa


ada masalah ?” Pangeran Kedua bertanya, melihat pandangan Pangeran Pertama


masih terpaku pada tempat menghilangnya Xue Ling. “sebenarnya, dewi seperti apa


Shen Zun ?” Pangeran bertanya seperti bertanya pada setiap orang yang ada di


sana tapi juga seperti bertanya pada dirinya sendiri.


            “Da Ge, jangan mengatakan anda jatuh cinta pada Shen Zun


?” Pangeran Kedua bertanya kembali. Pertanyaannya membuat Pangeran Pertama


tersenyum “jika bisa jatuh cinta padanya, aku dengan senang hati akan


melakukannya. Bahkan aku dilarang untuk memandangnya, apa lagi yang bisa


kulakukan !” “Da Ge, Han Ling Shen Jun tampak sangat mencintai Shen Zun.” Sang


Putri Arogan berguman.


            Pangeran Pertama menatap Sang Putri Arogan, mengangguk


“bisa memiliki kesempatan mencintai dewi yang luar biasa itu, siapa yang akan


melewatkan kesempatan itu ?” Sang Putri Arogan tersenyum “jadi Da Ge, kau


pasrah begitu saja ?” menggoda Pangeran Pertama. Pangeran Pertama mengetuk kening


Sang Putri Arogan “nakal… kau sudah harus bersiap !” memperingati.


            Sang Putri Arogan mengangguk, kembali ke wajah serius


“hmm… aku pasti akan belajar dengan baik, tidak mengecewakan Shen Zun…” “Heng


er sudah dewasa…” Xi Hai Shui Jun memuji Sang Putri Arogan “Fu Wang, tenang


saja ! 3.000 tahun ini aku akan belajar dengan baik… selain itu aku akan


membangkitkan kembali kekhasan makanan Xi Hai… aku akan menjaga keberadaan


kekhasan Xi Hai…” Sang Putri Arogan berbicara dengan keyakinan tinggi.


            Pangeran Pertama berdehem “nah kalau begitu, Da Ge


menunggu masakan-masakan khas darimu !” Sang Putri Arogan mengangguk mantap


“hanya berharap saat itu, Shen Zun bisa mencicipinya kembali” Xi Hai Shui Jun


tersenyum “Heng er memiliki pemikiran seperti itu adalah hal yang baik, tapi…


Shen Zun berapa lama baru datang Xi Hai sekali… tapi tidak masalah, akan ada


kesempatan beliau mencicipinya…” menenangkan Sang Putri Arogan.


            “apa yang susah dengan itu ?” Pangeran Kedua berguman,


ketiganya mengalihkan pandangan menatapnya “Heng er, bukankah kau akan berlatih


bersama Zi Zuan. Kalung liontin berlian ungu ada di Shen Zun, menandakan Zi


Zuan yang kapan saja bisa berhubungan dengan Shen Zun. Kau bisa bertanya pada


Zi Zuan keberadaan Shen Zun. Mungkin saja bisa meminta tolong Zi Zuan untuk


mengundang Shen Zun ke Xi Hai”


            Sang Putri Arogan menggeleng “dengar dari pembicaraan


mereka, Shen Zun memiliki misi membahayakan. Aku tidak akan menyusahkan Shen


Zun. Hanya demi mencicipi masakanku, membuat Shen Zun kesusahan ke Xi Hai. Aku


akan seperti kata-kata Zi Zuan, berada di sisi Shen Zun. Saat Shen Zun


berbalik, akan melihatku” “kau benar-benar sudah dewasa” Pangeran Pertama


memuji sambil membelai kepala Sang Putri Arogan.


            Sang Putri Arogan mempersiapkan diri. Pada saat yang di


tentukan, Zi Zuan datang ke Xi Hai Gong, menjemputnya, berlatih bersama kawanan


lumba-lumba. Sesuai dengan waktu yang di tentukan, Sang Putri Arogan belajar


dengan giat, mendapat banyak petunjuk baik dalam hal baru maupun masakan khas


Xi Hai.