The Power Of Love

The Power Of Love
Bab 32 - Halusinasi atau...



            Setelah cukup merasa kehangatan pelukan di tubuhnya, Han


Ling melerai pelukan, berdiri, menatap wajah tersenyum itu, tanpa mengeluarkan


suara, mengangkat dan menggendong tubuh mungil itu ke kamar. Han Ling


merebahkan perlahan tubuh mungil itu, membaringkan tubuhnya sendiri di dalam


pelukan tubuh mungil itu “aku sudah lelah… temani aku tidur, bagaimana ? jangan


pergi !” “baik, tidurlah !” terdengar suara merdu dari wajah tersenyum itu. Han


Ling tersenyum dan tertidur pulas.


            Han Ling yang pertama terbangun, menyadari adanya


keanehan. Saat sadar, menemukan dirinya tertidur di pelukan tubuh mungil di


atas ranjangnya, terkejut, segera bangun dan melerai pelukan. Di saat Han Ling


duduk sempurna, melihat wajah agak pucat yang masih terlelap di sisinya. Han


Ling terkejut, perlahan tangannya bergerak membelai wajah kecil yang agak pucat


itu “Xiao… Xiao Xue… Xiao Xue, ini benar dirimu… Xiao Xue…” Han Ling menitikkan


air mata, segera masuk kembali ke dalam pelukan Xue Ling “Xiao Xue, akhirnya


kau kembali… aku sangat merindukanmu !” “Han ge, aku masih lelah, biarkan aku


tidur sesaat lagi !” Suara serak terdengar dari atas kepala Han Ling “baik,


tidur… tidurlah… aku menemanimu…”


            Kedua tangan kecil itu kembali memeluk tubuh Han Ling


dalam pelukannya. Han Ling memberikan dirinya sendiri posisi yang nyaman dalam


pelukan Xue Ling, tersenyum dan terlelap kembali. Han Ling memeluk erat Xue


Ling, takut saat tidak sadar, Xue Ling pergi lagi. Xue Ling tertidur sehari


semalam. Han Ling pun ikut tertidur lelap karena selama sebulan tidak pernah


tidur nyenyak.


            Saat pagi menyongsong, Han Ling bangun terlebih dahulu,


melihat Xue Ling yang masih disisinya. Han Ling mengecup lama kening Xue Ling.


Xue Ling perlahan mengerjap-ngerjapkan matanya “Han ge, apa tidurmu nyenyak ?”


mengeluarkan suara khas bangun tidur. Han Ling tersenyum “di dalam pelukanmu,


aku sangat nyenyak… Xiao Xue…” membelai wajah baru bangun tidur Xue Ling. Han


Ling perlahan menurunkan wajahnya, mencium bibir yang masih agak pucat itu


dengan lembut.


            Lama mereka saling berciuman hingga Xue Ling hampir


kehabisan nafas, Han Ling melepasnya dengan tidak rela. “Xiao Xue…” membelai


wajah mungil itu. Han Ling menatapnya lama, perlahan terbentuk kerutan di


keningnya “Xiao Xue, apa kau baik-baik saja ?” bangun duduk, menyadari wajah


Xue Ling yang agak pucat “aku baik-baik saja !” Xue Ling tersenyum menjawab.


            Han Ling menggeleng “tidak, wajahmu pucat, kau tidak


sedang baik-baik saja” mengamati tubuh Xue Ling “Xiao Xue, katakan padaku, apa


kau terluka ?” Xue Ling menggeleng “tidak, hanya kelelahan, sebelumnya


mengeluarkan energi yang tidak sedikit !” perlahan mendudukkan tubuhnya. Han


Ling mengerahkan sihir ke tubuh Xue Ling untuk memeriksa dan memberikan


tambahan energi untuk Xue Ling. Xue Ling tersenyum, memegang tangan Han Ling


“tidak perlu, aku baik-baik saja, hanya perlu beristirahat saja !”


            Han Ling merasakan tubuh Xue Ling yang membaik,


menghentikan aliran energi, memeluk tubuh mungil itu “Xiao Xue, jika terjadi


sesuatu padamu, aku bisa gila !” Xue Lig tersenyum “mana seberat itu !” Han


Ling melerai pelukan, mengangguk menatap Xue Ling dengan wajah cemberut “Han


ge, sebulan tidak bertemu, kau kurusan !” Xue Ling membelai wajah tampan Han


Ling. Han Ling memegang tangan Xue Ling yang berjalan di wajahnya “tidak ada


dirimu, aku tidak bisa hidup !” mengecup tangan mungil itu.


“merindukanku ?” Han Ling mengangguk “sudah gila merindukanmu !” Xue Ling


memeluk Han Ling “maaf, ada masalah yang harus kuselesaikan sendiri !” Han Ling


mengerutkan kening “ tidak bisa membawaku ? tidak bisa mengatakanya padaku ?”


Xue Ling tersenyum nakal “bukankah dikatakan calon pasangan pengantin, tidak


boleh bertemu ?” Han Ling langsung melerai pelukan “kau masih mau pergi ?” menatap


Xue Ling dengan wajah sedih dan mata berkaca-kaca.


            Xue Ling mengangguk, Han Ling menunduk dengan wajah


sedih. Xue Ling kembali memeluk Han Ling “tenanglah, kali ini aku hanya di Xue


Zuan Shi Gong, tidak kemanapun !” Han Ling berguman “aku tidak mau berpisah


denganmu lagi !” Xue Ling tertawa kecil “seminggu lagi adalah pernikahan.


Saatnya tiba, kita akan bersama” “eng… Xiao Xue, aku tidak mau ! kita menikah


sekarang saja ! jangan meninggalkanku lagi !” Han Ling merengek.


            Xue Ling cekikikan “Shen Jun Da Ren, kau yang memilih


tanggal itu. Belum apa-apa sudah mau mengingkarinya ?” Han Ling cemberut “apa


semua persiapan sudah selesai ?” Han Ling melirik Xue Ling yang bertanya


padanya “aiyo Han ge, jangan terus memasang wajah seperti itu ! dengar ! Han ge


menyiapkan pernikahan, aku akan biguang seminggu ini” “biguang ?” Han Ling


terkejut. Xue Ling mengangguk “tenang saja, hanya terlalu banyak mengeluarkan


energi, perlu menstabilkannya sejenak !”


            Han Ling memegang Xue Ling “Xiao Xue, beritahukan padaku,


sebulan ini kau kemana ? apa yang terjadi ? kenapa kau selemah ini ?” Xue Ling


menarik Han Ling, berbaring kembali dan masuk ke pelukannya “ke Pohon Bodhi.


Semenjak kembali, aku belum melihat Pohon Bodhi. Pohon Bodhi itu tumbuh dengan


energiku, perlu asupan energi secara terus menerus hanya untuk menumbuhkan


tunasnya. Semenjak 100.000 tahun lalu, Pohon Bodhi merawat dan mengembalikan


energiku, jadi…” Han Ling “kau memperbaikinya ?” meneruskan kata-kata Xue Ling.


Xue Ling menggeleng “tidak termasuk memperbaiki, hanya menyetabilkan energi di


Pohon Bodhi. Karena aku sudah menjelma, Pohon Bodhi kehilangan energi yang


tidak sedikit secara tiba-tiba, menjadi lemah. Awalnya aku hanya berniat


melihat dan langsung kembali tapi hal itu sudah menunda kepulanganku, maaf…”


            Han Ling memeluk Xue Ling “baik, seminggu ! aku akan


menunggumu, kau harus biguang dengan baik ! aku akan sangat merindukanmu !


setelah menikah, apapun itu kita hadapi berdua, bagaimana ? kau tidak boleh


dengan alasan apapun meninggalkanku !” Xue Ling terbelalak “wah Han ge, apa


tidak berlebihan ?” Han Ling menggeleng “tidak, ini masih kurang, kau harus


selalu bersamaku ! apa kau tahu betapa paniknya aku tidak dapat menemukanmu !


aku mencarimu di seluruh tempat, bahkan tempat Tian Zun ! semua mencarimu, tapi


tidak dapat menemukanmu ! aku sangat takut tidak dapat menemukanmu. Aku takut


kau tidak menginginkanku dan meninggalkanku” “jadi kau hidup bersama arak


sebulan ini ?” Xue Ling memotong.


            Han Ling menggeleng “sebanyak apapun arak yang kuminum,


tidak dapat membantuku tidak ingat padamu ! semakin minum, wajahmu semakin


jelas di benakku. Aku selalu berhalusinasi melihatmu, tapi setelah bangun, kau


menghilang lagi. Xiao Xue, mungkin menurutmu berlebihan, tapi bagiku aku baru


merasakan semuanya pertama kali. Aku tidak bisa menghadapi gejolak perasaan


ini, sangat sakit menggerogoti seluruh tubuhku. Xiao Xue, jangan pergi lagi,


aku tidak dapat hidup tanpamu. Setelah mengenalmu, aku merasa diriku sangat


lemah, aku membutuhkanmu lebih dari apapun di dunia ini”,