The Power Of Love

The Power Of Love
Bab 60 - Keraguan



            Huo Ling menghela nafas “saat aku kecil, aku tidak


memikirkan apapun. Aku merasa segala yang dilakukan Fu Wang Mu Hou itu adalah


yang terbaik. Demiku dan Shui, jiejie berulang kali berkorban hanya demi


kata-kata Fu Wang Mu Hou ‘Xue Ling tercipta untuk melindungi Huo Ling dan Shui


Ling’. Saat jiejie mulai membebaskan diri, Fu Wang Mu Hou akan menggunakan asal


usul jiejie untuk menekannya kembali. Saat jiejie menumbuhkan Pohon Bodhi,


semua menentangnya dan meremehkannya. Disaat jiejie membuktikan kemampuannya


sendiri, begitu banyak yang memandang rendah dirinya.”


            Ling Siang mendengarkan cerita Huo Ling sambil


menenangkannya “Siang er, aku dan Shui memiliki guru yang hebat, yang


dipilihkan sendiri oleh Fu Wang Mu Hou. Sementara jiejie… jiejie berlatih


sendiri… Fu Wang sering memberikan ujian untuk jiejie dan tidak pernah


mempedulikan saat jiejie terluka. Perhatian ke jiejie dibandingkan ke kami,


sangat jauh berbeda. Jiejie tidak pernah mengabaikan kami, selalu melindungi


dan menyayangi kami. Siang er, jika dikatakan keluarga, jiejielah keluarga


kami… Fu Wang Mu Hou hanya memberikan kami asal usul tapi tidak memberikan kami


rumah. Rumah kami adalah jiejie ! jiejielah orang tua kami, yang tanpa pamrih


melindungi, menyayangi dan mengajari kami. Jiejie menunaikan tugasnya dari Fu


Wang Mu Hou tanpa ada dendam ataupun iri hati pada kami”.


            Huo Ling mengangkat kepala, melihat Ling Siang “Siang er,


jiejie sangat kasihan ! hanya karena asal usulnya yang tidak jelas, semua


memandang rendah dirinya. Sampai terakhirpun, jiejie hanya berfikir demi


kebaikan Si Hai Ba Huang. Walau harus mengorbankan nyawanya sendiri, jiejie pun


tidak keberatan”.


            Ling Siang memeluk Huo Ling “Huo ge, ini adalah pilihan


jiejie. Dengan melakukan semua hal ini, jiejie bisa merubah pandangan semua


padanya. Dengan melakukan semua ini, jiejie memberikan kemuliaan untuk dirinya


sendiri, untuk asal usulnya. Huo ge, jiejie tidak mempunyai permohonan apapun,


hanya ingin kembali menjadi dirinya sendiri. Apakah permohonan inipun tidak


mampu Huo ge kabulkan ?”


            Huo Ling menatap Ling Siang, sambil berfikir, akhirnya


mengangguk “yang mulia akan mengabulkannya ! selama itu baik untuk jiejie, aku


akan mengabulkannya ! tapi Siang er…” Ling Siang menutup mulut Huo Ling “Huo


ge, yang diminta jiejie adalah jalan pembebasannya, bukanlah membunuhnya ! Huo


ge, jiefu sudah tidak memiliki keraguan mengabulkan keinginan jiejie.” Mata Huo


Ling terbuka lebar.


            Ling Siang tersenyum, membelai wajah Huo Ling “Huo ge,


tekad jiefu adalah mengabulkan dan mengikuti jiejie. Hal ramalan itu adalah


untuk menyelamatkan jiefu dan beberapa yang akan mengikuti jiejie, termasuk Huo


ge.” Huo Ling berkaca-kaca, Ling Siang tersenyum lembut “Huo ge, kalian harus


membuktikan ramalan itu dan memastikan hal yang diperjuangkan jiejie berjalan


dengan baik.” Huo Ling terus menatap Ling Siang.


            Ling Siang berkata dengan perlahan “Huo ge, apa kau mau


melihat hal yang diperjuangkan jiejie selama ini hanya menjadi hal yang sia-sia


belaka ? apa kau mau melihat jiejie kembali menjadi dewi yang diremehkan ?” Huo


Ling menggeleng-gelengkan kepala, setetes air mata turun dari matanya “Siang


er, yang kau katakan sangat betul. Aku akan menjaga perjuangan jiejie. Aku akan


membuat semua mengakui kemuliaan jiejie.”


            Ling Siang mengangguk, membelai kepala Huo Ling “ini


sudah benar. Huo ge, tegarkan dirimu ! kau memiliki tanggung jawab untuk


menjaga legasi Xue Ling Shen Zun. Bagaimana tanggapan semua terhadap Xue Ling


Shen Zun, semuanya tergantung pada tindakanmu !” Huo Ling mengangguk “aku akan


menjaga legasi jiejie. Tidak akan membiarkan siapapun meremehkan jiejie lagi”.


            Ling Siang tersenyum “Huo ge, entah ramalan itu benar


adanya atau tidak, jangan sampai membuatmu ragu untuk menjalankan tanggung


jawab dari jiejie. Entah jiejie atau bukan yang dikatakan ramalan itu ! yang


mengangguk “terima kasih Siang er. Keberuntunganku memilikimu di sisiku. Kau


selalu membimbingku bahkan disaat aku melupakan diriku sendiri, melupakan


tanggung jawabku.”


            Ling Siang tersenyum manis “Huo ge, kita adalah suami


istri. Sudah menjadi tugas dan kewajibanku untuk selalu disisimu dan menjagamu


selalu berada di jalan yang seharusnya. Jangan bersedih lagi, kita masih memiliki


banyak hal untuk dilakukan.” Huo Ling akhirnya tersenyum dan menampakkan wibawa


seorang Tian Zun, Ling Siang membantunya merapikan pakaiannya.


            Shui Ling tidak menunda waktu, langsung menuju Yue Shen


Gong menemui Cheng Mei Yue Shen. Shui Ling menceritakan semua yang diketahuinya


dari hasil pertemuannya dengan Huo Ling, Ling Siang, dan Han Ling. Cheng Mei


mendengarnya dengan seksama, mencoba mencari petunjuk yang tertinggal “mungkin


benar adanya Ro Tan Mo itu masih hidup !” Cheng Mei berguman.


            Shui Ling menggeleng “aku merasa Ro Tan Mo tidak pernah


ada !” Cheng Mei menatap intens Shui Ling “menurutku raga itu hanya wadah atau


mungkin saja seseorang atau sesuatu menyegel kedua serpihan aura di dalamnya.”


Cheng Mei berdehem “hmm… bisa… ada kemungkinan seperti itu… Ro Tan Mo digunakan


untuk menyerap jiwa-jiwa yang akan disalurkan pada induk aura yaitu Jin Lan dan


Hong Lan.” Shui Ling mengangguk.


            Cheng Mei menghela nafas “sudah… tujuan kita bukanlah Ro


Tan Mo tapi permata… kita usahakan mendapat petunjuk tanpa menyinggung ataupun


melibatkan siapapun !” Shui Ling berdecak “aku tahu… hanya saja perjalanan ini


pastinya akan berhubungan ke arah sana. Kitapun tidak bisa menutup mata,


menganggap tidak melihatnya sama sekali.”


            Cheng Mei acuh tak acuh “bertemu yang lain masih lebih


baik daripada bertemu Li Ming. Menatap wajahnya saja, sudah membuatku ingin


muntah. Pria itu terlalu munafik dan sangat menjijikkan. Bukan saja karena bau


itu, tapi sifat dasarnya memang sangat menjijikkan.” Shui Ling cekikikan “Cheng


Mei, sudah dari awal, anda tidak senang melihatnya kan !” Cheng Mei mencibir


“bukannya kau juga sama tidak menyukainya !”


            Shui Ling langsung mengangguk, mengakui perkataan Cheng


Mei “jangankan aku, Huo ge pun tidak menyukainya. Hanya karena kesungkanannya sebagai


saudara seperguruan hingga mengakibatkan semua berkembang hingga ke tahap ini.”


kesal dengan hal yang sudah mereka lewati bersama.


            Cheng Mei cekikikan “haih kalian berdua ini terlalu


dimanja oleh Xue Ling, hingga menumbuhkan sifat-sifat keraguan dalam diri


kalian. Xue Ling itu ya, sendiri tidak merasakan kasih sayang hingga tidak tahu


kasih sayang yang diberikannya kadang bukanlah hal baik malah menjerumuskan”


Shui Ling tersenyum “jiejie terlalu baik pada kami, hingga kami sangat


mengandalkannya…”.


            Cheng Mei tertawa “kalian berdua ini ya, saat kecil tidak


mau belajar dengan baik… Xue Ling pergi membuat gebrakan pada sifat kalian


berdua kan !” Shui Ling mengangguk-anggukkan kepalanya “awalnya berfikir, walau


tidak ada Fu Wang Mu Hou, pasti ada jiejie yang melindungi kami… hingga jiejie pergi


dan kami baru mengetahui segala kesakitan jiejie… saat itu kami hanya


terselubungi dengan penyesalan… tapi bahkan penyesalan kami sudah tidak


memiliki jalan kembali untuk memperbaikinya…”


            Cheng Mei tersenyum “sekarang, bukankah kalian sudah


memiliki jalan untuk hal itu.” Shui Ling menatap Cheng Mei “jalankan semua yang


sudah ditunjukkan Xue Ling. Hanya itu yang bisa kalian lakukan untuknya, untuk


membalas kebaikannya pada kalian.” Shui Ling tersenyum menunduk “yah… hanya ini


satu-satunya jalan. Walau hati kami ada segala macam pemikiran untuk


menolaknya, tapi kami akan tetap menjalankannya. Hutang kami ! jika ada


kehidupan mendatang, kami akan membalasnya pada jiejie…” Cheng Mei


mengangguk-anggukkan kepalanya.