
Han Ling memberikan Permata Nila “Xiao Xue, apa kau akan
langsung memasukkannya ke Pohon Bodhi ?” Xue Ling menggeleng sambil mengamati
Permata Nila “dan menunda waktu bersenang-senangku… hmm kenapa yang mulia mau
melakukan hal itu ?” Han Ling tersenyum manis “baik, kita bersenang-senang.”
Xue Ling menyimpan Permata Nila dan tersenyum manis.
Tanpa sepengetahuan siapapun, sepasang suami istri ini ke
alam fana bersenang-senang. Mereka menikmati perayaan, melupakan semua masalah
yang ada, menikmati waktu berdua. Saat kembali adalah saat genderang perang
telah dibunyikan dari pihak Li Ming Shen Jun. Han Ling dan Xue Ling yang
mengetahui perang telah terjadi, menuju medan perang dan memantau dari tempat
yang tinggi.
Xue Ling dengan antusias melihat medan perang “Han ge…”
menatap Han Ling dengan mata berbinar. Han Ling tersenyum, menggelengkan kepala
“pergilah ! jangan sampai kelelahan…” Xue Ling langsung mengeluarkan cambuk,
tersenyum manis pada Han Ling dan masuk ke medan perang. Xue Ling tidak
membunuh hanya mencambuk setiap prajurit Li Ming yang berada di jalannya.
“Lihat, sudah kukatakan, dia akan datang untuk melakukan
kata-katanya…” Cheng Mei Yue Shen mencibir “Xue, jangan mengambil semua
kesenangan…” ikut turun ke medan perang dan mulai mencambuk tubuh para
prajurit. Huo Ling Tian Zun menggeleng “haih… medan perang ini menjadi lahan
permainan untuk mereka…” “Xue Ling… Huo Ling, setelah ini kau tidak akan ada di
antara aku dan Xue Ling…” Li Ming Shen Jun menghardik.
“Li Ming, walaupun tidak ada aku, kau juga tidak akan
mendapatkan Xue Ling jie… memang kesalahanku tidak menjelaskan padamu,
membuatmu hingga sampai seperti ini…” Huo Ling mencoba menjelaskan “tutup
mulutmu ! kau mengatakan ini sudah sangat terlambat. Setelah menggantikanmu,
aku akan pantas bersanding dengan Xue Ling” Li Ming berkata dengan penuh
amarah.
Huo Ling menggeleng “Li Ming, berhentilah… baik kau, aku,
atau siapapun, tidak ada yang bisa menggenggam Xue Ling jie…” Li Ming semakin
emosi “kau dengan jelas tahu aku mencintai Xue Ling. Kenapa kau harus selalu
menghalangiku ? Jika bukan kau, aku sudah bersama Xue Ling dari dulu, tidak
akan menjadi seperti sekarang” “Li Ming, satu-satunya kesalahan yang kuperbuat
hanya karena tidak menjelaskan apapun padamu. Sedangkan mengenai aku yang
menghalangi pertemuanmu dengan Xue Ling Jie, aku tidak akan pernah merasa
bersalah…” kata-kata Huo Ling, membuat Li Ming emosi dan kembali menyerangnya.
“Li Ming, bahkan jika kau pantas pun tidak akan pernah
mendapat kesempatan itu. Lihat dirimu saat ini ! dulu kau tidak pantas,
sekarang semakin tidak pantas !” Huo Ling dengan dingin menatap Li Ming. “aku
pantas atau tidak, bukan kau Huo Ling yang bisa mengatakannya” Li Ming pun
membalas dengan tidak kalah dinginnya. “Kau mengira perjuanganmu sama seperti
Xue Ling jie, hingga membuatmu pantas bersamanya. Apa kau tahu apa yang telah
kau lakukan selama ini ? apa yang telah kau lakukan yang bisa dibandingkan dengan
Xue Ling jie ?” Huo Ling bertanya dengan sinis.
Li Ming yang sudah dikuasai emosi, disebabkan oleh Huo
Ling, hal-hal yang terjadi di Lan Hua Guo sendiri, dan berbagai masalah
lainnya, meluapkan dalam peperangan ini. Li Ming menyerang Huo Ling membabi buta,
tapi tidak dapat mengalahkannya. Saat menjadi saudara seperguruan, kemampuan
mereka tidak jauh berbeda. Tapi sudah sekian lama, Huo Ling berlatih dengan
baik, sedangkan Li Ming walaupun juga berlatih tapi energinya banyak terganggu
oleh makhluk api.
Pertarungan sengit antara Huo Ling dan Li Ming, terpisah
dengan perang para prajurit. Huo Ling sengaja menjauhkan dirinya dan Li Ming
dari para prajurit, terutama dari Le Le yang mengawasi pertarungan. Le Le tidak
Ling masuk ke medan perang.
Le Le mencoba menyerap jiwa-jiwa prajurit yang tewas di
medan perang. Diluar perkiraannya, mulai disaat Xue Ling masuk ke medan perang,
Le Le tidak bisa menyerap jiwa-jiwa para prajurit lagi. Xue Ling dan lainnya
yang keasikan mencambuk tapi tidak membunuh mereka, membuat Le Le kehilangan
kesempatannya. Setelah lama berselang, terlihat para prajurit yang saling
terikat satu sama lain, kelelahan dan kesakitan akibat cambukan.
“yey…” Xue Ling bertepuk tangan dengan Cheng Mei, setelah
berhasil membereskan semua prajurit Li Ming Shen Jun “bagaimana Xue Ling Shen
Zun, apa gatal di tangan anda sudah sembuh ?” Cheng Mei Yue Shen mengejek. Xue
Ling tertawa kecil “lumayan… lumayan… hihihi…” Han Ling sudah merangkul
pinggangnya “terluka ?” Xue Ling menggeleng.
“Jie, bagaimana dengannya ?” Shui Ling menunjuk Le Le
yang sedang terbelalak melihat Xue Ling “iuh… dia bau sekali…” Xue Ling
mengejek “kalian saja yang…” belum menyelesaikan kata-katanya, sebuah serangan
sudah menghantam Xue Ling. Xue Ling bergerak cepat, menangkis serangan
tiba-tiba yang ditujukan padanya.
Le Le sudah berdiri di hadapannya “kau ! Xue Ling Shen
Zun, aku akan mengambil jiwamu !” Xue Ling acuh tak acuh “ooo… apa kau sanggup
mengambilnya ?” mengejek Le Le dan menyuruh lainnya memberi ruang untuknya dan
Le Le. “Kau yang menyegel Pusat Lava ?” Le Le bertanya sambil menunjuk Xue Ling.
Xue Ling mengangguk dengan acuh tak acuh.
Mata Le Le memerah “karena kau yang menyegelnya, aku akan
mengambil jiwamu untuk membukanya !” Xue Ling berdecak “ck… jika kau sanggup,
lakukan saja ! jangan terlalu banyak omong kosong, yang mulia jijik dengan
baumu itu cih…” “bukan hanya itu, beliau juga yang telah menghancurkan Re Shui
Gu, memurnikan Hu Lu dan Dong Hua Gu…” Cheng Mei memprovokasi. “Cheng, apa yang
kau lakukan ?” Shui Ling protes, Cheng Mei acuh tak acuh.
Mata merah Le Le semakin menyeramkan “dari awal, kaulah
yang menghalangiku !” Xue Ling dengan tampang acuh tak acuhnya, mengangguk
“yang mulia sudah mengatakannya sebelumnya ! jika mencium bau menjijikkan ini
lagi, yang mulia akan mencambuk pantat setiap yang memiliki bau itu. Persiapkan
pantatmu itu untuk menerima cambukan yang mulia” mengeluarkan cambuknya,
menghentak-hentakannya ke tanah beberapa kali.
Le Le langsung berubah menjadi makhluk api dan mulai
menyerang Xue Ling. Xue Ling bergerak santai, terus memainkan cambuknya,
memukul pantat makhluk api “kau sudah terlalu lama berada di luar… baumu sangat
menjijikkan… haih sudah kukatakan jangan memainkan asap menjijikkan ini, tidak
ada yang mendengarku… lihatlah kau, menyebar kebusukan dimana-mana cih… jika
bukan pusaka Dong Hua Gu, aku sudah muntah-muntah mencium bau menjijikkanmu ini
ck…” mulai kesal.
Di setiap bekas cambukan Xue Ling, terlihat asap merah
yang keluar dan luka terbukanya terlihat seperti aliran lava “haih mau
salahkan, salahkan saja para tetua itu yang mengalihkan ambisinya pada asap
bau…” “kau…” makhluk api dengan nafas ngos-ngosan, berubah kembali menjadi Le
Le “kau tahu !” Xue Ling mendelik pada Le Le “aku yang menyegel Pusat Lava !
aku yang menghabisi para tetua itu ! aku juga yang tidak mengijinkanmu kembali
ke Pusat Lava ! hal seperti ini, bagaimana aku tokoh utama ini tidak tahu ?”
mengejek Le Le.
Le Le tercengang “jadi kau tahu…” “jiwa lemah yang
dimasukkan ke dalam asap baumu !” belum selesai Le Le berkata-kata, Xue Ling
sudah mendahuluinya. Ucapan Xue Ling membuat semua mengerutkan kening. Le Le
berguman “jadi…”