Sugar Daddy & Sukma

Sugar Daddy & Sukma
Persalinan yang lancar



Selang beberapa saat. Mobil tersebut pun tiba di depan rumah sakit. Sukma langsung ditangani oleh dokter ahli dan di masukan ke ruang khusus melahirkan.


"Bu, maafkan aku ya? bila aku mempunyai dosa sama Ibu dan bapak. Dan tolong ... doa'kan agar lahiran ku lancar dan selamat!" Sukma memegangi tangan Bu Puji yang menatap cemas pada sang mantu.


"Iya, Nang. Ibu akan senantiasa berdoa untuk keselamatan kalian berdua dan Neng tidak punya salah apa pun sama Ibu," balas Bu Puji sembari mengusap punggung tangan mantunya tersebut.


Sukma memejamkan mata sembari berdoa untuk keselamatan dirinya dan calon baby. Lancar lahirannya.


Bibir Sukma komat-kamit membaca doa dan sholawat.


Di luar, Firza dan pak Luky menunggu. Dengan wajah cemas, Firza berjalan mondar mandir.


"Tenang, Za ... doakan saja mommy nya lahiran dengan selamat." Pak Luky menenangkan Firza


Firza hanya menoleh tanpa ekspresi. Lalu dia duduk.


"Pak Luky harus menjemput Fikri dulu, dia merengek minta nemenin Mommy, katanya." Pak Luky langsung bangkit dari duduknya setelah menerima pesan dari rumah.


Firza hanya mengangguk pelan lalu melihat ke arah pintu ruangan dimana mommy nya sedang berada di sana.


"Mana mommy?" tanya Alfandi yang baru datang dengan langkah lebarnya mendekati Firza.


"Di dalam!" Firza menunjuk ruangan yang tidak jauh dari dirinya duduk.


"Oke. Tunggu di sini ya? Papa mau nemenin Mommy." Alfandi buru-baru bersiap untuk menemani sang istri lahiran.


"Sayang, yang kuat dan aku di sini bersama mu!" Alfandi mengusap kening sang istri sembari memberi kecupan yang lama dan hangat.


Tubuh Sukma yang sudah dipenuhi dengan keringat dan bersiap untuk persalinan, mencari pegangan dan memegang tangan Alfandi dengan sangat kuat.


"Dok, lakukan yang terbaik untuk istri dan baby saya?" Alfandi menatap cemas ke arah beberapa dokter dan perawatnya.


"Tenang, Pak insya Allah ini akan berjalan dengan lancar. Sebab terbukti ibu begitu kuat menunjukan kalau lahirannya akan berjalan dengan baik. Tenang dan berdoa saja," balas dokter.


Bu puji mengusap punggung Alfandi agar lebih tenang dan banyak berdoa. Alfandi mengangguk pada sang bunda.


Sekitar kurang dari satu jam kemudian. Terdengar suara. Oe ... Oe ... Oe ....


Tangisan si kecil yang baru saja menginjakan dirinya di dunia ini. Rasa lega menyapa hati Alfandi dan sang bunda.


Begitupun dengan Sukma yang sudah susah payah berjuang dalam persalinan ini tersenyum puas. "Ya Allah ... Alhamdulillah. Baby nya sudah keluar." bergumam yang nyaris tidak terdengar.


"Alhamdulillah ... lahirannya lancar! dan keduanya selamat." Gumamnya, Bu Puji. Sambil mengusap wajahnya.


Sukma memejamkan kedua matanya, merasakan lelah yang tiada terkira dan rasanya seluruh tenaganya habis terkuras.


Sementara Alfandi mengumandangkan adzan di kedua telinga baby nya yang berjenis kelamin perempuan itu.


"Masya Allah ... doa kita semua terkabulkan. Baby nya perempuan!" ucap Bu Puji sambil menghentikan pakaian Sukma bersama perawat lain.


"Selamat ya? baby nya perempuan dan persalinannya berjalan sangat lancar, sungguh istri anda kuat dan tegar." Dokter mengulurkan tangan pada Alfandi, mengucapkan selamat.


"Terima kasih juga dokter? berkat kalian juga semua nya selamat dan berjalan dengan baik." Alfandi mengulas senyum yang penuh dengan kebahagian.


"Oma, gimana baby-nya sudah ada belum?" tanya Fikri yang menunggu di depan pintu.


"Gimana, Bu ... sudah keluar kan. sehat kan ibu dan baby nya. Laki-laki apa perempuan? baby nya." Selidik pak Sardi.


"Bu, gimana? Sukma dan baby nya selamat kan?" tanya Mimy.


"Iya Oma, kakak gimana dan baby nya?" suara Jihan yang berada cemas.


"Oma. Kakak selamat kan? lahirannya lancar bukan!" lirihnya Marwan dengan wajah yang merah dan ingin menangis.


"Oya, oma jawab?" Mommy dan baby gimana? kok Oma diam saja sih! kita penasaran tahu, aku mau masuk ahc." Fikri berniat untuk masuk ke dalam ruangan tersebut.


"Eeh. Jangan Fikri ... nanti juga akan dipindahkan, itu pasti." Mimy menarik tangan Fikri agar tidak masuk begitu saja.


Wanita paruh baya itu menghela nafas dalam-dalam ... lalu ia mengedarkan pandangan pada semua yang sedang menunggu jawaban darinya.


"Kalian ingin tahu? semua selamat dan lahiran berjalan lancar tanpa ada drama apapun, dan baby nya perempuan. Alhamdulillah." Bu Puji mengucap syukur.


"Alhamdulillah ..." ucap semuanya dengan serempak.


Dan lantas Fikri dan Marwan berjingkrak kegirangan, kalau yang mereka semua inginkan terkabul. Baby yang lahir itu perempuan.


Sebenarnya, dari hasil USG pun sudah ketahuan kalau janin yang di kandung oleh Sukma itu perempuan.


Namun Alfandi dan Sukma tidak memberitahukan kepada anak-anak, takutnya mereka kecewa bila Allah berkehendak lain.


Dan setelah Sukma di pindahkan ke ruang VIP, semua pun menyusul dan menemui Sukma dan baby nya. Semua menyambut bahagia kehadiran baby perempuan yang di beri nama Syakila, yang berarti kepribadian bagus dan cantik.


Semua mengerumuni baby Syakila bak gula di kerubuni dengan semut.


Sukma tidak henti-hentinya tersenyum dan berucap syukur atas semua karunia yang Allah berikan padanya.


"Terima kasih sayang! kau sudah memberikan putri yang cantik dan Allah begitu sayang sama kita semua, sehingga apa yang kita inginkan dikabulkannya." Alfandi menghujani kening sang istri dengan kecupan.


Dan pipi nyan pun tidak luput dari kecupan mesra. Kebahagiaan yang kini mereka rasakan sungguh tiada terkira dan tak dapat di gambarkan dengan kata-kata.


"Aku juga ucapkan banyak terima kasih padamu, karena sudah Sudi menikahi ku menjadikanku bagian dari hidup mu? dan memberikan semua yang aku butuhkan." Sukma memeluk sang suami dengan sangat erat, padahal tangan masih kena infusan.


"Iya sayang. Sama-sama." Alfandi mengeratkan pelukannya.


"Eeh ... ingat noh ... baby Syakila baru lahir noh ... jangan dulu bikin lagi! kasihan kali!" celetuk Mimy yang mendekati Sukma dan suaminya yang sedang berpelukan.


Fikri menoleh pada Mimy, dan ke arah mommy dan papanya. "Ooh, gitu ya? kalau bikin baby. Jadi papa dan mommy sering pelukan itu sedang bikin adek," ucap Fikri dengan polosnya.


Semua orang yang berada di sana menoleh pada anak itu yang begitu polos dan memandangi tanpa ekspresi ke arah Alfandi dan Sukma.


Begitupun dengan Sukma dan Alfandi yang memudarkan pelukannya, menoleh pada Fikri.


"Kau Mimy ... sembarangan aja kalau ngomong itu disaring dulu napa?" pekik Sukma yang tertahan pada Mimy yang menaikan alisnya.


Mimy yang menjadi biang kerok malah nyengir dan niat dia cuma bercanda.


"Eeh, Abang. Coba lihat baby nya menguap dan mencari suara Abang nya nih," Bu Puji mengalihkan pembicaraan sehingga membuat Fikri mendekati baby Syakila yang memicingkan sebelah matanya dan bergerak ke kanan dan ke kiri, seperti baby yang sudah lahir beberapa hari sebelumnya saja.


Akhirnya mereka hidup dengan sangat bahagia. Kehadiran baby Syakila menambah lengkapnya keluarga Alfandi dan Sukma.


Aku mengucapkan terima kasih banyak pada reader ku semua yang sudah mendukung ku selalu🙏 dan maaf aku tidak bisa membalas kebaikan kalian semua. Kecuali doa semoga Tuhan selalu menjaga kalian dan memberi kemudahan dalam setiap urusan kalian semua. Sekali lagi terima kasih banyak reader tercinta🙏


Tiada kata yang terindah. Selain Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh?