The Power Of Love

The Power Of Love
Drama Aira



Setelah lelah berbelanja , Azka mengajak Naura dan Aira untuk mampir ke sebuah restoran yang terkenal dengan berbagai hidangan yang cukup menggiurkan lidah , dan tempatnya masih disekitar Mall .


Aira langsung menyambutnya dengan semangat 45 , sedangkan Naura ia hanya tersenyum seraya menggelengkan kepala , merasa heran dengan Aira yang mempunyai tenaga yang tak kunjung habis , padahal dirinya sudah merasa cukup lelah yang sedari tadi sudah berkeliling mall bareng Azka dan Aira .


" Cape ya ?, '' tanya Azka sambil menatap Naura .


" Sedikit " , jawab Naura sambil menampilkan barisan gigi putih dan rapinya.


" Yahh... , Bunda kalah sama Aira , Aira saja masih semangat , iya kan nak ? " , timpal Azka sekaligus meminta persetujuan pada Aira .


Dan Aira langsung mengangguk mengiyakan .


" Bunda cape ? " , tanyanya seraya mendongak melihat Naura .


'' Ngga ko " Jawab Naura tersenyum , lalu ia melirik ke arah Azka dan langsung memberinya tatapan yang mematikan .


Azka langsung terdiam , lalu ia kembali berjalan seraya sesekali mengajak Aira mengobrol dan bercanda , sampai akhirnya mereka sampai direstoran yang Azka maksud .


Ketiganya langsung duduk dikursi kosong , dan tak begitu lama seorang pramusaji datang dengan membawa buku menu .


" Mau pesan apa Ay ? " , tanya Azka lembut seraya melirik Naura .


" Aku samain aja sama kamu Bee " , jawab Naura yang langsung dianggukan oleh Azka .


" Kalau Aira mau makan apa nak ? " , Tanya Azka bergantian bertanya kepada Aira .


" Aira mau makanan yang sama kaya Bunda " Jawab Aira sambil melirik Naura disampingnya .


Azka langsung menepuk jidatnya , berati itu tandanya ia yang harus menentukan menu makanan , yang pasti nya yang bisa dimakan oleh Naura dan juga Aira . Dan setelah membulak balik buku menu Azka menentukan pilihan pada Beef Steak ORI untuk Aira dan Beef Steak saus lada hitam untuk dirinya dan Naura , tak lupa makanan pelengkap lainnya dan juga jus orange .


Sambil menunggu pesanan , Azka tak henti-hentinya mengajak Aira berbicara , sedangkan Naura ia hanya menonton dan sesekali melihat ponsel yang ada ditangannya .


" Aira senang gak jalan-jalan sama Ayah dan Bunda ? " , tanya Azka tersenyum seraya melihat Aira .


" Senang Ayah , Aira sena...ng banget " , jawab Aira antusias dan ia memperagakan dengan kedua tangannya ketika berucap senang .


Azka dan Naura langsung terkekeh .


" Kalau Aira senang berarti Aira harus mengucapkan ? ," balas Naura yang akhirnya ikut menimpali .


" Alhamdulillah " , jawab Aira seraya mengangkat kedua tangannya lalu ia usapkan ke wajahnya .


" Masya Allah Aira pintar banget sii , diajarin sama siapa nak ? " , kagum Azka sekaligus bertanya .


" Bunda " , jawab nya seraya tersenyum ke arah Naura .


Azka langsung menganggukan kepalanya .


Dan berbarengan dengan itu pesanan mereka datang , dan lagi-lagi Aira yang mengucapkan terimakasih pada seorang pramusaji yang mengantarkan makanan untuk mereka.


" Sama-sama dek , selamat menikmati semuanya " Jawab nya sambil tersenyum ramah dan mengangguk .


" Iya makasih ya mas ", Balas Naura ramah , dan hanya dianggukan pramusaji itu , lalu ia berlalu meninggalkan meja Naura .


Sebelum menikmati makanannya masing-masing , Azka dengan cepat membantu Aira untuk memotong Beef Steak menjadi bagian kecil-kecil , agar Aira tidak kesulitan ketika ingin memakannya .


" Makasih Ayah '' , Ucap Aira tersenyum seraya menampilkan wajah imutnya .


" Sama-sama sayang " Jawab Azka seraya mengelus pipi Aira lembut .


Naura hanya menanggapi keduanya dengan senyuman .


" Selamat makan " , Ucap Naura bersemangat ketika melihat beberapa makanan didepannya .


" Selamat makan sayang " , jawab Azka tersenyum , dan Aira ia langsung melirik ke arah Naura dan Azka .


" Selamat makan bunda , Ayah " , ucapnya ragu-ragu .


" Selamat makan Aira sayang " , jawab Naura dan Azka kompak .


*****


Selama perjalanan pulang , Aira seperti nya kelelahan dan ia tertidur dipangkuan Naura , padahal mobil Azka belum lama melaju tapi Aira sudah tertidur pulas .


" Sepertinya dia kelelahan Bee " , Ujar Naura tersenyum seraya mengelus lembut kepala Aira yang tertidur dipangkuannya .


" Iya Ay , habis seharian ini dia aktif banget " , jawab Azka yang melirik ke arah Aira seraya ikut mengelus kelapa Aira lembut , lalu kembali fokus ke arah depan .


Setelah bermacet-macetan karna jalanan sore cukup padat , akhirnya mobil Azka sampai dipanti Asuhan . Dan Aira masih tertidur pulas dipangkuan Naura .


" Tunggu Ay , biar Bee yang gendong Aira ke dalam " , intruksi Azka , dan Naura langsung menurut .


Seperti biasa kedatangan mereka langsung disambut bahagia oleh semua warga panti . Azka meminta bantuan pada pak Saswi dan beberapa anak laki-laki dipanti Asuhan untuk menurunkan semua barang bawaan mereka , karna Azka kesusahan yang harus menggendong Aira yang tertidur .


Tak lupa Azka pun membelikan banyak makanan yang ada direstoran tadi untuk semua warga panti .


" Oalah Aira tertidur nak ? " , tanya Bu Susi yang melihat Aira yang tertidur pulas digendongan Azka .


" Iya Bu , sepertinya dia kelelahan " , jawab Azka tersenyum .


Bu Susi langsung mengantarkan Azka untuk ke kamar Aira dan menidurkannya , Namun belum saja Azka membaringkan Aira , ia sudah membuka kedua matanya dan langsung bertanya keberadaan bundanya .


" Ayah , bunda dimana ? " , tanya Aira dengan suara pelan .


" Bunda ada didepan , Aira bobo lagi ya " , jawab Azka lembut .


" Ngga mau , Aira mau bobo sama bunda " Jawab Aira seraya kedua matanya sudah berkaca-kaca .


" Ya udah kita ke bunda sekarang ya , kita kedepan " , balas Azka yang panik melihat Aira akan menangis.


Bu Susi hanya tersenyum dan menggelengkan kepalanya melihat Aira yang tak mau jauh sedikit pun dari Naura .


Naura ternyata tengah membagikan baju yang ia beli pada semua anak panti , terlihat ia begitu senang dan semangat .


" Bunda " , teriak Aira .


" Loh Aira sudah bangun nak ?'' , tanya Naura heran , dan ia melirik ke arah Azka , namun Azka malah mengangkat kedua bahunya .


Tak lama semua sudah mendapatkan bajunya masing-masing , begitupun dengan makanannya .


Naura ia langsung diajak ke ruang tamu oleh Bu Susi dan Pak Saswi . Dan lagi-lagi pak Saswi dan Bu Susi mengucapkan banyak-banyak terima kasih pada Naura dan Azka .


" Sama-sama Bu , mungkin ini sudah rezeqi mereka dan kami hanya pelantara disini " , jawab Azka yang langsung dianggukan Naura .


Karna hari semakin sore Azka dan Naura pun langsung pamit untuk pulang , namun apa yang terjadi , Aira ia malah menangis dan keukeh ingin ikut Naura dan Azka .


" Aira sayang , nanti besok kan Aira bakal bertemu lagi sama Ayah dan bunda " , bujuk Bu Susi , namun Aira malah terus menangis dan menempel dalam pangkuan Naura .


" Ga mau , Nuara mau ikut bunda dan Ayah lagi " , jawabnya dengan suara tersengal-sengal karna menangsi .


Naura dan Azka sudah membujuk Aira dengan berbagai cara namun hasilnya Aira malah semakin menangis dan semakin erat memeluk Naura .


" Aira ikut Ayah dan bundanya besok saja ya nak , Ayah janji besok bakalan kesini lagi buat jemput Aira " , bujuk Azka seraya mengelus kepala Aira lembut .


" Ga mau , Aira mau ikut bunda dan Ayah sekarang " , jawab nya bahkan Aira kini sudah menangis sesenggukan .


Azka dan Naura ia bingung harus membujuk dengan cara apalgi , ditambah mereka kasihan melihat Aira yang terus menangis , begitupun dengan Bu Susi dan Pak Saswi mereka tidak bisa berbuat apa-apa ditambah Aira sedari tadi terus memeluk Naura .


😘


😘


😘


Jangan lupa tinggalkan jejak , like , komen , vote dan tambahkan ke Favorit 💙 , terimakasih 🤗🤗🤗🙏 .