The Power Of Love

The Power Of Love
Ingin Memiliki Sepenuhnya



" Maksudnya Aira kami adofsi gitu yah ?'' Tanya Azka yang ikut menimpali .


" Nah iya kak , lebih baik memang seharusnya begitu " Balas Alex yang juga dianggukan Shalwa .


Naura dan Azka saling melirik dan memikirkan saran dari orang tuanya .


" Tapi Naura masih sibuk sekolah Bun , takutnya nanti Aira sering Naura tinggal " , Ujar Naura membayangkan dirinya yang hampir setiap hari mempunyai kesibukan diluar rumah .


" Itu bukan masalah kak , Aira anak nya baik kok dan ga rewel juga , lagian dia sudah akrab dengan sikembar jadi kalau kakak sibuk kuliah biar bunda yang jagain " Jawab Shalwa meyakinkan .


Azka dan Naura saling melirik kembali .


" Lebih baik kalian pikirkan dulu saja , Tapi kalau ayah sii Yes " , Ujar Alex seraya bergurau dan dikhiri dengan terkekeh nya .


Yang lain langsung tersenyum dan ikut terkekeh mendengar perkataan Alex .


Oh ya Aira tengah bermain dengan sikembar dan Fawwaz , Ia langsung bisa akrab , dan sepertinya kini Aira tidak terlalu ingin terus-terusan menempel dengan Naura , tidak seperti dipanti .


Cukup lama mengobrol santai diruang tv membahas tentang persiapan acaran syukuran besok , sampai akhirnya Naura akhirnya pamit undur diri terlebih dahulu karna Aira sudah mengantuk dan meminta tertidur dengan dirinya .


Naura mengajak Aira ke kamarnya , dan ia mengajarkan Aira untuk menyikat gigi , dan ber- wudhu sebelum tidur .


Terlihat Aira sudah menguap beberapa kali karna menahan kantuk nya .


" Ayo sekarang Aira baca doa sebelum tidur " , Ujar Naura ketika keduanya sudah berbaring diatas tempat tidur .


Aira langsung mengangguk , dan ia langsung mengangkat kedua tangan nya .


" Masya Allah pintar banget sii Aira " , kagum Naura .


Lalu tangan Naura dengan lembut mengusap-usap kening Aira , dan tanpa menunggu lama Aira sudah tertidur pulas seraya tangan mungilnya memeluk Naura .


Naura tersenyum mendengar suara nafas teraturnya Aira , ia masih tidak menyangka kalau dirinya akan sedekat ini dengan Aira .


Berawal dari ia yang memberi nama dan sering menjaga Aira sampai akhirnya Aira bisa berbicara dan memanggilnya dengan sebutan bunda , dan Aira benar-benar menganggap Naura layaknya seorang ibu yang sudah melahirkan dirinya , ia pasti ingin terus berdekat dengan Naura .


" Apa Naura ikutin saran dari bunda dan Ayah ? " , gumam Naura memikirkan saran dari kedua orang tuanya .


Ada rasa takut dan tak percaya diri ia bisa menjadi orang tua yang baik untuk Aira .


Naura menggantikan lampu kamarnya dengan lampu tidur , lalu ia mulai menyelimuti Aira hanya dengan sebatas perutnya.


Naura kembali membaringkan dirinya , dan menghadap Aira yang sudah terlelap , lagi-lagi ia memikirkan saran dari kedua orang tuanya .


Namun , tiba-tiba ada seorang perempuan yang datang menghampiri Naura dan ia mengaku sebagai orang tua nya Aira .


Naura tak bisa berbuat apa-apa , selain membiarkan perempuan tersebut mengambil anaknya .


" Bunda..... , tolongin Aira bunda , Aira gak mau ikut orang ini , Aira ingin ikut Ayah dan Bunda " , Teriak Aira dengan suara tangisnya .


Naura terus melihat Aira yang menangis hiateris seraya meminta tolong .


Kedua mata nya sudah mengeluarkan cairan bening melihat Aira yang diambil oleh orang yang berhak , walau ia sudah tega melantarkan Aira kurang lebih selama empat tahun.


" Aira... " , Teriak Naura sekeras mungkin disela tangisnya .


" Aira... " , Teriaknya lagi seraya mengejar Aira .


Berbarengan dengan itu Azka masuk ke kamar dan ia melihat Naura tengah memanggil-manggil Aira dengan kedua mata terpejam .


Naura langsung membuka kedua matanya dengan perlahan , Kedua matanya ternyata sembab seperti seseorang yang telah menangis .


" Ay kamu kenapa ? " tanya Azka lembut , dan tanpa terduga Naura langsung memeluk Azka seraya menangis .


Azka langsung membalas pelukan istrinya seraya tangannya mengelus lembut punggung Naura .


Setelah dirasa Naura tenang , Azka perlahan melepaskan pelukannya dan mencoba mengajaknya berbicara secara perlahan .


" Ay , pasti kamu habis mimpi ya ? , tanya Azka lembut seraya mengelap air mata yang membasahi kedua pipi Naura .


Naura menggelengkan kepala dengan perlahan , lalu ia mulai menatap Azka .


" Aku gak tahu Bee , tapi yang barusan Naura alami seperti nyata " , jawab Naura dengan kembali mengeluarkan cairan bening yang sudah mengalir tanpa permisi .


" Suuut... Ay tenang dulu yaa " Balas Azka mengelus lembut tangan Naura , lalu membantunya untuk minum terlebih dahulu agar Naura sedikit lebih tenang .


" Coba sekarang Ay cerita , Ay habis mimpi apa ? , kenapa bisa nangis kaya gini ? " , pinta Azka dengan lembut .


" Bee gimana kalau kita ikutin saran dari bunda dan Ayah saja tentang mengadopsi Aira ? " , bukan cerita namun Naura malah membahas tentang mengadopsi Aira .


" Ay masalah mengadopsi Aira kita bahas lain kali saja , sekarang Bee tanya Ay kenapa ? , Ay bermimpi buruk ? " , balas Azka panjang lebar sekaligus bertanya pada Naura .


Naura mengangguk perlahan ,


" Tadi Naura bermimpi ada seorang perempuan yang mau mengambil Aira , ia mengaku ibu kandungnya Aira Bee " , cerita Naura dengan kedua mata yang sudah berkaca-kaca .


" Itu hanya mimpi Ay , mungkin kamu lupa gak baca doa jadi kamu mimpi buruk " , ujar Azka menenangkan Naura .


" Iya Bee , memang tadi Naura tanpa sengaja ketiduran jadi Naura belum berdoa Bee " Jawab Naura dengan menunduk .


" Pantas kalau begitu , ya sudah kalau begitu sekalian kita sholat malam yu Ay " , balas Azka sekaligus mengajak Naura .


" Memangnya ini jam berapa Bee ?'' tanya Naura melirik Azka .


" Baru jam 1 ay , gapapa dari pada nanti kesiangan dan melewatkan sholat malam lebih baik dilakukan sekarang " Jawab Azka panjang lebar .


" Tapi Bee kan belum tidur ? " , tanya Nuara yang melihat Azka masih belum mengganti pakaiannya dengan pakaian tidur .


Azka tersenyum , " Ada sebagian ulama yang berpendapat bahwa boleh melaksanakan sholat tahajjud atau Qiamul lail jika belum tertidur , dari pada harus melewatkan sholat tersebut atau tidak mengerjakannya sama sekali " , Tutur Azka.


Naura langsung mengangguk mengerti , lalu ia mulai turun dari ranjang dan melangkahkan kakinya ke kamar mandi , namun sebelum itu Naura melirik ke arah Aira yang masih tertidur pulas .


Azka membiarkan Naura terlebih dulu untuk ke kamar mandi , dan ia hanya duduk disamping ranjang seraya tangannya mengusap lembut kepala Aira yang tengah tertidur pulas .


" Sebegitu dekatnya kalian , sampai gak mau berpisah satu sama lain tapi Ayah juga senang kalau Aira ada ditengah-tengah kita , mudah-mudahan semuanya dipermudah ya nak , doain ya " , batin Azka seraya menatap Aira , dan diakhiri dengan mengecup keningnya sayang .


Iya Azka yang sebelumnya memang sudah ada niatan ingin mengadopsi Aira , ia menjadi semakin yakin untuk memiliki Aira sepenuhnya , dan ia akan berusaha semaksimal mungkin untuk menjadi seorang suami sekaligus seorang Ayah yang baik .


😘


😘


😘


Jangan lupa tinggalkan jejak , like , komen , Vote dan tambahkan ke favorit 💙 , terimakasih 🤗🤗🙏 ,


maaf kemarin harus libur dulu up karna ada satu atau dua hal yang bikin autor susah up , maaf yaa 🙏🙏😁.