Mentari

Mentari
Episode 85



Sudah sebulan toko kue Mentari dan Alhamdulillah semakin banyak pelanggan di Tokonya dikarenakan kue-kuenya begitu lengkap. Dan sampai saat ini juga Mentari belum bertemu dengan Siska sebagai kepercayaan bapak mertuanya untuk pengelola sementara di Tokonya itu.


Mentari semakin di sibukkan dengan senam ibu hamil yang diatur langsung oleh ibu mertuanya sendiri. Meskipun ibu Anita ingin sekali ikut serta dalam menjaga Mentari yang sudah hamil besar, namun sang besan selalu menyiapkannya sebelum dibutuhkan.


Mentari yang sedang duduk diruang tengah sambil membaca buku tentang persiapan menjadi ibu yang baik. Ia larut membaca buku sampai ia tidak sadar kalau suaminya pulang di rumah.


"Assalamualaikum, baby dan istriku" Ucap Arka sembari senyum.


Mentari yang mendengar itu bukan menjawab malah mengerutkan keningnya heran sambil mendongak melihat wajah suaminya itu.


"Istri" ulang Mentari. Ia merasa aneh jika tiba-tiba panggilannya di ganti.


Arka duduk disamping istrinya itu sambil mengangkat tangannya sembari menarik napas, "Ia, istri"


"Aku suka dipanggil adek" Jawab Mentari dan kembali melihat bukunya.


"Iya iya, kita makan siang!" ajak Arka.


Mentari seketika melihat jam dipergelangan tangannya, meskipun Mentari jarang memakai jam tangan tetapi semenjak tinggal di rumah mertuanya, ibu Dewi menyuruh memakainya agar ia tidak terlambat makan. Jam itu ibarat alarm makan Mentari.


"Oh iya, sudah saatnya makan siang" Ucap Mentari lalu bangkit dari duduknya menuju meja makan bersama suaminya.


Mereka makan berdua dengan hikmat kali ini. Mentari fokus dengan makanannya, tapi berbeda dengan Arka. Arka malah berhenti makan dan menatap istrinya.


Mentari tidak menyadari hal itu sampai ia berdiri ingin mengambil air minum, sekaligus untuk menanyakan ke suaminya apakah akan diambilkan air minum juga.


"Kak Arka kenapa menatap ku seperti itu? aku mau ambil air minum, saya ambilkan sekalian dengan kakak?" tanya Mentari.


Arka lama diam sampai Mentari kembali duduk hanya untuk menunggu jawaban suaminya itu, "Kakak saja yang ambil air munim" jawabnya lalu pergi.


Mentari heran dengan tingkah suaminya itu sambil memperhatikan punggung suaminya itu pergi, "Ada yang aneh, aku harus tanya kak Arka" gumamnya pelan.


Arka kembali dengan segelas air minum, namun gelas yang ia bawa ini sedikit besar tidak menggunakan gelas seperti biasa gunakan.


"Minum" Ucap Arka setelah menyimpannya diatas meja tepat depan Mentari.


"Iya" jawab Mentari lalu ia minum. Setelah minum ia kembali bertanya kepada suaminya yang saat itu kebetulan Arka sudah selesai makan juga sedang menunggu air minum di gelas yang digunakan Mentari.


"Kak" Panggil Mentari.


"Hmmm, kakak minum dulu" Jawab Arka. Arka meraih gelas itu, "Ya Allah dek, tinggal seteguk ini" sambung Arka.


"Hahaha, haus kak, siapa suruh bawanya hanya segelas, disini berdua bukan sendiri" jawab Mentari santai sambil mematuk-matukkan jaringan diatas meja.


"Maksud kakak itu minum segelas berdua, tapi malah pulang balik ambil air minum" Jawab Arka dengan jujur yang mengundang tawa Mentari.


"Hahaha, makanya bilang kak kalau mau romantis supaya aku sisakan setengah gelas" Ucap Mentari sambil menghela napas, "efek tua seperti itu kali yaa?, Apa kak Arka sifatnya kembali ke anak-anak yaa" Mentari menyadari itu langsung membulatkan matanya dengan sedikit kaget, "Haaa kak Arka lansia dini" sambungnya lagi yang saat itu Arka sudah kembali.


"Siapa dek yang lansia, lansia apa lagi? lansia dini? dapat darimana bahasa seperti itu?" tanya Arka bertubi-tubi kepada istrinya itu.


"Kakak yang lansia dini" Ucap Mentari lalu ia pergi meninggalkan suaminya dengan ketawa yang ia tahan. Sebenarnya Mentari tidak akan meninggalkan suaminya dimeja makan tapi melihat ekspresi kaget Arka mendengar ucapannya membuat ia cepat-cepat pergi sebelum suara tawanya meledak.


Arka masih tidak menyangka mendengar ucapan istrinya kalau dirinya lansia dini, ia dengan cepat searching di google apakah ada lansia dini, namun yang ia dapatkan dan muncul dilayar ponselnya hanya tentang menjaga kesehatan sejak dini agar menjadi lansia yang sehat.


"Lagi-lagi aku percaya dengan ucapannya" Gumam Arka lalu ia menyusul istrinya sambil memanggil namanya, "Dek, kamu dimana?" teriak Arka.


"Diruang tengah" Jawab Mentari samar-samar Arka dengar.


Arka pun keruang tengah yang saat itu ibu Dewi dan Ayah Rahmat baru pulang entah mereka dari mana.


"Assalamualaikum" Ucap ibu Dewi sambil masukkan dalam rumah, didengar dari suaranya sepertinya ia sedang bahagia.


"Wa'alaikumussalam bu" Jawab Mentari dan Arka bersama.


"Ibu dari mana?" tanya Mentari karena tiba-tiba saja ibu mertuanya itu tidak ada dirumah.


Ayah Rahmat duduk terlebih dahulu lalu ia jawab, "bikin ulah dikantor."


Mentari yang mendengar itu spontan bersuara, "Ibu panutan Mentari" sembari ia senyum.


Arka langsung melihat istrinya begitupun dengan pak Rahmat langsung melihat mantunya itu.


"what?" Arka tidak menyangka.


Mentari mengangguk sembari menjawab, "Ibu panutan Mentari, iya kan bu?" sambungnya lalu bertanya kepada ibu Dewi.


Ibu Dewi langsung senyum sambil memainkan alisnya, yang membuat Arka kembali heran dengan ibunya.


"Yah, kenapa ibu seperti ini, pusing kepala Arka yah."


...💛💛💛...


Tepat pukul 3 sore dua buah mobil berhenti tepat halaman rumah dan disana sudah ada ibu Dewi memantau barang-barang itu diturunkan dari mobil. Mentari pun ikut keluar karena penasaran sedangkan Ayah Rahmat dan Arka kembali dikantor setelah makan siang tadi.


"Hati-hati ya" Ucap ibu Dewi


"Itu apa bu?" tanya Mentari penasaran.


"Perlengkapan bayi mu nak" jawab Ibu Dewi yang masih memantau barang-barang tersebut.


"Itu dibawa langsung dalam rumah" ucap ibu Dewi lagi.


"Baik bu" jawab salah seorang yang mengangkat barang itu.


"Itu apa bu? kok kelihatannya berat" tanya Mentari lagi penasaran.


"Itu tempat tidur bayi dan ibu pesannya kayu jati plus ibu minta jangan polos tapi diukir supaya bagus" Jelas ibu Dewi lagi.


Mentari hanya ber oh ria saja mendengar ucapan ibu mertuanya.


"Kalau mobil satunya itu bu?" tanya Mentari lagi penasaran.


"Itu khusus pakaian bayi, mulai dari koas kaki, koas tangan baju celana, selimut, handuk-handuk sepatu topi dan masih banyak lagi"


Mentari mendengar itu, hanya menganga tidak bisa berkata-kata lagi, seakan otaknya buntu mendengar penuturan ibu mertuanya.


"Kalau aku dan kak Arka mau belanja?" tanya Mentari


Ibu Dewi paham dengan maksud pertanyaan mantunya itu, biar bagaimanapun seorang ayah dan ibu pasti senang jika membelanjakan kebutuhan bayi mereka, apalagi itu anak pertama mereka.


Dengan senyum ibu Dewi menjawab, "Tidak apa-apa, belanja saja, ini semua dari nenek dan kakeknya"


Seketika Mentari memeluk ibu Dewi dari samping, "Ibu baik bangat sama Mentari sampai Mentari itu bingung mau balas kebaikan ibu" Ucapnya.


"sudah-sudah, gimana kita masuk didalam. ibu penasaran dengan belanjaan ibu" Ucap Ibu Dewi lagi dan Mentari mengangguk lalu mereka masuk sambil bergandengan tangan sesekali ibu Dewi mengelus perut buncit Mentari.


"Gak sabar menunggunya" Ucapnya lagi


"Sabar Nek, Aku juga gak sabar main dengan nenek dan kakek" jawab Mentari meniru suara anak kecil yang membuat ibu Dewi tertawa bahagia.


Mereka pun masuk dalam ruangan dimana barang-barang dari mobil tersebut disimpan, kemudian mereka pindah diruangan sebelah dan disana tiga orang sedang menyulap ruangan itu dengan ruangan yang begitu nyaman dimata Mentari.


"Aku suka warnanya bu, cantik bangat. Kapan mereka ini datang bu?" tanya Mentari lagi kepada ibu mertuanya itu sambil menunjuk 3 orang dalam ruangan itu yang sedang mendekor kamar itu


"Sebelum mobil tadi datang" Jawab ibu Dewi.


"Bu, Mentari takut nanti anak Mentari lebih betah disini dibandingkan dirumah orang tuanya" Ucap Mentari, "Mentari aja nyaman disini" sambungnya dengan membatin sembari senyum bahagia melihat ruangan untuk bayinya yang disiapkan oleh mertuanya.


Mentari mengambil ponselnya dan mengambil gambar ruangan itu lalu ia kirim lewat WhatsApp di ponsel suaminya dengan kalimat, "Kakak baguskan ruangannya? kata ibu, ini ruangan baby nanti."


...SEMOGA SUKA ❤️...


...TERIMA KASIH 🙏...