The Power Of Love

The Power Of Love
Bab 89 - Apa yang diinginkan Sang Putri Arogan ?



            Shui Ling menyipitkan matanya “jangan mengatakan Sang


Putri Arogan itu adalah gadis tidak normal…” Xin Lan tertawa terbahak-bahak,


sementara Han Ling membesarkan matanya, kesal dan terkejut. Xin Lan memegang


dagunya “kurasa ! berhadapan dengan Shen Zun yang cantik dan menggemaskan ini,


siapapun bisa berubah, termasuk Sang Putri Arogan…” dengan nada nakal “ck…”


Shui Ling berdecak kesal.


            Xin Lan berdehem “hmm… awalnya, Sang Putri langsung jatuh


cinta pada pandangan pertama pada pemuda tampan yang dipilih Lumba-Lumba Ungu,


tapi… setelah Xi Hai Shui Jun mengidentifikasi Shen Zun, Sang Putri merasa


kecewa dan patah hati… entah dengan perasaan apa, Sang Putri menunggu Shen Zun


sekarang ini !” Cheng Mei berdehem “hmm… bagaimana jika Sang Putri Arogan itu


mengetahui Shen Zun yang dinantikannya ini, adalah wanita yang sama dengan


wanita yang disinggungnya dan mempermalukannya ?”


            Xin Lan mengangkat bahunya “tapi hal ini juga membawa


dampak baik bagi Sang Putri. Setelah melihat Xue Ling Shen Zun, Sang Putri


bersedia merubah sifatnya dan berlatih dengan giat, demi untuk melihat Shen


Zun” Shui Ling mengerutkan kening kembali “apa yang ingin dilakukannya ?” Xin


Lan kembali mengangkat bahunya “kami juga tidak tahu ! tapi kalau kurasa, Sang


Putri bukanlah penyuka sesama jenis. Cinta yang dirasakannya pada Shen Zun,


hanya kekaguman semata”.


            Han Ling mengalihkan pembicaraan “apa ada yang mengenali


kalian ?” Wei Jiang dan Xin Lan menggeleng “mereka bahkan tidak menyadari


kehadiran kami…” Han Ling mengangguk, puas dengan jawaban Wei Jiang “hmm… tapi…


saat kita memunculkan diri, akan ada kemungkinan beberapa pihak yang bisa


mengidentifikasi kita” “hmm kami akan berpakaian wanita kembali !” Shui Ling


berguman.


            Cheng Mei menjelaskan “Xue Ling memberi pernyataan


sebagai gadis ingusan, jadi akan tampil sebagai gadis ingusan. Mengenai


diidentifikasi, akan ada beberapa pihak yang mencurigai, tapi… mereka pun tidak


akan berani mengeksposenya secara terang-terangan, kecuali pihak Xi Hai Gong


itu, terutama Pangeran Pertama. Xue Ling begitu ceria, pasti akan mengundang


perhatian, tapi saat terganggu, Xue Ling akan menjadi salju abadi yang tidak


akan meleleh. Mana ada yang berani mengeksposenya, apalagi jika sudah merasa


aura mencekamnya itu”


            Shui Ling melanjutkan “sementara pihak Xi Hai Gong, walau


sudah mengetahui identitas kita, tidak akan mengeksposenya semudah itu. Paling


akan memanggil kita ke tempat khusus. Mereka tidak akan berbuat kesalahan


apapun selama beberapa hari ini.” “kedatangan Xiao Xue ke Xi Hai Gong saja


sudah merupakan keberuntungan mereka… apalagi Zi Zuan sudah menyerahkan


kesetiaannya pada Xiao Xue… semua ini mendukung kondisi Xi Hai Gong. Xi Hai


Shui Jun dan kedua pangeran akan berusaha menjaga perdamaian selama acara” Han


Ling pun ikut berguman.


            Xue Ling terlihat mengucek-ngucek matanya “apa yang


kalian bicarakan ? hoam…” Han Ling memapahnya, memegang keningnya “hmm… sudah


lebih baik ! Xiao Xue, makan dulu… demammu sudah turun, kau masih harus


beristirahat !” menasehati Xue Ling. Xue Ling mengangguk “tubuh agak tak nyaman


!” “ada apa ?” Cheng Mei bertanya sambil memeriksa Xue Ling. Xue Ling


menggeleng “hanya tidak nyaman saja !” Cheng Mei mengeluarkan sebuah pil “tidak


apa, kau hanya masuk angin saja ! minum ini, beristirahatlah yang baik, akan


segera membaik !” mengawasi Xue Ling memakan pilnya.


            Han Ling menyuapi Xue Ling “Xiao Xue menyukainya ?” Xue


Ling tersenyum mengangguk “jika suka, makan yang banyak !” lanjut menyuapi Xue


Ling. “bagus, kau memiliki nafsu makan yang baik, akan segera pulih” Cheng Mei


berguman “apa kalian sudah mengetahui situasi diluar ?” Xue Ling bertanya. “tidak


ada sesuatu yang spesial !” Wei Jiang menjawab acuh tak acuh, Xue Ling pun


            2 hari kemudian, Xue Ling dan lainnya memakai dandanan


seperti saat bertemu Sang Putri Arogan, tampil di perayaan penyatuan di Xi Hai


Gong. Di sepanjang perjalanan, di jual ornamen-ornamen Zi Zuan baik dalam wujud


jelmaan manusia maupun Lumba-Lumba Ungu dan Shen Zun dalam rupa pemuda tampan


yang memakai Mahkota Berlian Ungu. “Wah… tampan sekali…” Shui Ling membeli satu


ornamen Xue Ling sebagai Zhu Ren Lumba-Lumba Ungu.


            “jiefu, apa kau tidak membeli satu ?”  Shui Ling menggoda. Han Ling juga sedang


melihat-lihat “hmm sangat berbeda…” tidak menyukai semua ornamen itu “Xiao Xue,


kau menyukai yang mana ?” melihat Xue Ling yang tertarik pada salah satu


mainan. Mainannya berupa bola air yang bisa di goyang-goyangkan, terlihat para pemuda


tampan yang bermain bersama kawanan lumba-lumba. Xue Ling begitu antusias


menggoyang-goyangkan bola air itu dengan senyum cerianya.


            Han Ling melihat senyuman Xue Ling, ikut melihat mainan


bola air di hadapannya. “Wah Nona ini, anda sangat jeli… ini merupakan yang


terakhir… diantara banyaknya mainan, bola air ini lah yang paling di inginkan


para pelanggan” sang penjual menginfokan. “Nyonya, aku ambil yang ini, ini…”


Xue Ling membayar ke sang penjual dan mengambil bola air itu. Han Ling merangkul


Xue Ling dan berlalu dari sana.


            Mereka masuk ke Xi Hai Gong yang sudah ramai oleh para


dewa dewi, disebabkan adalah hari terakhir perayaan. Di panggung, di


pertontonkan pertunjukan yang sudah di atur seperti kejadian penyatuan


Lumba-Lumba Ungu dan sumpah setia Zi Zuan. Semua tamu menikmati pertunjukan dan


hidangan yang disediakan pihak Xi Hai Gong.


            “hmm sudah hari terakhir… tampaknya Shen Zun benar-benar


sudah pergi !” terdengar suara kecewa dari kumpulan beberapa dewa. “Siapa Shen


Zun ? apakah akan berhenti hanya karena rasa penasaran kita !” “kudengar sifat


Shen Zun sangat bebas… beliau bisa berada di mana saja dan kapan saja !” “hmm…


mungkin saja Shen Jun yang tidak mengijinkan Shen Zun untuk kembali kemari !”


“dengar-dengar Shen Jun sangat posesif pada Shen Zun…” “Shen Zun begitu cantik…


jika aku adalah suaminya, aku pun akan posesif…” obrolan para dewa dewi lebih


banyak seputar Shen Zun dan ungkapan kekecewaan mereka yang tidak berkesempatan


bertemu secara langsung dengan para Zun Wang.


            “Putri… Putri…” seorang dayang menghampiri Sang Putri


Arogan yang terus menatap gerbang Xi Hai Gong “Putri… lihat disana… itu adalah


gadis yang menghukum anda sebelumnya…” sang dayang menunjuk ke arah Xue Ling


yang sedang bermain dengan bola airnya. Sang Putri Arogan mengalihkan pandangan


ke arah Xue Ling dengan mata malas “ambilkan barang itu !” “Putri…” sang dayang


terkejut, takut salah mendengar “pergilah !” Sang Putri Aroga kembali memberi


perintah yang langsung dipatuhi sang dayang.


            “Heng er, ada apa ?” Pangeran Kedua menghampiri. Sang


Putri Arogan menghela nafas, terdengar sedih dan kecewa “er ge, beliau tidak


kembali !” Pangeran Kedua tersenyum lembut, membelai kepala Sang Putri Arogan


“bersabarlah… waktu masih panjang, kau akan memiliki kesempatan bertemu dengan


beliau kembali…” menghibur Sang Putri Arogan.


            “Er ge, menurutmu, kemana Shen Zun ? apa kembali ke Xue


Zuan Shi Gong ?” Sang Putri Arogan bertanya dengan menundukkan kepala “hmm…


sebelumnya, Shen Zun menampakkan diri di Nan Hai… rumor mengatakan Shen Zun


ingin mengelilingi Da Hai… Bei Hai, Nan Hai, dan Xi Hai, tersisa Dong Hai… tapi


er ge ragu, Shen Zun akan ke Dong Hai setelah dari sini… Dong Hai berada di


arah yang bertentangan dengan kita… jika melihat dari urutannya, kemungkinan


Shen Zun juga sudah ke Dong Hai, setelah dari Bei Hai… Heng er, jangan


bersedih, dapat melihat Shen Zun sekali, kita termasuk sudah beruntung”


Pangeran Kedua memprediksi.