Sugar Daddy & Sukma

Sugar Daddy & Sukma
Season 2



"Gimana? berkurang bukan pedas nya?" tanya Firza sambil menaik turunkan alisnya.


Jihan yang masih mengunyah roti, dengan perlahan mengangguk. Merasakan berkurangnya rasa pedas di dalam mulut yang awalnya terasa ke bakar.


"Segitu aja kaya kebakaran jenggot, gimana dengan orang lain? sambel ngejubel. Nggak pa-pa tuh." Firza duduk di bangku depan Jihan.


"Kan kamu tahu aku tidak suka pedas. Kamu jahat banget sih." Plak ... Jihan menepuk bahunya Firza yang langsung di usap sang empu.


"Apa-apaan sih? sakit tahu, dasar cewek galak." Firza mengusap bahunya.


"Za, kerja." Teriak bos nya.


"Ya, Bos!" Firza langsung beranjak dari duduknya menghampiri sang bos dan lalu bekerja lagi.


Jihan kembali minum, dan lalu membayar yang sudah di beli. Saat mau pulang, Excel menjemput Jihan dan mau mengantar nya pulang.


Sambil bekerja, Firza memperhatikan ke arah Jihan yang di jemput oleh Excel.


"Jemput lagi, tapi kira-kira mau ke mana ya? masa gue harus ngikutin, ini kan waktu kerja gue!" gumamnya Firza dalam hati sambil memandangi mereka berdua.


Kemudian Firza menyempatkan diri untuk menghampiri Jihan sebelum masuk ke dalam mobilnya Excel. "Eh, Nona aneh. jangan banyak keluyuran, pulang ke kosan belajar yang benar! pacaran mulu!"


"Emangnya siapa yang mau keluyuran? aku mau pulang kok ke kosan, sok tahu!" Jihan mengerucutkan bibirnya yang ditujukan kepada Firza.


"Bagus itu, kalau nggak ... gue laporin sama mommy--"


"Eeh, sejak kapan kau suka ngadu sama kakak aku? jangan suka mengarang cerita ya! aku di sini cukup tau diri dan bukan untuk senang-senang gitu, tapi untuk belajar mengajar cita-cita." sambarnya Jihan sembari merapikan kerudungnya.


"Mengejar cita-cita? tiap hari pacaran mulu, di mana mengejar cita-citanya?" ucap kembali Firza dengan sinis.


"Rrrgggh ... susah ya ngomong sama kamu yang ngebesar-besarkan apa yang dilihat!" Jihan langsung masuk ke dalam mobilnya Excel.


Dan Excel tersenyum sinis kepada Firza, lalu menyenggol bahunya ketika melewati pemuda tersebut.


Firza mengepalkan tangannya di udara sambil menatap datar ke arah Excel yang berjalan memunggungi dirinya menuju belakang kemudi. "Mentang-mentang punya mobil sombong lu!"


"Awas ya? kalau tidak langsung pulang ke kosan!" ancamnya Firza dengan nada yang tinggi pada Jihan.


"Sebenarnya ... kalian itu ada hubungan apa sih?" selidiknya Excel kepada Jihan sembari memutar kemudinya melajukan mobil dengan kecepatan sedang.


"Dia ... putranya abang ipar aku!" jawabnya Jihan sembari menoleh ke belakang dimana Firza Masih berdiri.


"Oh, Sebenarnya dia itu keponakan kamu!" Excel mengangguk-anggukan kepalanya sembari melepas pandangan fokus ke depan.


Firza mengayunkan kembali langkahnya menuju kedai tempat nya bekerja setelah mobil Excel hilang dari pandangan mata.


"Sayang ... aku pesan dong satu, yang pedas ya? kalau bisa sepedas mulut tetangga he he he ..." suara Puspa yang massanya datang ke tempat tersebut.


Firza tersenyum tipis, lalu kemudian membikin kan sesuai pesanan Puspa.


Setelah selesai makan, Puspa tidak serta merta langsung pergi ataupun pulang. Melainkan berdiam diri menunggu pemuda tampan itu bekerja.


"Kamu ngapain di sini? sudah sore nih, sebaiknya kamu pulang nanti orang tuamu nyari!" ucap dengan bernada dingin Firza kepada Puspa.


"Aish ... jangan ketus begitu, nanti tampannya hilang lho. Lagian aku nggak ada acara kok! makanya aku nungguin kamu di sini, dan orang tuaku enggak ada masalah tuh! lagian masih sore. Kecuali kalau sudah tengah malam aku nggak pulang baru itu jadi masalah!" ujarnya Puspa sambil menunjukkan senyumnya yang genit pada Firza.


"Tapi buat apa ditungguin. Aku lagi bekerja di sini. Bukan lagi main-main!" jelasnya Firza yang merasa risih bila di tungguin sama Puspa.


"Emangnya kenapa sih? aku cuman duduk-duduk di sini kok, nggak ganggu orang. Nggak ganggu kamu juga, lagian ... biar cewek-cewek yang godain kamu itu tahu, kalau kamu itu pacar aku!" Puspa mengedip-ngedipkan mata genitnya pada sang kekasih.


Dalam benaknya Firza jadi kepikiran, Jihan langsung pulang ke kosan atau ke mana dulu ya?


"Dia langsung pulang, atau jalan dulu ya!" Firza melamun sambil mengantarkan pesanan pada costumer.


...-------...


"Baby kau mau belanja apa? tulis aja yang kamu suka!" tawanya Excel pada seorang cewek yang berpakaian seksi.


Kebetulan Firza pun sedang berada di mall yang sama bersama Puspa untuk sekedar nongkrong di sana. Namun sepertinya Puspa tidak melihat keberadaan Excel yang kuliahnya itu satu jurusan dengan Puspa.


"Sayang aku mau ke toilet dulu ya? kamu jangan jauh-jauh dari sini tungguin aku ya-ya?" Puspa buru-buru membawa langkanya untuk mencari toilet.


Sementara Firza disuruh menunggu di sana. Menjadikan kesempatan yang bagus untuk Firza. Sehingga bisa mengikuti ke arah Excel dan ceweknya tersebut yang sedang berjalan ke sebuah konter pakaian.


"Oh ternyata dia kucing garong, yang sukanya jalan sana sini kadang sama Jihan kadang sama cewek lain!" kerja kemarin mengawasi keduanya.


Dari arah lain ada dua pemuda yang dia juga kenali dan dia teman-temannya Excel lalu menghampiri Excel. Di saat ceweknya ituh sedang sibuk memilih-milih pakaian.


"Wieh ... hebat sekali. Kadang si Jihan yang kau gandeng kadang yang ini kadang yang lain lagi. dasar fackboy lu!" kata kedua tangannya Excel.


"Memangnya kenapa, kalian iri? kan ini tantangan kalian juga dan gue bangga kalau gue bisa menaklukan dengan mudah beberapa cewek dan bukan Excel namanya, kalau tidak bisa menaklukkan hati para cewek kampus." serunya Excel dengan penuh rasa bangga kalau dia mampu menaklukan hati beberapa perempuan dalam waktu yang bersamaan.


"Gila si Excel, ternyata bukan Jihan doang yang jadi ceweknya! aku harus kasih tahu si Jihan nih kalau kayak gini. Jangan mau diperalat dan di gombal-gombalin. sama cowok muda kayak dia tuh," Firza ngedumel sendiri.


"Kalau kayak gitu ... berarti bukan cuman tantangan doang! tapi memang bawaan lahir, malah asik dan nafsu tuh melihat cewek cantik. Tapi jangan sampai lu di grebek orang banyak. Nanti bisa-bisa kamu jadi Bapak muda ha ha ha!" sambung temennya Excel.


"Alaa ... h, cemen kalian, jaman sekarang. Sudah banyak obat untuk mencegah kehamilan, jadi nggak mungkin namanya jadi Bapak muda." Excel membebaskan tangannya di udara.


Kemudian dia ngomong bisik-bisik sama kedua temannya. Mungkin dia khawatir didengar sama ceweknya.


Sehingga obrolan itu tidak dapat Firza dengar atau tahu isinya. Tangan mengepal dan rahangnya akhirnya pun mengeras mata melotot begitu tajam ke arah Excel.


"Sayang sekali Handphone aku mati, kalau tidak ... aku rekam mereka!" gumamnya Firza.


Ketika tubuhnya berbalik, di belakangnya sudah ada Puspa sambil melihat-lihat apa yang menjadi perhatiannya Firza.


"Kamu sedang ngintip apa sayang? itu kan si Excel sama teman-temannya. Emangnya ada apa?" tanya Puspa menyelidik apa yang dilakukan Firza di tempat itu.


"Aah nggak ada apa-apa! cuman kebetulan doang aku melihat mereka! yuk kita jalan?" elaknya Firza sembari menarik tangan bagian atasnya Puspa menjauhi tempat tersebut.


Di dalam benak Puspa diselimuti rasa penasaran dan heran. Apa iya cuma kebetulan? tapi kayak orang mengintip begitu.


"Sebenarnya aku nggak percaya deh kalau kamu melihat Excel sekedar kebetulan. Lagian kok kamu anteng banget ngeliatin mereka! Ada apa sih?" selidik Puspa kembali.


"Sebenarnya kamu itu mau makan bakso nggak sih? banyak nanya kan sudah tahu aku nggak suka diselidik begitu!" Firza hentikan langkahnya dan menatap tajam ke arah Puspa. Dia itu paling tidak suka kalau terlalu diselidiki.


"Iih kamu ... ya mau lah! gitu aja marah, ayo?" kini tangan Puspa memeluk tangannya Firza.


Berjalan menuju counter bakso, lalu mereka berdua makan di sana. Sesekali Firza bengong, kepikiran Jihan yang ternyata di bohongin sama Excel. Dan apa yang menjadi obrolan Excel sama teman-temannya tadi terngiang-ngiang di telinganya Firza.


"Aduh ... malah bengong sih, bukannya menyuapi kek. Biar terlihat romantis gitu!" Puspa menggelengkan kepalanya.


Lamunan Firza pun buyar seketika Puspa memukulkan sendok pada sebuah gelas. Di tatapnya sangat tajam dan tanpa ekspresi ....


.


Ayo dong ... mana likenya komennya juga? kok sepi sih ... bukannya dulu banyak yang pengen ya cerita Jihan dan Firza dilanjut. Tapi pas dilanjut kok sepi begini ya! jadi sedih 😭