Sugar Daddy & Sukma

Sugar Daddy & Sukma
Jangan genit



Sudah beberapa hari ini. Entah kenapa Sukma sering merasa pusing dan terkadang mual. Namun tidak mengganggu aktifitasnya dalam hal apapun.


Anak-anak sudah mulai masuk sekolah. Alfandi semakin sibuk dengan kerjaan dan juga persidangan dengan Vaula. Membuat dia jarang di rumah, pergi pagi dan pulang malam itu benar-benar terjadi pada Alfandi di saat-saat ini.


Kedua orang tua Alfandi kebetulan masih di tempatnya Sukma. Mereka betah di sana dan kalau siang mereka menyibukkan diri dengan kebun sayuran dan kolam ikan.


Pak Sardi memberi pakan ikan bersama Marwan, kalau tidak ada sekolah. Pak Sardi lah yang mengurus. Biarpun sudah tua namun masih energik dan rajin.


Terkadang pak Sardi sakit kepala, namun di rumah selalu siap sedia obat dari apotek apalagi Sukma selalu perhatian dan merawat sang bapak mertua.


Seperti saat ini, Sukma sedang memasak bersama bi Lasmi dan di temani pula oleh bu Puji yang duduk-duduk di kursi meja makan.


"Ehc, Om yang kemarin itu, ya? ada apa ke sini? mau bertemu siapa dan ada keperluan apa?" selidik Firza sambil menatap tajam ke arah Reno yang datang sendirian tanpa Beben.


"Lah, ada garda terdepan nih. Ajudan apa? begitu amat. Tampak sekali garang nya," batin Reno sambil menatap ke arah Firza.


"Oh, ehem. Saya ... ingin bertemu dengan Sukma. Oh, tenang! saya cuma ingin menyampaikan maaf saya kok sama dia," balas Reno.


"Mommy lagi sibuk. Gak bisa di ganggu! sebaiknya pergi saja. Jangan ganggu mommy." Pintanya Firza sembari mengibaskan tangannya.


"Aish ... ni anak! belagu amat. dikira gue anak kecil apa yang bisa di perintah-perintah? lu pikir gue takut sama anak kecil seperti mu!" gumamnya dalam hati.


"Bilang saja dulu sama orang nya! siapa tahu dia mau. Sebab ada yang ingin saya bicarakan sama dia," ucap Reno masih berharap.


"Tidak bisa, kau harus pergi dan jangan ganggu mommy saya! atau mau saya adukan kepada papa saya." Firza semakin tampak galak dan tidak suka pada Reno yang dia rasa ngeyel.


"Please? saya ingin bertemu dengan Sukma kali ini saja, saya mau ke luar Negeri dan ingin meminta maaf!" Reno tetap masih berharap kalau anak itu mengijinkan dia bertemu dengan Sukma.


"Heh ... ngeyel banget jadi orang, gak tahu apa? dia istri orang." gerutu Firza sambil memutar badan dan masuk ke dalam.


Derap langkah Firza membawanya ke dekat sang ibu sambung yang sedang memasak bersama bi Lasmi.


"Mom, tuh ada laki-laki ingin bertemu Mommy. Sepertinya laki-laki kemarin yang ketemu dia tempat belanja, siapa sih dia?" kata Firza sambil menatap ke arah Sukma yang bengong.


"Reno!" gumamnya Sukma.


"Ooh, Reno namanya. Ngeyel banget. Gak tau apa? kalau yang dia ganggu itu istri orang, jangan-jangan, dia pacar Mommy ya?" anak itu menatap kian tajam ke arah Sukma.


"Bu-bukan, Za. Dia cuma masa lalu kok, lagian buat sih dia datang." Sukma melirik ke arah bi Lasmi dan Bu Puji yang menatap juga ke arah dirinya.


"Mau apa sih datang lagi?" batin Sukma sembari membuka celemek nya.


Firza kembali mengikuti sang ibu sambung ke depan untuk menemui tamunya. "Awas saja kalau Mommy genit-genit sama dia, saya adukan papa nanti."


Bibir Sukma menunjukan senyumnya pada Firza yang berjalan di belakangnya. "Perasaan, aku gak pernah genit-genit deh sama pria! dulu juga sama papa, nggak. Kalau sekarang sih wajar! kan sudah jadi suami ku."


"Ahk ... pokonya gitu! titik." Firza lagi sambil terus mengikuti langkahnya Sukma.


Tibalah Sukma di tempat teras, dimana Reno berdiri menunggu Sukma sebagai tuan rumah.


"Ada apa ya?" tanya Sukma sambil celingukan. Dia pikir Reno datang bersama Beben, tapi ternyata tidak. Reno tampak sendiri dan di mobil pun tidak ada siapa-siapa.


"Apa aku tidak dipersilakan duduk gitu?" tanya Reno sembari menggerakan netra nya ke sofa.


"Maaf, aku gak ada waktu. Mau bicara apa? katakanlah?" Sukma tampak benar-benar telah menutup hati untuk Reno.


"Kenapa sih, kau begitu amat sama aku, oke aku tau kalau aku tidak punya ruang lagi di hati mu. Karena sudah menikah. Tapi setidaknya kau memberi ku kesempatan untuk menjadi teman atau sahabat atau apalah!" lirihnya Reno.


"Oke, duduklah?" Sukma pun duduk di sofa dan melirik ke arah Firza juga.


Reno mendudukan dirinya di seberang Sukma. "Tolong, jangan buat aku semakin merasa bersalah. Berkali-kali ku meminta maaf. Tidak pernah kau--"


"Kan sudah ku maafkan! aku sudah lupakan semuanya kok. Dan hubungan kita sudah berakhir dari kau tidak kabari aku." Sukma menundukkan pandangannya ke lantai.


"Tapi sikap kamu seperti itu yang membuat aku--"


"Emangnya aku harus bersikap kaya gimana? kau hadir lagi saat yang tidak tepat, aku sudah bersuami dan apa aku pantas bila aku bersikap manis atau welcome pada pria lain?" lagi-lagi Sukma menyela perkataan Reno sambil melirik sekilas.


"Bu-bukan, bukan seperti itu maksud ku. Aku hanya ingin--"


"Ingin apa? ingin apa? coba jelaskan? jangan sampai Om itu masih mengharapkan mommy ya! tau diri dong? mommy ini istri orang," timpal Firza dengan nada kesal pada Reno.


Tatapan Reno kian tajam pada Firza, anak itu sudah berada terus di sana.


Sukma langsung berdiri, dan dia khawatir kalau Firza dan Reno ribut. "Em, katakanlah. Apa yang ingin kau bicarakan? tho the point saja," pinta Sukma pada Reno.


"Em ... aku cuma mau pamit, aku mau melanjutkan kembali kuliah dan bekerja di luar Negeri." Kata Reno yang langsung di cela oleh Firza.


"Cuma, mau ngomong begitu doang, alamak ... kirain mau ngomong apa? sudah-sudah pergi sana? nanti keburu papa ku pulang!"


"Za ... jangan gitu juga, gak sopan?" suara Sukma pelan sambil menyentuh tangan Firza sekilas.


"Ajarin anak mu itu agar sopan pada orang yang lebih tua!" Reno beranjak sambil melihat keduanya.


"Aku minta maaf, atas kelancangan putra ku?" ucap Sukma sembari menunduk.


Reno melihat ke arah Firza dengan tatapan yang tidak suka. Begitupun dengan Firza, matanya mendelik.


"Ya, sudah. Aku pamit dulu, semoga kau bahagia bersama suami dan anak-anak nya," Reno mengulurkan tangan sebagai salam perpisahan.


Sukma pun perlahan menyambut tangan Reno sebentar. "Ya ... makasih. Dan Aamiin! semoga kau juga menemukan bahagia atau jodoh yang terbaik, lebih baik lagi."


Firza memainkan kakinya untuk mengusir kejenuhan. Mau pergi, tidak rela membiarkan Sukma dengan pria itu. Dengan hati kesal dan tidak suka bila ada yang mendekati ibu sambungnya. Membuat Firza tetap berada di sana.


Hingga akhirnya Reno pun pergi dari situ dengan membawa hati yang berat. Seseorang yang sangat dia cintai telah di sunting orang dan kini telah bahagia dengan orang lain ....


.


...Bersambung!...


Jangan lupa like komen dan dukungannya.