The Power Of Love

The Power Of Love
Bab 91 - Tamu Agung



            Han Ling dan Xue Ling menatap dingin orang yang berdiri


di hadapan mereka. Sementara Shui Ling dan Cheng Mei melirik malas pada kedua


pihak yang saling bertatapan. Xin Lan tersenyum pasrah, sementara Wei Jiang


waspada, mengamati sekitar. “Heng er…” Pangeran Kedua menghampiri Sang Putri


Arogan dan memegang bahunya untuk menenangkan. Sang Putri Arogan berbalik ke


Pangeran Kedua “Er Ge, beliau… beliau adalah…” “Putri, anda mungkin salah


mengenal orang…” sebuah suara tegas mematahkan kata-kata Sang Putri Arogan.


            Sang Putri Arogan yang meninggalkan meja Xue Ling,


tersenyum melihat bola air di tangannya. Melihat seksama bola air, menatap


wajah Sang Pemuda – Shen Zun, langsung berhenti melangkah. Di benak Sang Putri


Arogan, berputar berbagai adegan, dari pertemuan pertamanya dengan Xue Ling


sampai kejadian barusan. Sang Putri Arogan berbalik, melihat ke arah Xue Ling


dan kelima dewa dewi lainnya. Sang Putri Arogan mengamati tiap dewa dewi yang


ada di meja itu, melihat ke bola air.


            Sang Putri Arogan segera melangkahkan kakinya kembali ke


meja Xue Ling, bahkan dengan sedikit berlari kecil karena melihat Xue Ling yang


sudah akan meninggalkan meja. Pangeran Kedua yang terkejut dan tidak mengerti


akan reaksi Sang Putri Arogan, kembali mengikutinya bersama Sang Dayang. Pangeran


Kedua dan Sang Dayang yang melihat tingkah Sang Putri Arogan pun terkejut dan


bingung. Disaat Sang Putri Arogan akan memberitahu arti dari tindakannya,


dihentikan oleh sebuah suara tegas.


            Sang Putri Arogan melihat ke arah suara yang menghentikannya,


menatap arah pandangan dewa itu dan Xue Ling. Sang Putri Arogan merapikan


dirinya sendiri, memberi hormat dengan anggun “Yang Mulia, bisakah mengundang


anda ke tempat hamba ?” menatap Xue Ling dengan penuh harap. Xue Ling menatap


Sang Putri Arogan, beralih ke Wei Jiang dan ketiga lainnya yang tersenyum


malas, menghela nafas “Yang Mulia, tidak akan menunda lama waktu anda” Sang


Putri Arogan membujuk dengan senyuman lembut. Xue Ling berdecak “ck… bawa


jalan…” berkata malas.


            Sang Putri Arogan segera tersenyum manis dan mempersila


Xue Ling dan kelima lainnya “Yang Mulia, silahkan…” “Heng er…” Pangeran Kedua


ingin bertanya, dihentikan oleh kode yang di berikan Sang Putri Arogan.


Pangeran Kedua pun hanya mengikuti Sang Putri Arogan.


Dari


kejauhan, Pangeran Pertama melihat tindakan yang dilakukan Sang Putri Arogan,


mengamati keenam dewa dewi yang di bawanya. Pangeran Pertama mendapat


pemahamannya sendiri, segera menarik Xi Hai Shui Jun, menyusul ke arah yang


dituju Sang Putri Arogan “Fu Wang, ada tamu agung !” Xi Hai Shui Jun yang tidak


faham, melihat Pangeran Pertama, mendapat pemahamannya sendiri, segera


bergegas.


Disaat


Sang Putri Arogan tiba di istana dalam Xi Hai Gong, Pangeran Pertama dan Xi Hai


Shui Jun juga tiba, segera berlutut di hadapan Xue Ling “hormat pada Shen Zun


yang agung… maafkan hamba tidak mengenali anda sebelumnya…” Xue Ling memijat


pelipisnya “berdirilah…” berkata dengan malas. Keempatnya berdiri “ini pasti


Han Ling Shen Jun…” Xi Hai Shui Jun menghormat pada Han Ling yang berdiri di sisi


Xue Ling.


Sang


Putri Arogan melanjutkan, menghormat “Shui Ling Xian Zun, Cheng Mei Yue Shen,


Wei Jiang Zheng Zhu – Bei Hai Ren Yu Da Wang, Xin Lan – Zheng Hou – Bei Hai Ren


Yu Wang Hou” dengan senyuman. “hmm… tampaknya anda tidak saja sudah berubah,


ternyata sudah bertambah pintar…” Shui Ling berkata santai. Sang Putri Arogan


tersenyum manis “terima kasih atas pujian Xian Zun…”


“anda


meminta yang mulia kemari, bukan hanya untuk menyapa kan ?” Xue Ling berkata


dingin. Sang Putri Arogan maju ke hadapan Xue Ling, membuat Xue Ling


mengerutkan kening. Sang Putri Arogan berlutut di hadapan Xue Ling “Yang Mulia,


hamba meminta ijin mengikuti anda…” kata-katanya semakin memperdalam kerutan di


Sang


Putri Arogan mengangkat wajah, bertatapan dengan Xue Ling “Shen Zun, hamba


mengagumi anda, ingin menemani disisi anda… Mohon anda mengabulkan permohonan


hamba…” Han Ling langsung merangkul Xue Ling. “hmm… Tuan Putri, apa anda tidak


salah ? sebelumnya, anda masih memanggil yang mulia sebagai gadis ingusan… hanya


berbeda beberapa hari, anda sudah berubah menjadi mengagumi yang mulia ?” Xue


Ling segera memahami situasi, mengejek dan menggoda Sang Putri Arogan yang


berlutut di hadapannya.


Xi


Hai Shui Jun yang mendengar kata-kata Shui Ling, segera berlutut “Shen Zun…”


Xue Ling mengangkat tangan, menahan kata-kata Xi Hai Shui Jun “Shen Zun,


sebelumnya hamba sudah banyak berbuat salah, bahkan tanpa sadar sudah


menyinggung anda. Hamba minta maaf… setelah kematian ibunda, hamba kehilangan


pegangan, bersembunyi di dalam kegelapan yang hamba ciptakan sendiri. Melihat


anda saat itu, hamba melihat cahaya dan keluar dari kegelapan. Anda adalah


cahaya itu. Hamba tidak meminta apapun, hanya memohon bisa berada di sisi anda,


melayani anda”.


Xue


Ling melirik Shui Ling dan Cheng Mei yang berusaha menahan tawa “kalian sudah


tahu hal ini sebelumnya !” berkata dengan dingin dan sinis ke arah keempat dewa


dewi di hadapannya. Shui Ling dan Cheng Mei memeletkan sedikit lidahnya,


membuang muka dengan membalikkan tubuhnya, tidak mau melihat semua yang di


ruangan.


Xue


Ling kembali melihat Sang Putri Arogan “pertama, yang mulia tidak perlu


dilayani… kedua, yang mulia paling tidak suka seseorang yang menyimpan maksud


tersembunyi pada yang mulia… ketiga, yang mulia masih normal…” Sang Putri Arogan


berkaca-kaca “Shen Zun, hamba mohon maaf atas kesalahan adik hamba sebelumnya. Anda


juga sudah merasakan perubahan adik hamba, semua ini karena adanya harapan baru


padanya setelah melihat anda.” Pangeran Kedua membantu Sang Putri Arogan.


Xue


Ling acuh tak acuh “ada perubahan pada diri anda disebabkan oleh diri anda


sendiri, tidak ada hubungannya dengan yang mulia.” “Shen Zun, apa anda tidak


bisa menerimaku ?” Sang Putri Arogan sudah meneteskan air mata. Xue Ling


menatap Sang Putri Arogan sesaat, menghela nafas “huh… yang mulia paling tidak


suka hal semacam ini !” kesal.


“Shen


Zun, Putri hamba juga menjadi seperti ini karena kesalahan kami…” Xi Hai Shui


Jun menjelaskan dengan nada penyesalan. Xue Ling mengangkat tangannya, tidak


mau mendengar apapun “semua memiliki pilihan masing-masing ! anda semua terus


seperti ini ! apa anda tahu, hal ini bukanlah membantu malah menjerumuskannya


?” menatap tajam ketiga pria di hadapannya.


Xue


Ling kembali ke Sang Putri Arogan “Dan anda Tuan Putri ! dengan kualitas anda


seperti ini, apa anda berfikir anda layak berdiri di sisi yang mulia ? yang


mulia tidak butuh alasan anda semua… yang yang mulia lihat adalah anda yang


saat ini berada di hadapan yang mulia… yang mulia tidak perlu tahu, apa,


kenapa, mengapa, dan bagaimana anda sampai seperti ini. Anda bisa sampai


seperti ini adalah pilihan anda sendiri, tidak ada hubungan dengan siapapun.


Jika seseorang dapat merubah anda, berarti anda sudah kehilangan diri anda. Seseorang


yang tidak punya jati diri sendiri !” “Shen Zun…” Sang Putri Arogan berguman.


Xue


Ling tersenyum dingin “Putri, anda sudah bukan anak kecil lagi ! sebelumnya,


anda bisa mengakui kesalahan anda, itu sudah merupakan hal baik. Yang bisa


menolong anda bukanlah cahaya, yang mulia, atau siapapun, tapi diri anda


sendiri.” “terima kasih atas pengajaran Shen Zun…” Sang Putri Arogan memberi


hormat walau masih dengan nada sedih.