
Han Ling dan Xue Ling menatap dingin orang yang berdiri
di hadapan mereka. Sementara Shui Ling dan Cheng Mei melirik malas pada kedua
pihak yang saling bertatapan. Xin Lan tersenyum pasrah, sementara Wei Jiang
waspada, mengamati sekitar. “Heng er…” Pangeran Kedua menghampiri Sang Putri
Arogan dan memegang bahunya untuk menenangkan. Sang Putri Arogan berbalik ke
Pangeran Kedua “Er Ge, beliau… beliau adalah…” “Putri, anda mungkin salah
mengenal orang…” sebuah suara tegas mematahkan kata-kata Sang Putri Arogan.
Sang Putri Arogan yang meninggalkan meja Xue Ling,
tersenyum melihat bola air di tangannya. Melihat seksama bola air, menatap
wajah Sang Pemuda – Shen Zun, langsung berhenti melangkah. Di benak Sang Putri
Arogan, berputar berbagai adegan, dari pertemuan pertamanya dengan Xue Ling
sampai kejadian barusan. Sang Putri Arogan berbalik, melihat ke arah Xue Ling
dan kelima dewa dewi lainnya. Sang Putri Arogan mengamati tiap dewa dewi yang
ada di meja itu, melihat ke bola air.
Sang Putri Arogan segera melangkahkan kakinya kembali ke
meja Xue Ling, bahkan dengan sedikit berlari kecil karena melihat Xue Ling yang
sudah akan meninggalkan meja. Pangeran Kedua yang terkejut dan tidak mengerti
akan reaksi Sang Putri Arogan, kembali mengikutinya bersama Sang Dayang. Pangeran
Kedua dan Sang Dayang yang melihat tingkah Sang Putri Arogan pun terkejut dan
bingung. Disaat Sang Putri Arogan akan memberitahu arti dari tindakannya,
dihentikan oleh sebuah suara tegas.
Sang Putri Arogan melihat ke arah suara yang menghentikannya,
menatap arah pandangan dewa itu dan Xue Ling. Sang Putri Arogan merapikan
dirinya sendiri, memberi hormat dengan anggun “Yang Mulia, bisakah mengundang
anda ke tempat hamba ?” menatap Xue Ling dengan penuh harap. Xue Ling menatap
Sang Putri Arogan, beralih ke Wei Jiang dan ketiga lainnya yang tersenyum
malas, menghela nafas “Yang Mulia, tidak akan menunda lama waktu anda” Sang
Putri Arogan membujuk dengan senyuman lembut. Xue Ling berdecak “ck… bawa
jalan…” berkata malas.
Sang Putri Arogan segera tersenyum manis dan mempersila
Xue Ling dan kelima lainnya “Yang Mulia, silahkan…” “Heng er…” Pangeran Kedua
ingin bertanya, dihentikan oleh kode yang di berikan Sang Putri Arogan.
Pangeran Kedua pun hanya mengikuti Sang Putri Arogan.
Dari
kejauhan, Pangeran Pertama melihat tindakan yang dilakukan Sang Putri Arogan,
mengamati keenam dewa dewi yang di bawanya. Pangeran Pertama mendapat
pemahamannya sendiri, segera menarik Xi Hai Shui Jun, menyusul ke arah yang
dituju Sang Putri Arogan “Fu Wang, ada tamu agung !” Xi Hai Shui Jun yang tidak
faham, melihat Pangeran Pertama, mendapat pemahamannya sendiri, segera
bergegas.
Disaat
Sang Putri Arogan tiba di istana dalam Xi Hai Gong, Pangeran Pertama dan Xi Hai
Shui Jun juga tiba, segera berlutut di hadapan Xue Ling “hormat pada Shen Zun
yang agung… maafkan hamba tidak mengenali anda sebelumnya…” Xue Ling memijat
pelipisnya “berdirilah…” berkata dengan malas. Keempatnya berdiri “ini pasti
Han Ling Shen Jun…” Xi Hai Shui Jun menghormat pada Han Ling yang berdiri di sisi
Xue Ling.
Sang
Putri Arogan melanjutkan, menghormat “Shui Ling Xian Zun, Cheng Mei Yue Shen,
Wei Jiang Zheng Zhu – Bei Hai Ren Yu Da Wang, Xin Lan – Zheng Hou – Bei Hai Ren
Yu Wang Hou” dengan senyuman. “hmm… tampaknya anda tidak saja sudah berubah,
ternyata sudah bertambah pintar…” Shui Ling berkata santai. Sang Putri Arogan
tersenyum manis “terima kasih atas pujian Xian Zun…”
“anda
meminta yang mulia kemari, bukan hanya untuk menyapa kan ?” Xue Ling berkata
dingin. Sang Putri Arogan maju ke hadapan Xue Ling, membuat Xue Ling
mengerutkan kening. Sang Putri Arogan berlutut di hadapan Xue Ling “Yang Mulia,
hamba meminta ijin mengikuti anda…” kata-katanya semakin memperdalam kerutan di
Sang
Putri Arogan mengangkat wajah, bertatapan dengan Xue Ling “Shen Zun, hamba
mengagumi anda, ingin menemani disisi anda… Mohon anda mengabulkan permohonan
hamba…” Han Ling langsung merangkul Xue Ling. “hmm… Tuan Putri, apa anda tidak
salah ? sebelumnya, anda masih memanggil yang mulia sebagai gadis ingusan… hanya
berbeda beberapa hari, anda sudah berubah menjadi mengagumi yang mulia ?” Xue
Ling segera memahami situasi, mengejek dan menggoda Sang Putri Arogan yang
berlutut di hadapannya.
Xi
Hai Shui Jun yang mendengar kata-kata Shui Ling, segera berlutut “Shen Zun…”
Xue Ling mengangkat tangan, menahan kata-kata Xi Hai Shui Jun “Shen Zun,
sebelumnya hamba sudah banyak berbuat salah, bahkan tanpa sadar sudah
menyinggung anda. Hamba minta maaf… setelah kematian ibunda, hamba kehilangan
pegangan, bersembunyi di dalam kegelapan yang hamba ciptakan sendiri. Melihat
anda saat itu, hamba melihat cahaya dan keluar dari kegelapan. Anda adalah
cahaya itu. Hamba tidak meminta apapun, hanya memohon bisa berada di sisi anda,
melayani anda”.
Xue
Ling melirik Shui Ling dan Cheng Mei yang berusaha menahan tawa “kalian sudah
tahu hal ini sebelumnya !” berkata dengan dingin dan sinis ke arah keempat dewa
dewi di hadapannya. Shui Ling dan Cheng Mei memeletkan sedikit lidahnya,
membuang muka dengan membalikkan tubuhnya, tidak mau melihat semua yang di
ruangan.
Xue
Ling kembali melihat Sang Putri Arogan “pertama, yang mulia tidak perlu
dilayani… kedua, yang mulia paling tidak suka seseorang yang menyimpan maksud
tersembunyi pada yang mulia… ketiga, yang mulia masih normal…” Sang Putri Arogan
berkaca-kaca “Shen Zun, hamba mohon maaf atas kesalahan adik hamba sebelumnya. Anda
juga sudah merasakan perubahan adik hamba, semua ini karena adanya harapan baru
padanya setelah melihat anda.” Pangeran Kedua membantu Sang Putri Arogan.
Xue
Ling acuh tak acuh “ada perubahan pada diri anda disebabkan oleh diri anda
sendiri, tidak ada hubungannya dengan yang mulia.” “Shen Zun, apa anda tidak
bisa menerimaku ?” Sang Putri Arogan sudah meneteskan air mata. Xue Ling
menatap Sang Putri Arogan sesaat, menghela nafas “huh… yang mulia paling tidak
suka hal semacam ini !” kesal.
“Shen
Zun, Putri hamba juga menjadi seperti ini karena kesalahan kami…” Xi Hai Shui
Jun menjelaskan dengan nada penyesalan. Xue Ling mengangkat tangannya, tidak
mau mendengar apapun “semua memiliki pilihan masing-masing ! anda semua terus
seperti ini ! apa anda tahu, hal ini bukanlah membantu malah menjerumuskannya
?” menatap tajam ketiga pria di hadapannya.
Xue
Ling kembali ke Sang Putri Arogan “Dan anda Tuan Putri ! dengan kualitas anda
seperti ini, apa anda berfikir anda layak berdiri di sisi yang mulia ? yang
mulia tidak butuh alasan anda semua… yang yang mulia lihat adalah anda yang
saat ini berada di hadapan yang mulia… yang mulia tidak perlu tahu, apa,
kenapa, mengapa, dan bagaimana anda sampai seperti ini. Anda bisa sampai
seperti ini adalah pilihan anda sendiri, tidak ada hubungan dengan siapapun.
Jika seseorang dapat merubah anda, berarti anda sudah kehilangan diri anda. Seseorang
yang tidak punya jati diri sendiri !” “Shen Zun…” Sang Putri Arogan berguman.
Xue
Ling tersenyum dingin “Putri, anda sudah bukan anak kecil lagi ! sebelumnya,
anda bisa mengakui kesalahan anda, itu sudah merupakan hal baik. Yang bisa
menolong anda bukanlah cahaya, yang mulia, atau siapapun, tapi diri anda
sendiri.” “terima kasih atas pengajaran Shen Zun…” Sang Putri Arogan memberi
hormat walau masih dengan nada sedih.