
Kini giliran Marwan yang tertawa terbahak-bahak sambil naik kepermukaan kolam. ''Sukurin, makan lu? menertawakan orang! bukannya di tolong, kan! sekarang dia sendiri yang terjatuh."
Firza yang kini sudah berdiri, berpegangan ke pinggir kolam sesekali mengusap wajahnya. Dari air yang menghalangi pandangan. "Apa bedanya dengan, lu, yang menertawakan gue? tolongin gue napa?"
"Ogah gue, naik saja sendiri. Kau juga membiarkan ku naik sendiri tadi." Marwan dengan cueknya.
Kebetulan, Firza terjatuhnya di bagian yang terdalam. Dan dia malas untuk berjalan ke bagian yang dangkalnya. "Tolongin gue napa?"
Marwan menggeleng pelan sambil menjulurkan lidahnya pada Firza yang tampak kesal.
Bibi yang baru saja muncul sehabis menjalankan salat Maghrib. Karena mendengar yang ribut dari belakang, dia kaget. Melihat Marwan basah kuyup, sementara Firza masih berada di kolam renang, sepertinya dia kesusahan untuk naik.
"Kalian kenapa? maghrib-maghrib malah main basah-basahan? bukannya salat?" Pekik bi Lasmi menatap kedua anak itu.
Sukma yang tertidur, yang dibangunkan oleh suara air yang tertimpa benda berat, tidak segera mengecek akibat rasa kantuk. Dan dia pikir mungkin Marwan sedang berenang.
Tapi setelah mendengar semakin berisik dan ribut, akhirnya Sukma turun juga. "Ada apa Jihan? di belakang? Marwan mana?" tanya Sukma sambil menuruni anak tangga.
"Nggak tahu, Kak. Jihan juga baru mau lihat nih!" jawabnya Jihan yang baru saja keluar dari kamarnya juga sambil merapikan kerudungnya.
Kemudian, keduanya buru-buru keluar melalui pintu belakang. Dan mendapati Bi Lasmi yang sedang berdiri masih mengenakan mukena, tubuhnya menghadap ke arah Marwan yang sedang berdiri di sisi kolam.
"Ada apa, Bi?" tanya Sukma sambil mengedarkan pandangannya ke arah Marwan dan di kolam renang ada Firza, sontak hati Sukma bertanya-tanya. Dari kapan anak itu ada di sini?
Bibi menoleh pada Sukma yang baru saja datang. "Ini anak-anak, Non!" bibi menunjuk ke arah kedua ABG tersebut, yang satu basah kuyup dan yang satu masih berada di kolam renang.
"Sukur, lu. Makanya jangan ngetawain orang, naik saja tuh lewat sana? itu kan dangkal," Marwan menunjuk ke arah yang dangkal sisi kolam renang yang sebelah sana.
"Malas gue ke sana, jauh. Cepetan tolongin gue!" Firza mengulurkan tangan nya kepada Marwan yang masih juga ngetawain.
"Ogah, gue, naik aja sendiri." Marwan berjongkok tidak jauh dari tempat Firza, dia membasuh mukanya beberapa kali dengan air di sana.
"Astagfirullah ... kalian itu apa-apaan sih? ini magrib lho, kalian salat magrib belum? kok malah main air?" suara Sukma yang di tujukan pada mereka berdua, yaitu Firza dan Marwan.
Marwan dan Firza langsung menoleh ke arah Sukma yang berdiri bersama bi Lasmi dan Jihan.
"Kalian cepat naik? magrib juga, malah main air sih?" suara Sukma kembali memekik, namun tetap dengan nada lembut.
"Dia nih, yang gak mau bantu aku naik! malah ngetawain mulu." Firza menunjuk pada Marwan yang kini sudah berdiri kembali.
"Dia yang duluan, Kak. Aku tuh jatuh, eh ... diketawain, kena karma kan, dia terjatuh juga." Bela nya Marwan sambil menunjuk ke arah Firza.
"Masih mending, gue jatuh ke kolam renang. Daripada lu jatuh ke kolam ikan! belajar berenang lu sama ikan. Ha ha ha," cibirnya Firza kepada Marwan.
"Biar saja gue berenang sama ikan-ikan, biar ikan-ikannya nanti ikhlas bila mau gue goreng," Marwan nggak mau kalah.
"Eh ... sudah-sudah, naik? mandi ih maghrib?" pekik Sukma kembali.
"Den Firza, Den Marwan! ayo atuh masuk! mandi? Sudah malam juga?" tambahnya bi Lasmi melambaikan tangannya pada Firza dan Marwan.
"Buruan tolongin gue? gue kedinginan nih?" lagi-lagi Firza mengulurkan tangannya pada Marwan.
"Males gue, naik saja sendiri!" Marwan malah melangkah menjauhi Firza.
"Ayo dong ... naik Firza?" sudah malam, nanti kamu masuk angin," lanjutnya Sukma.
"Iya nih, apa-apaan sih? orang maghrib juga, bukannya salat malah main air." Gumamnya Jihan sambil mengarahkan penglihatannya ke arah Firza dan Marwan adiknya.
"Bukan main air, Kak Jihan ... aku itu jatuh habis nanam ikan!" akunya Marwan.
"Iya nih, siapa juga yang main air? aku juga terpeleset tahu," ketusnya Firza sambil melirik ke arah Jihan.
"Dia, Mom, nggak mau bantuin aku naik!" lagi-lagi Firza menunjuk ke arah Marwan.
Ada kata-kata yang terngiang di telinga Sukma! yaitu sebutan Mom dari Firza, kalau Fikri sih menyebut Mom itu ... sudah biasa! tapi ini Firza si anak yang paling cool, dingin dan cuek. Memanggil Sukma dengan sebutan Mom.
"Marwan tolongin dong ..." pintanya Sukma kepada Marwan.
"Aduh Kakak ... dia itu bisa lho jalan ke sana. Berenang juga ke tempat yang dangkal sana, kan ada tempat naik! Ini dari tadi malah diam saja di situ kayak batu. Gak bisa berenang lu? ha ha ha ..." Marwan menoleh ke arah sang kakak dan Firza bergantian.
"Ya sudah, bantu saja kenapa sih? ayo dong ... nanti malam lho," titahnya Sukma lagi pada sang adik, Marwan.
"Heh ..." Marwan mengepalkan tangan nya ke udara. Lalu mengayunkan langkahnya mendekati Firza.
Marwan mengeluarkan tangan yang langsung disambut oleh Firza. Namun yang ada, mereka berdua malah tarik-tarikan, sehingga tubuh Marwan oleng dan akhirnya terjatuh ke kolam renang.
Byurrrr ... airnya naik dan muncrat, untungnya Sukma. Bi Lasmi dan Jihan berada agak jauh dari mereka berdua sehingga tidak terkena air yang naik tersebut.
Tubuh keduanya timbul tenggelam di dalam air kolam renang, sebab tubuh Firza terhantam oleh tubuhnya Marwan.
"Marwan, Firza." kalian apa-apaan sih? astagfirullah ... naik?" pekik Sukma kembali sembari mendekat, merasa kesal pada keduanya dan mau menarik keduanya.
"Iya, Kak. Ini juga mau naik, Kak!" Marwan merayap ke pinggiran begitupun dengan Firza.
Keduanya naik bergantian, setelah Marwan berada di atas. Dia kembali menarik tangan Firza dan kali ini Fikri pun naik, langsung disambut bi Lasmi dengan handuk masing-masing.
"Ayo masuk? mandi sana! ada-ada aja deh," ucap Sukma sambil menggelengkan kepala melihat kedua anak itu basah kuyup.
"Kak, si Firza kan pasti gak bawa baju ganti, Kak!" Jihan menoleh pada Sukma yang kini berjalan beriringan.
"Bener, Non. Den Firza itu bajunya cuma itu, yang dia pakai," tambah Bi Lasmi dari belakang.
Marwan duluan mandi di kamar mandi dekat dapur, karena yang menempati kamar-kamar yang berada di lantai bawah itu. Tidak ada kamar mandi khusus, jadi mandinya di kamar mandi umum yang letaknya di dekat dapur.
Tidak lama kemudian, Marwan keluar dari kamar mandi tersebut.
"Wan, pinjemin bajunya buat Firza ya? dia pasti nggak bawa baju ganti, tapi ... eh sepertinya ada deh baju dia di dalam lemarinya yang bekas waktu itu. Iya benar! ada bajunya di dalam lemari, nggak usah, Wan. Nggak usah dipinjamkan. Biar saja!" ujar Sukma.
Marwan hanya melihat sebentar ke arah sang kakak, lalu dia pergi ke kamarnya.
Bi Lasmi yang kini meneruskan memasak, dan dibantu oleh Jihan. Sementara Sukma! membuatkan minuman hangat buat Marwan dan Firza.
"Bi, emangnya Firza kapan datang?" tanya Sukma kepada bi Lasmi.
"Ooh, tadi waktu mau membeli ikan. Ketemu di jalan, lalu ikut kami. Dan ... ikut ke sini juga." Bi Lasmi menjelaskan.
"Ooh gitu? pantes aku nggak tahu, lagian aku ketiduran! ngantuk banget," timpalnya Sukma.
"Aku juga nggak tahu, kalau si Firza datang! belum masuk ya, Bi?" Jihan menoleh ke arah bi Lasmi.
"Belum, Neng. Dia belum masuk! tasnya saja Bibi yang simpan ke kamar atas," sambung bi Lasmi kembali.
"Ya sudah, Jihan. Minuman ini kasihkan pada Marwan ya? Kakak mau bawakan ini ke kamar Firza," ucap Sukma, sambil membawa nampan berisi gelas minuman jahe buat Firza.
Sukma membawa langkahnya, dan terus berjalan menaiki anak tangga. Dengan tujuan ke kamarnya Firza untuk memberikan segelas minuman hangat ....
.
.
...Bersambung!...