
Xue Ling menggeleng “menghilangkan ancaman bagi Si Hai Ba
Huang, bukankah adalah tanggung jawab Tian Zun ?” “Jie, tadi kau mengatakan
tidak mengejar permata nila, maksudnya mau mencari permata merah ?” Shui Ling
mematahkan, tidak mau berlarut-larut berdebat untuk hal yang tidak mungkin
mereka menangkan. Shui Ling dan Huo Ling sama-sama tahu, yang diminta Xue Ling
adalah jalan kebebasan untuknya. Jalan Xue Ling, tidak ada yang bisa
merubahnya. Sesuatu yang sudah dimulainya, akan diakhirinya sendiri.
Xue Ling mengangguk “tunggu tubuhku lebih kuat, aku akan
mencari permata merah !” Han Ling berdehem “permata merah harusnya berada pada
tempat yang paling bersinar !” Xue Ling tersenyum penuh arti “Xiao Xue, apa aku
mengatakan hal yang salah ?” Han Ling
mencurigai senyuman Xue Ling. Xue Ling mengangkat bahu “jiefu, semua bisa
memikirkan hal seperti itu. Ketujuh permata sangat susah ditemukan selama ini
karena memiliki keunikannya sendiri” Shui Ling menjelaskan.
“tidak mengatakan ketiga permata yang sebelumnya jiejie
temukan, permata hijau juga memberi perlawanan. Jie, menurutmu dimana permata
merah itu ?” Shui Ling melanjutkan rasa penasarannya. Xue Ling memberikan
senyum simpul “tidak perlu kalian fikirkan ! Huo, cukup persiapkan dirimu ! perangmu
kali ini, bukanlah melawan Li Ming atau Lau Hua Gu, tapi dirimu sendiri.” Huo
Ling terkejut “baik, aku sudah tahu jie.”
Xue Ling tersenyum, berbalik ke Han Ling “Han ge, sudah
saatnya aku ke Pohon Bodhi…” Han Ling mengerutkan kening “Han ge, aku akan
menyatukan kelima permata… selama aku tidak ada…” “Xiao Xue, aku akan
menemanimu…” Han Ling langsung memotong. Xue Ling membulatkan matanya “melangkah
bersama” Han Ling tersenyum membelai kepala Xue Ling, mengingatkannya akan hal
yang sudah mereka sepakati. Xue Ling tersentak, akhirnya pasrah “baiklah,
melangkah bersama. Huo, Shui, Ling Siang, kami akan ke Pohon Bodhi. Untuk waktu
dekat, kami tidak akan kembali. Berhati-hatilah ! Ling Siang…” Liang Siang
mengangguk “aku tahu jie ! Jiejie tenang saja, lakukan yang ingin anda lakukan.
Disini ada kemi bertiga, tidak akan ada masalah !” Xue Ling memberinya senyum
manis.
Han Ling dan Xue Ling ke Pohon Bodhi “Han ge, jika tidak
tahan, kembalilah terlebih dahulu…” Han Ling menggeleng dengan senyuman “Xiao
Xue, aku tidak akan pernah meninggalkanmu… sudah, lakukan yang mau kau
lakukan…” mendorong Xue Ling ke hadapan Pohon Bodhi. Xue Ling melongo, perlahan
tersenyum, mengecup kedua pipi Han Ling “aku mencintaimu !” Han Ling tersenyum
manis.
Xue Ling duduk bersila di hadapan Pohon Bodhi, mulai
mengeluarkan energinya, menyalurkan ke Pohon Bodhi. Han Ling duduk tidak jauh
darinya, mengawasi “Shen Jun, anda disini !” Shen Wang datang menghampiri. Han
Ling tersenyum “Shen Zun akan memerlukan waktu agak lama… bagaimana kalau kita
bermain catur !” keduanya bermain catur sambil menunggu Xue Ling.
Di Bei Hai, Wei Jiang sedang melihat cermin kehidupan,
berusaha mencari Permata Merah dan Permata Nila. “Masih belum ada petunjuk ?”
Xin Lan bertanya disisi suaminya. “Xin er, apa kau mencurigai sesuatu ?” Wei
Jiang menatap Xin Lan “Jiang ge, Shen Zun mendapatkan Permata Hijau dalam
perjalanannya ke Dong Hua Gu. Pihak sana juga sudah mengetahui masalah
permata-permata itu. Jiang ge, maaf, tapi untuk hal ini, aku ingin tahu ada apa
sebenarnya dengan leluhur Ren Yu ? masalah yang belum jelas itu sebenarnya
bisa kupastikan ! Masalah ini pasti masih berhubungan dengan Fu Wang ! entah
apa yang sebenarnya Fu Wang telah lakukan !”
“Jiang ge, kenapa tidak bisa membuka kisah Fu Wang ? apa
Fu Wang juga sama seperti Shen Zun ?” Xin Lan menanyakan hal yang sudah lama
membuatnya penasaran. Wei Jiang menggeleng “Fu Wang menggunakanku !” Xin Lan
mengerutkan kening “Jiang ge…” Wei Jiang menghela nafas “kalau bukan Shen Zun,
akupun tidak tahu terlahir dari salah satu aura itu !”
Wei Jiang mengerahkan sihir, merubah tampilan dalam
cermin kehidupan. Dalam cermin kehidupan, terlihat Wei Jiang kecil yang sedang
bermain bersama Zheng Zhu terdahulu. “Jiang ge, anda…” Xin Lan bingung. Sesuai
dengan yang diketahuinya, jiwa yang terlahir dari aura, tidak dapat di ramalkan
ataupun dilihat segala segi kehidupan, kecuali jika jiwa itu sudah mati.
Wei Jiang tidak mengatakan apapun, membiarkan Xin Lan
melihat cermin kehidupan. Xin Lan melihat sampai berkaca-kaca dan menutup
mulutnya “Jiang ge, bagaimana Shen Zun mengetahuinya dan mengembalikannya
padamu ?” Wei Jiang menghela nafas “Xin er, yang dimaksud Shen Zun mencari jati
diri itu, bukanlah jati dirinya. Shen Zun mencari jati diriku, berusaha
mengembalikanku dan memaksaku turun tangan padanya !” Xin Lan terkejut dan
termangu.
“kenapa ? kenapa melakukan hal itu ?” Xin Lan tergagap
“Xin er, semua yang dilakukan Shen Zun saat itu adalah untuk memaksaku turun
tangan. Yang kalian katakan penyiksaan itu sebenarnya adalah berkah yang
diberikannya” Wei Jiang menjelaskan “jika seperti itu ? kenapa berhenti ?” Xin
Lan semakin tidak mengerti, Wei Jiang menatap Xin Lan.
“kenapa dia begitu tidak menghargai hidupnya sendiri ?
untuk apa dia melakukan semua itu ?” Xin Lan menunduk. Wei Jiang menghela nafas
“Xin er, apa kau melupakan kata-kata Shen Zun ? Dia hanyalah ‘embun’ yang tidak
diinginkan siapapun. Tian Zun dan Tian Hou terdahulu, tidak pernah
memandangnya, lebih memperhatikan Tian Zun dan Xian Zun. Shen Zun dibiarkan
hidup bebas, tanpa ada yang mengatur dan memperhatikannya. Shen Zun sudah
mengalahkan ambisi dan sifat iri hatinya sendiri, pasrah dan menjalani
kehidupannya apa adanya”.
“kenapa mengambilnya jika tidak menyayanginya ?” Xin Lan
merasa sedih untuk Xue Ling “mungkin karena Shen Zun berhasil menjaga teratai
itu, hingga mereka mengambilnya untuk menjaga Tian Zun dan Xian Zun” Wei Jiang
menjawab tanpa berfikir. “tapi Tian Zun dan Xian Zun tidak memandang rendah
Shen Zun ?” Xin Lan masih bingung. Wei Jiang mengangguk “walau mendapat
perlakuan yang tidak adil, Shen Zun tidak membalasnya, tetap menyayangi kedua
adiknya dan membimbing mereka. Bisa dikatakan Tian Zun dan Xian Zun yang
sekarang adalah hasil ajaran Shen Zun. Tian Zun dan Tian Hou terdahulu hanya
memikirkan untuk mengokohkan posisi Tian Zhu”.
“ah jadi Tian Zun dan Tian Hou mengambil mereka untuk di
manfaatkan ?” Xin Lan mulai kesal. Wei Jiang nyengir “setidaknya mereka tidak egois
dan memiliki ambisi untuk menguasainya sendiri”. “Jika seperti itu, kenapa
memberikan status Shen Zun ?” Xin Lan masih tidak mengerti “karena Shen Zun
berhasil keluar dan mengharumkan namanya sendiri. Tindakan tepat yang dilakukan
Shen Zun membuatnya mendapat penghormatan dari beberapa pihak dan berhasil
menyelamatkan Tian Zun Tian Hou di saat terakhirnya.” Wei Jiang berkata santai.