
Tak lama Azka sudah kembali , ia tak sampai hati untuk makan lebih dulu dikantin , sementara istri nya belum makab dan harus menjaga Aira , akhirnya ia membawa makananya ke ruang rawat Aira .
" Assalamu'alaikum " , Salam Azka ketika masuk ruang rawat Aira . Dan ternyata Aira sudah tidur kembali sedangkan Naura ia tengah bermain ponsel .
" Wa'alaikum salam " , jawab Naura seraya melirik ke asal suara .
" Ko cepet banget bee ? , bukannya mau makan dikantin " , tanya Naura menatap Azka .
Azka tidak menjawab pertanyaan Naura melainkan ia hanya mengangkat kantong kresek yang ada ditangannya .
" Oh " , Naura ber-oh ria seraya mengangguk , ia curiga melihat sikap Azka , sepertinya sedang ada yang tidak beres .
" Kenapa sii ko cuek banget ? " , batin Naura seraya terus merhatikan Azka .
" Mau makan bareng gak ? " , tanya Azka , ketika ia sudah duduk di sofa .
Naura tak menjawab namun ia langsung berdiri dan menghampiri Azka , Naura langsung menyiapkan makanan yang dibawa Azka diatas meja , lalu keduanya mulai makan tanpa mengeluarkan suara sedikit pun .
Sesekali Naura mencuri pandang merhatikan Azka , terlihat jelas sikap dingin Azka , dan Naura merasa bingung apa yang sudah ia lakukan dan membuat Azka marah .
Hanya membutuhkan waktu 10 menit keduanya sudah menghabiskan makanannya , dan Naura langsung bergeser lebih mendekat dengan Azka .
" Bee kamu kenapa ? " tanya Naura lembut seraya menatap Azka .
" Kamu yang kenapa Ay ? , kenapa kamu gak mau mendengarkan perkataan bee ? " , tanya balik Azka seraya menatap Naura sehingga pandangan mereka bertemu .
" Maksudnya bee ? " , tanya Naura mengerutkan dahinya bingung .
" Iya kamu kenapa keras kepala dan gak mau mendengarkan perkataan bee pada akhirnya kamu terluka kan ? " , timpal Azka , ia sangat kesal dengan sikap Naura yang tidak mau mendengarkan perkataannya sehingga yang ia takutkan terjadi , Naura terluka karena terkena pukulan orang suruhannya Mauryn .
" Naura minta maaf bee , tapi Naura tidak tahan , Naura tak tega mendengar suara Aira yang terus menangis " , timpal Naura menunduk , ia baru paham ternyata Azka tersinggung karna ia tak mau mendengarkan perkataannya waktu akan menyelamatkan Aira .
" Terus maksud kamu , bee tega ? , Bee juga sama Ay gak tega tapi semuanya harus dipikirkan terlebih dahulu jangan berbuat gegabah dan pada akhirnya melukai diri sendiri " balas Azka penuh penekanan .
" Tapi Naura hanya terluka ringan saja bee , Naura tidak apa-apa ko , bee bisa lihat sendiri kan " , timpal Naura seraya menunjuk dirinya sendiri .
" Ya beruntung kamu hanya luka ringan , kalau kamu terluka parah gimana Ay ? , bee ga mau sampai kamu kenapa-kenapa " , ujar Azka mengeluarkan kekhawatiran nya .
" Kalau kamu sampai terluka bee gak bisa maafin diri bee sendiri , bee nerasa sudah gagal menjaga kamu ay " , tutur Azka lagi .
Naura hanya diam menunduk , ia mengerti kalau Azka hanya terlalu berlebihan mengkhawatirkan Naura , atau ini yang dinamakan jika laki-laki lebih sering menggunakan logikanya dari pada perasaannya , berbeda dengan wanita yang lebih sering menggunakan perasaannya dari pada logikanya .
" Maaf bee , Naura mengaku salah , Naura janji gak akan mengulanginya lagi " , Ujar Naura seraya menatap Azka .
Detik berikutnya Azka langsung memeluk Naura dengan erat , ia begitu mengkhwatirkan keselamatan Naura .
" Maafin bee juga ya Ay , bee gak bisa jagain kamu " , jawab Azka dengan masih memeluk Naura .
" Bee gak salah , ini bukan kesalahan bee , lagian ini hanya luka ringan , bee gak perlu khawatir " timpal Naura meyakinkan Azka .
" Apa ini sakit ay ? " , tanya Azka melepaskan pelukannya dan menyentuh pelan luka di pelipis Naura .
" Gak sama sekali bee , lagian tadi sudah diobatin oleh suster pasti besok juga sudah sembuh " , jawab Naura yang terus meyakinkan Azka .
Azka menangkup wajah Naura lalu ia menghadiahi ciuman diluka Naura beberapa kali dengan lembut .
" Cepet sembuh , bee gak bisa lihat kamu terluka walau pun hanya sedikit " , Ujar Azka lembut , dan Naura hanya mengangguk seraya tersenyum .
Menurut Naura sikap Azka sangatlah lebay dan berkesan berlebihan namun Naura tak mau memperpanjang masalah dan membuat Azka semakin kesal ditambah ia hanya ingin fokus dengan kesembuhannya Aira .
" Ay , bee boleh tidur seperti ini kan ? " , izin Azka santai .
'' Hah apa bee ? " ,tanya balik Naura gugup .
" Boleh ya bee tidur seperti ini ? " , Tanya Azka lagi seraya menatap Naura , dan Naura ia hanya pasrah dan menganggukan kepalanya pelan .
Tak menunggu waktu lama terdengar suara nafas Azka yang teratur , ternyata Azka sudah tidur dengan wajah tenangnya , Naura menunduk merhatikan wajah tampan suaminya yang tengah tertidur , dan tak lama Naura pun ikut tertidur dengan menyandarkan kepalanya pada sofa .
*****
Samar-samar Naura mendengar suara para sahabatnya yang tengah mengobrol , ia pun dengan perlahan mulai membuka kedua matanya , dan betapa kaget sekaligus malu ternyata para sahabatnya memang tengah mengobrol dengan Aira seraya Alya menyuapi Aira buah-buahan yang sudah dipotong-potong kecil .
" Good morning Naura " , Goda Zaky seraya terkekeh .
Naura hanya tersenyum malu , lalu ia mencoba membangunkan Azka yang masih tertidur pulas berbantal pahanya .
" Bee bangun bee " , panggil Naura seraya menyentuh bahu Azka dan mengguncangkan nya pelan .
" Ada apa Ay ? , bee masih ngantuk " , jawab Azka dengan suara khas bangun tidur dan ia mendongak menatap Naura .
Naura memberi kode pada Azka , untuk melihat ke arah para sahabatnya , dan Azka pun langsung menurut .
" Good morning Azka " , Ujar Zaky dan yang lainnya kompak diakhiri dengan terkekeh .
Azka langsung duduk dan mengucek kedua matanya .
" Eh dari kapan kalian ada disini ? " , tanya Azka sedikit gugup .
" Dari tadi " , jawab Zaky , Temmy , Ocha , Yumna dan Alya berbarengan .
" Udah santai aja kali ka ga usah lebay " ,ujar Zaky seraya terkekeh .
" Lu yang lebay Zak , bilang aja lu iri , lu mau kan ? " , timpal Ocha seraya terkekeh .
Azka menggaruk kepalanya yang tidak gatal , lalu ia pamit ke kamar mandi untuk membasuh mukanya .
" Semuanya maaf ya Naura dan kak Azka gak tahu kalau kalian sudah datang " , ujar Naura tidak enak seraya berjalan mendekat ke arah para sahabatnya .
" Gapapa Ra santai aja , kita ngerti ko kalian pasti lelah dan pasti semalam gak bisa tertidur nyenyak karena memikirkan Aira " , jawab Alya dan dianggukan yang lainnya .
" Iya kak , semalam Naura dan kak Azka gak tertidur , kita gak bisa tertidur sama sekali " , balas Naura .
" Eh Ra kepala kamu kenapa ? " , tanya Yumna yang baru menyadari .
" Oh ini tadi kena pukul orang suruhannya Mauryn , tapi gapapa ko cuman luka ringan " ,jawab Naura seraya menyentuh pelipisnya .
" Mauryn ? " , tanya Ocha dan Yumna berbarengan .
Naura langsung mengagguk dan ia mulai menceritakan semuanya tentang Mauryn yang sudah menjadi dalang penculikan Aira .
😘
😘
😘
Jangan lupa tinggalkan jejak , like , komen , vote dan tambahkan ke favorit 💙 , terimakasih 🤗🤗🙏.