The Power Of Love

The Power Of Love
Sial



Naura sudah menyelesaikan ritualnya dikamar mandi , ia pun langsung keluar setelah mengenakan pakaian nya .


" Udah ? , Ayo Ra kita langsung ke mushola " Tanya Azka sekaligus mengajak Naura ketika ia melihat Naura sudah keluar dari kamar mandi , iya memang sudah kebiasaan Azka selalu menunggu Naura dan mereka akan bersama-sama ke mushola .


" Iya kak " Jawab Naura sedikit canggung , lalu ia segera meraih mukenanya dan langsung memakai atasan nya saja .


" Ayo kak " ajak Naura , lalu keduanya berjalan beriringan menuju mushola keluarga .


Tak ada obrolan antara pasangan suami istri itu , keduanya diselimuti rasa canggung .


Malu , jelas Azka sangat malu dengan Naura , karna walau pun mereka sudah sah sebagai pasangan suami istri tapi hubungan keduanya belum terlalu jauh bahkan mereka belum pernah melakukan hal-hal yang biasa pasangan suami istri lakukan .


Tak lama Azka dan Naura sudah sampai dimushola dan ternyata hampir semua anggota keluarganya sudah berkumpul kecuali keluarga kecil Manda dan keluarga kecil Dara .


Setelah keluarga kecil Manda dan keluarga kecil Dara datang , mereka langsung saja melaksanakan sholat subuh berjama'ah .


Sikembar , Zani , Kiya , dan Fawwaz mereka pun dengan semangat ikut sholat subuh berja'maah .


Sholat subuh berjama'ah pun berjalan dengan khusu dan khidmat .


*****


Setelah melakukan sarapan pagi bersama-sama dirumah Alex , semua orang langsung pamit undur diri karna harus melakukan aktivitas seperti biasanya yaitu ada yang bekerja dan ada yang harus ke kampus .


Kini tinggal keluarga bi Tuti , kakek Andi dan juga Oma Sandra dan opa Abi yang masih setia dirumah Alex yang masih ingin melapas rindunya dengan Shalwa dan Alex .


Sementara itu didalam mobil Azka kini hanya tercipta kesunyian , Naura atau pun Azka kedua nya masih setia saling diam dalam kecanggungan , tak ada yang berani angkat suara terlebih dulu .


" Kenapa jadi canggung kaya gini sii " batin Azka frustrasi , ia tak tau harus memulai dari mana agar terjalin obrolan dengan Naura .


Jalanan pagi ini cukup lancar , namun tiba-tiba saja ada sedikit keributan disebrang jalan , Azka langsung memberhentikan mobilnya disamping jalan .


" Ada apa itu kak ?'' tanya Naura sambil celingukan ke arah luar .


" Kamu tunggu disini ya Ra " pinta Azka , bukannya menjawab Azka malah meminta Naura agar tetap didalam mobil .


Azka keluar dari mobil dan ia langsung menyebrangi jalan lalu mendekati ke tempat keramaian tersebut .


Ternyata ada seorang pencopet yang sedang dikerumuni dan dikroyoki masal bahkan keadaan pencopet itu sudah sangat memprihatinkan karna banyak luka lebam diwajahnya , ia dikroyoki masal karna ketahuan mencopet .


Azka langsung masuk ditengah kerumunan itu , ia langsung menghentikan aksi pengeroyokan tersebut , dan semua orang langsung menghentikan aksinya dan melihat ke arah Azka .


" Tolong , tolong saya " Ucap Sipencopet tersebut mendekat ke arah Azka .


" Maaf ada apa ini sebenarnya ?'' tanya Azka sopan .


" Jangan-jangan dia masih komplotan si pencopet ini " Ujar salah satu dari mereka seraya menunjuk Azka dan sipencopet tersebut .


" Maaf ya pak saya tidak mengenali nya , saya hanya ingin mengingatkan bapak-bapak jangan berbuat seenaknya jika dia bersalah bapak bisa melaporkan nya ke pihak berwajib bukan dikroyoki seperti ini " Tutur Azka memberi saran .


Namun ternyata sekumpulan orang tersebut tidak menerima saran dari Azka , dan ia malah menyerang Azka balik .


Azka dengan gerak cepat langsung bersiap dan melawan mereka , dan entah dari kapan Naura sudah ada dibelakangnya yang langsung sigap membantu Azka untuk melawan beberapa orang tersebut .


Naura tak mungkin hanya berdiam diri membiarkan Azka melawan segerombolan orang-orang yang jumlahnya lebih dari sepuluh orang .


Ketika sedang saling baku hantam , tiba-tiba saja ada suara mobil polisi , Azka dan Naura ia langsung membubarkan diri tak lupa ia membawa sipencopet tadi untuk ikut ke dalam mobil .


" Kamu gapapa kan Ra ?'' tanya Azka ketika mereka sudah menjalankan mobilnya .


" Naura gapapa kok kak , Kak Azka juga baik-baik aja kan ?'' jawab Naura sekaligus bertanya .


" Syukurlah , Azka juga baik-baik aja Ra " Jawab Azka , lalu ia mengambil ponselnya untuk menghubungi asistennya yang bernama David .


" Vid tolong datang segera ke jalan XXXI , sekarang juga gue tunggu ! " Ucap Azka ketika sambungan telponnya sudah tersambung , lalu tanpa menunggu jawaban dari asistennya ia langsung mematikan telponnya begitu saja .


Tak lama Azka langsung memberhentikan mobilnya dan ternyata mobil asisten nya sudah terparkir rapi disana .


Azka menghubungi asistennya kembali tanpa ada niatan ingin keluar dari dalam mobil .


" Vid keluar , gue ada dibelakang mobil lu " Ujar Azka dan lagi-lagi ia langsung mematikan telponnya secara sepihak .


Tak lama dari sambungan telponnya , David keluar dan langsung menghampiri boss nya itu .


" Ada apa boss ? " tanya David .


" Urus orang ini ! , dan bawa ia ke rumah sakit sepertinya luka lebamnya cukup serius " Perintah Azka sambil memberi kode ke pencopet tersebut .


" Dia siapa boss ? " tanya David bingung .


" Udah laksanakan aja apa yang gue katakan barusan ! , nanti gue kasih tau lewat telepon " Jawab Azka dingin .


" Baik boss " Balas David , lalu ia segera membukakam pintu belakang dan membawa sipencopet itu untuk ikut dengannya .


Walau awalnya sipencopet itu menolak dan memberontak namun David tetap berhasil membawanya masuk ke dalam mobil .


Azka langsung menjalankan kembali mobil nya menuju kampus , pasti teman-teman nya sudah menunggu dan pasti bakal ada banyak pertanyaan yang akan mereka ajukan pada Azka dan Naura .


Dan benar saja ponsel Naura dan Azka sudah bedering berkali-kali , pasti itu chat yang masuk dari teman-teman nya .


Tak lama mobil Azka sampai dikampus , ia langsung memarkirkan nya ditempat biasa . Azka dan Naura sama-sama keluar dari mobil , namun sebelum itu mereka merapikan dulu penampilan nya karna tadi sedikit berantakan setelah baku hantam dengan segerombolan orang-orang itu .


Naura dan Azka langsung menuju kantin karna teman-teman nya menunggu disana , sesampai dikantin benar saja teman-temannya langsung mengajukan banyak pertanyaan pada Azka dan Naura .


" Kalian dari mana ? "


" Kenapa lama banget ? , perasaan tadi kita berangkat bareng-bareng deh ''


Itulah pertanyaan dari Ocha , dan masih banyak pertanyaan yang diajukan teman-teman yang lain nya .


Azka dan Naura saling melirik lalu mereka mendudukkan badannya disamping Ocha , Namun sebelum itu Azka meraba dompetnya yang biasa ia simpan disaku celana .


Azka mengecek semua saku dicelana nya dan ia tidak menemukan dompet miliknya , lalu Azka langsung menggeledah isi tasnya dan hasilnya sama dompetnya tidak ditemukan .


" Sialll " Umpat Azka , ia yakin dompetnya diambil sipencopet yang ia tolong tadi .


😘


😘


😘


Jangan lupa tinggalkan jejak , like, komen, Vote dan jangan lupa tambahkan ke favorit 💙 , terimakasih 🤗🤗🙏.