
Azka dan Naura mereka sama-sama tak tertidur sekejap pun , keduanya terus kepikiran tentang Aira .
Apakah Aira sudah tertidur ? , Apakah Aira sudah makan ? , Apakah Aira baik-baik saja, berbagai pertanyaan tentang Aira berkeliaran dimana-mana .
Azka sudah mengintruksikan salah satu anak buahnya untuk mengintai rumah Mauryn , Namun sampai saat ini belum ada informasi yang didapatinya atau karna hari sudah larut malam jadi tak ada aktivitas yang bisa terlihat .
Tak lupa Naura dan Azka menunaikan sholat qiyamul'lail dan meminta perlindungan serta petunjuk tentang keberadaan Aira .
Sampai tibalah waktu adzan subuh , Naura dan Azka segera membersihakan dirinya secara bergantian lalu mereka sama-sama ke mushola keluarga untuk menunaikan sholat subuh berjama'ah .
*****
Sekitar pukul 6 pagi Naura dan Azka sudah pamit pergi , mereka melewatkan acara sarapannya karna ingin segera sampai ke tempat yang sudah dikirimkan oleh salah satu anak buah Azka .
Flashback On
Setelah mendapat intruksi dari bosnya , salah satu anak buah Azka langsung melakukan apa yang diintruksikan , ia langsung mendatangi alamat rumah yang sudah dikirimkan Azka , dan ia harus mengintai salah seorang perempuan yang bernama Mauryn , tak lupa Azka pun sudah mengirimkan foto Mauryn agar anak buahnya tak salah orang .
Karna sudah larut malam tak ada tanda-tanda Mauryn keluar dari rumah , bahkan rumahnya pun terlihat sangat sepi .
Anak buah Azka tak pernah memalingkan pandangannya sedikitpun dari rumah Mauryn , dan ketika melihat ada tanda-tanda orang yang akan keluar rumah , mereka langsung berjaga-jaga dan menajamkan penglihatannya .
" Iya itu perempuan yang dimaksud siboss , wajahnya sama persis dengan foto yang dikirimkan siboss " , gumam anak buah Azka .
Setelah diyakini bahwa yang mereka lihat adalah Mauryn , mereka langsung mengikuti Mauryn secara diam-diam .
" Mau kemana dia sepagi ini ? , bahkan hari pun masih gelap " , gumam Anak buah Azka bertanya .
Setelah mengikuti Mauryn hampir satu jam , akhirnya ia melihat mobil Mauryn masuk ke sebuah rumah namun rumah itu terlihat sangat dijaga ketat oleh beberapa orang yang berbadan besar .
Anak buah Azka langsung menghubungi bosnya , dan mereka menceritakan dengan detail apa yang mereka lihat .
Flashback Off .
" Naura menjadi yakin bee , kalau Mauryn pelaku atas penculikan Aira , Naura benar-benar tidak habis pikir dia setega itu " , Ujar Naura seraya menggelengkan kepalanya .
" Ay kita belum bisa memastikan kalau Mauryn benar-benar pelakunya , kita belum lihat secara langsung kan Ay , ditambah belum ada bukti apa-apa " , jawab Azka masih mencoba berhusnudzon .
" Iya iya " , balas Naura malas , namun kali ini ia merasa benar-benar yakin kalau Mauryn memang dalang dari semuanya .
Tak lama Azka sudah sampai dialamat yang dimaksud anak buahnya , dan ia langsung menemui anak buahnya .
" Boss " , sapa salah satu anak buah Azka seraya menunduk .
" Bagaimana ? , apa Mauryn masih didalam ? " , tanya Azka dingin .
" Iya bos , belum terlihat Mauryn keluar lagi sedari tadi " , jawab anak buah Azka jujur .
Azka hanya mengangguk .
Lalu ia menginstruksi anak buahnya untuk mencoba masuk dan melihat aktivitas Mauryn didalam namun harus secara diam-diam dan jangan sampai ketahuan .
Azka pun melakukan hal yang sama ia mencari celah bagaimana ia bisa masuk secepatnya tanpa harus ketahuan .
Sebelumnya Azka sudah menyarankan Naura untuk tunggu didalam mobil namun Naura langsung menolaknya dengan keras .
Azka terlalu khawatir Naura kenapa-kenapa , padahal Naura bisa menjaga dirinya sendiri .
" Brughhh... " , penjaga yang bertugas diarea belakang , dipukul dengan keras secara tiba-tiba oleh Azka sehingga ia langsung tak sadarkan diri .
Iya mereka memutuskan masuk lewat belakang , karna didepan penjagaannya sangat ketat jadi mereka harus bisa melompati pagar belakang .
Azka dan para anak buahnya memutuskan untuk berpencar , mereka membagi tugas agar mempersingkat waktu .
" Ay kamu jangan kemana-mana ya , kamu harus tetap berada dibelakang bee " , intruksi Azka , dan Naura hanya mengangguk malas .
Azka terlalu lebay memperlakukan Naura , padahal ia sudah tahu kalau Naura jago dalam berkelahi .
Naura dan Azka berjalan dengan mengendap-endap ke salah satu ruangan yang mereka yakini terdapat beberapa orang disana , terdengar dari suaranya dan sepertinya Mauryn pun tengah ada di dalam sana.
Plak , tiba-tiba saja ada yang memegang bahu Naura , reflek Naura langsung melirik dan dengan gerak cepat ia langsung melayangkan sebuah tendangan maut dan terakhir memukul keras bahunya sehingga membuat orang itu langsung tak sadarkan diri .
" Ay " , panggil Azka kaget .
" Suut ... " , Naura menaruh jari telunjuknya didepan mulut ia memberi kode agar Azka jangan bersuara .
" Kamu gak apa-apa ? " , tanya Azka seraya berbisik .
Dan Naura hanya mengangguk mantap seraya mengangkat ibu jarinya .
" Siapa itu ? " , tiba-tiba suara teriakan dari dalam , dan dengan gerak cepat Azka dan Naura segera bersembunyi , tak lupa ia pun menyembunyikan orang yang telah mereka hajar .
Beruntung mereka langsung mencari tempat persembunyian kalau tidak mereka bisa ketahuan , pasalnya salah seorang perempuan yang ada didalam langsung mengecek ke sekitar luar ruangan .
Setelah dirasa sudah aman Naura dan Azka keluar dari tempat persembunyian , lalu memutuskan mengintip lewat jendela dan benar ternyata didalam sana ada Mauryn bersama ketiga temannya yang sama waktu itu datang ke Caffe Zana .
" Tring Tring " , ponsel Azka yang berada didalam saku celana berdering pertanda ada telpon masuk .
Naura langsung gerak cepat menarik tangan Azka ke tempat persembunyian kembali . Dan Azka pun langsung menonaktifkan ponselnya tanpa melihat terlebih dulu siapa yang menghubunginya .
" Woy siapa disana ? " , Teriak salah satu teman Mauryn dan ke empat sekawan itu langsung mengecek ke sekitar luar .
" Gue yakin ada yang gak beres ini " , Ujar Mauryn dan langsung dianggukan tiga temannya .
" Segera periksa anak kecil itu ! " , Intruksi Mauryn pada ketiga temannya , dan ketiga teman Mauryn langsung berlari ke sebuah ruangan .
" Anak kecil ? , Anak kecil siapa yang dimaksud Mauryn ? " , batin Azka bertanya .
Mauryn terus celikungan ke semua arah , lalu ia mulai melangkahkan kakinya untuk menyusul ketiga temannya .
Azka dan Naura langsung keluar dari tempat persembunyiannya dan langsung mengikuti Mauryn secara diam-diam tanpa mengeluarkan suara sedikit pun .
Dari arah kejauhan Naura sudah mulai bisa mendengar suara tangisan Aira .
" Aira , Ya Allah jadi benar Mauryn yang telah menculik Aira " , Batin Naura tak menyangka .
Naura sudah sangat geram ingin segera menghabisi Mauryn , kalau saja Azka belum melapor ke pihak berwajib mungkin sudah dipastikan Mauryn akan mati ditangan Naura atau berakhir menjadi santapan Luky dan Lily .
Mauryn masuk ke sebuah ruangan , dan Naura atau pun Azka bisa mendengar dengar jelas suara tangisan Aira .
😘
😘
😘
Jangan lupa tinggalkan jejak , like , komen ,Vote dan tambahkan ke Favorit 💙 , terimakasih 🤗🤗🙏 .