The Power Of Love

The Power Of Love
Kecurigaan Bang Angga



" Ayo bee kita ke Riau sekarang , Naura takut Aira kenapa-kenapa ? " , ajak Naura tak sabar .


" Ay kamu sabar , tenang dulu " , jawab Azka seraya menggaruk kepalanya yang tidak gatal , Azka benar-benar merasa frustasi .


" Tapi Bee - " , timpal Naura namun perkataannya langsung dipotong oleh Ayah Alex .


" Kak benar apa yang dikatakan Azka , kamu harus sabar dulu , tenang , kita gak bisa langsung gegabah mengambil keputusan , siapa tahu orang tersebut hanya mengelabui kita ? , " Ujar ayah Alex ikut menimpali .


Naura langsung menundukan kepalanya lesu , memang benar yang dikatakan ayah Alex dan Azka .


Naura mengusap wajahnya , karna saking khawatir memikirkan Aira , Naura menjadi tidak bisa berpikir dengan jernih .


Kakek Andi , opa Abi , Papih Aydan dan Ayah Alex , mereka sudah meminta alamat hasil pelacakan Azka , dan mereka langsung mengirimkan pada orang kepercayaan mereka untuk mengeceknya langsung .


" Lalu kita harus bagaimana sekarang ? " , tanya Naura , ia benar-benar bingung , untuk bertindak melakukan sesuatu pun ia bingung karena tak ada yang tahu tentang identitasnya ditambah ia sulit untuk keluar dari rumah dan pasti Azka akan selalu mengawasi nya .


" Sabar kak , kita tunggu kabar dari polisi dan orang kepercayaan yang sudah di intruksikan untuk mencari Aira " , Ujar Ayah Alex yang dianggukan opa Abi , Papih Aydan dan kakek Andi .


Naura hanya bisa mengangguk pasrah , lalu ia pamit untuk masuk ke kamarnya .


Sesampainya dikamar Naura langsung menghubungi abangnya , ia berharap ada kabar baik tentang Aira .


Aira mendudukkan badannya disofa seraya menunggu panggilan telponnya tersambung , kebetulan Azka masih dibawah bersama yang lain .


" Bang bagaimana ? " , tanya Naura langsung ketika panggilan sudah terhubung , bahkan ia sampai melupakan mengucapkan salam.


" Astagfirullah , walaikum salam bang " , ujar Naura lagi karna disebrang sana bang Angga sebelum menjawab pertanyaannya ia terlebih dulu mengucapkan salam .


" Kita belum menemukan tanda-tanda keberadaan Aira dek " , jawab bang Angga lemas .


Naura langsung menghembuskan nafasnya secara kasar .


Lalu Naura menceritakan tentang pesan ancaman dan hasil melacak lewat nomor telepon .


Bang Angga menyarankan agar Naura tetap tenang , dan biarkan orang-orang kepercayaannya Azka , Ayah Alex , kakek Andi , opa Abi dan Papih Aydan yang mendatangi langsung ke alamat yang ditunjukan dari melacak nomor telepon tersebut , bang Angga yakin Aira masih berada disekitar ibu kota .


" Dek kamu yang sabar ya , Abang dan teman-teman sedang berusaha sekuat tenaga buat menemukan Aira secepatnya " , Ujar Bang Angga disebrang sana .


Dan tak lama sambungan telpon ditutup setelah sebelumnya Naura sudah mengucapkan salam .


****


Dilain tempat seorang perempuan tersenyum senang , ia yakin rencananya berhasil dan bisa memberi penderitaan pada Azka dan Naura .


" Rasain lu " , gumamnya diakhiri dengan tawa nyaringnya , membayangkan Azka dan Naura tengah bersedih dan kebingungan mencari anak angkatnya .


" Itu baru pelajaran kecil buat kalian karna telah melakukan kesalahan terhadap gue " , gumamnya lagi dengan senyum smirk .


Namun tiba-tiba rahang perempuan tersebut langsung mengeras tatkala mendengar tangisan dan rengekan suara anak kecil .


" Hufhhh... " , ia menghembuskan nafasnya secara kasar seraya mencoba menahan amarahnya.


" Suut ... " , perempuan tersebut mendekat dan berjongkok dihadapan anak kecil yang tengah duduk dikursi .


" Tante Aira mau ketemu bunda , Aira mau sama bunda dan Ayah " , jawab Aira disela tangisnya .


iya anak kecil tersebut adalah Aira , ia terus merengek dan menangis seraya memanggil bunda dan Ayah nya .


" Sekarang bunda Aira adalah Tante , Tante yang akan menjadi bunda Aira " , balas perempuan tersebut seraya mengelus lembut rambut Aira .


" Ngga gak mau , Aira mau sama bunda Naura " , Teriak Aira .


Perempuan tersebut langsung membulatkan kedua matanya menatap Aira dan membuat Aira langsung ketakutan dan kembali menangis .


" Sial , merepotkan sekali " , gumamnya kesal seraya berdiri .


" Suruh dia diam , gue pusing dengar dia manggil-manggil bundanya terus ! " , intruksi perempuan tersebut seraya berlalu dari ruangan itu .


Ia segera meninggalkan rumah itu dan ketika ditengah perjalan pulang , ia merasakan perutnya sangat lapar , ia pun segera memberhentikan mobilnya di sebuah minimarket .


Ia memilih beberapa makanan berat dan beberapa cemilan tak lupa satu botol air mineral , lalu segera membawanya ke kasir untuk dibayar.


Karna sudah sangat lapar , perempuan tersebut bertingkah tergesa-gesa keluar dari minimarket seraya menenteng keresek belanjaannya ditangan .


" Brughhh... " , perempuan tersebut bertubrukan dengan seorang laki-laki dipintu minimarket .


" Maaf saya tidak sengaja " ,ujar seorang laki-laki yang bertubrukan dengannya .


Perempuan tersebut langsung mendongak melihat seseorang yang telah berani menabraknya sampai kresek belanjaannya terjatuh dan isinya berhamburan kemana-mana .


" Apa lu gak punya mata hah ? , Jalanan masih luas kenapa malah menubruk gue ? , Dasar orang kampung " , teriak perempuan tersebut seraya bangkit .


Laki-laki tersebut langsung menyipitkan matanya , jelas-jelas ia ditubruk kenapa ia sendiri yang kena marah . Laki-laki tersebut hanya merhatikan secara baik-baik perempuan yang sudah menubruknya . Dari penampilannya sepertinya ia pernah bertemu dan sering melihat , namun entah dimana ? .


Tanpa ada niatan ingin membantu atau kembali meminta maaf , ia hanya fokus merhatikan wajahnya .


" Kemarin di Caffe " , batin bang Angga yang baru mengingatnya , iya laki-laki tersebut adalah bang Angga , niat ingin masuk ke minimarket namun malah bertubrukan dengan perempuan yang jelas-jelas ia bertingkah sangat tergesa-gesa .


Setelah puas merhatikan perempuan tersebut , bang Angga segera masuk ke minimarket dan membiarkan perempuan tersebut terus mengumpat tak jelas .


Bang Angga sangat malas berurusan dengan perempuan seperti itu , dari penampilannya saja ia sudah memperlihatkan jati dirinya , tak masalah dibilang kampungan , bang Angga merasa boro Amat lebih baik segera pergi dari pada harus berurusan dengan perempuan jelemaan kaya dia .


Bang Angga segera membeli barang yang ia cari , lalu berlalu pergi ke Caffe Zana , ia ingin memastikan perempuan tersebut melalui rekaman CCTV , ia hanya ingin memastikan kalau perempuan yang bertubrukan dengannya barusan adalah perempuan yang sudah membuat kekacauan kemarin malam di Caffe Zana .


Entah dapat pirasat dari mana tapi tiba-tiba saja bang Angga mengingat hal kemarin malam ketika di Ceffe Zana , Ketika seorang perempuan yang memanggil nama Azka dengan berteriak namun Azka menanggapinya dengan dingin dan sangat cuek , dan itu mampu membuat ia sangat malu .


Ada kemungkinan jika yang menculik Aira adalah teman Azka , tapi itu hanya kecurigaan bang Angga , ia akan mestikannya sendiri terlebih dulu sebelum bertindak lebih lanjut , dan kunci utamanya ia harus segera melihat rekaman CCTV di Caffe Zana , bisa jadi perempuan yang sudah dipermalukan oleh Azka kemarin malam , ia merasa tak terima atau ingin membalas dendam dengan cara menculik Aira .


😘


😘


😘


Jangan lupa tinggalkan jejak , like ,komen , Vote dan tambahkan ke favorit 💙 , terimakasih 🤗🤗🙏.