
Jihan yang sedang tertidur pulas terbangun dengan pipinya yang terasa di elus-elus.
Gadis itu perlahan membuka manik matanya yang sepet dan langsung tersentak ketika dia mendapati Excel berada di atas tempat tidur yang sama. "Kamu! ke-kenapa ada di sini?"
Posisi Jihan bergerak meringsut menjauhi Excel yang bertelanjang dada. Menatap tajam ke arah Jihan dengan tatapan yang penuh misteri.
Jihan benar-benar dibuat heran dengan keberadaan nya Excel di dalam kamar tersebut. Padahal sebelumnya Jihan sudah menguncinya dari dalam. Namun tiba-tiba sekarang berada di hadapan Jihan dengan tatapan yang menakutkan.
"Ka-kamu. Kenapa ada di sini? se-sejak ka-kapan? dan mau a-apa?" Jihan tampak gugup dengan ekspresi yang Excel tunjukan padanya.
Excel menyeringai, lalu tertawa lebar hingga suaranya bergema di ruangan tersebut. "Ha ha ha ... aku hanya ingin bersenang-senang dengan mu!"
Excel semakin mendekat dan bau Mulutnya tercium aneh. Dan jangankan semakin menjauh apalagi ketika tangannya nyesel untuk menarik kerudungnya Jihan, Jihan setengah melompat menapakkan kakinya di lantai dengan wajah yang sangat ketakutan. Karena baru sekarang dia menghadapi Excel semacam ini.
"Kamu kenapa sih? jangan macam-macam ya, ka-kamu mabuk ya?" Jihan semakin risih dan berjalan mundur tatkala Excel mengikuti gerak langkahnya.
"Apanya yang jangan macam-macam? aku hanya ingin bersenang-senang dengan mu, dan aku ingin menagih apa yang sudah aku berikan padamu cinta!" Excel semakin mendekat hingga tubuh Jihan mentok di dinding.
"Apa-apa maksud mu? aku harus membayar yang sudah kamu berikan--"
"Tentu sayang apa yang aku berikan itu bukan cuma-cuma tapi aku berharap kau bisa membayarnya dengan dirimu, yang sudah aku tunggu sejak dulu!" Tatapan Excel semakin menakutkan, tangannya mengelus pipi Jihan yang terus mencoba menghindar.
Tubuh Jihan turun, supaya dapat keluar dari kungkungan Excel dan dia berlari mendekati pintu yang langsung dikejar oleh Excel dan langsung memasang kunci pintu atas! jelas tubuh Jihan yang mungil tidak dapat menjangkau kunci yang bagian atas.
"Aku mohon keluarkan aku. Aku tidak mau di sini dan aku pengen pulang, aku mohon Excel ... aku pengen pulang hik-hik-hik," jihan terus memohon dan tubuhnya berjongkok sambil menangis.
"Aku akan mengeluarkan mu dari sini ... Itu pasti sayang," imbuhnya Excel sembari membungkuk dan menaikan tubuh Jihan berdiri.
Semakin tercium saja mulut Excel yang entah bau apa yang Jihan tidak tahu namanya. Gadis itu tidak berani menatap wajah Excel, ia terus menunduk sambil terisak.
Lagi-lagi pipinya di elus lagi dengan punggung jarinya Excel yang bikin Jihan meremang dan semakin ketakutan, sementara dia tidak tahu harus berbuat apa? wajah Jihan dengan refleks mundur ke belakang seiring wajah Excel yang maju, mungkin tujuannya untuk mengecup bibir gadis tersebut.
"Aku bilang jangan macam-macam! dan keluarkan aku dari kamar ini," suara Jihan bergema di dalam kamar itu. Namum sayang katanya kamar itu memakai kedap udara.
Excel hanya menyunggingkan bibirnya seraya berjalan maju beberapa langkah pada Jihan yang terus berusaha menghindar.
"Tolong ... Tolong aku? tolong keluarkan aku dari sini?" pekiknya Jihan dengan suara serak dan berderai air mata.
"Ha ha ha ... percuma kamu teriak sayang ... karena kamar ini memakai kedap udara, tidak akan bisa terdengar suaramu oleh orang yang di luar, sekalipun teriakan mu sampai ke langit ke tujuh. Daripada kamu buang-buang energi teriak-teriak seperti itu mendingan kamu mau melayani aku. Kita habiskan waktu bersama, bersenang-senang. Kita mencari kenikmatan sayang." kalimat Excel kian menambah merindingnya bulu roma Jihan.
Jihan semakin gugup, kalut. Dia kebingungan Harus bagaimana dan minta tolong sama siapa? ia tidak menyangka sama sekali. Kalau perjalanan ini akan seperti ini dan membuat ia trauma.
Manik mata Jihan melihat ke arah pintu kamar mandi biar mengurung diri di sana, makanya dia langsung melompat ke sana. Namun langkahnya kalah cepat dengan langkah Excel yang lebar dan panjang.
"Jangan Excel, kamu jangan macam-macam. Aku mohon jangan-jangan berbuat yang aneh-aneh padaku!" Jihan menyatukan kedua tangannya dan meringsut menjauhi Excel yang terus mendekat dengan tatapan lapar.
Bibir Excel semakin mengembang melihat wajah Jihan yang semakin tampak cantik tanpa kerudungnya. Rambutnya pun yang indah terlihat dengan sangat sempurna biarpun diikat biasa.
"Tolong ..." Jihan kembali berteriak. Menggerakkan kakinya menendang-nendang bagian tubuhnya Excel yang terus mendekat.
Dan melempar apa saja yang berada di dekatnya bantal, guling yang dilempar pada Excel yang punya niat jahat padanya itu. Bahkan pas bunga pun tak luput dari tangan Jihan yang ia lemparkan ke arah Excel yang dapat menghindar dari serangannya Jihan. Sehingga di lantai bagai kapal pecah alias berantakan.
Sementara Excel semakin merasa geram dengan tingkahnya Jihan yang menolak, menangis bahkan menyerang. Dan kesabaran pemuda itu pun benar-benar sudah habis! sehingga dengan kuatnya dia menarik pinggang Jihan yang langsung dihempaskan kembali di atas tempat tidur.
Dengan gerak cepat tubuhnya pun mengungkung tubuhnya Jihan. Tangan nakalnya Excel pun mulai ingin menjamah bagian-bagian tertentu di tubuhnya Jihan, Jihan terus berontak dan tangan kakinya pun berusaha menendang dan memukul.
"Lepaskan se-ta-n ... kau ternyata bukan pemuda baik-baik dan kini aku tahu kamu itu berakhlak seperti se-ta-n, bia-dab lepaskan aku?" Jihan akhirnya dapat mendorong dadanya Excel dan langsung bangun turun lagi dari tempat tidur.
"Kini aku tahu kalau kamu itu penjahat dan kamu tidak tulus. Mencintai ku!" teriaknya Jihan dengan suara yang bergetar. Dia berdiri di dekat jendela besar.
"Emangnya lu pikir aku cinta sama kamu itu tulus? enggak ... gue pacaran sama kamu karena gue nafsu sama kamu. Dan apapun yang sudah aku berikan sama kamu tentunya harus dibayar dengan tubuh mu! ha? Lu aja yang be-go yang gak pernah ngerti dengan kemauan gue. Lu itu memang cewek aneh yang pernah gue pacari, nggak ngerti kemauan cowok! beda dengan cewek-cewek jue yang lain yang pengertian, tanpa dipinta pun dia ngasih apa yang gue mau!" teriaknya Excel.
Degh.
Bagai sambaran petir yang menyambar tubuh jihan, Jihan menjadi teringat dengan kata-kata Firza yang selalu mengingatkannya dan bilang kalau Excel itu bukan laki-laki yang baik, kalau excel itu banyak ceweknya. Alias fackboy. Kini ia dengar sendiri dari mulutnya Excel langsung kalau dia memang banyak ceweknya.
Airmata Jihan kembali berjatuhan dan semakin deras. Membanjiri wajahnya yang sudah pucat dan sembab, dia ingin menjerit sekencang-kencangnya namun percuma jika hanya membuang-buang energi doang.
Kedua manik mata Jihan menatap ke arah tubuhnya yang mengenakan setelan celana panjang, yang sangat kebetulan saat ini dia menggunakan itu. Bukan mengenakan gamis menjadi langkahnya lebih leluasa.
Melihat langkah Excel yang mendekati kembali membuat Jihan mengerahkan tangannya kepada pemuda tersebut. "Tunggu di situ! jangan mendekat kalau kamu nekat mendekat aku juga bisa nekat lompat dari jendela ini!"
"Ha ha ha ... kamu mau nekat lompat dari jendela ini? ha ha ha ... kamu sudah gila, ini jendela tebal banget!" tung-tung ... Excel mengetuknya kaca jendela yang tebal banget itu sambil tertawa lepas.
Jihan hanya melihat pergerakan Excel yang mengetuk bahkan memukul kaca jendela berkali-kali.
"Ya Allah tolonglah aku? ya Allah tolong aku keluarkan dari sini!" sembari mengusap wajahnya dengan kasar seraya berkata dalam hati. "Aku gak mau ternoda dan belum ingin menikah!"
Melihat Jihan terdiam, membuat Excel merasa senang dan merasa menang! dengan cepat menangkap tubuh Jihan dan dipanggulnya.
Jihan berteriak untuk di turunkan, lalu menggerakkan kaki dan tangannya yang memukul-mukul punggungnya Excel yang tidak dipedulikan sama sekali. Dan bukan dibawa ke atas tempat tidur, melainkan dibawa ke kamar mandi di turunkan di dalam bathub dan menyalakan air shower, sehingga membasahi tubuh Jihan yang ditahan oleh kedua tangan Excel agar tidak bisa keluar dari bathub ....
.
Mahon meninggalkan jejak nya ya ... makasih