Mentari

Mentari
11



'Sudahlah mendingan saya kekamar lalu berlatih seni beladiri supaya bisa membantu orang yang lemah dan memberantas orang yang jahat' Ucap mentari sambil tersenyum miring


✩✩


Mentari keluar dari perpustakaan lalu dia langsung pergi menuju ke kamar nya


Sesampainya Mentari dikamar, Dia pertama tama langsung melihat latihan dasar beladiri terlebih dahulu


Di Buku tersebut tercatat kita Harus memulai dengan latihan pemanasan terlebih dahulu


Mentari membaca latihan pemanasan itu dan Betapa terkejut nya mentari melihat pemanasan beladiri tersebut


'Apa apaan Buku latihan dasar ini, Tata cara untuk menguatkan fisik tidak segan segan bisa bisa tulang tulang saya patah'


'latihan pemanasan ini sangat berat untuk semuran ku, tetapi kalau saya tidak mengikuti pemanasan ini saya tidak bisa bertambah kuat'


'Oke lah saya melakukan pelatihan dasar, Mendingan saya tidur dahulu lalu keesokkan pagi nya memulai pemanasan di taman*'


★★


Sang Rembulan pergi menghilang dan kini tergantikan oleh sang mentari bersinar terang yang menyinari dunia


Kukuruyuk Kukuruyuk


Terlihat lah anak kecil bangun dari tidur nya dan menguap


Hoahm Hoahm


'Selamat pagi duniaa'


Mentari pergi kekamar mandi


Selesai kandi dia bingung ingin memakai apa


'Hmm memakai celana panjang olahraga saja lah baju nya jaket atau hodie ya hmm bingung, Ahh mending memakai Hodie saja lah'Gumam mentari lagi


Mentari pergi kedapur dia mengambil botol air minum untuk dia bawa ketaman


Dia saat dia ingin keluar dari rumah dia melihat Sebuah keluarga dia sedang berbincang ceria dan akhirnya mendengar perbincangan orang orang itu


"Ayah kita beneran mau liburan bukan? Kita mau pergi kemana?"Tanya Alvin


"Ayah ki ki kita....Pergi cuman segini?"Tanya alvaro ragu ragu


'Tentu saja memangnya mau sama siapa lagi'Tanya sang ayah


'Dan yah alvin kamu bener ayah mau mengajak kalian semua pergi liburan'Sambung ayah lagi


"Ayah kita...kan ma ma ma sih ada adek dan ke..ke..napa ayah begitu membenci nya"Tanya alvaro lagi


Sang ayah dan ibu pun geram mendengar anak laki laki nya menyebut anak pembawa sial itu


"KAU APA APAAN MENYEBUT NYEBUT NAMA DIA MOMMY TIDAK PERNA MELAHIRKAN SIAPAPUN KECUALI KALIAN SEMUA DAN YAH BERHENTI MENYEBUT ANAK PEMBAWA SIAL ITU"Teriak Ibu marah


Alvaro yang mendengar teriakkan sang ibu pun menjadi takut dan menangis tersedu sedu, Ariana tidak tahan atas perbuatan ibu kepada adik kembarnya


"Apakah kalian semua sudah menyelidiki soal adik saya pembawa sial kalau Anda tidak mempunyai Bukti dan hanya percaya ucapan kakek tua itu kalian salah besar, dan soal perusahaan Anda yang bangkrut apa mungkin sebab adik saya lalu soal sepupu mana mungkin dia mendorong kekolam renang sedangkan adik saya berada dikamar terus menerus, Dan kalau adik saya pembawa sial itu berarti ada seseorang yang membenci kalian berdua sehingga mengutuk anak kalian untuk membawa bencana kepada kalian semua"Ucap Ariana Pedas


Ayah ibu dan adik adiknya kaget Bahwa kaka mereka berbicara seperti itu kepada ibu dan ayah nya


"LAGIAN BENAR APA YANG DIUCAPKAN OLEH AYAHMU DIA HANYA ANAK PEMBAWA SIAL HARUSNYA IBU MENGGUGURKAN SEJAK DAHULU, KAU KAKA TERTUA KASIH CONTOH UNTUK ADIK ADIKMU JANGAN MEMBELA ADIK KAMU YANG ITU"Sambung teriakkan dari sang Ibu


Ariana yang mendengar teriakkan mereka berdua pun tidak tahan akhirnya


"HAHAHA APA KALIAN SEMUA BODOH, KALIAN TIDAK BENAR BENAR MENCARI TAU APA YANG TERJADI DAN SIAPA DALANG DIBALIK SEMUA INI, KALIAN HANYA MASALAH PERUSAHAAN BANGKRUT, LALU HANYA SEPUPU KU MASUK RUMAH SAKIT, DAN BUKTI MENGUAT KEPADA SANG ADIK KALIAN SEMUA LANGSUNG PERCAYA OMONGAN KAKEK TUA ITU SHIT UP.... KALIAN SEMUA MUDAH SEKALI DIBODOHI UCAPAN ORANG LUAR DAN SETIDAKNYA KALIAN MENCARI TAHU APA YANG TERJADI"


"AND STOP CALLING MY SISTER WITH THAT TITLE"BALAS ARIANA TERIAK TAK KALAH KENCANGNYA


Ayah dan ibu bagai disambar petir mendengar anak pertamanya berbicara kasar kepadanya


"Apa apaan bicara kau jadi kasar begini mau mengikuti gaya adikmu itu"Tanya sang ibu


"Omongan dari saya benar bukan, Dan seharusnya kau sebagai seorang ibu yang melahirkan dia ke dunia ini pervaya dengan anak dari Rahim mu sendiri" Teriak Ariana


"**Dan kau sebagai seorang ayah seharusnya bisa menjadi super hero untuk anak nya sendiri disaat dunia membencinya, Seharusnya kau membela dia bukan malah MENJAUHINYA lalu MEMBENCI kepada anak yang tidak mengetahui persoalan yang ada"


"Dan kau sebagai Kaka Kaka nya seharusnya menghibur Dia disaat Dia sangat membutuhkan hiburan gurauan dari kalian semua bukan malah Sebaliknya"Ariana Mengakhiri Teriakan terakhirnya**


Ariana sangat geram akan kelakuan keluarga dia sendiri


Ucapan Ariana tampaknya menusuk ke hati mereka dan tergiang giang diotak mereka masing masing


Ariana tidak tahan untuk meredakan emosi lalu Akhirnya dia pergi dari sana meninggalkan semua orang yang mematung itu


Disaat dia membalikkan badannya dia melihat mentari dan dia langsung menjadi tertegun'Apakah dia mendengar semua ucapan kita'Batin Ariana


Tapi yang dilihat Ariana hanya muka yang memasang muka datar dan tidak menunjukkan ekpresi sama sekali


"Ka..Kau A..A...Dik...ku Ter..Sa..ya...ng sejak kapan disana?"Ariana memberanikan diri untuk bertanya


Semua anggota keluarga yang disana terkejut ucapan ariana mereka membalikkan badan dan mereka melihat disitu ada mentari yang sedang menatap kita semua datar


★★


Mentari yang mendengar penuturan ucapan keluarga bagai disambar petir akhirnya dia mengetahui mengapa dia dikucilkan oleh orang tuanya sendiri


Mentari sudah mendapatkan jawaban dari pertanyaan yang selalu menjadi beban


Mentari pun langsung jalan menuju pintu rumah sebelum dia melangkah kaki keluar rumah dia berbicara


"Hahaha Sungguh lucu hanya omongan seseorang yang tidak dikenal kalian semua langsung percaya dan untuk masalah sepupuku masuk rumah sakit, Ckck Pertanyaan yang selalu tergiang giang dikepala akhirnya terjawab sudah, Hmp Sungguh konyol Pemikiran kalian semua apa lagi untuk seseorang yang sudah dewasa, Hanya fisik dan mental seorang dewasa tetapi pemikiran layaknya anak kecil"Ucap mentari dingin


"Hmp lagian saya disini juga hanya Menumpang Makan Tidur dan Mandi tidak lebih dan kurang, Masalah uang? Merengek rengek ingin dibelikan mainan? Lemah hanya karena seseorang mengejekmu lalu memberitahu kepada sang ayah atau kaka? Hmp maap saja saya tidak perna melakukan semua itu"


"Dan Oh ya saya juga hanya mau mengucapkan Terima kasih kepada seseorang yang sudah melahirkan saya kedunia ini meskipun selama saya lahir kedunia ini tanpa Kasih sayang yang ada dan hanya ke kegalapan yang suram mengelilingi hidupku..."


"Terima kasih juga untuk membela saya meskipun ucapan kau hanya masuk telinga kanan keluar telinga kiri untuk mereka"


Mentari Melangkah kan kaki meunu gerbang depan dan dia teringat akan ucapan yang satunya lagi, Mentari teriak daribtempat itu tanpa membalik kan badannya


"kalau begitu kenapa tidak sekalian kalian coret nama saya dari akta keluarga bila saya tidak dianggap bagian dari kalian semua, Dari pada saya terus menerus berada disini hanya untuk Melihat sebuah Drama KEHARMONISAN SEBUAH KELUARGA"Teriak Mentari dingin malah sangat dingin


Mentari pun langsung pergi dari rumah ke Taman, Sebab perjalanan dia terganggu karena melihat sebuah Drama itu yang sangat menyia nyiakan waktu mentari yang ada


Disisi lain


Entah mengapa semua anggota keluarga merasakan kedinginan dihati mereka mendengar ucapan dari anak kecil itu