Sugar Daddy & Sukma

Sugar Daddy & Sukma
Promosi karya



Istri Kontrak Ayah Sahabatku


Yo, capcus ke sana? siapa tahu kalian akan lebih suka.


Cuph. "Sedang mikirin apa sayang?" Hadi sembari mengecup kening Alisa dengan mesra.


"Om kenapa bilang seperti itu pada Zidan, kita kan sudah sepakat kalau suatu hari nanti kita akan berpisah." Protes Alisa.


"Yang mana sayang? soal itu. Aku pikir-pikir dulu lah." Hadi membuka kancing nya. Lalu berlutut di hadapan Alisa yang duduk di tepi tempat tidur.


"Kok bilang gitu sih?" Alisa heran.


"Dengar ya? kita sudah resmi menjadi suami istri, kita sudah menikmati apa namanya hubungan suami istri, apa kau masih ingin melanjutkan perjanjian kita?" lirihnya Hadi sambil menangkap kedua tangan Alisa.


"Masih lah, begitu kok perjanjian nya juga." Kata Alisa sambil menatap ke arah Hadi yang berlutut di hadapannya.


"Baiklah, lanjutkan saja!" gumamnya Hadi sambil mendekati bibirnya Alisa yang mundur.


Hadi menatap lekat dengan mundurnya kepala Alisa. Namun Alisa memberi senyuman yang membuat Hadi pun tersenyum.


"Aku siapkan buat mandi dulu ya?" Alisa menarik tangannya dari genggaman Hadi.


"Mandi bareng ya?" Hadi berdiri dan membuka kemejanya yang lantas dia berikan kepada Alisa.


"Om aja duluan, panggilnya Abang, atau sayang!" Hadi menangkup wajah Alisa dan lantas mendaratkan kecupan di keningnya.


"Nggak mau, Om, Om Hadi!" canda Alisa sambil berlari ke kamar mandi, tak ayal di kejar Hadi ke dalam sana dan menangkap gadis itu.


"Hem, dapat kau! awas ya aku paksa di sini mau?" goda Hadi sambil menatap tubuh Alisa yang berontak sambil tertawa karena jari Hadi pun menggelitik pinggangnya.


"Ampun-ampun, gak mau! aduh ... sakit." Desis Alisa.


Hadi cemas, kenapa sayang?" tanya Hadi sambil menundukkan kepalanya pada Alisa.


"Sakit, sebenarnya dari pagi itu sakit dan perih apalagi kena air hangat perih banget." Suara Alisa pelan.


"Ooh, di sana! kan tadi sudah bilang, obatin. Olesi salep yang tadi Lisa ..." Hadi mengelus pipi Alisa dengan punggung jarinya.


"Belum, ribet dan susah! lagian kan harus santai! masa waktu kerja kita bersantai ria? gak enak kan!" akunya Alisa.


"Ya sudah, kita mandi dulu. Nanti aku yang obatin." Tambahnya Hadi sambil bersiap mandi.


Ketika Alisa mau berdiri, pinggangnya di rangkul Hadi dan lantas di tarik ke dalam bathub. "Ahc ..." membuat tubuh Alisa basah kuyup.


"Om, apaan sih? kan basah!" Alisa menggelinjang.


"Mandi sayang, tangannya Alisa Hadi kunci. "Ayo mandi sama Abang."


Kemudian Alisa menyiramkan air ke arah Hadi dengan tangan kanannya. Akhirnya mereka bukan cuma mandi berdua, tapi juga main air, saling siram satu sama lain sehingga kamar mandi di penuhi dengan air sabun.


Hadi memandikan Alisa bak sedang memandikan anak kecil, persis kalau Hadi memandikan Diana. Dalam hati, Hadi berkata.


"Diana, maafkan Abang sayang. Bila Abang mulai menikmati pernikahan dengan Alisa." Batinnya.


Alisa menatapi pria itu yang lembut dan penuh kasih sayang, membuat dia merasa kasihan bila membiarkan nya begitu saja. Apa salah nya sih ia melayani nya? kalau soal nanti berpisah, ya ... berpisah saja. Lagian belum tercatat juga di Negara.


Selesai mandi. Hadi menggendong tubuh Alisa ke kamar ala bridal style. Menjadikan tubuh Alisa melayang dan mengalungkan kedua tangannya.


Alisa Hadi dudukan di atas tempat tidur. "Di mana salep nya?" tanya Hadi.


"Di dalam tas!" Alisa menunjuk tas nya.


Tangan Hadi meraih tas Alisa dan mengambil benda kecil dari dalamnya.


"Sini aku mau olesi di leher." Alisa meminta benda itu. Tapi Hadi mengolesinya sendiri leher yang tampak mulus itu, merahnya pun dah mulai memudar.


"Sudah memudar nih merahnya, Abang obatin ya di sana, sini duduknya agak tengah." Hadi menepuk kasus agar Alisa duduknya bergeser.


"Ha? nggak-nggak. Aku obati sendiri saja di kamar mandi." Alisa hendak turun.


Namun bukannya turun, malah Hadi pindahkan posisi duduk nya ke agak tengah dan bersandar ke bantal yang dia tumpuk dulu.


"Aku, mau sendiri saja, sini salepnya?" Alisa meminta benda kecil itu dan menegakkan duduknya.


Lagi-lagi, jadi dorong bahunya ke belakang dan lalu mengangkat kedua kaki Alisa yang langsung Alisa turunkan kembali dan merapat.


"Sayang, nanti sakit dan bengkak nya lama. Ngerti gak?" suara Hadi sambi kembali membuka dan mengangkatnya.


"Aku malu ... biar aku sendiri saja!" Alisa menegakkan lagi duduknya dan Lagi-lagi juga Hadi buat Alisa menyandarkan diri dirinya ke bantal.


Pada akhirnya Alisa memejamkan kedua manik matanya, malu banget. Ketika kedua kakinya, Hadi angkat dan membukanya ....