The Power Of Love

The Power Of Love
Menawarkan Pekerjaan



" Apakah anda mau bekerja dengan saya ? " , tawar Naura , dan sepertinya tawaran Naura membuat orang yang ada dihadapannya sedikit tertarik .


Setelah semua pertanyaan yang sudah Naura ajukan , orang yang ada dihadapannya terus bungkam dan menunduk , namun kali ini ketika Naura menawarkannya pekerjaan dengan dia ragu-ragu mengangkat wajahnya .


" Apakah kamu yakin mau mempekerjakan orang seperti saya ? " , tanya nya dengan suara pelan .


" Iya Naura yakin , memangnya ada yang salah ? " Jawab Naura sekaligus bertanya balik .


" Saya ini seorang penjahat , saya tak pantas bekerja dengan kamu " Jawab nya sambil menunduk .


" Kenapa ? , apa anda tak ada keinginan untuk memperbaiki kehidupan anda ? , apa Anda ingin selamanya menjadi penjahat ? " , tanya Naura beruntun .


Sipencopet tadi langsung menggelengkan kepalanya .


" Maaf apa anda mempunyai keluarga ?'' tanya Naura merasa kasihan .


Sipencopet langsung mengangguk mengiyakan pertanyaan Naura .


" Saya punya Caffe kecil-kecilan jika kamu mau , saya akan memperkerjakan kamu disana " Tutur Naura kembali menawarkannya pekerjaan .


" Saya mau , saya mau kerja dicaffe , kerja apa saja akan saya lakukan " jawab orang itu cepat .


" Baik , kalau begitu sekarang juga ikut saya " balas Naura seraya langsung berdiri .


Naura berjalan mendekat ke arah Azka dan David yang sedang menatap aneh kearahnya .


" Kenapa ? ", tanya Naura dingin .


" Ay kamu serius mempekerjakan dia diCaffe Zana ?'' , tanya Azka tak habis pikir .


" Iya memangnya kenapa ? , ada yang keberatan ? " , tanya Naura lagi .


Azka hanya menggelengkan kepalanya , ia tak tahu harus berkata apa lagi dengan Naura dan Azka benar-benar tak habis pikir dengan keputusan yang Naura ambil .


" Kak David tolong antarkan kami ke Caffe Zana " Pinta Naura pada David .


" Kamu apa-apa sii ay ? ", tanya Azka tak terima .


" Kenapa ? " , tanya Naura balik .


" Bee yang akan antarkan kamu dan dia ke Caffe Zana " Balas Azka seraya langsung berjalan dan menarik tangan Naura untuk mengikuti langkah nya .


Azka , Naura , David , dan sipencopet itu meninggalkan ruang gelap bawah tanah , mereka langsung menuju keluar dimana mobil Azka terparkir .


Semua anak buah Azka mengangguk hormat pada Azka dan Naura .


" Kak David tolong bukain pintu mobil belakang " Pinta Naura .


Dan Azka ia langsung menatap Naura dengan tatapan aneh dan kesal .


" Apa ? , bukan buat Naura tapi buat dia " , Ujar Naura yang mengerti tatapan dari Azka .


Azka menghembuskan nafasnya secara kasar , lalu ia membukakan pintu mobil depan untuk Naura .


" Masuk ay " Pinta nya dingin .


Naura langsung masuk dan duduk dikursi depan , namun sebelum itu ia sudah meminta sipencopet untuk masuk mobil dan duduk dibangku belakang .


" Kak David makasih banyak ya atas semuanya , maaf kalau Naura merepotkan kak David " Ucap Naura ketika Azka baru duduk di kursinya .


" Iya sama-sama Bu bos " jawab David sambil menunggu dan tersenyum .


Azka melirik ke arah David , ia langsung melayangkan tatapan tidak suka seraya mulai menyalakan mesin mobilnya .


" Assalamu'alaikum semuanya " Salam Naura sebelum Azka benar-benar menjalankan mobilnya dan meninggalkan markas .


Azka benar-benar kesal dan dibuat marah , namun sayang ia tak bisa berbuat apa-apa dihadapan Naura .


Didalam mobil hanya tercipta keheningan , Naura ia sibuk dengan ponselnya , Azka ia sibuk menggerutu didalam batinnya sedangkan orang yang ada dibelakang ia hanya menunduk tak berani berbuat apa-apa .


" Oh iya siapa nama kamu ? " , tanya Naura mencoba mencairkan keadaan , seraya ia menengok ke arah belakang .


" Oh kalau begitu Nau panggil bang Galih ya , karna Naura memanggil semua yang bekerja di Caffe dengan panggilan Abang " Timpal Naura bercerita .


Galih hanya mengangguk mengiyakan perkataan Naura . Ia sebenarnya malu bertemu kembali dengan Azka dan Naura , namun tak ada pilihan lain ia pun sudah cape menafkahi keluarganya dengan hasil curian .


Naura terus mengajak Galih bicara dan seolah-olah ia lupa ada Azka disampingnya .


" Ekhem Ekhem " Azka sudah beberapa kali berdehem mengingatkan kalau ada dirinya didalam mobil , namun sepertinya Naura tak menanggapi sama sekali usaha Azka .


Tak lama mobil Azka sampai di Caffe Zana , Naura langsung turun karna sudah dibukakan pintu oleh bang Angga , iya Naura sudah disambut oleh bang Angga dan bang Anggi , dan ternyata bang Anggi ikut membukakan pintu untuk Galih .


" Selamat datang kembali di Caffe dek " Ucap Angga dan Anggi kompak .


Naura tersenyum melihat kekompakan kedua abangnya sampai akhir nya ia mengangguk pelan .


" Eh ada suami kamu juga dek ? ", tanya Angga dan Naura langsung mengangguk pelan .


" Selamat datang " Ucap Bang Angga dan bang Anggi yang lagi-lagi kompak .


Oh ya Angga dan Anggi mereka sudah tahu tentang pernikahan Naura , karna Naura selalu curhat tentang apapun itu sama kedua abangnya .


Azka hanya memasang wajah datarnya , ia tak menanggapi ucapan dari Abang kembar Naura .


" Ya udah masuk yu " , Ajak Naura .


Namun ketika melihat Galih ia hanya melongo .


" Kenapa bang Galih ? , Ayo masuk " , tanya Naura sekaligus mengajak kembali .


" Ini serius saya dipekerjakan disini ?'' tanya Galih sambil celingukan melihat sekeliling Caffe Zana .


" Iya bang serius malah dua rius kalau Naura " , jawab Naura sambil terkekeh.


" Tenang nanti ada bang Angga dan bang Anggi yang akan membantu bang Galih " ujar Naura lagi seraya menunjuk kearah Angga dan Anggi , dan mereka dengan kompak langsung mengangguk .


Naura dan Azka berjalan lebih dulu , dan disusul oleh Angga , Anggi dan Galih , mereka menuju ke ruangan Angga dan Anggi karna tidak sembarang orang yang Naura bawa ke ruangan nya .


Naura meminta tolong bang Anggi membawakan minum untuk semuanya .


Kini semua sudah duduk di sofa yang ada diruang Angga dan Anggi , Azka ia tak ingin jauh dari Naura ia duduk tepat disamping Naura , sedangkan yang lainnya duduk berhadapan dengan Naura .


Naura dengan perlahan menjelaskan pekerjaan untuk Galih , tak lupa Naura pun minta bantuan Angga dan Anggi untuk mengubah kebiasaan buruk Galih agar ia bisa bekerja dengan baik di Caffe Zana dengan pribadi yang lebih baik tentunya .


Setelah mengobrol cukup lama dan memberi penjelasan pada Galih , Naura pun langsung pamit pada abang-abang nya , tapi sebelumnya ia sudah mencicipi minuman dan cemilan yang dibawakan bang Anggi .


Naura dan Azka berjalan keluar meninggalkan Caffe Zana , sedari tadi Naura tak mengajak Azka mengobrol bahkan tak memberinya kesempatan untuk angkat suara sedikit pun .


" Dek sering-sering main ke sini ya " Ucap bang Angga dan bang Anggi ketika Naura sudah naik mobil .


" Iya bang insha Allah kalau ada waktu Naura pasti nyempetin datang ke sini " Jawab Naura sambil tersenyum .


" Dek , eh Bu makasih , makasih banyak karna telah mempekerjakan saya disini , saya janji gak akan mengecewakan ibu " Ucap Galih panjang lebar seraya menangkup kedua tangannya .


" Sama-sama bang Galih , Naura juga berharap bang Galih gak ngecewain kepercayaan yang Naura kasih " Balas Naura tersenyum , dan Galih langsung mengangguk sopan .


" Oh ya bang Galih boleh kok panggil Naura adek kaya bang Angga dan Bang Anggi " Ujar Naura lagi , dan langsung dianggukan oleh Galih seraya tersenyum .


Azka ia sudah menyalakan mesin mobilnya sedari tadi , bahkan saking kesalnya ia sampai membunyikan klakson pertanda ingin segera meninggalkan Caffe .


" Assalamu'alaikum semuanya " Salam Naura , dan Azka langsung menjalankan mobilnya tanpa menunggu jawaban dari Galih , Angga dan Anggi .


" Wa'alaikum salam " jawab Galih , Angga dan Anggi kompak .


😘


😘


😘


Jangan lupa tinggalkan jejak , like , komen , Vote dan jangan lupa tambahkan ke favorit 💙 , makasih 🤗🤗🙏.