The Power Of Love

The Power Of Love
Bab 68 - Penguatan Segel



            Wei Jiang Zheng Zhu segera mengerahkan sihir, membekukan


seluruh mutiara air mata Ren Yu dan menambah lapisan jiejue salju Xue Ling Shen


Zun. Disaat terasa hawa panas, makhluk api berusaha memberontak lebih kuat,


ingin keluar dari jiejue Wei Jiang Zheng Zhu. Dalam keputusasaan, makhluk api


mengeluarkan Permata Nila dan berusaha memanfaatkan aura murni Permata Nila


untuk menerobos jiejue Wei Jiang Zheng Zhu.


            Kuatnya penolakan dari Permata Nila, membuat retakan pada


jiejue Wei Jiang Zheng Zhu. Melihat Wei Jiang Zheng Zhu dan Bei Hai Ren Yu yang


fokus memperbaiki segel salju, jiejue Xue Ling Shen Zun, Cheng Mei turun


tangan, memberikan jiejue di luar Wei Jiang Zheng Zhu pada makhluk api. Ledakan


aura murni Permata Nila, membuat Cheng Mei kewalahan, sementara jiejue Wei


Jiang Zheng Zhu sudah hancur.


            Shui Ling mengerahkan spiritualnya, membantu Cheng Mei


mempertahankan jiejue mengurung makhluk api. Berulang kali mereka membuat


lapisan jiejue diluar jiejue yang akan hancur. Makhluk api juga terus


memberontak, tidak mempedulikan luka dirinya, terus menghantam jiejue dengan


sihirnya. Makhluk api semakin menggila saat melihat Wei Jiang Zheng Zhu hampir


berhasil menutup celah pada retakan segel salju Xue Ling Shen Zun.


            Dalam jiejue Cheng Mei Yue Shen dan Shui Ling Xian Zun,


terlihat ledakan-ledakan berwarna ungu, merah, dan hitam. Makhluk api yang


berada di dalam jiejue, tidak memiliki jalan lari, terluka oleh ledakan-ledakan


yang ditimbulkan penolakan akan hawa atau aura luar dari aura murni Permata


Nila. Permata Nila terus menolak dan memurnikan diri sendiri, hingga


menghancurkan segala sesuatu yang mencoba mempengaruhinya.


            Getaran pada Pusat Lava, mengundang perhatian Li Ming dan


Lin Da Han – Bei Hai Shui Jing yang segera menuju asal getaran. Li Ming yang


melihat makhluk api di dalam jiejue dan Cheng Mei – Shui Ling yang berusaha


menahannya, mengerahkan sihir menyerang Cheng Mei dan Shui Ling. Tepat disaat


itu, Chang Yi Tai Zi muncul, menghadang Li Ming dan menghancurkan serangannya.


            Chang Yi berdiri di hadapan Li Ming Shen Jun “Lin Da Han


Shui Jun, Li Ming Shen Jun menyerang ketenangan Bei Hai, apa yang anda lakukan


?” Chang Yi berbicara dengan dingin, menatap Li Ming dan Lin Da Han. Lin Da Han


Shui Jun, mendengar nada dingin Chang Yi – Bei Hai Ren Yu Tai Zi, hatinya getar


getir. Li Ming Shen Jun yang melihat keraguan pada Lin Da Han Shui Jun,


menunjuk makhluk api “ye fu, dia adalah kesempatan kita untuk mewujudkan segala


impian kita… jangan melupakan cucu anda…”


            Mendengar kata-kata Li Ming Shen Jun, Lin Da Han Shui Jun


mengangkat tangannya “Tai Zi, maafkan yang mulia…” sihir terbentuk pada telapak


tangan Lin Da Han Shui Jun. Chang Yi menatapnya dengan tatapan sengit “anda


memang tidak becus menjadi Bei Hai Shui Jun…” menghardik Lin Da Han Shui Jun.


Lin Yang Shui Jun muncul menahan sihir Lin Da Han Shui Jun “Shui Jun, hentikan,


anda sudah melakukan kesalahan !”


            Melihat begitu banyak yang datang, Li Ming mengerahkan


sihir diam-diam, menyerang Cheng Mei dan jiejue yang mengurung makhluk api.


Dengan gerakan cepat, segera menyelamatkan makhluk api disaat terjadi retakan


pada jiejue Cheng Mei. Chang Yi Tai Zi menyerang Li Ming dan makhluk api,


berhasil melukai keduanya tapi tidak dapat menangkap mereka. Li Ming Shen Jun


berhasil membawa makhluk api melarikan diri dari Bei Hai.


            “Chang Yi, urus Bei Hai…” Wei Jiang Zheng Zhu memerintah,


sementara terus mengalirkan energi menyetabilkan segel salju. Cheng Mei Yue


Shen dan Shui Ling Xian Zun fokus menahan dan memurnikan Permata Nila. Chang Yi


Tai Zi, segera menarik Lin Da Han Shui Jun kembali ke Bei Hai Gong, diikuti Lin


            Wei Jiang Zheng Zhu yang sudah menyelesaikan segel salju,


beralih membantu Cheng Mei Yue Shen dan Shui Ling Xian Zun. Mereka tidak bisa


menghilangkan jiejue, khawatir ledakan akan mempengaruhi segel salju. Hanya


bisa perlahan menarik keluar semua hawa jahat yang di tolak Permata Nila. Shui


Ling Xian Zun terus memerangkap hawa jahat ke dalam bola air dan menariknya


keluar, kemudian memusnahkannya. Sementara Cheng Mei Yue Shen terus


mempertahankan jiejue, agar tidak memberi dampak pada Pusat Lava.


            Wei Jiang Zheng Zhu membantu Shui Ling Xian Zun menarik


hawa jahat dan memurnikan Permata Nila. Wei Jiang Zheng Zhu berusaha menjauhkan


Permata Nila dari hawa jahat, untuk mengurangi efek ledakan, hingga lebih


memudahkan Shui Ling Xian Zun mengumpulkan hawa jahat. Dengan kuatnya


perlawanan dari Permata Nila, membuat mereka membutuhkan waktu lebih lama untuk


memusnahkan semua hawa jahat.


            Sementara Chang Yi Tai Zi menampakkan ketegasannya di Bei


Hai Gong. Chang Yi Tai Zi memberi hukuman pada Lin Da Han Shui Jun, terutama


setelah mengetahui ssebagian kekuatan Bei Hai sudah dikirim pergi mengikuti Li


Ming Shen Jun. Chang Yi Tai Zi masih mempertahankan Lin Da Han Shui Jun,


disebabkan adanya pembicaraan lanjutan antara Li Ming dan Lin Da Han, setelah


kepergian Le Le.


            Ternyata ketiganya menyadari kepergian Le Le dari sisi Li


Ming. Setelah melihat Le Le yang menjauh, Li Ming menarik Lin Da Han berbicara


berdua. Li Ming memberitahu Lin Da Han yang sebenarnya, bahwa yang di


prioritaskan Li Ming saat ini adalah keselamatan calon anaknya dalam kandungan


Ang Ngo. Ang Ngo Gong Zhu bahkan tidak tahu pembicaraan Li Ming dan ayahnya.


            Li Ming ingin memastikan keselamatan calon anaknya dalam


kandungan Ang Ngo, hingga berkolaborasi dengan Lin Da Han. Lin Da Han akan


memberikan setengah kekuatan Bei Hai untuk mendukung perjuangan Li Ming dan


perang melawan Huo Ling Tian Zun. Selain itu, hal ini juga untuk diperlihatkan


pada Le Le, bahwa kerjasama diantara mereka belum putus.


            Setengah dari kekuatan Bei Hai akan tetap di Bei Hai


untuk melindungi Bei Hai dan Ang Ngo Gong Zhu beserta calon anak mereka. Lin Da


Han yang mendengarnya dan merasa tidak dirugikan, segera menyetujuinya. Lin Da


Han masih menyimpan ketakutan akan kekuatan Bei Hai Ren Yu. Lagipula sebelumnya


Wei Jiang Zheng Zhu sudah dengan jelas memperingatinya untuk tidak membantu Li


Ming dan mengingat tradisi mereka sendiri.


            Lin Da Han Shui Jun memang memiliki obsesi, tapi sebelum


menjalankan obsesinya, lebih memilih mempertahankan dirinya sendiri. Jika


pemberontakan Li Ming berhasil, Lin Da Han hanya akan memperoleh manfaat tidak


ada dampaknya. Jika pemberontakan Li Ming tidak berhasil, setidaknya Lin Da Han


masih memiliki statusnya sebagai Bei Hai Shui Jun. melihat aksi Xue Ling Shen


Zun dan Wei Jiang Zheng Zhu sebelumnya, Lin Da Han tidak berani gegabah,


menyadari kekuatannya yang bukan tandingan kedua Zun Shen itu.


            Setelah berusaha beberapa jam, akhirnya Wei Jiang Zheng


Zhu, Shui Ling Xian Zun, dan Cheng Mei Yue Shen, berhasil memurnikan Permata


Nila. Permata Nila yang sudah tidak merasakan adanya bahaya, tidak menunjukkan


penolakan lagi, melayang dalam cahayanya sendiri. Shui Ling memasukkan Permata


Nila dalam jiejue. Melihat Permata Nila yang tidak melakukan perlawanan dalam


jiejue, karena tidak merasakan adanya bahaya atau hal yang bertentangan dengan


aura murninya. Shui Ling tersenyum melihat Permata Nila yang dengan tenang


masuk ke tangannya.