The Power Of Love

The Power Of Love
Bab 49 - Emosi Wei Jiang



Pada


pertengahan jalan, cincin biru di tangan Cheng Mei tiba-tiba bercahaya, Ren er


keluar dari cincin. Ren er langsung berlutut di hadapan Xue Ling “Zhu Ren…” Xue


Ling santai saja “ada apa ?” Ren er mengangkat wajah “Zheng Zhu mencari anda ! beliau


kelihatan sangat emosi !” Xue Ling mengerutkan kening “ada masalah ?” Ren er


menggeleng “Zhu Ren, aku juga tidak tahu…” Xue Ling memijat pelipisnya “katakan


pada ekor arogan itu untuk mencariku di Xue Zuan Shi Gong…” Ren er memberi


hormat dan segera menghilang. Xue Ling menghela nafas dan menggelengkan kepala.


“Jie, ada masalah apa ?” Shui Ling bertanya. Xue Ling menatap


Cheng Mei yang menggeleng padanya “nanti akan tahu !” Han Ling memapah Xue Ling


“tenang saja, ekor arogan itu hanya belum bisa mengontrol emosinya… begitu lama


tidak keluar, paling hanya terkejut dengan dunia luar… tidak perlu


memusingkannya” Xue Ling menenangkan Han Ling.


Sesampai di Xue Zuan Shi Gong, Han Ling segera menyuruh Xue Ling


untuk beristirahat. “Cheng Mei, apa ada masalah ?” Shui Ling bertanya. Cheng


Mei menggeleng “harusnya tidak ada apapun yang bisa mengganggu ketenangan Xue


Ling. Entah ada masalah apa dengan Wei Jiang !” Cheng Mei menjawab santai.


“Cheng Mei, entah kenapa aku merasa akan ada hal besar yang terjadi…” Shui Ling


berguman. Cheng Mei mengangguk “Shui Ling, akan terjadi dan itu melibatkan Xue


Ling !” membenarkan perasaan Shui Ling.


“apa yang akan terjadi ?” Huo Ling mengerutkan kening dan


bertanya dengan serius. Cheng Mei menggeleng “tidak ada yang tahu… kemungkinan


Wei Jiang mendapat sebuah petunjuk hingga membuatnya emosi… kita akan tahu saat


Wei Jiang tiba…” “apa yang dilakukan Xue Ling jie ?” ada nada cemas dalam suara


Huo Ling. Ling Siang mengelus punggung suaminya “Huo ge, jangan terlalu cemas…


sekarang Xue Ling jie tidak sendiri, ada Han Ling Shen Jun disisinya…” Huo Ling


menggeleng “kau tidak mengerti jiejie… masalah yang menjadi perhatian Shen Zun,


tidak ada seorang pun yang bisa menghalanginya !” menatap dalam Ling Siang.


“Huo Ling, jangan terlalu cemas… kita belum tahu masalah apa !


kelihatannya Xue Ling juga santai saja dalam menjalankan misinya… biarkan Xue


Ling beristirahat… saat dia pulih, apapun masalah itu, Xue Ling akan siap


menghadapinya !” Cheng Mei menenangkan, Huo Ling menunduk “Cheng Mei,


berjanjilah… pada saatnya, kau akan menahan Xue Ling jie !” mengangkat wajah


menatap Cheng Mei penuh arti.


Shui Ling mengerutkan kening “ge, apa yang kau katakan ? apa


yang akan terjadi ? apa yang kau tahu ?” “Disaat Xue Ling jie biguang, aku ke


Pohon Bodhi… aku tidak tahu apa yang dilakukan Xue Ling jie, tapi mulai dari


saat itu, aku sudah merasa tidak tenang !” Huo Ling menjelaskan perasaan


gelisahnya.


“apa yang kau katakan ?” Han Ling keluar dari kamar menghampiri


lainnya, mendengar perkataan Huo Ling “ada apa dengan Xiao Xue ?” bertanya


dengan dingin ke Huo Ling. “Huo Ling Shen Jun, anda tenanglah, tidak ada apapun


yang terjadi pada Xue Ling. Kami hanya merasa sesuatu akan terjadi…” Cheng Mei


menenangkan. Han Ling melihat Cheng Mei dan lainnya “sebenarnya, apa misi Xiao


Xue ?” semua menggeleng.


“jiefu, jiejie tidak mengatakan tujuannya. Sementara ini,


mungkin jiejie hanya berniat bermain tanpa hal lain. Yang jelas misi jiejie


tidak berhubungan dengan masalah Li Ming ge” Shui Ling menjawab. Han Ling


Masalah Li Ming hanya setitik noda kecil dalam misinya” “jiefu, apa anda tahu


misi jiejie ?” Shui Ling balik bertanya, Han Ling menggeleng lagi “entah apa


yang dikejarnya, tapi…” “tapi apa ?” Cheng Mei bertanya penasaran “aku merasa


akan kehilangannya !” Han Ling mengangkat kepala melihat semua dengan raut


wajah cemas.


Semua tercengang “jiefu, kau juga merasakannya !” Shui Ling


tercekat. “Yue Shen, kau bisa melihat masa depan, apa yang akan terjadi ?” Han


Ling sangat cemas. Cheng Mei menggeleng “aku tidak tahu ! perasaanku mengatakan


akan ada sesuatu yang terjadi dan melibatkan Xue Ling, tapi apa hal itu, aku


tidak mempunyai petunjuk sama sekali ! mungkin saja Wei Jiang sudah mendapat


petunjuk !” “sebaiknya kita menunggu Wei Jiang Zheng Zhu !” Ling Siang


menengahi.


Han Ling mengangguk “bagaimana kondisi Xiao Xue saat ini ?”


Cheng Mei terakhir memeriksa “luka luarnya sudah sembuh. Yang mengkhawatirkan


adalah luka dalamnya. Luka yang sebelumnya belum sembuh ditambah luka baru


lagi. Jika bisa menahannya beristirahat hingga pulih, itu akan sangat baik


untuk Xue Ling.” “aku akan menjaganya ! aku akan memastikannya pulih sebelum melanjutkan


misinya !” Han Ling bertekad.


“dimana Shen Zun ?” Wei Jiang bersama Xin Lan datang, langsung


muncul di hadapan semua. “jiejie sedang beristirahat !” Huo Ling menjawab. Han


Ling segera berdiri di hadapan Wei Jiang “ada masalah ?” Wei Jiang menampakkan


wajah emosi “apa ada yang dibuat Shen Zun akhir-akhir ini ?” berkata dengan


nada emosi. “Wei Jiang, kau bukan tidak tahu yang dilakukan Xue Ling. Apa yang


terjadi ? apa ada sesuatu ?” Cheng Mei bertanya dengan tegas.


“Jiang ge, sabarlah… Shen Zun baik-baik saja, tenangkan dirimu


!” Xin Lan mengelus-ngelus dada Wei Jiang. “ada apa sebenarnya ?” Han Ling semakin


penasaran “Shen Jun, jika anda mau bersama Shen Zun yang nakal itu dalam jangka


waktu lama, hentikan dia dari apa yang ingin dilakukannya !” Wei Jiang berkata


dingin membuat semua mengerutkan kening.


“Zheng Zhu, petunjuk apa yang kau ketahui ?” Huo Ling pun


bertanya dengan raut wajah serius “ekor arogan, kau membawa gosip apa lagi ?”


terdengar suara dingin Xue Ling di sertai dengan kemunculannya yang acuh tak


acuh. Xue Ling duduk di salah satu kursi dengan santai, diikuti semua mata yang


ada di ruangan. Wei Jiang menatapnya tajam “kenapa mau seperti itu ?” langsung


bertanya dengan emosi.


Xue Ling santai meminum tehnya, perlahan menatap Wei Jiang


dengan santainya “ekor arogan, kau datang tanpa mengatakan apapun dan bertanya


padaku ! kau ingin mendapat jawaban apa dariku ?” “jangan berkilah, kau tahu


apa yang kutanyakan !” terdengar suara bariton Wei Jiang “Zheng Zhu, sudah


hidup begini lama, rupanya anda sudah melupakan sopan santun anda” Xue Ling


masih berbicara santai.


“Xiao Xue, ada apa sebenarnya ?” Han Ling duduk di sisi Xue


Ling, menatapnya intens. “Shen Zun…” Xin Lan ingin berkata, dihentikan Wei


Jiang “tanyakan padanya, apa yang akan dilakukannya !” menghardik Han Ling. Han


Ling mengerutkan kening, beralih ke Xue Ling, mengambil tangannya “Xiao Xue,


kau sudah janji akan mengatakan apapun yang akan kau lakukan ! ada hal apapun,


aku akan bersamamu menghadapinya” Xue Ling tersenyum menatap Han Ling.