
Shui Ling menyipitkan matanya “jangan mengatakan Sang
Putri Arogan itu adalah gadis tidak normal…” Xin Lan tertawa terbahak-bahak,
sementara Han Ling membesarkan matanya, kesal dan terkejut. Xin Lan memegang
dagunya “kurasa ! berhadapan dengan Shen Zun yang cantik dan menggemaskan ini,
siapapun bisa berubah, termasuk Sang Putri Arogan…” dengan nada nakal “ck…”
Shui Ling berdecak kesal.
Xin Lan berdehem “hmm… awalnya, Sang Putri langsung jatuh
cinta pada pandangan pertama pada pemuda tampan yang dipilih Lumba-Lumba Ungu,
tapi… setelah Xi Hai Shui Jun mengidentifikasi Shen Zun, Sang Putri merasa
kecewa dan patah hati… entah dengan perasaan apa, Sang Putri menunggu Shen Zun
sekarang ini !” Cheng Mei berdehem “hmm… bagaimana jika Sang Putri Arogan itu
mengetahui Shen Zun yang dinantikannya ini, adalah wanita yang sama dengan
wanita yang disinggungnya dan mempermalukannya ?”
Xin Lan mengangkat bahunya “tapi hal ini juga membawa
dampak baik bagi Sang Putri. Setelah melihat Xue Ling Shen Zun, Sang Putri
bersedia merubah sifatnya dan berlatih dengan giat, demi untuk melihat Shen
Zun” Shui Ling mengerutkan kening kembali “apa yang ingin dilakukannya ?” Xin
Lan kembali mengangkat bahunya “kami juga tidak tahu ! tapi kalau kurasa, Sang
Putri bukanlah penyuka sesama jenis. Cinta yang dirasakannya pada Shen Zun,
hanya kekaguman semata”.
Han Ling mengalihkan pembicaraan “apa ada yang mengenali
kalian ?” Wei Jiang dan Xin Lan menggeleng “mereka bahkan tidak menyadari
kehadiran kami…” Han Ling mengangguk, puas dengan jawaban Wei Jiang “hmm… tapi…
saat kita memunculkan diri, akan ada kemungkinan beberapa pihak yang bisa
mengidentifikasi kita” “hmm kami akan berpakaian wanita kembali !” Shui Ling
berguman.
Cheng Mei menjelaskan “Xue Ling memberi pernyataan
sebagai gadis ingusan, jadi akan tampil sebagai gadis ingusan. Mengenai
diidentifikasi, akan ada beberapa pihak yang mencurigai, tapi… mereka pun tidak
akan berani mengeksposenya secara terang-terangan, kecuali pihak Xi Hai Gong
itu, terutama Pangeran Pertama. Xue Ling begitu ceria, pasti akan mengundang
perhatian, tapi saat terganggu, Xue Ling akan menjadi salju abadi yang tidak
akan meleleh. Mana ada yang berani mengeksposenya, apalagi jika sudah merasa
aura mencekamnya itu”
Shui Ling melanjutkan “sementara pihak Xi Hai Gong, walau
sudah mengetahui identitas kita, tidak akan mengeksposenya semudah itu. Paling
akan memanggil kita ke tempat khusus. Mereka tidak akan berbuat kesalahan
apapun selama beberapa hari ini.” “kedatangan Xiao Xue ke Xi Hai Gong saja
sudah merupakan keberuntungan mereka… apalagi Zi Zuan sudah menyerahkan
kesetiaannya pada Xiao Xue… semua ini mendukung kondisi Xi Hai Gong. Xi Hai
Shui Jun dan kedua pangeran akan berusaha menjaga perdamaian selama acara” Han
Ling pun ikut berguman.
Xue Ling terlihat mengucek-ngucek matanya “apa yang
kalian bicarakan ? hoam…” Han Ling memapahnya, memegang keningnya “hmm… sudah
lebih baik ! Xiao Xue, makan dulu… demammu sudah turun, kau masih harus
beristirahat !” menasehati Xue Ling. Xue Ling mengangguk “tubuh agak tak nyaman
!” “ada apa ?” Cheng Mei bertanya sambil memeriksa Xue Ling. Xue Ling
menggeleng “hanya tidak nyaman saja !” Cheng Mei mengeluarkan sebuah pil “tidak
apa, kau hanya masuk angin saja ! minum ini, beristirahatlah yang baik, akan
segera membaik !” mengawasi Xue Ling memakan pilnya.
Han Ling menyuapi Xue Ling “Xiao Xue menyukainya ?” Xue
Ling tersenyum mengangguk “jika suka, makan yang banyak !” lanjut menyuapi Xue
Ling. “bagus, kau memiliki nafsu makan yang baik, akan segera pulih” Cheng Mei
berguman “apa kalian sudah mengetahui situasi diluar ?” Xue Ling bertanya. “tidak
ada sesuatu yang spesial !” Wei Jiang menjawab acuh tak acuh, Xue Ling pun
2 hari kemudian, Xue Ling dan lainnya memakai dandanan
seperti saat bertemu Sang Putri Arogan, tampil di perayaan penyatuan di Xi Hai
Gong. Di sepanjang perjalanan, di jual ornamen-ornamen Zi Zuan baik dalam wujud
jelmaan manusia maupun Lumba-Lumba Ungu dan Shen Zun dalam rupa pemuda tampan
yang memakai Mahkota Berlian Ungu. “Wah… tampan sekali…” Shui Ling membeli satu
ornamen Xue Ling sebagai Zhu Ren Lumba-Lumba Ungu.
“jiefu, apa kau tidak membeli satu ?” Shui Ling menggoda. Han Ling juga sedang
melihat-lihat “hmm sangat berbeda…” tidak menyukai semua ornamen itu “Xiao Xue,
kau menyukai yang mana ?” melihat Xue Ling yang tertarik pada salah satu
mainan. Mainannya berupa bola air yang bisa di goyang-goyangkan, terlihat para pemuda
tampan yang bermain bersama kawanan lumba-lumba. Xue Ling begitu antusias
menggoyang-goyangkan bola air itu dengan senyum cerianya.
Han Ling melihat senyuman Xue Ling, ikut melihat mainan
bola air di hadapannya. “Wah Nona ini, anda sangat jeli… ini merupakan yang
terakhir… diantara banyaknya mainan, bola air ini lah yang paling di inginkan
para pelanggan” sang penjual menginfokan. “Nyonya, aku ambil yang ini, ini…”
Xue Ling membayar ke sang penjual dan mengambil bola air itu. Han Ling merangkul
Xue Ling dan berlalu dari sana.
Mereka masuk ke Xi Hai Gong yang sudah ramai oleh para
dewa dewi, disebabkan adalah hari terakhir perayaan. Di panggung, di
pertontonkan pertunjukan yang sudah di atur seperti kejadian penyatuan
Lumba-Lumba Ungu dan sumpah setia Zi Zuan. Semua tamu menikmati pertunjukan dan
hidangan yang disediakan pihak Xi Hai Gong.
“hmm sudah hari terakhir… tampaknya Shen Zun benar-benar
sudah pergi !” terdengar suara kecewa dari kumpulan beberapa dewa. “Siapa Shen
Zun ? apakah akan berhenti hanya karena rasa penasaran kita !” “kudengar sifat
Shen Zun sangat bebas… beliau bisa berada di mana saja dan kapan saja !” “hmm…
mungkin saja Shen Jun yang tidak mengijinkan Shen Zun untuk kembali kemari !”
“dengar-dengar Shen Jun sangat posesif pada Shen Zun…” “Shen Zun begitu cantik…
jika aku adalah suaminya, aku pun akan posesif…” obrolan para dewa dewi lebih
banyak seputar Shen Zun dan ungkapan kekecewaan mereka yang tidak berkesempatan
bertemu secara langsung dengan para Zun Wang.
“Putri… Putri…” seorang dayang menghampiri Sang Putri
Arogan yang terus menatap gerbang Xi Hai Gong “Putri… lihat disana… itu adalah
gadis yang menghukum anda sebelumnya…” sang dayang menunjuk ke arah Xue Ling
yang sedang bermain dengan bola airnya. Sang Putri Arogan mengalihkan pandangan
ke arah Xue Ling dengan mata malas “ambilkan barang itu !” “Putri…” sang dayang
terkejut, takut salah mendengar “pergilah !” Sang Putri Aroga kembali memberi
perintah yang langsung dipatuhi sang dayang.
“Heng er, ada apa ?” Pangeran Kedua menghampiri. Sang
Putri Arogan menghela nafas, terdengar sedih dan kecewa “er ge, beliau tidak
kembali !” Pangeran Kedua tersenyum lembut, membelai kepala Sang Putri Arogan
“bersabarlah… waktu masih panjang, kau akan memiliki kesempatan bertemu dengan
beliau kembali…” menghibur Sang Putri Arogan.
“Er ge, menurutmu, kemana Shen Zun ? apa kembali ke Xue
Zuan Shi Gong ?” Sang Putri Arogan bertanya dengan menundukkan kepala “hmm…
sebelumnya, Shen Zun menampakkan diri di Nan Hai… rumor mengatakan Shen Zun
ingin mengelilingi Da Hai… Bei Hai, Nan Hai, dan Xi Hai, tersisa Dong Hai… tapi
er ge ragu, Shen Zun akan ke Dong Hai setelah dari sini… Dong Hai berada di
arah yang bertentangan dengan kita… jika melihat dari urutannya, kemungkinan
Shen Zun juga sudah ke Dong Hai, setelah dari Bei Hai… Heng er, jangan
bersedih, dapat melihat Shen Zun sekali, kita termasuk sudah beruntung”
Pangeran Kedua memprediksi.