The Power Of Love

The Power Of Love
Belanja oleh-oleh



Hari terakhir diPhuket Thailand , Naura gunakan untuk membeli oleh-oleh buat semua keluarga dan sahabatnya , Namun Naura bingung dengan permintaan Aira , ia harus membelikan apa ? .


Berbagai jenis boneka Aira sudah punya , Dedek bayi yang cantik ? , kira-kira boneka apa yang bisa memenuhi keinginan Aira .


" Kenapa Ay ? , dari tadi bee perhatikan Ay kaya orang bingung " , tanya Azka lembut seraya menatap Naura .


" Iya bee , Naura bingung dengan permintaan Aira , kira-kira kita belikan apa ya untuk Aira ? " , jawab Naura sekaligus bertanya .


" Oh ternyata itu yang sedang Ay pikirkan , kita cari-cari dulu saja siapa tahu ada boneka yang benar-benar lucu dan cantik buat Aira , pasti Aira suka " , jawab Azka menenangkan Naura .


Naura hanya menganggukan kepalanya pelan , iya benar dengan apa yang dikatakan suaminya dan jika nanti Aira tidak suka atau bertanya-tanya biarlah nanti Azka dan Naura yang akan berusaha untuk memberi pengertian , lagian ide Ayah Alex ada-ada saja .


Azka merangkul bahu Naura menuju lobby hotel karna supir yang ditugaskan Ayah Alex sudah menunggu dari beberapa menit yang lalu .


" Sudah ay kamu tenang aja ya , atau ngga nanti kita kerja lebih keras lagi biar cepat ada dede bayinya disini " , Ujar Azka seraya berjalan , tak lupa ia pun mengelus perut rata Naura dengan tangan kanannya .


Naura langsung membulatkan kedua matanya , bisa-bisanya Azka berkata seperti itu apalagi ini ditempat umum .


" Apa sii bee kok pikiran kamu kesana terus ? " , tanya Naura seraya memalingkan wajahnya .


Azka tak merasa berdosa sama sekali , ia malah cengengesan menampilkan barisan giginya yang putih , rapi dan bersih .


Sesampainya didepan lobby , pak supir yang melihat kedatangan Naura dan Azka , ia langsung membukakan pintu .


Azka mempersilahkan Naura masuk terlebih dulu , lalu disusul oleh dirinya dan juga pak satpam .


Mobil melaju dengan kecepatan rata-rata menuju tempat perbelanjaan khas oleh-oleh pulau Phuket , didalam mobil seperti biasa sikap bucin Azka tak tahu tempat terkadang Naura merasa malu sendiri kenapa sikap suaminya bisa berubah seperti ini .


" Pak apa sudah sarapan ? " , tanya Naura ramah pada pak supir .


" Sudah non, saya sudah sarapan tadi dirumah " , jawab pak satpam seraya mengangguk dan tersenyum lewat pantulan kaca spion depan .


Naura juga ikut mengangguk dan tersenyum .


" Oh ya non orang tua saya titip salam , terimakasih atas makanan yang kemarin " , Ujar pak supir lagi .


" Walaikum salam , sama-sama pak " , jawab Naura seraya tersenyum .


Percakapan keduanya tak lupu dari mata elang Azka , bahkan Naura malah memilih mengobrol dengan supir yang ditugaskan ayah Alex dari pada dengan dirinya .


" Ay kok kamu perhatian banget sii ? " , tanya Azka menatap Naura .


Naura melirik Azka sekilas , lalu ia menghembuskan nafasnya kasar , penyakit lama Azka kambuh pasti Azka tengah cemburu tak jelas .


Pak supir hanya melihat dari pantulan spion depan , dan ia reflek langsung menggelengkan kepala lalu kembali fokus mengememudi .


" Bee - " , Ujar Naura namun perkataannya langsung dipotong oleh Azka .


Dengan tak tahu malunya Azka langsung menyambar bibir ranum Naura , Azka mengecupnya dengan sekilas .


" Kenapa ? , itu balasan karna Ay senyum-senyum dengan cwo selain bee ", Ujar Azka dengan santainya .


Naura langsung menundukan kepalanya , ia malu dengan pak supir , bener-bener selain bucin ternyata Azka juga pecemburu .


Tak lama mereka sudah sampai ditempat oleh-oleh yang dituju , dan sudah pasti Azka tak membiarkan Naura jauh sedikitpun darinya .


Naura dan Azka pun kembali mengajak pak supir untuk ikut dan menawarinya untuk membeli apa saja yang ia suka .


Banyak souvenir yang unik dan cantik yang dibeli Naura tak lupa dengan beberapa pakaian dan juga makanan .


Dan benar saja ia sedikit kesusahan untuk mencari boneka yang cantik yang belum dimiliki Aira .


Sudah hampir semua setiap tempat yang ada di pulau Phuket mereka kelilingi tapi tak ada yang menarik perhatian Naura , sampai akhirnya ia menemukan boneka yang cantik dan juga belum dimiliki oleh Aira ditempat khas oleh-oleh paling pojok , dan Azka pun setuju dengan pilihannya tak lupa Naura pun membelikan untuk Zani dan Kiya .


Sesudah membeli semua oleh-oleh untuk keluarga dan para sahabatnya , Naura dan Azka memutuskan untuk kembali ke hotel karna sore nanti meraka harus meninggalkan pulau Phuket Thailand yang menjadi saksi cinta bisu Naura dan Azka , banyak kenangan yang sangat berkesan untuk mereka , belum lagi mereka juga seperti mempunyai sodara baru karna bertemu dengan pak supir yang baik dan juga asik .


Sekitar pukul setengah 2 siang Azka dan Naura sudah kembali ke hotel , tak lupa pak supir pun membantu menurunkan dan membawa semua oleh-oleh yang sudah dibeli Naura ke depan kamar hotel .


" Pak makasih banyak atas semuanya , dan ini ada sedikit rezeqi untuk bapak mudah-mudahan lain waktu kita bisa bertemu lagi , salam juga untuk keluarga " , Ujar Naura ramah seraya menyodorkan sebuah amplop , padahal nanti sore juga masih bertemu karna pak supir harus mengantarkan Azka dan Naura ke bandara .


" Sama-sama non , dan non tidak perlu seperti ini " , jawab Pak supir merasa tidak enak .


" Sudah ambil saja bro , sekali lagi makasih banyak ya atas semua bantuannya " , timpal Azka seraya mengambil amplop yang disodorkan Naura , lalu ia letakan ditangan pak supir .


" Sama-sama bro , dan makasih juga untuk semuanya " , jawab Pak supir seraya mengangguk dan menerima amplopnya .


Azka dan Naura sama-sama mengangguk dan tersenyum , lalu setelah berpamitan dengan pak supir mereka masuk ke dalam kamar .


Oh ya Azka dengan pak supir mereka sudah sepakat memanggil dengan sebutan bro , dan ternyata pak supir pun asli orang indo namun dia dan keluarganya sudah memutuskan untuk menetapkan diThailand .


Azka dan Naura mereka dengan kompak langsung membereskan semua barang bawaan mereka dan jangan sampai ada barang bawaan atau oleh-oleh yang sudah dibeli ketinggalan .


Setelah membereskan dan memastikan semuanya tidak ada yang tertinggal , Azka dan Naura langsung memilih membersihkan diri dan lagi-lagi Azka merengek ingin membersihkan diri bareng dengan alasan untuk terakhir kalinya dipulau Phuket dan juga untuk mempersingkat waktu , tapi kali ini tidak tahu Azka akan mempersingkat waktu atau malah memperlambat waktu .


Naura seperti punya pirasat kalau kali ini perkataan Azka tidak bisa dipercaya , dan benar saja lagi-lagi Azka berbuat ulah walau pun Naura juga akhirnya menikamati dan tidak bisa menolak perbuatan Azka .


Satu jam lebih mereka habiskan dikamar mandi , sebelum akhirnya cek out dari hotel dan langsung menuju bandara , yang sudah pasti diantarkan pak supir .


😘


😘


😘


Jagan lupa tinggalkan jejak , like , komen , Vote dan tambahkan ke favorit 💙 , terimakasih 🤗🤗🙏 .