The Power Of Love

The Power Of Love
Markas



Azka langsung menghubungi David tapi sebelum itu ia sudah sedikit menjauh dari teman-temannya .


" Vid geledah orang tadi , berani-beraninya dia ngambil dompet gue " Ucap Azka ketika panggilan telponnya sudah dijawab oleh David .


" Hah serius bos , tapi orang tadi sudah melarikan diri dari Rumah Sakit bos " Jawab David ragu-ragu .


" Kurang ajar ! , Cari dia sampai ketemu dan bawa dia ke Markas ! ," perintah Azka dingin .


Lalu ia segera mematikan sambungan telponnya dan kembali ke meja teman-temannya , dimana meraka sedang kebingungan karena melihat tingkah dirinya .


" Kenapa ka ? , Ada apa ?'' tanya Temmy dan Zaky berbarengan .


" Dompet Azka hilang kak " jawab Azka apa adanya seraya mendudukkan badannya disamping Naura .


" Kok bisa sii ka ? " tanya Ocha .


" Iya maksudnya hilang gimana si ka ? , atau bisa jadi ketinggalan dirumah atau dimobil mungkin " Timpal Yumna yang ikut bertanya .


" Jangan-jangan diambil orang tadi " Ujar Naura ketika Azka ingin menjawab pertanyaan teman-temannya .


Azka langsung mengangguk pelan , mengiyakan perkataan Naura .


Naura refleks langsung menepuk kening nya dengan telapak tangan , ada-ada saja orang zaman sekarang , ditolongin malah mencari perkara , Pikir Naura .


Ocha dan teman-temannya semakin di buat bingung oleh Azka dan Naura , mereka tidak mengerti apa yang sebenarnya terjadi pada pasangan suami istri itu .


" Sebenarnya ada apa dengan kalian ? " tanya Alya sambil menatap Azka dan Naura bergantian .


Azka dan Naura saling melirik , lalu Naura langsung menceritakan kejadian sebenarnya yang mereka alami .


" Kurang ajar itu orang , ditolongin malah mencari perkara " Ucap Zaky emosi ketika sudah mendengarkan cerita dari Naura .


" Harus diberi pelajaran itu ka " timpal Temmy dan dianggukan Zaky .


" Suut... kalian ini apa-apaan sii " balas Ocha sambil menyimpan jari telunjuknya didepan mulut .


" Lalu sekarang bagaimana ka ?'' tanya Ocha dan dianggukan Yumna dan Alya .


" Orang kepercayaan Azka lagi mencari orang itu " Jawab Azka singkat dan jelas .


" Mudah-mudahan cepat ketemu ya ka " Balas Alya yang dianggukan Ocha dan Yumna .


" Iya , makasih semuanya " jawab Azka yang langsung dianggukan teman-temannya .


" Kalau lu butuh bantuan kita jangan sungkan-sungkan ka , tinggal bilang kita pasti bakal bantuin lu " Ujar Temmy .


" Iya benar ka , kita selalu siap buat bantuin lu " timpal Zaky membenarkan ucapan Temmy .


" Iya kak makasih sebelumnya , kalau ada apa-apa Azka pasti bakal minta bantuan dari kalian kok " Jawab Azka sambil tersenyum .


" Nah bener itu ka , ya udah lebih baik sekarang lu pesan dulu makanan atau minuman biar sedikit rileks " Balas Temmy dan dianggukan yang lainnya .


" Iya sekalian sama lu juga Ra , atau mau gue pesanin " Timpal Zaky sekaligus menawarkan diri .


" Ga usah kak Zaky , Naura bisa sendiri kok " Tolak Naura sambil tersenyum .


Naura Dan Azka hanya memesan minuman dingin untuk sedikit merilekskan pikiran nya sebelum akhirnya mereka harus masuk ke kelas masing-masing .


Masalah dompet Azka serahkan semua pada David , Azka percaya dengan kerja kerasnya David yang selalu membuahkan hasil dan tak pernah mengecewakan dirinya .


Sebenarnya Azka tidak mempermasalahkan jika dompetnya harus hilang ataupun uang yang ada didompetnya , namun ia menyayangkan ID-CART dan berbagai kartu debit yang menurutnya lebih penting . Dan jika memang hilang , Azka sangat malas untuk mengurusinya semuanya .


*****


Sekitar pukul 2 siang , Azka dan yang lainnya telah menyelesaikan kelas , Azka langsung pamit terlebih dahulu karna ingin mengurus dompetnya yang hilang .


Sebenarnya Azka ingin segera ke markas untuk memberi pelajaran pada orang yang sudah berani mencari perkara dengan diri nya . Namun dibalik itu semua Azka bingung , apakah ia harus membawa Naura ke markas ? , dan semua identitas nya harus terbongkar oleh Naura .


Tak ada pilihan lain . Jika Azka mengantarkan Naura pulang terlebih dulu pasti ia akan sedikit kesulitan untuk keluar rumah dan Azka harus membohongi semua orang yang ada dirumah yang pasti akan bertanya mengenai dirinya .


Akhirnya Azka memutuskan membawa Naura ke markas dan merelakan identitasnya diketahui Naura .


Sepanjang perjalanan ke markas Azka sibuk memikirkan tanggapan Naura jika ia telah mengetahui semua tentang dirinya , Azka khawatir Naura akan marah dan akan takut pada dirinya .


" Kita mau kemana kak ? '' tanya Naura ketika melihat jalanan yang sedikit asing dan itu bukan jalan menuju rumahnya .


" Kita pergi ke suatu tempat dulu ya Ra , David sudah mengabari kalau ia sudah menemukan orang yang tadi pagi kita tolong " jawab Azka menjelaskan , sebenarnya Azka sedang diselimuti rasa cemas , ia sangat mencemaskan hubungannya dengan Naura ketika Naura sudah mengetahui semuanya .


Naura hanya mengangguk mengiyakan perkataan Azka , dan ia hanya berpura-pura tidak tahu . Sebenarnya Naura tahu jika ia akan dibawa ke markas oleh Azka


Tak lama mobil Azka sampai dikawasan markas ,


Anak buah Azka sudah banyak yang menyambut dipintu utama , bahkan ketika mobil Azka sudah berhenti , dua orang anak buahnya langsung membukakan pintu mobil untuk Azka dan Naura .


" Ayo kita turun Ra " Ajak Azka lembut .


Kali ini Azka harus rela kehilangan wibawanya sebagai ketua geng didepan semua anak buahnya , pasalnya Azka lebih mengkhwatirkan Naura , iya Azka khawatir Naura ketakutan melihat semua anak buahnya yang memakai pakaian serba hitam .


Naura langsung turun dari mobil , ia tak banyak bertanya , ia lebih memilih diam dan mengikuti semua instruksi Azka .


Semua langsung mengangguk hormat ketika Azka dan Naura sudah turun dari mobil .


Azka meraih tangan Naura , lalu ia langsung mengajaknya masuk ke dalam .


Dari arah samping terdengar suara David yang memanggil Azka seraya berlari .


" Sudah sampai bos ?'' tanya David sambil tersenyum .


" Hmm , dimana orang itu ? '' jawab Azka dengan berdehem dan kembali bertanya balik .


" Jutek amat ni si bos , mentang-mentang jadi ketua gengster " batin Naura menahan tawanya .


" Ada bos " jawab David .


Lalu mereka bertiga masuk ke sebuah lorong yang cukup gelap , Naura ia cukup menikmati semua arsitektur yang ada di markasnya Azka , cukup menarik dan bagus , itulah pendapat Naura .


" Dompet gue aman ?'' tanya Azka lagi .


" Aman bos tapi gue gak berani lihat isinya " jawab David jujur seraya menampilkan barisan giginya .


" Hmmm " Lagi-lagi Azka hanya berdehem menanggapi perkataan David .


" Hmm Hmm Hmm , kaya yang panas dalam aja ni si bos " ledek Naura dalam hati .


" Itu bos orang nya " Tunjuk David ketika mereka sudah sampai diruangan dimana orang yang telah mengambil dompet Azka disekap .


Iya benar , orang nya sama dengan orang yang tadi pagi Azka tolong , Azka tak mengajukan pertanyaan apa pun , ia hanya menatapnya dengan tatapan yang paling menakutkan sehingga orang tersebut langsung menelan salivanya , ia benar-benar ketakutan dan tak ada keberanian untuk mengangkat wajahnya .


Tak begitu lama Azka , Naura dan David langsung meninggalkan ruangan gelap tersebut , dan mereka langsung menuju ke ruangan khusus untuk Azka jika ia sedang di Markas .


😘


😘


😘


Jangan lupa tinggalkan jejak , like , komen , Vote dan jangan lupa tambahkan ke favorit 💙 , terimakasih 🤗🤗🙏 .