The Power Of Love

The Power Of Love
Hampir Saja



" Konyol banget ternyata tingkah Abang kamu Ra " Ucap Azka disela tawanya .


" Iya makanya dari itu Naura tertawa , karna ada saja tingkah bang Anggi yang selalu bikin Naura gak bisa nahan buat tertawa " jawab Naura sambil terkekeh .


Tapi seketika Azka langsung menghentikan tawanya , ia teringat isi chat dari Anggi , yaitu dengan kata Markas .


" Ra coba Azka lihat sekali lagi isi chat dari bang Anggi " Izin Azka seraya menatap Naura lekat .


" Ini " Jawab Naura seraya menyodorkan ponselnya .


" Iya benar bang Anggi bilang kantor dan markas , Markas apa maksudnya ?" batin Azka bertanya .


" Ra yang dimaksud markas oleh bang Anggi ini apa ?'' tanya Azka seraya menyodorkan kembali ponsel milik Naura .


" Markas ? " gumam Naura pelan .


" Iya markas , ini coba baca lagi " jawab Azka seraya menyodorkan ponsel milik Naura yang masih berada ditangannya .


Naura langsung mengambil ponselnya , dan ia kembali membaca isi pesan dari bang Anggi .


" Aduh ko bisa seceroboh ini sii Ra " batin Naura mengutuk kebodohannya .


" Ohh itu Caffe maksudnya iya caffe , kak Azka seperti gak tahu bang Anggi saja terkadang dia suka mengada-ngada " jawab Naura berbohong seraya menampilkan barisan gigi nya yang putih dan bersih .


" Ohh " balas Azka yang hanya ber-oh ria .


" Ya udah kita tidur yu kak , besok kita ada kelas loh " Ajak Naura lembut seraya tersenyum .


" Iya , ayo Ra " jawab Azka seraya membalas senyum Naura , namun ia merasa ada yang mengganjal dibalik kata markas yang bang Anggi maksud .


" Good night kak " ucap Naura lalu ia kembali mengganti lampu kamar nya dengan lampu tidur .


" Good night sayang " balas Azka dengan senyum manis .


" Udah tidur , kak Azka jangan berpikir yang macem-macem " Ujar Naura lagi .


Naura yakin Azka belum puas dengan jawabannya tentang markas tadi dan bisa bahaya kalau Azka tahu tentang semuanya .


" Dihh so tau kamu Ra " jawab Azka seraya tangannya menyentuh ujung hidung Naura yang mancung . Iya kini kedua nya sudah berbaring dan saling berhadapan .


" Ra " panggil Azka lembut seraya menatap Naura .


" Hmmm " jawab Naura dengan berdehem karna ia sudah mulai mengantuk .


" Sekarang udah gak malu ya kalau gak pake hijab depan Azka ?'' tanya Azka seraya satu tangannya membenarkan anak rambut yang menutupi sebagian wajah Naura .


Naura yang sudah mulai mengantuk dan menutup kedua mata , ia kembali membuka kedua mata nya dan langsung berhadapan dengan netra indah Azka .


" Masih , sedikit " jawab Naura sambil memperagakan dengan jari tangannya .


" Apa sii ko masih malu sama suami sendiri " timpal Azka , lalu detik berikutnya ia memeluk Naura .


" aaahh Kak Azka lepasin , kak Azka mau ngapain ? " teriak Naura yang langsung histeris .


" Mau tidur sambil meluk kamu " jawab Azka tenang seraya mempererat pelukannya .


" Kak Azka lepasin " teriak Naura lagi karna ia tak bisa mengendalikan degup jantung nya dan takut terdengar oleh Azka .


" Suut... udah tidur yuu " timpal Azka yang tak mau melepaskan pelukannya .


Dengan terpaksa Naura pun menurut , ditambah rasa kantuk yang ia tahan sedari tadi sudah tak bisa diajak kerja sama .


" Cup , selamat malam istri ku " Azka diam-diam mengecup sayang kening Naura , ketika menyadari Naura sudah tidak memberontak bahkan ia sudah mulai memejamkan kedua matanya .


Melihat Naura yang sudah tertidur pulas seraya membalas pelukannya , Azka tersenyum senang dan ia mulai ikut menutup kedua matanya untuk menyusul sang istri ke alam mimpi .


*****


Sekitar pukul 5 kurang 20 menit , Azka terbangun lebih dulu karna mendengar suara adzan subuh berkumandang . Dengan perlahan Azka meraih ponselnya diatas nakas karna takut membangunkan Naura yang masih tertidur pulas dipelukan nya .


" Astagfirullah " ucap Azka kaget ketika melihat jam yang ada dilayar ponselnya sudah menunjukan pukul 04:40 itu artinya Azka sudah melewatkan sholat malam .


" Kita kesiangan Ra " jawab Azka jujur .


" Hah memang nya ini jam berapa ?'' tanya Naura yang juga ikut kaget seraya ia langsung bangun dari berbaringnya .


" Jam 4 lebih 40 menit Ra " jawab Azka seraya memperlihatkan jam yang ada dilayar ponselnya .


" Huuhhh kirain " balas Naura lega seraya menghembuskan nafasnya .


" Ya udah Azka ke kamar mandi duluan ya Ra " Ucap Azka seraya langsung bangkit dari tempat tidur .


" Hmmm iya kak " jawab Naura yang masih mengantuk .


Tak lama Azka sudah membersihkan badannya , namun ia baru teringat , kalau ia tidak membawa baju gantinya .


" Ahh sudahlah gapapa " gumam Azka yang langsung keluar dengan hanya menggunakan handuk sebatas perut dan lututnya .


" Ra pakaian ganti Azka dimana ? " tanya Azka yang sudah terbiasa dengan Naura yang selalu mempersiapkan pakaian ganti nya .


" Eh heh apa kak ?'' tanya Naura yang kaget karena Naura ternyata tertidur kembali .


" Pakaian ganti Azka dimana ? " tanya Azka sekali lagi sambil menahan tawa nya melihat Naura yang baru bangun tidur .


" Oh itu bentar Naura ambilkan dulu " Jawab Naura yang langsung berjalan ke arah ruang ganti .


" Aaaaaaaaaa " Seketika Naura langsung teriak ketika ia baru menyadari kalau Azka tengah bertelanjang dada .


" Kenapa Ra ? , ada apa ? " tanya Azka yang kaget dengan teriakan Naura .


Dan ia dengan refleks langsung menarik tangan Naura .


Mata kedua nya bertemu dan saling pandang sampai pada akhirnya Naura kembali berteriak ketika menyadari Azka kini tidak memakai sehelai benang pun .


" Aaaaa..... kak Azka " teriak Naura sambil menutup matanya dengan tangannya satu lagi .


" Ada apa Ra ? , kenapa kamu teriak-teriak terus dari tadi ?'' tanya Azka bingung , dan tak hanya itu teriakan Naura membuat ia selalu kaget .


" Itu handuk nya kak " jawab Naura dengan mata yang masih ditutup .


Azka langsung melihat handuk yang ia pakai dan ternyata handuknya terlepas sehingga ia tidak menggunakan apa-apa alias bertelanjang bulat .


" Astagfirullah " ucap Azka yang langsung melepaskan tangan Naura dan langsung menggambil handuknya yang terlepas .


Ketika menyadari tangannya sudah dilepaskan oleh Azka , Naura langsung saja berlari ke arah ruang ganti dengan kedua pipi memanas dan degup jantung yang sudah tidak beraturan .


" Hah hah " Naura mengatur nafas nya sebelum ia mengambil pakaian ganti untuk Azka .


" Ya Allah hampir saja Naura terkena serangan jantung " gumam Naura seraya memegang dadanya .


" Iiiiii " Naura langsung bergidik ngeri membayangkan kejadian beberapa menit yang lalu .


" Astagfirullah mata Naura sudah tidak suci lagi , apa yang tadi Naura lihat " gumam nya lagi yang berkali-kali bergidik ngeri .


Cukup lama Naura mengatur nafas dan degup jantung nya yang seakan ingin melompat , setelah dirasa sedikit membaik Naura mulai mengambil baju ganti untuk Azka dan diri nya .


" Jangan sampai kejadian barusan terjadi pada dirinya " pikir Naura ketika ia mengambil pakaian ganti miliknya .


" Naudzubillah '' gumam Naura bergidik ngeri membayangkan kejadian tadi menimpa dirinya , betapa malu nya ia .


Dengan perlahan Naura keluar dari ruang ganti dengan membawa baju ganti Azka dan dirinya , dan ternyata Azka sedang duduk ditempat tidur seraya membelakangi nya , Naura langsung saja menyimpan baju ganti Azka diatas tempat tidur .


" Kak Azka ini baju gantinya , Naura ke kamar mandi dulu ya " Ucap Naura yang langsung berlari ke kamar mandi .


😘


😘


😘


Jangan lupa tinggalkan jejak , like , komen , Vote dan jangan lupa untuk tambahan ke favorit 💙 , Terimakasih 🤗🤗🙏.