
Dengan ketiadaan Li Ming dan keluarganya, Han Ling dan
lainnya bisa bersenang-senang di Liang Yuan Gu. Tidak ada yang menyadari mereka
karena dandanan mereka, hanya beberapa yang menyangka mereka penyuka sesama
jenis, diperkuat dengan tidur bersama dalam 1 kamar. Beberapa dewi yang ingin
mendekat pada mereka, semua tertolak baik dengan keusilan maupun kedinginan
mereka. Dari dewi-dewi yang tidak puas dan tidak terima itu, semakin banyak
gosip yang bermunculan. Di saat puncak gosip beredar, Cheng Mei membawa semua
keluar dari Liang Yuan Gu.
“hahaha… hahaha… Yue Shen, anda memang sangat pandai
hahaha…” Xue Ling tertawa terbahak-bahak keluar dari Liang Yuan Gu. Cheng Mei
menepuk-nepuk kedua tangannya seperti sedang membersihkan kotoran “hmm yang
mulia paling tidak suka mulut yang membeo sana sini tapi bukan hal baik !”
berlagak seperti pemuda sombong nan angkuh. Xue Ling tidak berhenti tertawa
“hei sudah lama tidak seperti ini ! ah kukira setelah sekian lama, jumlah mulut
beo akan berkurang, ternyata semakin banyak…”
“hahaha…
hahaha… burung beo… jie, kau jangan lupa, Dan Dan dan Li Li masih menunggu
hahaha…” Shui Ling tertawa dan menggoda. Xue Ling mengeluarkan wajah jijik
“iuh…” Huo Ling dan Ling Siang menggelengkan kepala “jiejieku yang terhebat…
tidak mungkin kau selamanya akan menolak mereka kan !” Huo Ling menggoda. Xue
Ling “didiku yang nakal, kau sebaiknya fikirkan dirimu sendiri saja, tidak
perlu memikirkan hal lain.” acuh tak acuh “Cheng Mei, kita ke mana ?”
Cheng
Mei menghampiri “haih Xue Ling, aku tidak tahu kau siap atau tidak, tapi saat
ini tanganku gatal sekali” Xue Ling menatap Cheng Mei “aiyo, kalian bermain
sendiri tidak menungguku… Xue Ling…” Cheng Mei merajuk. Xue Ling menghela nafas
kasar “kau menyebalkan !” Cheng Mei tersenyum mengangguk.
Cheng
Mei membawa mereka ke Hua Yuan Gu “hmm… Han Ling ge, semua bermula dari sini !”
Xue Ling melihat Han Ling dengan senyuman. Han Ling mengangguk, merangkul “aku
mendapatkan Hua Ling-ku yang menancapkan akar dalam hati ini !” Xue Ling tersenyum,
Cheng Mei mengibaskan tangan, penampilan semuanya berubah menyerupai penduduk
Hua Yuan Gu.
“Rou
Rou…” langsung ada yang memanggilnya begitu memasuki Hua Yuan Gu. Xue Ling
tersenyum santai “Qin Qin, lama tak bertemu…” Xue Ling menyapa gadis yang
langsung memeluknya. “apa kalian mau masuk ?” Xue Ling mengangguk, gadis yang
dipanggil Qin Qin itu segera menariknya menjauhi gerbang Hua Yuan Gu “Qin Qin…”
Xue Ling protes. “Rou Rou, jangan masuk ! Hua Yuan Gu sekarang tidak aman !”
Qin Qin baik hati memperingati.
Semua
mengikuti Qin Qin ke tempat di pinggiran Hua Yuan Gu, terdapat beberapa Hua
Ling disana “emm Mei Mei, Chang Lan, Ji Gui, Luo Niu, apa yang kalian lakukan
disini ?” Xue Ling menyapa semua Hua Ling dan bertanya “Rou Rou, jangan masuk
lagi ke Hua Yuan Gu. Hua Yuan Gu sekarang sudah berubah !” “apa yang sudah
terjadi ?” Xue Ling bertanya, Qin Qin berkaca-kaca “Rou Rou, tidak lama lagi
Hua Ling akan musnah…” Xue Ling membelai punggung Qin Qin “semua benih Hua Ling
yang baru dikontaminasi. Kami tidak tahu apa itu, tapi kami melihat sendiri !
beberapa benih Hua Ling layu dan mati” Mei Mei menjelaskan.
Xue
Ling “apa tidak ada yang selamat ?” kepala Luo Nu bergerak, melihat ke arah
kebun tidak jauh dari mereka “kalian menyelamatkannya ?” “Rou Rou… tolonglah…
kau tahu dunia luar, apakah ada seseorang yang bisa menolong kami ? bisakah kau
membawa dewa atau dewi tinggi kemari !” Mei Mei memeluk Xue Ling terisak
“tenanglah… jangan menangis… jangan menangis… bisa memperlihatkannya padaku ?”
Mei Mei
melerai pelukan, menariknya ke kebun, terdapat beberapa bunga yang sudah mulai
layu “mereka tidak mendapat asupan dari pohon suci, semakin lama semakin layu.
Aku tadi berencana masuk untuk mengambil sedikit nektar pohon suci !” Qin Qin
menjelaskan. “bagaimana kalian menyelamatkan mereka ?” Cheng Mei bertanya,
kelimanya melihat Xue Ling “ingin merawat benih sendiri !” Xue Ling menyahut,
diangguki kelimanya “bagaimana yang di Pohon Suci ?” Xue Ling bertanya dan kelimanya
menggeleng.
Xue
Ling mengangguk pada Cheng Mei. Cheng Mei mendekati benih-benih Hua Ling,
mengerahkan sihir seperti air menyirami semua benih. Perlahan semua benih
tampak lebih segar, kelimanya berbinar “ini untuk kalian ! ini bisa
mempertahankan mereka sementara !” Cheng Mei memberikan 3 botol cairan pada Qin
Qin dan Mei Mei “terima kasih Xian Nu !”
“bagaimana
Gu Zhu ?” Han Ling bertanya. Chang Lan menjawab “Gu Zhu masih di Hua Yuan Gu,
berusaha mempertahankan benih-benih Hua Ling…” “apa Gu Zhu tidak tahu
benih-benih itu terkontaminasi ?” Shui Ling bertanya “tahu, tapi Gu Zhu
mengatakan, jika tidak ada benih baru yang menjelma, Hua Yuan Gu akan hancur.”
“kalau dipertahankanpun sudah bukan Hua Ling yang akan menjelma !” Ling Siang
berguman.
“Gu Zhu
sekarang sudah tidak seperti yang dulu, dia hanya mendengar permintaan Gong Zhu.
Gong Zhu selalu mengatakan akan menyelamatkan Hua Ling Gu tapi semenjak Gong
Zhu yang mengurus semua, benih-benih Hua Ling perlahan layu dan mati” “mana Hua
Ling lainnya ?” Huo Ling bertanya “sekarang hawa di Hua Yuan Gu tidak baik,
semua Hua Ling yang masih di dalam lembah sakit-sakitan.” “sakit ? kalian ?”
kelimanya menggeleng “untung saat itu kami terlambat kembali. Saat kami
kembali, melihat beberapa Hua Ling terkapar di mulut lembah. Sayang, setelah
memperingati kami untuk tidak masuk lembah, Hua Ling itu mati.”
Xue
Ling menepuk pundak Qin Qin “kalian juga tidak bisa tinggal disini untuk
sementara, sebaiknya kalian menjauh dari sini !” Qin Qin melihat benih-benih
Hua Ling “kami juga ingin, tapi jika kami pergi, mereka tidak memiliki harapan
lagi ! jika semua yang didalam lembah bisa sembuh, kita masih memiliki harapan
memulihkan pohon suci” menunduk. Han Ling memegang pundak Xue Ling, mengerahkan
sihir, memberi jiejue pada benih-benih Hua Ling “begini, sudah tidak ada
masalah !” tersenyum pada Xue Ling.
Xue
Ling tersenyum “Qin Qin, kalian sudah bisa meninggalkan sini dengan membawa
mereka. Mereka akan aman hingga saatnya menjelma” “terima kasih Shen Zhu ! em…
Rou Rou, kalian ikut dengan kami ?” Mei Mei menawarkan, Xue Ling menggeleng
“tidak, aku mau melihat apa yang terjadi di Hua Yuan Gu” “Rou Rou…” Qin Qin mau
memperingati “tenang saja, aku tidak akan ada masalah ! benih-benih Hua Ling
yang baru masih membutuhkan Hua Yuan Gu, sangat sayang jika hancur” Xue Ling
menenangkan “ehm… Rou Rou, kalian ?” Chang Lan melihat Xue Ling dan Han Ling
“ini Han Ling Shen Jun, suamiku !”
Qin Qin
tertawa “wah Rou Rou, akhirnya cintamu bersambut… selamat untuk kalian ! terima
kasih atas bantuan Shen Jun…” Han Ling tersenyum, merangkul pinggang Xue Ling
“tidak perlu sungkan.” Xue Ling tersenyum manis di pelukan Han Ling. Qin Qin
menatap keempat teman lainnya “Rou Rou, kami akan tetap disini, Hua Yuan Gu
adalah rumah kami. Jika bisa memberi sedikit bantuan, demi mempertahankan Hua
Yuan Gu !” Xue Ling tersenyum “terserah pada kalian !”