The Power Of Love

The Power Of Love
Bab 39 - Dimana Han Ling yang dingin ?



            Huo Ling kembali serius setelah tertawa “sebenarnya Fu


Wang Mu Hou pernah mencurigainya. Tidak tahu bagaimana lainnya, tapi diantara


kami bertiga, jiejie lah yang paling tidak bisa di tebak. Beliau hanya embun


yang terjatuh di bunga teratai yang layu, tidak mempunyai tempat tetap seperti


kami. Mungkin embun yang terjatuh dari tempat seharusnya.” Ling Siang


“bagaimana denganmu sendiri ? apa kau tidak menginginkannya ?” Huo Ling


menggeleng “Siang er, jika bisa, aku hanya ingin bergandengan tangan denganmu,


menetap di satu tempat, dunia kita berdua” Ling Siang tersenyum manis.


            Di kamar lainnya, Han Ling tertidur nyenyak dengan


memeluk Xue Ling. Xue Ling terbangun dengan tubuh yang sakit, cemberut melihat Han


Ling yang masih tertidur nyenyak. Xue Ling mencoba bangun tapi kembali


terjatuh, mengejutkan Han Ling “Xiao Xue, ada apa ?” Xue Ling menggelengkan


kepalanya “kepalaku pusing !” Han Ling merebahkan Xue Ling kembali “tidurlah…”


Xue Ling berkeringat dingin, tiba-tiba muntah darah “Xiao Xue…” Han Ling


langsung terlonjak dan terduduk.


            Xue Ling mengerahkan sihir pada dirinya sendiri, meditasi


sesaat, kembali muntah darah, tapi darah hitam “Xiao Xue…” Han Ling sangat


cemas. Xue Ling mengerjap-ngerjapkan matanya “tidak masalah… sudah tidak masalah…


jangan cemas !” menenangkan dengan nafas tersenggal-senggal. Han Ling


mengirimkan energi ke tubuh Xue Ling “aku baik-baik saja ! istirahat sejenak


akan baik-baik saja !” merebahkan diri.


            Han Ling menghentikan kiriman energinya, berbaring


memeluk Xue Ling “Xiao Xue, apa kau terluka ?” Xue Ling menggeleng “sebelumnya


waktu menyetabilkan energi terlalu singkat. Tidak apa, istirahat akan baik-baik


saja, jangan khawatir !” memegang wajah Han Ling. Han Ling memegang tangan Xue


Ling di wajahnya “baik, beristirahatlah yang baik !” menemani Xue Ling.


            Setelah Xue Ling terlelap, Han Ling mengeluarkan


energinya lagi, memeriksa seluruh tubuh Xue Ling. Han Ling berkaca-kaca,


memeluk Xue Ling ‘Xiao Xue, aku tidak tahu apa yang telah kau alami sebelumnya.


Sekarang kita sudah menikah, aku tidak akan pernah melepasmu atau membiarkanmu


meninggalkanku’ mengerahkan sihir, mengirim sesuatu ke tubuh Xue Ling ‘Xiao


Xue, bagaimanapun aku akan melindungimu ! walaupun harus merelakan nyawa ini,


demimu, aku dengan suka rela melakukan apapun’ tertidur di samping Xue Ling


dengan wajah pucat.


            Pagi menjelang, senyuman memanjakan Han Ling yang pertama


menyapa Xue Ling “sudah bangun ! apa sudah baikan ?” Han Ling membelai pipi


mulus Xue Ling. Xue Ling tersenyum manis “sudah banyak membaik ! apa Han ge


menjagaku semalaman ? kenapa wajahmu pucat ?” Han Ling tersenyum “aku tidur


sesaat, tidak tenang, jadi bangun menjagamu.” Xue Ling tersenyum manis “ayo


kemarilah, tidurlah ! aku baik-baik saja !” “tidak…” Han Ling mau menolak, tapi


Xue Ling sudah merebahkannya “tidur dengan baik, menurutlah ! aku akan


mengabari lainnya ! tidur, aku akan kembali sesaat lagi” tidak menerima


bantahan, berjalan keluar kamar.


            Han Ling cemberut di kamar, menunggu Xue Ling. Xue Ling


benar hanya sesaat, segera kembali ke kamar, melihat wajah cemberut Han Ling


“Han ge, ada apa ? apa ada yang tidak nyaman ?” memeriksa dahi dan leher Han


Ling. Han Ling cemberut menunduk “kau meninggalkanku !” Xue Ling tercengang


“aaa…” cekikikan “suami manjaku, aku kan hanya sesaat. Ayo, tidurlah, aku


menemanimu !” memeluk Han Ling hingga tertidur.


            Xue Ling tersenyum menatap wajah tidur Han Ling,


menggelengkan kepalanya “suami bodoh… apa aku akan tidak tahu kau melakukan


sesuatu ! haih, kau juga terlalu naif… aku adalah Shen Zun, mana mungkin


membiarkan seseorang memberikan budinya padaku hihihi… dasar bodoh, kau


sihir, mengembalikan hal yang diberikan Han Ling sebelumnya dan mengirimkan


sesuatu yang lain “ini akan melindungimu dari makhluk-makhluk itu ! Han ge, aku


sangat berterima kasih atas kebaikanmu. Maaf, aku tidak bisa menerimanya, kau


memerlukannya untuk melindungi dirimu sendiri. Aku tidak mungkin seegois itu


hanya memikirkan diriku dan mengorbankanmu. Tidurlah, aku sudah mengatakan


baik-baik saja, kau harusnya percaya padaku !” mengecup pipi Han Ling.


            Xue Ling memakaikan selimut ke Han Ling dan meditasi di


sampingnya. Xue Ling tahu, jika Han Ling tidak merasakan keberadaannya di


sisinya, tidak akan tenang tidur. Selesai meditasi, Xue Ling berbaring menatap


wajah tidur Han Ling “hmm… priaku memang sangat tampan, penglihatanku sangat


baik hihihi…” berguman kecil sendiri “Han gege-ku, kemana perginya wajah


dinginmu itu ? dulu menjadi Rou Rou, aku sangat gelisah ketika melihat wajah


dinginmu, takut ketika kembali, gerbang Zheng Guang Gong benar-benar tertutup


untukku. Saat gerbang itu benar-benar tertutup, aku merasa itulah akhir


perjuanganku. Tidak berani mendekati Zheng Guang Gong lagi. Karena diriku, kau


sudah banyak terluka. Sepertinya semenjak mengenalku, kau selalu terluka dan


aku tidak menginginkan hal itu. Walaupun kau tidak menyukaiku, budi harus


dibalas. Dewa yang sudah kutunjuk harus hidup bahagia walaupun tanpa diriku.


Bukan karena pengaruhmu, tapi aku bisa merasakan pergerakan Ro Tan Mo. Hanya


bergerak mengikuti instingku, tidak menyangka pada akhirnya betul-betul dapat


membalas budimu. Aku tidak memiliki penyesalan apapun sebagai Rou Rou. Huh Han


ge, kita bermain kejar-kejaran selama 5.000 tahun, tidak pernah menyangka aku


benar-benar telah mendapatkanmu”.


            Xue Ling berbaring terlentang dengan kedua tangan


menopang kepalanya “Han ge, semua yang kau lakukan untukku selama beberapa


bulan ini, membuatku sangat bahagia. Ternyata anda juga bisa begitu nakal


hingga membuatku tidak sanggup meladenimu. Hmm… Han ge, dari pada dirimu yang


dulu dingin menyembunyikan rasa kesepianmu, aku lebih menyukaimu yang sekarang.


teruslah berbahagia, jangan menutup diri lagi.” mengecup kening Han Ling.


            Xue Ling tersenyum manis, menatap wajah tidur Han Ling


hingga kembali terlelap. Han Ling bangun, merasakan kondisinya jauh lebih baik,


mengetahui alasannya, berkaca-kaca melihat Xue Ling ‘Xiao Xue, kenapa kau


mengembalikannya ! aku memberikannya dengan rela… aku hanya ingin melindungimu


tetap aman disisiku Xiao Xue…’ mengerahkan sihir memeriksa Xue Ling sekali


lagi.


            Han Ling merenung menatap dan menunggu Xue Ling bangun.


Melihat pergerakan Xue Ling, Han Ling langsung masuk ke pelukannya. Xue Ling


yang masih belum sadar sepenuhnya, melingkarkan tangan memeluk Han Ling “ada


apa Han ge ?” “Xiao Xue, apa kau belum menerimaku ? kenapa mengembalikannya ?”


Han Ling bertanya dengan nada sedih. Xue Ling membelai punggung Han Ling “Han


ge, aku bermaksud bersamamu dalam jangka waktu yang sangat panjang… jika aku


menerima, bukankah sama saja dengan aku membunuhmu secara perlahan ? aku tidak


akan mengijinkan hal itu. Han ge, aku baik-baik saja… Han ge berada di sisiku,


sudah menjagaku dengan sangat baik… jangan berbuat bodoh lagi, nyawamu ini


adalah aku dengan susah payah mendapatkannya kembali… aku tidak akan


mengijinkan apapun terjadi padamu !”


            Han Ling mengangkat kepala menatap Xue Ling “baik, tapi


kau tidak boleh menutupi apapun dariku ! ada sakit atau luka sekecil apapun,


kau harus memberitahuku !” Xue Ling tersenyum mengangguk “Xiao Xue, aku tidak


bisa melihatmu menderita ! melihatmu sakit, hatiku seperti tertusuk ribuan


belati…” Xue Ling mengusap dada Han Ling “aku baik-baik saja, jangan khawatir.”