
Huo Ling menghela nafas “saat aku kecil, aku tidak
memikirkan apapun. Aku merasa segala yang dilakukan Fu Wang Mu Hou itu adalah
yang terbaik. Demiku dan Shui, jiejie berulang kali berkorban hanya demi
kata-kata Fu Wang Mu Hou ‘Xue Ling tercipta untuk melindungi Huo Ling dan Shui
Ling’. Saat jiejie mulai membebaskan diri, Fu Wang Mu Hou akan menggunakan asal
usul jiejie untuk menekannya kembali. Saat jiejie menumbuhkan Pohon Bodhi,
semua menentangnya dan meremehkannya. Disaat jiejie membuktikan kemampuannya
sendiri, begitu banyak yang memandang rendah dirinya.”
Ling Siang mendengarkan cerita Huo Ling sambil
menenangkannya “Siang er, aku dan Shui memiliki guru yang hebat, yang
dipilihkan sendiri oleh Fu Wang Mu Hou. Sementara jiejie… jiejie berlatih
sendiri… Fu Wang sering memberikan ujian untuk jiejie dan tidak pernah
mempedulikan saat jiejie terluka. Perhatian ke jiejie dibandingkan ke kami,
sangat jauh berbeda. Jiejie tidak pernah mengabaikan kami, selalu melindungi
dan menyayangi kami. Siang er, jika dikatakan keluarga, jiejielah keluarga
kami… Fu Wang Mu Hou hanya memberikan kami asal usul tapi tidak memberikan kami
rumah. Rumah kami adalah jiejie ! jiejielah orang tua kami, yang tanpa pamrih
melindungi, menyayangi dan mengajari kami. Jiejie menunaikan tugasnya dari Fu
Wang Mu Hou tanpa ada dendam ataupun iri hati pada kami”.
Huo Ling mengangkat kepala, melihat Ling Siang “Siang er,
jiejie sangat kasihan ! hanya karena asal usulnya yang tidak jelas, semua
memandang rendah dirinya. Sampai terakhirpun, jiejie hanya berfikir demi
kebaikan Si Hai Ba Huang. Walau harus mengorbankan nyawanya sendiri, jiejie pun
tidak keberatan”.
Ling Siang memeluk Huo Ling “Huo ge, ini adalah pilihan
jiejie. Dengan melakukan semua hal ini, jiejie bisa merubah pandangan semua
padanya. Dengan melakukan semua ini, jiejie memberikan kemuliaan untuk dirinya
sendiri, untuk asal usulnya. Huo ge, jiejie tidak mempunyai permohonan apapun,
hanya ingin kembali menjadi dirinya sendiri. Apakah permohonan inipun tidak
mampu Huo ge kabulkan ?”
Huo Ling menatap Ling Siang, sambil berfikir, akhirnya
mengangguk “yang mulia akan mengabulkannya ! selama itu baik untuk jiejie, aku
akan mengabulkannya ! tapi Siang er…” Ling Siang menutup mulut Huo Ling “Huo
ge, yang diminta jiejie adalah jalan pembebasannya, bukanlah membunuhnya ! Huo
ge, jiefu sudah tidak memiliki keraguan mengabulkan keinginan jiejie.” Mata Huo
Ling terbuka lebar.
Ling Siang tersenyum, membelai wajah Huo Ling “Huo ge,
tekad jiefu adalah mengabulkan dan mengikuti jiejie. Hal ramalan itu adalah
untuk menyelamatkan jiefu dan beberapa yang akan mengikuti jiejie, termasuk Huo
ge.” Huo Ling berkaca-kaca, Ling Siang tersenyum lembut “Huo ge, kalian harus
membuktikan ramalan itu dan memastikan hal yang diperjuangkan jiejie berjalan
dengan baik.” Huo Ling terus menatap Ling Siang.
Ling Siang berkata dengan perlahan “Huo ge, apa kau mau
melihat hal yang diperjuangkan jiejie selama ini hanya menjadi hal yang sia-sia
belaka ? apa kau mau melihat jiejie kembali menjadi dewi yang diremehkan ?” Huo
Ling menggeleng-gelengkan kepala, setetes air mata turun dari matanya “Siang
er, yang kau katakan sangat betul. Aku akan menjaga perjuangan jiejie. Aku akan
membuat semua mengakui kemuliaan jiejie.”
Ling Siang mengangguk, membelai kepala Huo Ling “ini
sudah benar. Huo ge, tegarkan dirimu ! kau memiliki tanggung jawab untuk
menjaga legasi Xue Ling Shen Zun. Bagaimana tanggapan semua terhadap Xue Ling
Shen Zun, semuanya tergantung pada tindakanmu !” Huo Ling mengangguk “aku akan
menjaga legasi jiejie. Tidak akan membiarkan siapapun meremehkan jiejie lagi”.
Ling Siang tersenyum “Huo ge, entah ramalan itu benar
adanya atau tidak, jangan sampai membuatmu ragu untuk menjalankan tanggung
jawab dari jiejie. Entah jiejie atau bukan yang dikatakan ramalan itu ! yang
mengangguk “terima kasih Siang er. Keberuntunganku memilikimu di sisiku. Kau
selalu membimbingku bahkan disaat aku melupakan diriku sendiri, melupakan
tanggung jawabku.”
Ling Siang tersenyum manis “Huo ge, kita adalah suami
istri. Sudah menjadi tugas dan kewajibanku untuk selalu disisimu dan menjagamu
selalu berada di jalan yang seharusnya. Jangan bersedih lagi, kita masih memiliki
banyak hal untuk dilakukan.” Huo Ling akhirnya tersenyum dan menampakkan wibawa
seorang Tian Zun, Ling Siang membantunya merapikan pakaiannya.
Shui Ling tidak menunda waktu, langsung menuju Yue Shen
Gong menemui Cheng Mei Yue Shen. Shui Ling menceritakan semua yang diketahuinya
dari hasil pertemuannya dengan Huo Ling, Ling Siang, dan Han Ling. Cheng Mei
mendengarnya dengan seksama, mencoba mencari petunjuk yang tertinggal “mungkin
benar adanya Ro Tan Mo itu masih hidup !” Cheng Mei berguman.
Shui Ling menggeleng “aku merasa Ro Tan Mo tidak pernah
ada !” Cheng Mei menatap intens Shui Ling “menurutku raga itu hanya wadah atau
mungkin saja seseorang atau sesuatu menyegel kedua serpihan aura di dalamnya.”
Cheng Mei berdehem “hmm… bisa… ada kemungkinan seperti itu… Ro Tan Mo digunakan
untuk menyerap jiwa-jiwa yang akan disalurkan pada induk aura yaitu Jin Lan dan
Hong Lan.” Shui Ling mengangguk.
Cheng Mei menghela nafas “sudah… tujuan kita bukanlah Ro
Tan Mo tapi permata… kita usahakan mendapat petunjuk tanpa menyinggung ataupun
melibatkan siapapun !” Shui Ling berdecak “aku tahu… hanya saja perjalanan ini
pastinya akan berhubungan ke arah sana. Kitapun tidak bisa menutup mata,
menganggap tidak melihatnya sama sekali.”
Cheng Mei acuh tak acuh “bertemu yang lain masih lebih
baik daripada bertemu Li Ming. Menatap wajahnya saja, sudah membuatku ingin
muntah. Pria itu terlalu munafik dan sangat menjijikkan. Bukan saja karena bau
itu, tapi sifat dasarnya memang sangat menjijikkan.” Shui Ling cekikikan “Cheng
Mei, sudah dari awal, anda tidak senang melihatnya kan !” Cheng Mei mencibir
“bukannya kau juga sama tidak menyukainya !”
Shui Ling langsung mengangguk, mengakui perkataan Cheng
Mei “jangankan aku, Huo ge pun tidak menyukainya. Hanya karena kesungkanannya sebagai
saudara seperguruan hingga mengakibatkan semua berkembang hingga ke tahap ini.”
kesal dengan hal yang sudah mereka lewati bersama.
Cheng Mei cekikikan “haih kalian berdua ini terlalu
dimanja oleh Xue Ling, hingga menumbuhkan sifat-sifat keraguan dalam diri
kalian. Xue Ling itu ya, sendiri tidak merasakan kasih sayang hingga tidak tahu
kasih sayang yang diberikannya kadang bukanlah hal baik malah menjerumuskan”
Shui Ling tersenyum “jiejie terlalu baik pada kami, hingga kami sangat
mengandalkannya…”.
Cheng Mei tertawa “kalian berdua ini ya, saat kecil tidak
mau belajar dengan baik… Xue Ling pergi membuat gebrakan pada sifat kalian
berdua kan !” Shui Ling mengangguk-anggukkan kepalanya “awalnya berfikir, walau
tidak ada Fu Wang Mu Hou, pasti ada jiejie yang melindungi kami… hingga jiejie pergi
dan kami baru mengetahui segala kesakitan jiejie… saat itu kami hanya
terselubungi dengan penyesalan… tapi bahkan penyesalan kami sudah tidak
memiliki jalan kembali untuk memperbaikinya…”
Cheng Mei tersenyum “sekarang, bukankah kalian sudah
memiliki jalan untuk hal itu.” Shui Ling menatap Cheng Mei “jalankan semua yang
sudah ditunjukkan Xue Ling. Hanya itu yang bisa kalian lakukan untuknya, untuk
membalas kebaikannya pada kalian.” Shui Ling tersenyum menunduk “yah… hanya ini
satu-satunya jalan. Walau hati kami ada segala macam pemikiran untuk
menolaknya, tapi kami akan tetap menjalankannya. Hutang kami ! jika ada
kehidupan mendatang, kami akan membalasnya pada jiejie…” Cheng Mei
mengangguk-anggukkan kepalanya.