Mentari

Mentari
Episode 180



Baby twins kini berada di kamar Mentari dan Arka, tapi sepertinya ruangan itu tidak pantas disebut kamar. Karena sangat berantakan seperti bumi yang baru saja meledak, bahkan keduanya baru bisa tidur setelah subuh tadi. Mentari yang masih terlalu awam dalam mengurus bayi merasa cukup sulit, sementara Arka juga sama sekali tidak bisa mengurus bayi.


Oe.....Oe....Oe.....


Baru saja Mentari dan Arka tertidur, tapi kini sudah terdengar suara tangisan baby Satya lagi. Keduanya masih anu dalam mimpi dan tidak mendengar tangisan Satria yang semakin kencang.


Linda yang mendengar suara tangisan bayi langsung menuju kamar Arka dan Mentari, pintu memang sedikit terbuka hingga suara Satya terdengar jelas keluar sana. Linda perlahan mendorong pintu dan melihat Arka dan mentari yang tengah tidur terlelap di atas, bahkan keduanya saling berpelukan dengan begitu erat.


"Ya ampun Mentari Arka!!!!" kata Linda dengan kesal kemudian ia segera mendekati box milik Satya, "Aduh cucu Oma," dengan perlahan Linda menggendong cucunya, berusaha untuk meredamkan tangis Satya yang terdengar semakin kencang. karena Satia terus saja menangis akhirnya Linda mendekati ranjang Mentari dan Arka, "Tari bangunan," Linda berulang kali memanggil nama Mentari. Tapi mungkin karena terlalu lelah dan baru saja tertidur ia sama sekali tidak mendengar, bahkan tidurnya tidak terusik sama sekali dengan tangisan Satya yang begitu kencang. Linda tidak kehabisan akal, matanya melihat sekeliling kamar tersebut dan berharap ada benda yang bisa digunakan untuk membangunkan Mentari. Seketika Linda melihat ada gelas berisi air putih, sebenarnya Linda tidak tega untuk membangunkan Mentari yang terlihat begitu lelah. Tapi mau bagaimana lagi Satya juga sangat kehausan, "Tari," tangan Linda mulai menyiram air pada wajah Mentari.


"Eeeemmmmm," Mentari bergerak dan menarik tangannya ke atas, karena merasa tidurnya terusik. Tapi sedetik kemudian ia kembali terlelap.


"Aduh Satya, Mommy kamu kayaknya ngantuk banget. Oma jadi nggak tega bangunannya," gumam Linda.


Oe.....Oe....Oe....


Tangis Satya terdengar semakin kencang, hingga akhirnya Linda menyiram satu gelas air kepada wajah Mentari. Karena tidak tega hanya menyiram Mentari Linda juga ikut menyiram Arka.


Byur!!


"Waaaaa......." teriak keduanya dan langsung terduduk.


"Aduh," Linda merasa sedikit takut, tapi mau bagaimana lagi ia sudah melakukan berbagai cara untuk membangunkan Mentari.


Arka seketika melihat Linda dan juga gelas yang di tangan Linda. Arka sangat yakin Linda lah yang sudah dengan tega menyiram dirinya yang sedang tertidur lelap, "Mami apasih!!!" kesal Arka.


"Mi, Tari juga masih ngantuk banget Mi," kata Mentari juga.


"Maaf ya nak, maksud Mami bukan begitu..... tapi ini Satya Kasihan dia haus nangis terus," jelas Linda dengan perasaan tidak enak dan juga kasihan kepada Satya.


"Tapi nggak pakai nyiram juga kan bisa Mi!" kata Arka lagi dengan kesal.


"Mami tadi udah bangunin Tari, udah gerak-gerak in badannya juga, terus Mami siram deh dikit pakai air muka Tari. Tapi dari tadi nggak kebangun tetap tidur, akhirnya Mami siram. Mami siramlah pakai air. Mami nggak tega dong kalau cuman Mentari yang Mami siram, Ya udah sekalian aja Mami siram kalian berdua biar sama-sama ngerasain," jelas Linda lagi.


"Satya sini," Mentari menggerak-gerakkan tangannya dan meminta untuk memberikan Satya kepadanya agar bisa diberi ASI dan ia bisa kembali lanjut tidur setelah itu.


"Sekali lagi maaf ya nak," Linda memberikan Satya kepada Mentari.


"Iya Mi, semalam Tari begadang..... tidur nya udah subuh," jelas Mentari lagi.


Satya tidak lagi menangis, karena Mentari sudah memberikan asi. Setelah Satya kenyang Mentari kembali meletakan Satya pada box bayi. Dan ia naik ke atas ranjang.


Oe.....Oe.....Oe....


Kembali terdengar suara tangisan baby Sea, dengan terpaksa Mentari kembali bangun dan mengambil baby Sea untuk di berikan ASI. Setelah Sea tertidur Mentari juga kembali tidur, matanya sangat mengantuk sekali. Walaupun wajah sudah basah karena siraman Mami Linda barusan tapi tetap saja ia tertidur.


Siang hari nya Mentari bangun, ia melihat baby Sea dan baby Satya tidak ada di kamar. Dengan gerakan cepat Mentari meloncat dari atas ranjang, karena ketakutan.


"Sayang kok teriak-teriak sih," tanya Arka sambil merentangkan otot-otot tangannya.


"Kak, Sea sama Satya enggak ada," jawab Mentari panik.


Arka juga mulai panik setelah mendengar apa yang di katakan oleh Mentari, "Sea sama Satya hilang?" Arka juga cepat-cepat turun dari ranjang, ia melihat ke bawah ranjang.


"Kakak ngapain tidur di bawah di lantai?" tanya Mentari bingung.


"Kakak bukan tidur, tapi Kakak sedang melihat Sea sama Satya mungkin lagi merangkak di bawah tempat tidur," jelas Arka.


Mentari menggaruk kepalanya, "Mana ada bayi dua Minggu sudah bisa merangkak Kak!" tanya Mentari.


Arka kini ikut menggaruk kepalanya, ia segera berdiri, "Apa iya?" tanya Arka lagi dengan bodohnya, "Mungkin di toilet, mereka enggak bisa merangkak. Mana tau mereka lari ke toilet, karena kebelet," kata Arka lagi, lalu ia membuka pintu toilet dan kosong, "Kosong yang," Arka kembali menatap Mentari.


"Aduh Kak, Sea itu merangkak juga belum bisa. Malah sekarang Kakak bilangan lari, makin ngaurkan...." geram Mentari.


"Iya juga ya," Arka kini seperti orang bodoh, karena tidak pandai mengurus bayi bahkan sampai begadang ia mendadak jadi tidak karuan.


"Mungkin sama Mami," Mentari langsung keluar dari kamar, ia mencari keberadaan anaknya. Arka juga begitu, ia masih takut jika benar anaknya di culik.


Sampai akhirnya Mentari dan Arka melihat baby Sea dan Satya tengah tidur lelap di ruang keluarga, bersama dengan Linda dan juga Anggara.


"Sea kamu di sini," kata Mentari yang mulai merasa lega.


"Lho....emang dimana lagi?" tanya Linda bingung.


"Mami sih, bawa enggak bilang-bilang. Kita kan jadi panik," kesal Arka yang langsung duduk di lantai.


"Gimana mau bilang, tadi itu Satya sama Sea nangis lagi. Tapi kalian enggak dengar, Taukan rasanya jadi Mami dan Papi dulu? Mampus!" omel Linda pada Arka.


"Mami apasih," Arka kesal dan tidak terima jika Linda terus mengungkit masa kecil nya. Seketika mata Arka melihat ada kopi di atas meja, dengan cepat Arka langsung meneguknya.


"Ya ampun Arka belum cuci muka, gosok gigi udah minum kopi," kata Linda, karena tidak pernah Arka begitu.


"Udah tadi pagi," jawab Arka santai.


"Kapan?" tanya Linda lagi, sebab ia dapat melihat wajah Arka yang baru bangun tidur.


"Kan tadi pagi di siram air sama Mami," kata Arka mengingat kejadian pagi tadi.


"Ya ampun Arka, dasar jorok!!!"


"Hehehe......" Arka cengengesan menunjukan dua baris giginya yang terawat itu.