The Power Of Love

The Power Of Love
Tingkah pengantin Baru



Mendengar Naura masuk rumah sakit , Yumna langsung mengajak suaminya untuk segera melihat keadaan Naura , ia merasa teramat bersalah karena acara pernikahan nya Naura menjadi kecapean .


" Yum kata Azka , Naura udah baik-baik aja kok , kamu tenang ya " , Ujar Hans seraya melirik Yumna yang sedari tadi gelisah .


" Ngga kak Hans , Yumna gak bisa tenang ini semua karena kesalahannya Yumna , Naura sampai harus masuk rumah sakit , Yumna gak bisa maafin diri Yumna sendiri kalau ada sesuatu sama Naura " , jawab Yumna panjang lebar dengan kedua mata berkaca-kaca .


" Suut... , kamu gak boleh bicara seperti itu , ini semua bukan salah kamu " , Hans menyimpan jari telunjuk ya didepan bibir .


" Tapi - " , balas Yumna namun perkataannya langsung terpotong karena Hans membawanya ke dalam pelukan mencoba untuk menenangkannya .


" Udah tenang ya insha Allah semua baik-baik aja ",. Hans mengelus lembut bahu istrinya .


Yumna membalas pelukan suami dari arah samping karena mereka tengah berada diperjalanan .


Cup , Hans mengecup pucuk kepala Yumna .


Yumna langsung menunduk dan berniat menjauh dari Hans , ia gak mau mengganggu konsentrasi sang suami .


" Udah gapapa gini aja " , Ucap Hans seraya melirik Yumna .


Akhirnya Yumna menurut ia bersandar dibahu sang suami . Da dengan setiap Hans terus mengenakan Yumna dan membuat ia mengerti agar tidak menyalakan dirinya sendiri .


Tak lama mobil Hans sampai dirumah sakit dimana Naura tengah dirawat , Hans menggenggam tangan Yumna .


Hasn tersenyum ke arahnya lalu mereka berjalan beriringan .


" Tok , Tok Assalamu'alaikum ", Hans mengetuk pintu kamar rawat .


" Walaikum salam " , terdengar Azka menjawab salam dari arah dalam .


Dan tak lama pintu terbuka .


" Loh pengantin baru pagi-pagi kenapa sudah disini ? '' , tanya Azka cukup kaget .


Hasn hanya tersenyum .


'' Ka Naura lagi tidur ya ? " , tanya Yumna yang sudah tidak sabar ingin bertemu dengan Naura .


" Ngga , ya udah ayo masuk " , jawab Azka sekaligus mempersiapkan pengantin baru itu untuk masuk .


Mendapatkan izin dari Azka , Yumna langsung berjalan mendekat kearah tempat tidur dimana Naura tengah berbaring .


" Ra kamu gapapa kan ? " , tanya Yumna yang langsung memeluk Naura .


Naura hanya tersenyum dan mengelus lembut punggung Yumna .


" Naura baik-baik aja kok kak , maaf ya udah buat kak Yumna khawatir " , jawab Naura dan Yumna langsung melepaskan pelukannya .


" Kamu beneran Ra ? ", tanya Yumna memastikan .


" Iya kak Alhamdulillah Naura dan dedek bayi semua baik-baik hanya perlu istirahat total " , jawab Naura jujur .


" Syukurlah " , balas Yumna lega .


" Maaf ya udah buat kamu seperti ini Ra ? " , ucap Yumna yang masih merasa bersalah .


" Ngga kok kak ini bukan salah ka Yumna " , jawab Naura seraya meraih tangan Yumna .


" Iya kak dalam situasi ini ga ada yang salah kok , mungkin ini cara Allah SWT agar sibumil istirahat dulu tidak banyak melakukan aktivitas untuk sementara " , Timpal Azka dan langsung dianggukan Naura .


" Oh ya maaf ya jadi menganggu pengantin baru , sampai masih pagi seperti ini sudah di rumah sakit " , Ujar Azka seraya tersenyum penuh arti.


Naura hanya terkekeh mendengar perkataan suaminya .


" Apaan sih ka , mentang-mentang udah lebih dulu jadi pengantin " , jawab Yumna malu seraya membuang muka .


Hans hanya tersenyum dan tak berani ikut menimpali .


Lalu tak lama dari situ Yumna dan Hans segera pamit karena takut menggu istirahat Naura .


'' Yaudah kita pamit ya , Ra istirahat ya jangan setres-setres juga " , pamit Yumna seraya berpelukan .


" Ya udah kita pamit bro , Ra cepet sembuh ya " , ujar Azka .


'' Iya kak Hans makasih " , jawab Naura seraya mengangguk .


" Oke hati-hati dijalannya ya bro , ditunggu kabar bahagianya " , timpal Azka seraya tersenyum .


" Siap doain ya " , jawab Hans mantap .


" Kalian ngomongin apa sih ? " , timpal Yumna seraya salah tingkah.


" Ada deh kepo mulu " , jawab Azka dan langsung mendapat tatapan tajam dari Yumna .


Keduanya benar-benar pergi setelah mengucapkan salam .


" Kita mau langsung pulang atau mau mampir dulu kemana gitu ? " , tanya Hans setelah mereka sudah masuk ke dalam mobil .


" Gimana kak Hans aja " , jawab Yumna yang masih malu-malu .


" Tapi memang nya kak Hans gak cape ya ? '' ,tanya Yumna menanyakan keadaan sang suami .


" Ngga , memangnya cape kenapa ? , kita kan belum ngapa-ngapain " , jawab Hasn seraya terkekeh .


" Kak Hans maaf " , timpal Yumna menunduk karena merasa bersalah .


Iya mereka belum melakukan hubungan layaknya suami istri , karena dirumah Yumna masih sangat ramai oleh sanak saudara dari papah dan mamah nya dan semalam Yumna juga ketiduran karena merasa tubuhnya lelah ditambah Hans juga sampai malam mengobrol dengan keluarga besar Yumna .


" Gapapa itu bukan salah kamu sayang " , jawab Hans seraya mengangkat dagu Yumna agar menatapnya .


" Hans tahu semalam kita sama-sama cape makanya Hans juga tidak melakukan hal itu apalagi lihat kamu yang sudah tertidur pulas Hans merasa gak tega buat bangunin kamu " , jawab Hans panjang lebar .


Dan membuat Yumna langsung tersenyum salah tingkah .


Kedua mata Hans tiba-tiba melihat ke arah bibir ranum milik Yumna , dan Yumna mengerti arah tatapan suaminya .


Yumna langsung menutup kedua matanya dan detik berikutnya Hans langsung menarik teguk lehernya dengan lembut Hans menempelkan b****nya dengan bibir ranum milik Yumna , awalnya hanya sekedar ingin men**** namun ternyata nalurinya menuntut hal lebih .


Hans menggit b**** bawah Yumna dan membuat Yumna membuka mulutnya , Hans mulai mengabsen rongga mulut sang istri dengan menyapu lembut , namun sayang kejadian mereka langsung terhenti ketika kaca mobil diketuk dari luar .


Yumna langsung menunduk dengan rona merah diwajahnya , sedangkan Hans langsung mengelap bibirnya dengan tangan , lalu mulai menurunkan kaca mobilnya .


" Maaf pak apa anda mau keluar ? , mobil saya ingin keluar juga dan sepertinya terhalang oleh mobil bapak " , tanya seseorang ramah .


" Oh maaf mas , iya saya memang mau keluar kok " , jawab Hans lalu ia langsung menyalakan mesin mobilnya .


" Makasih ya pak " , ucap seseorang tadi dan langsung dianggukan oleh Hans .


Yumna masih menunduk malu , beruntung kaca Hans gelap jadi orang tadi tidak bisa melihat aksi panas mereka .


Yumna memegang bibirnya ternya first Kiss mereka harus terjadi didalam mobil dan diparkiran rumah sakit , sungguh aneh pikirnya


" Udah , orangnya udah ga ada kok lagian tenang aja kaca mobilnya juga gelap " , Ujar Hans yang melihat Yumna terus menunduk .


Yumna masih diam seraya memegang bibirnya .


" Apa yang tadi sakit ? " , tanya Hans seraya merangkul Yumna kedalam pelukannya .


" Ngga " , jawab Yumna singkat seraya melirik suaminya .


Hans langsung tersenyum seraya mengelus sayang kepala istrinya yang tertutup hijab .


Akhirnya karena adegan tadi harus tertunda Hans memilih mengajak Yumna kesebuah hotel sepertinya itu tempat yang sangat cocok untuk mereka dan tak mungkin ada orang yang ganggu .


😘


😘


😘


Jangan lupa tinggalkan jejak like , komen , vote dan tambahkan ke favorit 💙 terimakasih 🤗🙏 .