The Power Of Love

The Power Of Love
Bab 55 - Dimanakah Permata Merah



            Xue Ling menggeleng “menghilangkan ancaman bagi Si Hai Ba


Huang, bukankah adalah tanggung jawab Tian Zun ?” “Jie, tadi kau mengatakan


tidak mengejar permata nila, maksudnya mau mencari permata merah ?” Shui Ling


mematahkan, tidak mau berlarut-larut berdebat untuk hal yang tidak mungkin


mereka menangkan. Shui Ling dan Huo Ling sama-sama tahu, yang diminta Xue Ling


adalah jalan kebebasan untuknya. Jalan Xue Ling, tidak ada yang bisa


merubahnya. Sesuatu yang sudah dimulainya, akan diakhirinya sendiri.


            Xue Ling mengangguk “tunggu tubuhku lebih kuat, aku akan


mencari permata merah !” Han Ling berdehem “permata merah harusnya berada pada


tempat yang paling bersinar !” Xue Ling tersenyum penuh arti “Xiao Xue, apa aku


mengatakan hal yang salah ?”  Han Ling


mencurigai senyuman Xue Ling. Xue Ling mengangkat bahu “jiefu, semua bisa


memikirkan hal seperti itu. Ketujuh permata sangat susah ditemukan selama ini


karena memiliki keunikannya sendiri” Shui Ling menjelaskan.


            “tidak mengatakan ketiga permata yang sebelumnya jiejie


temukan, permata hijau juga memberi perlawanan. Jie, menurutmu dimana permata


merah itu ?” Shui Ling melanjutkan rasa penasarannya. Xue Ling memberikan


senyum simpul “tidak perlu kalian fikirkan ! Huo, cukup persiapkan dirimu ! perangmu


kali ini, bukanlah melawan Li Ming atau Lau Hua Gu, tapi dirimu sendiri.” Huo


Ling terkejut “baik, aku sudah tahu jie.”


            Xue Ling tersenyum, berbalik ke Han Ling “Han ge, sudah


saatnya aku ke Pohon Bodhi…” Han Ling mengerutkan kening “Han ge, aku akan


menyatukan kelima permata… selama aku tidak ada…” “Xiao Xue, aku akan


menemanimu…” Han Ling langsung memotong. Xue Ling membulatkan matanya “melangkah


bersama” Han Ling tersenyum membelai kepala Xue Ling, mengingatkannya akan hal


yang sudah mereka sepakati. Xue Ling tersentak, akhirnya pasrah “baiklah,


melangkah bersama. Huo, Shui, Ling Siang, kami akan ke Pohon Bodhi. Untuk waktu


dekat, kami tidak akan kembali. Berhati-hatilah ! Ling Siang…” Liang Siang


mengangguk “aku tahu jie ! Jiejie tenang saja, lakukan yang ingin anda lakukan.


Disini ada kemi bertiga, tidak akan ada masalah !” Xue Ling memberinya senyum


manis.


            Han Ling dan Xue Ling ke Pohon Bodhi “Han ge, jika tidak


tahan, kembalilah terlebih dahulu…” Han Ling menggeleng dengan senyuman “Xiao


Xue, aku tidak akan pernah meninggalkanmu… sudah, lakukan yang mau kau


lakukan…” mendorong Xue Ling ke hadapan Pohon Bodhi. Xue Ling melongo, perlahan


tersenyum, mengecup kedua pipi Han Ling “aku mencintaimu !” Han Ling tersenyum


manis.


            Xue Ling duduk bersila di hadapan Pohon Bodhi, mulai


mengeluarkan energinya, menyalurkan ke Pohon Bodhi. Han Ling duduk tidak jauh


darinya, mengawasi “Shen Jun, anda disini !” Shen Wang datang menghampiri. Han


Ling tersenyum “Shen Zun akan memerlukan waktu agak lama… bagaimana kalau kita


bermain catur !” keduanya bermain catur sambil menunggu Xue Ling.


            Di Bei Hai, Wei Jiang sedang melihat cermin kehidupan,


berusaha mencari Permata Merah dan Permata Nila. “Masih belum ada petunjuk ?”


Xin Lan bertanya disisi suaminya. “Xin er, apa kau mencurigai sesuatu ?” Wei


Jiang menatap Xin Lan “Jiang ge, Shen Zun mendapatkan Permata Hijau dalam


perjalanannya ke Dong Hua Gu. Pihak sana juga sudah mengetahui masalah


permata-permata itu. Jiang ge, maaf, tapi untuk hal ini, aku ingin tahu ada apa


sebenarnya dengan leluhur Ren Yu ? masalah yang belum jelas itu sebenarnya


bisa kupastikan ! Masalah ini pasti masih berhubungan dengan Fu Wang ! entah


apa yang sebenarnya Fu Wang telah lakukan !”


            “Jiang ge, kenapa tidak bisa membuka kisah Fu Wang ? apa


Fu Wang juga sama seperti Shen Zun ?” Xin Lan menanyakan hal yang sudah lama


membuatnya penasaran. Wei Jiang menggeleng “Fu Wang menggunakanku !” Xin Lan


mengerutkan kening “Jiang ge…” Wei Jiang menghela nafas “kalau bukan Shen Zun,


akupun tidak tahu terlahir dari salah satu aura itu !”


            Wei Jiang mengerahkan sihir, merubah tampilan dalam


cermin kehidupan. Dalam cermin kehidupan, terlihat Wei Jiang kecil yang sedang


bermain bersama Zheng Zhu terdahulu. “Jiang ge, anda…” Xin Lan bingung. Sesuai


dengan yang diketahuinya, jiwa yang terlahir dari aura, tidak dapat di ramalkan


ataupun dilihat segala segi kehidupan, kecuali jika jiwa itu sudah mati.


            Wei Jiang tidak mengatakan apapun, membiarkan Xin Lan


melihat cermin kehidupan. Xin Lan melihat sampai berkaca-kaca dan menutup


mulutnya “Jiang ge, bagaimana Shen Zun mengetahuinya dan mengembalikannya


padamu ?” Wei Jiang menghela nafas “Xin er, yang dimaksud Shen Zun mencari jati


diri itu, bukanlah jati dirinya. Shen Zun mencari jati diriku, berusaha


mengembalikanku dan memaksaku turun tangan padanya !” Xin Lan terkejut dan


termangu.


            “kenapa ? kenapa melakukan hal itu ?” Xin Lan tergagap


“Xin er, semua yang dilakukan Shen Zun saat itu adalah untuk memaksaku turun


tangan. Yang kalian katakan penyiksaan itu sebenarnya adalah berkah yang


diberikannya” Wei Jiang menjelaskan “jika seperti itu ? kenapa berhenti ?” Xin


Lan semakin tidak mengerti, Wei Jiang menatap Xin Lan.


            “kenapa dia begitu tidak menghargai hidupnya sendiri ?


untuk apa dia melakukan semua itu ?” Xin Lan menunduk. Wei Jiang menghela nafas


“Xin er, apa kau melupakan kata-kata Shen Zun ? Dia hanyalah ‘embun’ yang tidak


diinginkan siapapun. Tian Zun dan Tian Hou terdahulu, tidak pernah


memandangnya, lebih memperhatikan Tian Zun dan Xian Zun. Shen Zun dibiarkan


hidup bebas, tanpa ada yang mengatur dan memperhatikannya. Shen Zun sudah


mengalahkan ambisi dan sifat iri hatinya sendiri, pasrah dan menjalani


kehidupannya apa adanya”.


            “kenapa mengambilnya jika tidak menyayanginya ?” Xin Lan


merasa sedih untuk Xue Ling “mungkin karena Shen Zun berhasil menjaga teratai


itu, hingga mereka mengambilnya untuk menjaga Tian Zun dan Xian Zun” Wei Jiang


menjawab tanpa berfikir. “tapi Tian Zun dan Xian Zun tidak memandang rendah


Shen Zun ?” Xin Lan masih bingung. Wei Jiang mengangguk “walau mendapat


perlakuan yang tidak adil, Shen Zun tidak membalasnya, tetap menyayangi kedua


adiknya dan membimbing mereka. Bisa dikatakan Tian Zun dan Xian Zun yang


sekarang adalah hasil ajaran Shen Zun. Tian Zun dan Tian Hou terdahulu hanya


memikirkan untuk mengokohkan posisi Tian Zhu”.


            “ah jadi Tian Zun dan Tian Hou mengambil mereka untuk di


manfaatkan ?” Xin Lan mulai kesal. Wei Jiang nyengir “setidaknya mereka tidak egois


dan memiliki ambisi untuk menguasainya sendiri”. “Jika seperti itu, kenapa


memberikan status Shen Zun ?” Xin Lan masih tidak mengerti “karena Shen Zun


berhasil keluar dan mengharumkan namanya sendiri. Tindakan tepat yang dilakukan


Shen Zun membuatnya mendapat penghormatan dari beberapa pihak dan berhasil


menyelamatkan Tian Zun Tian Hou di saat terakhirnya.” Wei Jiang berkata santai.