The Power Of Love

The Power Of Love
Bab 35 - Kue Arak



Han Ling tersenyum dingin “harap jaga mata anda,


hati-hati keluar dari tempatnya !” memeluk Xue Ling. “hihihi… Shen Jun, ini


salah anda… dimata dewa tua ini hanya ada arak, bahkan aku istrinya saja tidak


dilirik !” terdengar suara merdu seorang wanita “Niang Zi, kau jangan


menfitnahku, bagaimana bisa membandingkanmu dengan arak-arak itu !” pria


menggoda istrinya “haih mulut manismu itu, hantu yang akan percaya…” wanita


mengejek sang pria “aiya Niang Zi…” pria merengek.


Wanita melihat Xue Ling “hmm… ini pasti Shen Zun yang


sangat terkenal itu… Fen Yu memberi hormat pada Shen Zun…” “Tao Shan memberi


hormat pada Shen Zun, maafkan atas gurauan sebelumnya…” kedua pasangan memberi


hormat pada Xue Ling “tidak perlu sungkan !” Xue Ling tersenyum manis “Tao Shan, kami datang


untuk mencicipi kue arak !” Han Ling mengatakan maksud kedatangan mereka. Tao


Shan memainkan alisnya “Han Ling, wanita cantik sudah di sisimu, untuk apa lagi


arak ?”


“haiss… kalian teruskan saja perdebatan kalian, aku akan mengajak lainnya ke dalam…”


Fen Yu menghardik keduanya “Shen Zun, silahkan !” mempersila Xue Ling yang


mengangguk. Tao Shan nyengir, menghampiri istrinya dan melakukan hal yang sama. Kedua suami istri mengundang rombongan Zun Wang ke pondok mereka


“kalian sangat beruntung, ini aku baru saja berhasil membuatnya…” mengeluarkan


beberapa piring kue “cobalah, katakan padaku pendapat kalian !” mata Fen Yu


sangat antusias menantikan pendapat semua.


Semua mencicipinya “manis dan wangi !” “enak, setelah


masuk mulut langsung melumer…” “kue ini menyegarkan, seharusnya tidak


memabukkan…” “Fen Yu, aku lebih menyukai yang sebelumnya…” masing-masing


berkomentar. Fen Yu menatap Xue Ling dan Huo Ling yang belum memberi kode


“Nyonya, maaf aku bukan pecinta manis…” Huo Ling tidak menghabiskan kuenya.


Tersisa Xue Ling yang memakan kuenya perlahan “Nyonya, saat anda membuat kue


ini, apa yang anda fikirkan ? hasil apa yang ingin anda capai ?” Xue Ling tidak


berkomentar tetapi bertanya.


Fen Yu tersenyum “aku ingin kue ini seperti cinta


pertama, manis di awal, pahit di tengah, mabuk di akhir !” Xue Ling mencoba


lagi kuenya “emm… sepertinya anda belum berhasil !” Fen Yu duduk di samping Xue


Ling “menurut Shen Zun, apa yang kurang ?” Xue Ling merasakan kue di mulut


mungilnya “emm… semua kurang… kue ini terlalu manis, tidak ada rasa pahit, sedangkan


rasa araknya sudah hilang, hanya tersisa bau arak samar…” “jie, apa kau tahu


cara membuatnya ?” Shui Ling bertanya, Xue Ling menggeleng “aku tidak pernah


membuat kue arak… akan perlu waktu dan analisa untuk membuatnya...” Fen Yu


memakan kuenya sendiri “hmm memang benar tidak ada rasa araknya…” menyetujui pendapat Xue Ling.


Xue Ling menatap Fen Yu dengan mata berharap “nyonya, apa


kami bisa mencicipi kue arak yang sebelumnya ?” Fen Yu tersenyum “tentu saja,


anda tunggu sebentar, aku akan mengambilkannya…” Xue Ling tersenyum manis.


“Tuan, apa kami boleh mencicipi arak anda ?” Ling Siang meminta pada Tao Shan


“tentu saja, tapi setelah anda mencicipi semua jenis kue !” Tao Shan menjawab.


Han Ling menjelaskan “kue arak berbahan dasar arak disini. Katakan kue mana


yang kalian sukai, nanti akan mencicipi arak bahan kue itu. Jika makan dan


minum secara berbarengan, tidak akan merasakan perbedaannya.” Semua mengangguk.


Tao Shan membantu istrinya membawa berbagai jenis kue


dalam beberapa susunan piring “silahkan mencicipi. Semua memakai arak yang


Lagipula terlalu cepat memakannya, akan cepat mabuk. Harus pelan-pelan


diresapi, seperti meminum arak.” Semua mengangguk dan mulai mencicipi, Tao Shan


mengeluarkan beberapa kendi arak “tentukan yang paling kalian sukai dan cicipi


arak yang sebenarnya !”


Fen Yu berada di dekat Xue Ling menunggu komentarnya


“hmm… nyonya, apa beberapa kue ini sengaja anda buat bertolak belakang hingga


dapat saling melengkapi ?” Ling Siang berkomentar “anda menebaknya dengan baik.


Yah untuk beberapa kue ini, selain merasakan rasa arak juga sebagai pendamping


minum arak !” “hmm ternyata seperti itu, beberapa ini seperti kurang memasuki


kriteria anda. Saat memakannya, seperti setelah minum arak harus membuang ampas


yang menjadi kue itu sendiri” Fen Yu mendengarkan dengan seksama komentar semua,


Tao Shan tersenyum melihat antusiasme istrinya.


Tao Shan mendekati Han Ling “terima kasih !” Han Ling


tersenyum “sama-sama !” melihat Xue Ling yang mencicipi satu persatu kue “Xiao


Xue, kau menyukai yang mana ?” Han Ling melihat berbagai kue yang sudah di


cicipi Xue Ling “tuan, kue yang disini memakai arak yang mana ?” menunjuk


beberapa kue, Tao Shan segera mengambilkan. Xue Ling hanya membauinya belum


mencicipi “hmm…” “ada apa Xiao Xue ?” Xue Ling tidak menjawab Han Ling, melihat


Tao Shan “apa ini semua arak anda ?” Tao Shan mengangguk “semua yang dipakai


Fen er membuat kue ada disini ! tapi masih ada beberapa jenis lain”


Xue Ling menghampiri meja kendi-kendi arak, membauinya


satu persatu “anda perlu ini !” Tao Shan memberi satu kantong wewangian “terima


kasih !” Xue Ling mengulang kembali, tapi setiap menghirup satu, akan menghirup


kantong wewangian untuk menetralisir bau arak. Xue Ling memegang beberapa kendi


arak, kembali ke Han Ling “jie, kau mau minum arak sebanyak ini ?” Shui Ling


terkejut dengan banyaknya kendi arak di tangan Xue Ling.


Xue Ling mengabaikan Shui Ling “nyonya, coba buat kue ini


dengan mencampurkan kedua arak ini….. bla… bla… bla…” meminta Fen Yu untuk


membuat beberapa macam kue dengan beberapa campuran arak “baiklah, akan segera


kubuatkan !” Fen Yu segera ke dapur. Selepas Fen Yu pergi, Xue Ling menatap Tao


Shan “tuan, apa kami bisa mencicipi arak anda yang bukan bahan kue ?” Tao Shan


mengerutkan kening tapi segera mengiyakan, pergi mengambil arak lain.


“jie, apa kau tidak mau tahu perbedaan dengan arak


aslinya ?” Huo Ling bertanya. Xue Ling acuh tak acuh “nanti saja, kita belum


mencicipi semua kue, tentukan saja pilihan kalian !” Tao Shan datang membawa


beberapa kendi arak baru, Xue Ling melihat dan sama seperti sebelumnya hanya


membauinya “Xiao Xue, tidak mau mencicipi ?” Han Ling yang melihat gelagat Xue


Ling yang tidak tertarik mencicipi arak. Xue Ling mengangguk “tentu saja akan


mencicipi tapi setelah mencicipi semua kue. Bukankah harus bermula dari kue kemudian


arak !” melanjutkan tindakannya.


Xue Ling mengambil 2 kendi arak lagi “tuan, minta nyonya


membuat kue ini menggunakan kedua arak ini, bukan di campur” Tao Shan tersenyum


“baik Shen Zun” segera ke dapur “jie, apa yang anda lakukan ?” Ling Siang


bertanya “mencari kue enak untuk bekal perjalanan” Xue Ling tersenyum nakal


sambil memeletkan lidahnya. Han Ling cekikikan “rupanya Shen Zun memiliki


maksud tersembunyi !” lainnya tersenyum.