
Huo Ling kembali serius setelah tertawa “sebenarnya Fu
Wang Mu Hou pernah mencurigainya. Tidak tahu bagaimana lainnya, tapi diantara
kami bertiga, jiejie lah yang paling tidak bisa di tebak. Beliau hanya embun
yang terjatuh di bunga teratai yang layu, tidak mempunyai tempat tetap seperti
kami. Mungkin embun yang terjatuh dari tempat seharusnya.” Ling Siang
“bagaimana denganmu sendiri ? apa kau tidak menginginkannya ?” Huo Ling
menggeleng “Siang er, jika bisa, aku hanya ingin bergandengan tangan denganmu,
menetap di satu tempat, dunia kita berdua” Ling Siang tersenyum manis.
Di kamar lainnya, Han Ling tertidur nyenyak dengan
memeluk Xue Ling. Xue Ling terbangun dengan tubuh yang sakit, cemberut melihat Han
Ling yang masih tertidur nyenyak. Xue Ling mencoba bangun tapi kembali
terjatuh, mengejutkan Han Ling “Xiao Xue, ada apa ?” Xue Ling menggelengkan
kepalanya “kepalaku pusing !” Han Ling merebahkan Xue Ling kembali “tidurlah…”
Xue Ling berkeringat dingin, tiba-tiba muntah darah “Xiao Xue…” Han Ling
langsung terlonjak dan terduduk.
Xue Ling mengerahkan sihir pada dirinya sendiri, meditasi
sesaat, kembali muntah darah, tapi darah hitam “Xiao Xue…” Han Ling sangat
cemas. Xue Ling mengerjap-ngerjapkan matanya “tidak masalah… sudah tidak masalah…
jangan cemas !” menenangkan dengan nafas tersenggal-senggal. Han Ling
mengirimkan energi ke tubuh Xue Ling “aku baik-baik saja ! istirahat sejenak
akan baik-baik saja !” merebahkan diri.
Han Ling menghentikan kiriman energinya, berbaring
memeluk Xue Ling “Xiao Xue, apa kau terluka ?” Xue Ling menggeleng “sebelumnya
waktu menyetabilkan energi terlalu singkat. Tidak apa, istirahat akan baik-baik
saja, jangan khawatir !” memegang wajah Han Ling. Han Ling memegang tangan Xue
Ling di wajahnya “baik, beristirahatlah yang baik !” menemani Xue Ling.
Setelah Xue Ling terlelap, Han Ling mengeluarkan
energinya lagi, memeriksa seluruh tubuh Xue Ling. Han Ling berkaca-kaca,
memeluk Xue Ling ‘Xiao Xue, aku tidak tahu apa yang telah kau alami sebelumnya.
Sekarang kita sudah menikah, aku tidak akan pernah melepasmu atau membiarkanmu
meninggalkanku’ mengerahkan sihir, mengirim sesuatu ke tubuh Xue Ling ‘Xiao
Xue, bagaimanapun aku akan melindungimu ! walaupun harus merelakan nyawa ini,
demimu, aku dengan suka rela melakukan apapun’ tertidur di samping Xue Ling
dengan wajah pucat.
Pagi menjelang, senyuman memanjakan Han Ling yang pertama
menyapa Xue Ling “sudah bangun ! apa sudah baikan ?” Han Ling membelai pipi
mulus Xue Ling. Xue Ling tersenyum manis “sudah banyak membaik ! apa Han ge
menjagaku semalaman ? kenapa wajahmu pucat ?” Han Ling tersenyum “aku tidur
sesaat, tidak tenang, jadi bangun menjagamu.” Xue Ling tersenyum manis “ayo
kemarilah, tidurlah ! aku baik-baik saja !” “tidak…” Han Ling mau menolak, tapi
Xue Ling sudah merebahkannya “tidur dengan baik, menurutlah ! aku akan
mengabari lainnya ! tidur, aku akan kembali sesaat lagi” tidak menerima
bantahan, berjalan keluar kamar.
Han Ling cemberut di kamar, menunggu Xue Ling. Xue Ling
benar hanya sesaat, segera kembali ke kamar, melihat wajah cemberut Han Ling
“Han ge, ada apa ? apa ada yang tidak nyaman ?” memeriksa dahi dan leher Han
Ling. Han Ling cemberut menunduk “kau meninggalkanku !” Xue Ling tercengang
“aaa…” cekikikan “suami manjaku, aku kan hanya sesaat. Ayo, tidurlah, aku
menemanimu !” memeluk Han Ling hingga tertidur.
Xue Ling tersenyum menatap wajah tidur Han Ling,
menggelengkan kepalanya “suami bodoh… apa aku akan tidak tahu kau melakukan
sesuatu ! haih, kau juga terlalu naif… aku adalah Shen Zun, mana mungkin
membiarkan seseorang memberikan budinya padaku hihihi… dasar bodoh, kau
sihir, mengembalikan hal yang diberikan Han Ling sebelumnya dan mengirimkan
sesuatu yang lain “ini akan melindungimu dari makhluk-makhluk itu ! Han ge, aku
sangat berterima kasih atas kebaikanmu. Maaf, aku tidak bisa menerimanya, kau
memerlukannya untuk melindungi dirimu sendiri. Aku tidak mungkin seegois itu
hanya memikirkan diriku dan mengorbankanmu. Tidurlah, aku sudah mengatakan
baik-baik saja, kau harusnya percaya padaku !” mengecup pipi Han Ling.
Xue Ling memakaikan selimut ke Han Ling dan meditasi di
sampingnya. Xue Ling tahu, jika Han Ling tidak merasakan keberadaannya di
sisinya, tidak akan tenang tidur. Selesai meditasi, Xue Ling berbaring menatap
wajah tidur Han Ling “hmm… priaku memang sangat tampan, penglihatanku sangat
baik hihihi…” berguman kecil sendiri “Han gege-ku, kemana perginya wajah
dinginmu itu ? dulu menjadi Rou Rou, aku sangat gelisah ketika melihat wajah
dinginmu, takut ketika kembali, gerbang Zheng Guang Gong benar-benar tertutup
untukku. Saat gerbang itu benar-benar tertutup, aku merasa itulah akhir
perjuanganku. Tidak berani mendekati Zheng Guang Gong lagi. Karena diriku, kau
sudah banyak terluka. Sepertinya semenjak mengenalku, kau selalu terluka dan
aku tidak menginginkan hal itu. Walaupun kau tidak menyukaiku, budi harus
dibalas. Dewa yang sudah kutunjuk harus hidup bahagia walaupun tanpa diriku.
Bukan karena pengaruhmu, tapi aku bisa merasakan pergerakan Ro Tan Mo. Hanya
bergerak mengikuti instingku, tidak menyangka pada akhirnya betul-betul dapat
membalas budimu. Aku tidak memiliki penyesalan apapun sebagai Rou Rou. Huh Han
ge, kita bermain kejar-kejaran selama 5.000 tahun, tidak pernah menyangka aku
benar-benar telah mendapatkanmu”.
Xue Ling berbaring terlentang dengan kedua tangan
menopang kepalanya “Han ge, semua yang kau lakukan untukku selama beberapa
bulan ini, membuatku sangat bahagia. Ternyata anda juga bisa begitu nakal
hingga membuatku tidak sanggup meladenimu. Hmm… Han ge, dari pada dirimu yang
dulu dingin menyembunyikan rasa kesepianmu, aku lebih menyukaimu yang sekarang.
teruslah berbahagia, jangan menutup diri lagi.” mengecup kening Han Ling.
Xue Ling tersenyum manis, menatap wajah tidur Han Ling
hingga kembali terlelap. Han Ling bangun, merasakan kondisinya jauh lebih baik,
mengetahui alasannya, berkaca-kaca melihat Xue Ling ‘Xiao Xue, kenapa kau
mengembalikannya ! aku memberikannya dengan rela… aku hanya ingin melindungimu
tetap aman disisiku Xiao Xue…’ mengerahkan sihir memeriksa Xue Ling sekali
lagi.
Han Ling merenung menatap dan menunggu Xue Ling bangun.
Melihat pergerakan Xue Ling, Han Ling langsung masuk ke pelukannya. Xue Ling
yang masih belum sadar sepenuhnya, melingkarkan tangan memeluk Han Ling “ada
apa Han ge ?” “Xiao Xue, apa kau belum menerimaku ? kenapa mengembalikannya ?”
Han Ling bertanya dengan nada sedih. Xue Ling membelai punggung Han Ling “Han
ge, aku bermaksud bersamamu dalam jangka waktu yang sangat panjang… jika aku
menerima, bukankah sama saja dengan aku membunuhmu secara perlahan ? aku tidak
akan mengijinkan hal itu. Han ge, aku baik-baik saja… Han ge berada di sisiku,
sudah menjagaku dengan sangat baik… jangan berbuat bodoh lagi, nyawamu ini
adalah aku dengan susah payah mendapatkannya kembali… aku tidak akan
mengijinkan apapun terjadi padamu !”
Han Ling mengangkat kepala menatap Xue Ling “baik, tapi
kau tidak boleh menutupi apapun dariku ! ada sakit atau luka sekecil apapun,
kau harus memberitahuku !” Xue Ling tersenyum mengangguk “Xiao Xue, aku tidak
bisa melihatmu menderita ! melihatmu sakit, hatiku seperti tertusuk ribuan
belati…” Xue Ling mengusap dada Han Ling “aku baik-baik saja, jangan khawatir.”