
" Konyol banget ternyata tingkah Abang kamu Ra " Ucap Azka disela tawanya .
" Iya makanya dari itu Naura tertawa , karna ada saja tingkah bang Anggi yang selalu bikin Naura gak bisa nahan buat tertawa " jawab Naura sambil terkekeh .
Tapi seketika Azka langsung menghentikan tawanya , ia teringat isi chat dari Anggi , yaitu dengan kata Markas .
" Ra coba Azka lihat sekali lagi isi chat dari bang Anggi " Izin Azka seraya menatap Naura lekat .
" Ini " Jawab Naura seraya menyodorkan ponselnya .
" Iya benar bang Anggi bilang kantor dan markas , Markas apa maksudnya ?" batin Azka bertanya .
" Ra yang dimaksud markas oleh bang Anggi ini apa ?'' tanya Azka seraya menyodorkan kembali ponsel milik Naura .
" Markas ? " gumam Naura pelan .
" Iya markas , ini coba baca lagi " jawab Azka seraya menyodorkan ponsel milik Naura yang masih berada ditangannya .
Naura langsung mengambil ponselnya , dan ia kembali membaca isi pesan dari bang Anggi .
" Aduh ko bisa seceroboh ini sii Ra " batin Naura mengutuk kebodohannya .
" Ohh itu Caffe maksudnya iya caffe , kak Azka seperti gak tahu bang Anggi saja terkadang dia suka mengada-ngada " jawab Naura berbohong seraya menampilkan barisan gigi nya yang putih dan bersih .
" Ohh " balas Azka yang hanya ber-oh ria .
" Ya udah kita tidur yu kak , besok kita ada kelas loh " Ajak Naura lembut seraya tersenyum .
" Iya , ayo Ra " jawab Azka seraya membalas senyum Naura , namun ia merasa ada yang mengganjal dibalik kata markas yang bang Anggi maksud .
" Good night kak " ucap Naura lalu ia kembali mengganti lampu kamar nya dengan lampu tidur .
" Good night sayang " balas Azka dengan senyum manis .
" Udah tidur , kak Azka jangan berpikir yang macem-macem " Ujar Naura lagi .
Naura yakin Azka belum puas dengan jawabannya tentang markas tadi dan bisa bahaya kalau Azka tahu tentang semuanya .
" Dihh so tau kamu Ra " jawab Azka seraya tangannya menyentuh ujung hidung Naura yang mancung . Iya kini kedua nya sudah berbaring dan saling berhadapan .
" Ra " panggil Azka lembut seraya menatap Naura .
" Hmmm " jawab Naura dengan berdehem karna ia sudah mulai mengantuk .
" Sekarang udah gak malu ya kalau gak pake hijab depan Azka ?'' tanya Azka seraya satu tangannya membenarkan anak rambut yang menutupi sebagian wajah Naura .
Naura yang sudah mulai mengantuk dan menutup kedua mata , ia kembali membuka kedua mata nya dan langsung berhadapan dengan netra indah Azka .
" Masih , sedikit " jawab Naura sambil memperagakan dengan jari tangannya .
" Apa sii ko masih malu sama suami sendiri " timpal Azka , lalu detik berikutnya ia memeluk Naura .
" aaahh Kak Azka lepasin , kak Azka mau ngapain ? " teriak Naura yang langsung histeris .
" Mau tidur sambil meluk kamu " jawab Azka tenang seraya mempererat pelukannya .
" Kak Azka lepasin " teriak Naura lagi karna ia tak bisa mengendalikan degup jantung nya dan takut terdengar oleh Azka .
" Suut... udah tidur yuu " timpal Azka yang tak mau melepaskan pelukannya .
Dengan terpaksa Naura pun menurut , ditambah rasa kantuk yang ia tahan sedari tadi sudah tak bisa diajak kerja sama .
" Cup , selamat malam istri ku " Azka diam-diam mengecup sayang kening Naura , ketika menyadari Naura sudah tidak memberontak bahkan ia sudah mulai memejamkan kedua matanya .
Melihat Naura yang sudah tertidur pulas seraya membalas pelukannya , Azka tersenyum senang dan ia mulai ikut menutup kedua matanya untuk menyusul sang istri ke alam mimpi .
*****
Sekitar pukul 5 kurang 20 menit , Azka terbangun lebih dulu karna mendengar suara adzan subuh berkumandang . Dengan perlahan Azka meraih ponselnya diatas nakas karna takut membangunkan Naura yang masih tertidur pulas dipelukan nya .
" Astagfirullah " ucap Azka kaget ketika melihat jam yang ada dilayar ponselnya sudah menunjukan pukul 04:40 itu artinya Azka sudah melewatkan sholat malam .
" Kita kesiangan Ra " jawab Azka jujur .
" Hah memang nya ini jam berapa ?'' tanya Naura yang juga ikut kaget seraya ia langsung bangun dari berbaringnya .
" Jam 4 lebih 40 menit Ra " jawab Azka seraya memperlihatkan jam yang ada dilayar ponselnya .
" Huuhhh kirain " balas Naura lega seraya menghembuskan nafasnya .
" Ya udah Azka ke kamar mandi duluan ya Ra " Ucap Azka seraya langsung bangkit dari tempat tidur .
" Hmmm iya kak " jawab Naura yang masih mengantuk .
Tak lama Azka sudah membersihkan badannya , namun ia baru teringat , kalau ia tidak membawa baju gantinya .
" Ahh sudahlah gapapa " gumam Azka yang langsung keluar dengan hanya menggunakan handuk sebatas perut dan lututnya .
" Ra pakaian ganti Azka dimana ? " tanya Azka yang sudah terbiasa dengan Naura yang selalu mempersiapkan pakaian ganti nya .
" Eh heh apa kak ?'' tanya Naura yang kaget karena Naura ternyata tertidur kembali .
" Pakaian ganti Azka dimana ? " tanya Azka sekali lagi sambil menahan tawa nya melihat Naura yang baru bangun tidur .
" Oh itu bentar Naura ambilkan dulu " Jawab Naura yang langsung berjalan ke arah ruang ganti .
" Aaaaaaaaaa " Seketika Naura langsung teriak ketika ia baru menyadari kalau Azka tengah bertelanjang dada .
" Kenapa Ra ? , ada apa ? " tanya Azka yang kaget dengan teriakan Naura .
Dan ia dengan refleks langsung menarik tangan Naura .
Mata kedua nya bertemu dan saling pandang sampai pada akhirnya Naura kembali berteriak ketika menyadari Azka kini tidak memakai sehelai benang pun .
" Aaaaa..... kak Azka " teriak Naura sambil menutup matanya dengan tangannya satu lagi .
" Ada apa Ra ? , kenapa kamu teriak-teriak terus dari tadi ?'' tanya Azka bingung , dan tak hanya itu teriakan Naura membuat ia selalu kaget .
" Itu handuk nya kak " jawab Naura dengan mata yang masih ditutup .
Azka langsung melihat handuk yang ia pakai dan ternyata handuknya terlepas sehingga ia tidak menggunakan apa-apa alias bertelanjang bulat .
" Astagfirullah " ucap Azka yang langsung melepaskan tangan Naura dan langsung menggambil handuknya yang terlepas .
Ketika menyadari tangannya sudah dilepaskan oleh Azka , Naura langsung saja berlari ke arah ruang ganti dengan kedua pipi memanas dan degup jantung yang sudah tidak beraturan .
" Hah hah " Naura mengatur nafas nya sebelum ia mengambil pakaian ganti untuk Azka .
" Ya Allah hampir saja Naura terkena serangan jantung " gumam Naura seraya memegang dadanya .
" Iiiiii " Naura langsung bergidik ngeri membayangkan kejadian beberapa menit yang lalu .
" Astagfirullah mata Naura sudah tidak suci lagi , apa yang tadi Naura lihat " gumam nya lagi yang berkali-kali bergidik ngeri .
Cukup lama Naura mengatur nafas dan degup jantung nya yang seakan ingin melompat , setelah dirasa sedikit membaik Naura mulai mengambil baju ganti untuk Azka dan diri nya .
" Jangan sampai kejadian barusan terjadi pada dirinya " pikir Naura ketika ia mengambil pakaian ganti miliknya .
" Naudzubillah '' gumam Naura bergidik ngeri membayangkan kejadian tadi menimpa dirinya , betapa malu nya ia .
Dengan perlahan Naura keluar dari ruang ganti dengan membawa baju ganti Azka dan dirinya , dan ternyata Azka sedang duduk ditempat tidur seraya membelakangi nya , Naura langsung saja menyimpan baju ganti Azka diatas tempat tidur .
" Kak Azka ini baju gantinya , Naura ke kamar mandi dulu ya " Ucap Naura yang langsung berlari ke kamar mandi .
😘
😘
😘
Jangan lupa tinggalkan jejak , like , komen , Vote dan jangan lupa untuk tambahan ke favorit 💙 , Terimakasih 🤗🤗🙏.