The Power Of Love

The Power Of Love
Bab 40 - Pernyataan Xue Ling



            Dengan ketiadaan Li Ming dan keluarganya, Han Ling dan


lainnya bisa bersenang-senang di Liang Yuan Gu. Tidak ada yang menyadari mereka


karena dandanan mereka, hanya beberapa yang menyangka mereka penyuka sesama


jenis, diperkuat dengan tidur bersama dalam 1 kamar. Beberapa dewi yang ingin


mendekat pada mereka, semua tertolak baik dengan keusilan maupun kedinginan


mereka. Dari dewi-dewi yang tidak puas dan tidak terima itu, semakin banyak


gosip yang bermunculan. Di saat puncak gosip beredar, Cheng Mei membawa semua


keluar dari Liang Yuan Gu.


            “hahaha… hahaha… Yue Shen, anda memang sangat pandai


hahaha…” Xue Ling tertawa terbahak-bahak keluar dari Liang Yuan Gu. Cheng Mei


menepuk-nepuk kedua tangannya seperti sedang membersihkan kotoran “hmm yang


mulia paling tidak suka mulut yang membeo sana sini tapi bukan hal baik !”


berlagak seperti pemuda sombong nan angkuh. Xue Ling tidak berhenti tertawa


“hei sudah lama tidak seperti ini ! ah kukira setelah sekian lama, jumlah mulut


beo akan berkurang, ternyata semakin banyak…”


“hahaha…


hahaha… burung beo… jie, kau jangan lupa, Dan Dan dan Li Li masih menunggu


hahaha…” Shui Ling tertawa dan menggoda. Xue Ling mengeluarkan wajah jijik


“iuh…” Huo Ling dan Ling Siang menggelengkan kepala “jiejieku yang terhebat…


tidak mungkin kau selamanya akan menolak mereka kan !” Huo Ling menggoda. Xue


Ling “didiku yang nakal, kau sebaiknya fikirkan dirimu sendiri saja, tidak


perlu memikirkan hal lain.” acuh tak acuh “Cheng Mei, kita ke mana ?”


Cheng


Mei menghampiri “haih Xue Ling, aku tidak tahu kau siap atau tidak, tapi saat


ini tanganku gatal sekali” Xue Ling menatap Cheng Mei “aiyo, kalian bermain


sendiri tidak menungguku… Xue Ling…” Cheng Mei merajuk. Xue Ling menghela nafas


kasar “kau menyebalkan !” Cheng Mei tersenyum mengangguk.


Cheng


Mei membawa mereka ke Hua Yuan Gu “hmm… Han Ling ge, semua bermula dari sini !”


Xue Ling melihat Han Ling dengan senyuman. Han Ling mengangguk, merangkul “aku


mendapatkan Hua Ling-ku yang menancapkan akar dalam hati ini !” Xue Ling tersenyum,


Cheng Mei mengibaskan tangan, penampilan semuanya berubah menyerupai penduduk


Hua Yuan Gu.


“Rou


Rou…” langsung ada yang memanggilnya begitu memasuki Hua Yuan Gu. Xue Ling


tersenyum santai “Qin Qin, lama tak bertemu…” Xue Ling menyapa gadis yang


langsung memeluknya. “apa kalian mau masuk ?” Xue Ling mengangguk, gadis yang


dipanggil Qin Qin itu segera menariknya menjauhi gerbang Hua Yuan Gu “Qin Qin…”


Xue Ling protes. “Rou Rou, jangan masuk ! Hua Yuan Gu sekarang tidak aman !”


Qin Qin baik hati memperingati.


Semua


mengikuti Qin Qin ke tempat di pinggiran Hua Yuan Gu, terdapat beberapa Hua


Ling disana “emm Mei Mei, Chang Lan, Ji Gui, Luo Niu, apa yang kalian lakukan


disini ?” Xue Ling menyapa semua Hua Ling dan bertanya “Rou Rou, jangan masuk


lagi ke Hua Yuan Gu. Hua Yuan Gu sekarang sudah berubah !” “apa yang sudah


terjadi ?” Xue Ling bertanya, Qin Qin berkaca-kaca “Rou Rou, tidak lama lagi


Hua Ling akan musnah…” Xue Ling membelai punggung Qin Qin “semua benih Hua Ling


yang baru dikontaminasi. Kami tidak tahu apa itu, tapi kami melihat sendiri !


beberapa benih Hua Ling layu dan mati” Mei Mei menjelaskan.


Xue


Ling “apa tidak ada yang selamat ?” kepala Luo Nu bergerak, melihat ke arah


kebun tidak jauh dari mereka “kalian menyelamatkannya ?” “Rou Rou… tolonglah…


kau tahu dunia luar, apakah ada seseorang yang bisa menolong kami ? bisakah kau


membawa dewa atau dewi tinggi kemari !” Mei Mei memeluk Xue Ling terisak


“tenanglah… jangan menangis… jangan menangis… bisa memperlihatkannya padaku ?”


Mei Mei


melerai pelukan, menariknya ke kebun, terdapat beberapa bunga yang sudah mulai


layu “mereka tidak mendapat asupan dari pohon suci, semakin lama semakin layu.


Aku tadi berencana masuk untuk mengambil sedikit nektar pohon suci !” Qin Qin


menjelaskan. “bagaimana kalian menyelamatkan mereka ?” Cheng Mei bertanya,


kelimanya melihat Xue Ling “ingin merawat benih sendiri !” Xue Ling menyahut,


diangguki kelimanya “bagaimana yang di Pohon Suci ?” Xue Ling bertanya dan kelimanya


menggeleng.


Xue


Ling mengangguk pada Cheng Mei. Cheng Mei mendekati benih-benih Hua Ling,


mengerahkan sihir seperti air menyirami semua benih. Perlahan semua benih


tampak lebih segar, kelimanya berbinar “ini untuk kalian ! ini bisa


mempertahankan mereka sementara !” Cheng Mei memberikan 3 botol cairan pada Qin


Qin dan Mei Mei “terima kasih Xian Nu !”


“bagaimana


Gu Zhu ?” Han Ling bertanya. Chang Lan menjawab “Gu Zhu masih di Hua Yuan Gu,


berusaha mempertahankan benih-benih Hua Ling…” “apa Gu Zhu tidak tahu


benih-benih itu terkontaminasi ?” Shui Ling bertanya “tahu, tapi Gu Zhu


mengatakan, jika tidak ada benih baru yang menjelma, Hua Yuan Gu akan hancur.”


“kalau dipertahankanpun sudah bukan Hua Ling yang akan menjelma !” Ling Siang


berguman.


“Gu Zhu


sekarang sudah tidak seperti yang dulu, dia hanya mendengar permintaan Gong Zhu.


Gong Zhu selalu mengatakan akan menyelamatkan Hua Ling Gu tapi semenjak Gong


Zhu yang mengurus semua, benih-benih Hua Ling perlahan layu dan mati” “mana Hua


Ling lainnya ?” Huo Ling bertanya “sekarang hawa di Hua Yuan Gu tidak baik,


semua Hua Ling yang masih di dalam lembah sakit-sakitan.” “sakit ? kalian ?”


kelimanya menggeleng “untung saat itu kami terlambat kembali. Saat kami


kembali, melihat beberapa Hua Ling terkapar di mulut lembah. Sayang, setelah


memperingati kami untuk tidak masuk lembah, Hua Ling itu mati.”


Xue


Ling menepuk pundak Qin Qin “kalian juga tidak bisa tinggal disini untuk


sementara, sebaiknya kalian menjauh dari sini !” Qin Qin melihat benih-benih


Hua Ling “kami juga ingin, tapi jika kami pergi, mereka tidak memiliki harapan


lagi ! jika semua yang didalam lembah bisa sembuh, kita masih memiliki harapan


memulihkan pohon suci” menunduk. Han Ling memegang pundak Xue Ling, mengerahkan


sihir, memberi jiejue pada benih-benih Hua Ling “begini, sudah tidak ada


masalah !” tersenyum pada Xue Ling.


Xue


Ling tersenyum “Qin Qin, kalian sudah bisa meninggalkan sini dengan membawa


mereka. Mereka akan aman hingga saatnya menjelma” “terima kasih Shen Zhu ! em…


Rou Rou, kalian ikut dengan kami ?” Mei Mei menawarkan, Xue Ling menggeleng


“tidak, aku mau melihat apa yang terjadi di Hua Yuan Gu” “Rou Rou…” Qin Qin mau


memperingati “tenang saja, aku tidak akan ada masalah ! benih-benih Hua Ling


yang baru masih membutuhkan Hua Yuan Gu, sangat sayang jika hancur” Xue Ling


menenangkan “ehm… Rou Rou, kalian ?” Chang Lan melihat Xue Ling dan Han Ling


“ini Han Ling Shen Jun, suamiku !”


Qin Qin


tertawa “wah Rou Rou, akhirnya cintamu bersambut… selamat untuk kalian ! terima


kasih atas bantuan Shen Jun…” Han Ling tersenyum, merangkul pinggang Xue Ling


“tidak perlu sungkan.” Xue Ling tersenyum manis di pelukan Han Ling. Qin Qin


menatap keempat teman lainnya “Rou Rou, kami akan tetap disini, Hua Yuan Gu


adalah rumah kami. Jika bisa memberi sedikit bantuan, demi mempertahankan Hua


Yuan Gu !” Xue Ling tersenyum “terserah pada kalian !”