
Han Ling menikmati kemanjaan Xue Ling ‘beginikah rasanya
jatuh cinta ? aku merasa bahagia hanya dengan melihat senyumannya. Aku bersedih
melihat kesedihannya. Bersama dengannya, jantungku berdebar sangat cepat. Tidak
dapat melihatnya, hati ini sangat gelisah. Xiao Xue, malam-malam ini tidak
dapat melihatmu, tidak dapat menjangkaumu, aku tidak tahu bagaimana bisa
menunggu pagi itu tiba. Hati ini bisa kesal dan marah padamu karena
kegelisahanku sendiri, tapi begitu melihat wajahmu, bagai melihat penolong yang
akan menyelamatkan hidupku. Huh Xiao Xue, jika aku tahu cinta seindah ini, aku
sudah menahanmu disisiku dari awal.’
Xue Ling merasa nyaman dalam pelukan Han Ling, wajahnya
melihat ke jendela yang menampilkan ribuan balon udara yang di lepas ke angkasa
“Han ge, kita juga melepas balon, bagaimana ?” “baik…” wajah Xue Ling segera
berbinar “ayo… ayo…” melerai pelukan dan menarik Han Ling ke tempat pelepasan
balon. Mereka membeli 1 balon udara kotak yang besar “hmm… kita menulis di
masing-masing sisi bagaimana ?” Xue Ling menawarkan “Jie, apa yang mau di tulis ?”
Shui Ling bertanya.
Lin Yang “bukankah balon udara begini untuk menulis
harapan ?” Han Ling mencibir “apakah anda masih perlu menulis harapan !” Lin
Yang cekikikan. Xue Ling melihat balon udara “hmm tidak menulis, kita
menggambar bagaimana ? terserah menggambar apa saja yang ada difikiran kalian
saat ini !” Xue Ling langsung mulai menggambarkan miliknya diikuti lainnya.
Gambar Xue Ling adalah batu 7 warna yang berkumpul menjadi 1 membentuk berlian,
berada di dalam lingkaran utuh. Gambar Shui Ling adalah air terjun yang
mengalir ke lautan. Gambar Han Ling adalah sebuah pohon dengan bunga-bunga yang
bermekaran dan berjatuhan bagai musim semi. Gambar Lin Yang adalah gambar tetesan-tetesan
air hujan dan seekor naga air yang sedang bermain dengan bebas.
“baik, sudah selesai semua ?” Xue Ling bertanya dan
mendapat anggukan ketiganya. Berempat melepasnya bersama-sama “jie, apa arti
dari gambarmu itu ?” Shui Ling bertanya dan hanya mendapat senyuman dari Xue
Ling. Mereka duduk dan melihat balon-balon udara yang menghiasi langit luas
“hmm… ternyata hal sederhana ini sangat menenangkan” Lin Yang berguman, Xue
Ling tersenyum "anda harus lebih banyak melihat hal seperti ini !"..
Perlahan terdengar hembusan nafas yang pelan dan teratur
dalam dekapan Han Ling “akhirnya tertidur !” Shui Ling berguman “ayo, kita
kembali !” membawa mereka menjauhi keramaian tapi tidak berhenti di penginapan.
Mereka menghilang di tempat yang jauh dari jangkauan masyarakat fana.
“Shen Jun, berikan jiejie kepadaku !” Shui Ling ingin
mengambil Xue Ling dari gendongan Han Ling. Han Ling menggeleng dan mundur
beberapa langkah “Xiao Xue akan ikut denganku !” Shui Ling tersenyum miring
“Han Ling Shen Jun, anda belum menikah dengan Shen Zun !” Han Ling tersenyum
melihat gadis di dalam gendongannya “dari saat Xiao Xue mengiyakanku, Xiao Xue
sudah menjadi istriku !” meninggalkan senyuman pada Shui Ling, berbalik dan
berjalan menuju Zheng Guang Gong. Shui Ling tidak menahan, hanya nyengir dan
berbalik kembali ke istana. Lin Yang pun kembali ke tempatnya, tanpa mengatakan
apapun.
Xue Ling terbangun di sisi Han Ling yang tertidur nyenyak
dengan memeluknya. Xue Ling tersenyum, membelai wajah Han Ling “sangat nyaman
tidur bersamaku ?” bibir Han Ling naik membentuk senyuman “sangat nyaman,
temani aku tidur sesaat lagi !” mengeratkan pelukannya. Xue Ling menggelengkan
pelukannya sudah tertidur, Han Ling membuka mata dengan senyuman ‘sangat
nyaman… aku tidak pernah tidur senyenyak ini sebelumnya… Xiao Xue-ku… istriku…’
mengecup kening Xue Ling.
Xue Ling memanfaatkan waktu Han Ling lengah, menghilang
dari Zheng Guang Gong. Kepergiannya yang tanpa pamit, membuat Han Ling
frustasi, mencari kemana-mana. Xue Ling tidak kembali ke Xue Zuan Shi Gong,
tidak ada yang mengetahui kemana gadis nakal itu. “Xiao Xue… dimana dirimu ?
jangan sampai terjadi sesuatu padamu, aku bisa gila !” Lin Yang iba terhadap kesedihan Han Ling “apa kalian
bertengkar ?” Han Ling menggeleng.
Han Ling melamun, mencoba memikirkan tempat-tempat yang
kemungkinan dapat menemukan Xue Ling, tidak menyadari kedua mata yang terus
memperhatikannya. Han Ling berulang kali menghela nafas dan meminum araknya
“Sh…” Lin Yang masuk dan hampir bersuara, tapi mendapat kode langsung menutup
rapat mulutnya. Kembali mendapat kode, Lin Yang menghampiri Han Ling “Han Ling,
hentikan ! bagaimana jika Shen Zun kembali dan melihatmu seperti ini ?” menahan
tangan Han Ling yang terus mencekoki dirinya arak.
Han Ling nyengir “Xiao Xue sudah pergi, dia tidak
menginginkanku ! Shen Zun itu sudah meninggalkanku ! Xiao Xue marah atas apa
yang dulu kulakukan padanya, sudah tidak mencintaiku.” Lin Yang iba melihat Han
Ling “jangan seperti ini ! mungkin saja dia hanya pergi melakukan sesuatu, akan
segera kembali !” Han Ling menggeleng “sudah sebulan… dia sudah pergi sebulan…
aku selalu menunggu disini, aku takut dia kembali dan tidak menemukanku, akan
marah dan pergi lagi… tapi sudah sebulan… aku harus mencarinya kemana lagi ?” menunduk dalam kesedihannya.
Lin Yang menyodorkan teh pada Han Ling “kau begini
mabuk-mabukan juga bukanlah hal yang baik” Han Ling tidak mengambil tehnya
“sebanyak apapun arak kuminum tidak bisa mengurangi rasa sakitku…” Lin Yang
mengerutkan kening “apa kau terluka ?” Han Ling mengangguk, Lin Yang melihat ke
pemberi kode “dimana lukamu ? aku perlu memanggil Yao Wang !” Han Ling
menggeleng “tidak ada yang bisa mengobatiku !”
Sebuah tangan berada di atas tangan Han Ling, memeriksa
nadinya. Han Ling tidak memperhatikan, terus meminum araknya “Han Ling, kau
terluka tapi terus meminum arak, ini tidak akan baik untuk pemulihanmu !” Lin
Yang menasehati. Han Ling menunduk “kau pergilah ! aku ingin sendiri !” Lin
Yang menghela nafas “baiklah, aku akan mencari Yao Wang ! kau jaga dirimu
sendiri !” Han Ling tidak merespon.
Han Ling terus minum hingga arak dalam kendinya habis
“Xiao Xue, dimana kamu ? aku sangat merindukanmu ! hatiku sangat sakit ! apa
kau lagi membalasku ! lebih baik kau membunuhku, aku tidak dapat menahan rasa
sakit ini !” menunduk. Sebuah tubuh berdiri di hadapannya “aku tidak perlu
diperiksa ! kalian pergilah !” dua tangan naik dan memegang pundak Han Ling.
Han Ling mengangkat kepalanya, nyengir “aku berhalusinasi
lagi ! Xiao Xue, aku sangat merindukanmu !” wajah itu tersenyum, kedua tangan
perlahan menarik tubuh Han Ling masuk ke pelukannya. Kepala Han Ling berada di
dadanya. Han Ling bisa mendengar detak jantung yang stabil. Perlahan kedua
tangan Han Ling naik, memeluk tubuh mungil itu, mengeratkan pelukannya “Xiao
Xue, walau hanya halusinasi pun tak apa. Biarkan seperti ini saja, kita begini
saja, jangan pergi !” menghirup wangi yang akrab di hidungnya.