The Power Of Love

The Power Of Love
Bab 31 - Kemana Xiao Xue ?



Han Ling menikmati kemanjaan Xue Ling ‘beginikah rasanya


jatuh cinta ? aku merasa bahagia hanya dengan melihat senyumannya. Aku bersedih


melihat kesedihannya. Bersama dengannya, jantungku berdebar sangat cepat. Tidak


dapat melihatnya, hati ini sangat gelisah. Xiao Xue, malam-malam ini tidak


dapat melihatmu, tidak dapat menjangkaumu, aku tidak tahu bagaimana bisa


menunggu pagi itu tiba. Hati ini bisa kesal dan marah padamu karena


kegelisahanku sendiri, tapi begitu melihat wajahmu, bagai melihat penolong yang


akan menyelamatkan hidupku. Huh Xiao Xue, jika aku tahu cinta seindah ini, aku


sudah menahanmu disisiku dari awal.’


Xue Ling merasa nyaman dalam pelukan Han Ling, wajahnya


melihat ke jendela yang menampilkan ribuan balon udara yang di lepas ke angkasa


“Han ge, kita juga melepas balon, bagaimana ?” “baik…” wajah Xue Ling segera


berbinar “ayo… ayo…” melerai pelukan dan menarik Han Ling ke tempat pelepasan


balon. Mereka membeli 1 balon udara kotak yang besar “hmm… kita menulis di


masing-masing sisi bagaimana ?” Xue Ling menawarkan “Jie, apa yang mau di tulis ?”


Shui Ling bertanya.


Lin Yang “bukankah balon udara begini untuk menulis


harapan ?” Han Ling mencibir “apakah anda masih perlu menulis harapan !” Lin


Yang cekikikan. Xue Ling melihat balon udara “hmm tidak menulis, kita


menggambar bagaimana ? terserah menggambar apa saja yang ada difikiran kalian


saat ini !” Xue Ling langsung mulai menggambarkan miliknya diikuti lainnya.


Gambar Xue Ling adalah batu 7 warna yang berkumpul menjadi 1 membentuk berlian,


berada di dalam lingkaran utuh. Gambar Shui Ling adalah air terjun yang


mengalir ke lautan. Gambar Han Ling adalah sebuah pohon dengan bunga-bunga yang


bermekaran dan berjatuhan bagai musim semi. Gambar Lin Yang adalah gambar tetesan-tetesan


air hujan dan seekor naga air yang sedang bermain dengan bebas.


“baik, sudah selesai semua ?” Xue Ling bertanya dan


mendapat anggukan ketiganya. Berempat melepasnya bersama-sama “jie, apa arti


dari gambarmu itu ?” Shui Ling bertanya dan hanya mendapat senyuman dari Xue


Ling. Mereka duduk dan melihat balon-balon udara yang menghiasi langit luas


“hmm… ternyata hal sederhana ini sangat menenangkan” Lin Yang berguman, Xue


Ling tersenyum "anda harus lebih banyak melihat hal seperti ini !"..


Perlahan terdengar hembusan nafas yang pelan dan teratur


dalam dekapan Han Ling “akhirnya tertidur !” Shui Ling berguman “ayo, kita


kembali !” membawa mereka menjauhi keramaian tapi tidak berhenti di penginapan.


Mereka menghilang di tempat yang jauh dari jangkauan masyarakat fana.


“Shen Jun, berikan jiejie kepadaku !” Shui Ling ingin


mengambil Xue Ling dari gendongan Han Ling. Han Ling menggeleng dan mundur


beberapa langkah “Xiao Xue akan ikut denganku !” Shui Ling tersenyum miring


“Han Ling Shen Jun, anda belum menikah dengan Shen Zun !” Han Ling tersenyum


melihat gadis di dalam gendongannya “dari saat Xiao Xue mengiyakanku, Xiao Xue


sudah menjadi istriku !” meninggalkan senyuman pada Shui Ling, berbalik dan


berjalan menuju Zheng Guang Gong. Shui Ling tidak menahan, hanya nyengir dan


berbalik kembali ke istana. Lin Yang pun kembali ke tempatnya, tanpa mengatakan


apapun.


Xue Ling terbangun di sisi Han Ling yang tertidur nyenyak


dengan memeluknya. Xue Ling tersenyum, membelai wajah Han Ling “sangat nyaman


tidur bersamaku ?” bibir Han Ling naik membentuk senyuman “sangat nyaman,


temani aku tidur sesaat lagi !” mengeratkan pelukannya. Xue Ling menggelengkan


pelukannya sudah tertidur, Han Ling membuka mata dengan senyuman ‘sangat


nyaman… aku tidak pernah tidur senyenyak ini sebelumnya… Xiao Xue-ku… istriku…’


mengecup kening Xue Ling.


Xue Ling memanfaatkan waktu Han Ling lengah, menghilang


dari Zheng Guang Gong. Kepergiannya yang tanpa pamit, membuat Han Ling


frustasi, mencari kemana-mana. Xue Ling tidak kembali ke Xue Zuan Shi Gong,


tidak ada yang mengetahui kemana gadis nakal itu. “Xiao Xue… dimana dirimu ?


jangan sampai terjadi sesuatu padamu, aku bisa gila !” Lin Yang iba terhadap kesedihan Han Ling “apa kalian


bertengkar ?” Han Ling menggeleng.


Han Ling melamun, mencoba memikirkan tempat-tempat yang


kemungkinan dapat menemukan Xue Ling, tidak menyadari kedua mata yang terus


memperhatikannya. Han Ling berulang kali menghela nafas dan meminum araknya


“Sh…” Lin Yang masuk dan hampir bersuara, tapi mendapat kode langsung menutup


rapat mulutnya. Kembali mendapat kode, Lin Yang menghampiri Han Ling “Han Ling,


hentikan ! bagaimana jika Shen Zun kembali dan melihatmu seperti ini ?” menahan


tangan Han Ling yang terus mencekoki dirinya arak.


Han Ling nyengir “Xiao Xue sudah pergi, dia tidak


menginginkanku ! Shen Zun itu sudah meninggalkanku ! Xiao Xue marah atas apa


yang dulu kulakukan padanya, sudah tidak mencintaiku.” Lin Yang iba melihat Han


Ling “jangan seperti ini ! mungkin saja dia hanya pergi melakukan sesuatu, akan


segera kembali !” Han Ling menggeleng “sudah sebulan… dia sudah pergi sebulan…


aku selalu menunggu disini, aku takut dia kembali dan tidak menemukanku, akan


marah dan pergi lagi… tapi sudah sebulan…  aku harus mencarinya kemana lagi ?” menunduk dalam kesedihannya.


Lin Yang menyodorkan teh pada Han Ling “kau begini


mabuk-mabukan juga bukanlah hal yang baik” Han Ling tidak mengambil tehnya


“sebanyak apapun arak kuminum tidak bisa mengurangi rasa sakitku…” Lin Yang


mengerutkan kening “apa kau terluka ?” Han Ling mengangguk, Lin Yang melihat ke


pemberi kode “dimana lukamu ? aku perlu memanggil Yao Wang !” Han Ling


menggeleng “tidak ada yang bisa mengobatiku !”


Sebuah tangan berada di atas tangan Han Ling, memeriksa


nadinya. Han Ling tidak memperhatikan, terus meminum araknya “Han Ling, kau


terluka tapi terus meminum arak, ini tidak akan baik untuk pemulihanmu !” Lin


Yang menasehati. Han Ling menunduk “kau pergilah ! aku ingin sendiri !” Lin


Yang menghela nafas “baiklah, aku akan mencari Yao Wang ! kau jaga dirimu


sendiri !” Han Ling tidak merespon.


Han Ling terus minum hingga arak dalam kendinya habis


“Xiao Xue, dimana kamu ? aku sangat merindukanmu ! hatiku sangat sakit ! apa


kau lagi membalasku ! lebih baik kau membunuhku, aku tidak dapat menahan rasa


sakit ini !” menunduk. Sebuah tubuh berdiri di hadapannya “aku tidak perlu


diperiksa ! kalian pergilah !” dua tangan naik dan memegang pundak Han Ling.


Han Ling mengangkat kepalanya, nyengir “aku berhalusinasi


lagi ! Xiao Xue, aku sangat merindukanmu !” wajah itu tersenyum, kedua tangan


perlahan menarik tubuh Han Ling masuk ke pelukannya. Kepala Han Ling berada di


dadanya. Han Ling bisa mendengar detak jantung yang stabil. Perlahan kedua


tangan Han Ling naik, memeluk tubuh mungil itu, mengeratkan pelukannya “Xiao


Xue, walau hanya halusinasi pun tak apa. Biarkan seperti ini saja, kita begini


saja, jangan pergi !” menghirup wangi yang akrab di hidungnya.