The Power Of Love

The Power Of Love
TPOL 2 - Bab 2 - Kembali



    “hmm… semua mengatakan seperti itu, tapi dilain sisi… Shen Zun


pun adalah Zun Wang yang paling menyeramkan… satu-satunya Zun Wang yang tidak


terbantahkan dari awal beliau beraksi…” “yah, kudengar bahkan Bei Hai Ren Yu


pun tunduk pada beliau…” “semua mengetahui betapa kerasnya Bei Hai Ren Yu, tapi


Shen Zun mampu menaklukkannya…”


    “ah masih ingat cerita perang dewa iblis hampir 110.000 tahun


yang lalu. Shen Zun yang menjadi panglima perang, sangat menyeramkan. Semua


harus tunduk padanya, bahkan Mo saat itu yang menjadi lawannya pun bergetar


hanya dengan menyaksikan kemarahan seorang Xue Ling Shen Zun…” “yang mengikuti


Shen Zun ke medan perang saat itu dan berhasil lolos, tidak dapat melupakan


aksi Shen Zun hingga saat ini”


    “haih jika bukan karena kerusakan yang disebabkan iblis saat itu


begitu parah. Shen Zun tidak akan mengorbankan diri dan jiwanya untuk


memperbaiki segalanya” “tidak usah membicarakan hal itu… untung saja Shen Zun


berhasil terlahir kembali…”


    “ah kudengar, saat Shen Zun terlahir kembali awalnya di Dong Hua


Gu, tapi tidak ada yang menyadarinya…” “ah aku juga sudah mendengarnya…


dengar-dengar kisahnya bersama Han Ling Shen Jun juga dimulai dari sana…” “hmm


sepertinya rumor itu benar adanya… kalau tidak, bagaimana Shen Zun bisa


langsung menikah dengan Han Ling Shen Jun, beberapa saat setelah mengkonfirmasi


berita kembalinya”.


    “pokoknya Shen Zun ini adalah dewi yang paling sempurna… disaat


tidak ada apapun, beliau akan menjadi dewi yang penuh welas asih dan berkah.


Tapi di hadapan masalah, beliau akan menjadi malaikat pencabut nyawa yang tidak


kenal ampun…” dewa dewi bunga berbicara sambil melihat Xue Chun Ling.


    Xue Chun Ling memainkan wajahnya “siapa yang pernah bertemu Shen


Zun ? menurut kalian sendiri, dewi seperti apa Shen Zun itu ?” menatap dewa


dewi bunga dengan mata besarnya. “Hmm… Shen Zun adalah dewi teragung… tentu


dewa dewi kecil seperti kami akan susah mendapat kesempatan bertemu Shen Zun.


Seorang dewi yang begitu mulia dan agung itu, pastilah dewi yang sangat cantik


dan welas asih. Dengan kekuatan spiritual maha dasyat mengurus Si Hai Ba Huang.


Seorang dewi yang begitu tinggi, diikuti tanggung jawab yang berat. Tapi disaat


Shen Zun menampakkan diri, walau hanya dengan melihat punggungnya sudah terasa


aman dan damai” seorang dewa bunga menerawang.


    “hmm… aku sangat penasaran, bagaimana Han Ling Shen Jun bisa


mendapatkan Shen Zun ! selama ini yang semua ketahui, bahkan untuk mengenali


wajah Shen Zun saja sangat susah. Huh Han Ling Shen Jun sangat beruntung bisa


mendapatkan dewi agung yang tidak tersentuh itu !” seorang dewi berguman.


    Xue Chun Ling memegang dagunya sambil berfikir ‘benarkah yang


mereka katakan itu aku hmm !’ mengangkat kedua bahunya “Xiao Chun, kenapa kau


begitu tertarik pada Shen Zun ?” seorang dewa bunga bertanya “ah aku tidak


sengaja lewat sini, mendengar percakapan kalian tentang Shen Zun. Aku penasaran


bagaimana kalian bisa begitu memuja seorang dewi, yang bahkan kalian tidak


pernah melihatnya !” Xue Chun Ling berkata spontan.


    Dewa dewi bunga tersenyum “tidak hanya kami ! kemanapun kau


pergi, mereka pasti akan memberitahumu hal yang kurang lebih kami katakan…”


“tidak juga… kecuali beberapa Yao, Mo, dan suku-suku itu !” “iya, mereka ingin


memanfaatkan waktu membuat pemberontakan…” “haih yang mereka lakukan, hanya


dengan tujuan menarik perhatian Shen Zun saja !” mendengar kata-kata dewa dewi


bunga, Xue Chun Ling mengerutkan kening.


    “Apa yang mereka inginkan ?” Xue Chun Ling bertanya “ah beberapa


diantaranya memang suku-suku yang tidak pernah tenang selama ini ! sedangkan


!” seorang dewa bunga menjawab Xue Chun Ling.


    Xue Chun Ling mengangkat alisnya “menarik perhatian Shen Zun


hmm…” “tidak perlu difikirkan ! pemberontakan mereka harusnya hanya masalah


kecil untuk para Zun Wang !” seorang dewa bunga berguman.


Xue


Chun Ling tersenyum “kalau kalian begitu percaya pada para Zun Wang, maka pasti


seperti yang kalian katakan, tidak akan ada masalah !” “tentu saja kami percaya


! Shen Zun jauh lebih baik daripada Fu Shen Mu Shen. Tian Zun dan Xian Zun yang


sekarang juga atas didikan Shen Zun. Kami sangat percaya, dengan adanya Shen


Zun, kami dewa dewi kecil ini akan aman dan damai hihihi…” seorang dewi


membanggakan, membuat Xue Chun Ling cekikikan.


Setelah


berpisah dengan para dewa dewi bunga, Xue Chun Ling mengunjungi salah satu suku


pemberontak yang dikatakan para dewa dewi bunga. Xue Chun Ling menyamar seperti


prajurit dari suku itu. Melihat bagaimana arogannya pemimpin suku, yang


memerintah para bawahannya.


Suku


Gui Yao yang sudah lama memberontak, tapi selalu tertekan oleh Xian Zun.


Pemimpinnya, Gui Shi Lei sangat arogan, terus berulah, ingin dipandang yang


terhebat. Suku Gui Yao tidak saja memberi masalah kecil untuk para Zun Wang


tapi juga merecoki suku lainnya. Xue Chun Ling menyusup masuk ke dalam barak


prajurit, jijik dengan kondisi suku Gui Yao.


“adik,


apa yang kau lakukan disini ? semua sudah bersiap mandi !” seorang prajurit


menghampiri Xue Chun Ling “ah da ge, aku baru mau mengambil pakaian ! anda


pergilah terlebih dahulu, aku akan menyusul kemudian !” Xue Chun Ling menolak dengan


intonasi seperti prajurit itu “baiklah, jangan lama… hari ini kita akan mandi


bersama semua !” sang prajurit menepuk pundak Xue Chun Ling dan berlalu.


Xue


Chun Ling memainkan wajahnya setelah di tinggal sendiri di dalam barak


prajurit. Perlahan terbit senyuman di wajah Xue Chun Ling, berlari kesana


kemari. Sesaat kemudian, Xue Chun Ling menepuk-nepuk tangannya “hmm… hadiah


untuk kalian yang sangat kasar hihihi…” menghilang dari suku Gui Yao.


Xue


Chun Ling berjalan-jalan ke beberapa suku, mencari info tentang dewi seperti


apa Shen Zun itu. “hmm tidak terasa sudah 3 bulan aku berjalan… Han ge sana


bagaimana ya ? hmm… sudah berlalu 3 bulan, aku ada sedikit merindukannya !


hihihi rindu ya kembali saja !” berkata demikian, Xue Chun Ling berbalik arah


kembali ke Jiu Chong Tian.


Di


Jiu Chong Tian, para Zun Wang yang tidak menemukan Xue Chun Ling, hanya


menghela nafas. Para Zun Wang sudah mengetahui niat bermain Xue Chun Ling Shen


Zun, tidak secemas Han Ling Shen Jun. Han Ling Shen Jun yang tidak berhasil menemukan


dan menunggu Xue Chun Ling kembali dalam sebulan, kebingungan dan di penuhi


kecemasan.


Han


Ling Shen Jun tidak dapat memperlihatkan keputusasaannya di Xue Zuan Shi Gong,


akhirnya kembali ke Zheng Guang Gong. Han Ling mengisi waktunya dengan minum


arak kembali. Di bulan pertama, masih dapat menghibur dirinya. Seiring berjalannya


waktu, Han Ling semakin larut dalam keputusasaan.