
Tak lama terdengar acara ijab Qabul yang baru akan dimulai , Yumna , Ocha , Naura dan Alya langsung terdiam untuk mendengarkan .
Dengan lantang Hans mengucapkan ijab Qabul dengan sekali tarikan nafas .
Sah ,
Sah ,
Yumna menitikan air matanya , ia terus berucap syukur .
" Selamat beb " , Ucap Ocha yang langsung memeluk Yumna dengan mata berkaca-kaca .
Diikuti oleh Alya dan juga Naura .
Tak lama pintu diketuk dan menampilkan mamahnya Yumna .
" Mamah " , panggil Yumna .
Mamah Yumna langsung menghampiri sang anak dan langsung memeluknya erat .
" Selamat sayang , anak mamah satu-satunya kini sudah menjadi istri orang , selamat ya nak " , Ucap Mamah Yumna disela tangisnya .
" Makasih banyak mah , Yumna sayang banget sama mamah " , jawab Yumna yang juga ikut menangis .
" Ya sudah ayo kita temui suami kamu " , Ajak mamah nya Yumna seraya mengelap air matanya .
Yumna mengangguk , dan sebelum itu MUA merapikan make up Yumna .
Yumna digandeng oleh Alya dan Ocha , Naura ia berjalan dibelakang mereka beriringan dengan mamahnya Yumna .
Kedatangan Yumna langsung disambut dengan suara MC .
" Iya inilah mempelai pengantin wanita yang begitu cantik dan anggung " , ujar nya dan langsung semua mata tertuju pada Yumna .
Yumna bak seorang putri yang sangat cantik dengan hijab yang menutupi sampai dadanya .
Yumna diarahkan untuk berdiri didekat suaminya , dan Alya , Naura serta Ocha mereka langsung disambut oleh pasangannya masing-masing dan untuk duduk disamping mereka .
" Cha kamu cantik banget " , puji temmy dengan sedikit berbisik .
" Suuut...., " , Ocha langsung menaruh jari telunjuknya didepan bibir menyuruh temmy untuk diam .
Walau dalam hatinya ia merasakan sesuatu yang berbeda yaitu seraya melayang dan berbunga-bunga .
Yumna dan Hans berdiri dengan saling berhadapan .
" Kalian sekarang sudah sah menjadi sepasang suami istri Dimata agama atau pun negara , ya sekarang boleh mempelai wanita mencium tangan suami ! " , Ujar Sang MC .
Yumna merasakan detak jantungnya yang bekerja berkali-kali lipat lebih cepat , Yumna masih menunduk dan ragu untuk meraih tangan Hans .
Sementara Hans sudah mengulurkan tangannya , Yumna masih ragu-ragu untuk meraih tangan kekar Hans , ia menarik ulur tangannya , selama ini belum ada kontak pisik sedikit pun dengan Hans .
Tingkah Yumna membuat semua orang tersenyum dan merasa gemas begitu pun dengan Hans .
Yumna menatap sekilas ke arah Hans , dan Hans langsung mengangguk dan tersenyum .
" Bismillah " , Yumna meraih tangan kekar Hans setelah mengucapkan basmallah lalu ia menciumnya dengan takdzim punggung tangan Hans .
Hans bisa merasakan ketika benda kenyal itu menempel sempurna dipunggung tangannya dan ada hal yang sangat bahagia yang Hans rasakan .
Sang MC lalu menginstruksikan sang mempelai pengantin pria untuk membalasnya dengan mengecup kening sang istri .
Yumna sudah merasakan jantungnya yang semakin berdebar .
Sebelum mendaratkan kecupan dikening Yumna, Hans lebih dulu menyimpan tangannya dikepala Yumna lalu membacakan doa dan bisa didengar langsung oleh Yumna yang membuat ia langsung menitikan air matanya .
" Aamiin "
Hans mulai megangi pundak Yumna lalu dengan membaca basmallah ia mulai mencium lembut kening Yumna .
Yumna menutup matanya dan ia bisa merasakan ketika benda kenyal itu menempel sempurna dikeningnya walau singkat namun mampu membuat tubuh Yumna terpaku .
Semua orang yang hadir langsung bertepuk tangan dan bersorak .
Sampai pada waktu setelah Dzuhur acara dilanjutkan acara resepsi . Ditempat yang sama Hans dan Yumna berdiri dipelaminan dengan memakai baju yang bernuansa hijau muda .
Senyum bahagia terus terpancar dari kedua mempelai begitu pun dengan keluarga dan juga para tamu undangan yang datang untuk mengucapkan selamat .
Berbeda dengan acara-acara para sahabatnya , Yumna dan Hans hanya mengundang group nasyid dan sholawat untuk mengiri kebahagiaan mereka .
Tapi walau begitu , Azka , Dimas dan teman-temannya mereka tetap menyumbangkan suara emasnya untuk bersolawat dan menyanyikan lagu islami .
Acara berjalan sesuai dengan harapan yaitu berjalan lancar tanpa ada kendala dan hambatan , Sekitar jam 5 acara resepsi baru selesai , para tamu sudah tak terlihat lagi yang datang .
Naura dan Azka ia sudah pamit lebih dulu sebelum adzan ashar karna Naura merasakan perutnya yang kenceng dan sedikit ngilu mungkin karena ia kecapean .
Karena bentar lagi sudah masuk waktu magrib Yumna memutuskan untuk masuk kamar dan mengganti pakaian diikuti oleh Hans yang memegang ekor dress Yumna .
" Perlu dibantu gak ? '' , tanya Hans sedikit kaku ketika mereka sampi dikamar Yumna .
" Tidak perlu kak Hans , lebih baik kak Hans membersihkan diri aja kamar mandinya ada disebelah sana " , Jawab Yumna lembut seraya menunjuk letak kamar mandinya yang ada dikamar .
Hans mengangguk dan tersenyum , lalu ia masuk ke kamar mandi tak lupa dengan membawa baju gantinya.
Sekitar 25 menit Hans sudah menyelesaikan ritual mandinya , dan ketika ia keluar kamar mandi ternyata Yumna sudah mengganti pakaian dengan baju setelahnya yang panjang dengan kerudung instan .
" Sudah kak Hans ? " , tanya Yumna .
" Sudah " , Jawab Hans lembut .
" Kak Hans mau makan dulu , atau Yumna bikinkan minuman " , tawar Yumna dengan ragu-ragu .
" Ga usah , sebaiknya kamu juga segera membersihkan diri sebelum adzan magrib , Hans hanya ingin tiduran saja diatas tempat tidur " , jawab Hans dengan terkekeh , karena ia merasakan tubuhnya yang pegal akibat berdiri berjam-jam dipelaminan .
Yumna menganggukan kepala dan tersenyum , lalu segera masuk ke kamar mandi .
*****
Adzan magrib berkumandang , Yumna langsung menyiapkan alat sholat untuk dirinya dan sang suami karna rumah masih ramai dengan sanak saudara jadi mereka memutuskan untuk berja'mah didalam kamar .
Hans memakai baju Koko dan kain sarung tak lupa dengan peci putih bersih , membuat Yumna terpaku karena baru menyadari jika sang suami sangatlah ganteng .
" Ayo mau sholat gak ? , kok malah bengong " , Ajak Hans seraya tersenyum .
" Eh Iya " , jawab Yumna salah tingkah .
Keduanya sholat dengan khusu dan tenang , sampai dengan selesai .
Hans berbalik badan dan Yumna dengan malu-malu langsung meraih tangan Hans dan mencium punggung tangannya dengan takdzim , yang dibalas oleh dengan mencium keningnya .
" Makasih " , Ucap Hans seraya meraih kedua tangan Yumna .
" Untuk apa ? " , tanya Yumna menatap wajah suaminya sekilas .
" Untuk semuanya , makasih sudah mau menjadi pendamping hidup untuk Hans " , jawab Hans .
" Sama-sama , dan makasih kak Hans sudah memilih Yumna untuk menjadi pendamping dan menyempurnakan separuh agama kak Hans " , Timpal Yumna dengan tersenyum .
Hans tersenyum dan mengangguk , lalu mata nya melihat kearah bibir ranum milik Yumna .
Entah dapat dorongan dari mana tiba-tiba Hans meraih dagu Yumna dan mengecupnya sekilas .
" Kak Hans " , Yumna langsung menunduk malu mendapat serangan dadakan .
" Kenapa ? " , tanya Hans seraya menahan tawanya , dan ia merasa sangat gemas melihat Yumna yang tengah malu .
" Yumna malu " , jawab Yumna pelan namun masih bisa didengar jelas oleh Hans .
Hans membawa tubuh Yumna kedalam pelukannya , Yumna sama sekali tak memberontak justru dengan perlahan ia malah membalas pelukan Hans .
Hanya beberapa menit mereka menikmati momen seperti itu sampai akhirnya Yumna langsung melepaskan pelukannya karna mendengar suara pintunya yang diketuk dari luar.
😍😍😍
Jangan lupa tinggalkan jejak like komen vote dan tambahkan ke favorit 💙 terimakasih 🤗🤗🙏 .