Mentari

Mentari
Episode 61



Brian dengan cepat membawa mobilnya menuju RS. Asisten Brian sebelum pulang berbincang dengan satpam karena melihat Arka yang kotor penuh dengan tanah dan tukang kebun dadakan yang datang dirumah bosnya itu ditambah orang membawa alat pancing dan ikan.


Asisten Brian setelah sedikit bertanya dengan satpam tiba-tiba dari arah dalam rumah bos-nya ada suara teriak-teriak minta dibukakan pintu, Brian yang spontan menghampiri dengan sedikit lari namun tiba-tiba Arka keluar dengan langkah cepat dan Mentari yang ada dalam gendongannya terkulai lemas.


Tanpa menunggu perintah, Brian langsung membukakan pintu untuk bos-nya dan setelah mereka masuk Brian langsung menuju RS


"Sayang kamu kenapa?" Tanya Arka lagi dengan sedikit mengguncang bahu istrinya dengan panik sedangkan Mentari belum sadar


20 menit kemudian mobil sudah parkir di RS, dengan cepat mengangkat badan Mentari dan masuk dalam RS sambil memanggil perawat di RS tersebut


"Tolong istri saya dok" ucap Arka dengan panik


"Gak mau baring disitu" ucap Mentari tiba-tiba sambil menunjuk brankar yang sudah dibawa oleh perawat setelah sadar dari pingsannya itu, "turunin aku kak" sambungnya lagi. Mentari tidak mau merebahkan badannya diatas brankar itu


"Tidak, kamu masih lemah untuk jalan kaki" tolak Arka


"Tolong pak istrinya dibawa kedalam kalau gitu" ucap suster tersebut setelah melihat sedikit perdebatan suami istri itu


"Iya.. ke dokter Rehan saja" potong Mentari dan Arka hanya mengangguk meng iyakan


Arka membawa Mentari keruangan dokter Rehan. Dokter Rehan ini adalah dokter yang selalu menangani keluarga Algantara. Setelah sampai disana dokter Rehan masih menangani pasien jadi Mentari harus menunggu untuk beberapa menit


"Berapa lama lagi?" Tanya Mentari yang lagi duduk depan ruangan dokter Rehan


"Sabar ya" ucapan yang keluar dari Arka.


Beberapa menit kemudian pasien dokter Rehan keluar dan sekarang giliran Mentari yang masuk. Dokter Rehan yang sudah tau kalau Mentari yang akan masuk karena sebelum masuk Dokter Rehan sudah diberitahu terlebih dahulu


"Apa keluhannya?" Tanya Dokter Rehan sembari ia senyum karena dulu pernah menangani Mentari


"Pak dokter tadi aku tiba-tiba pusing dan pingsan, itu menurut pak dokter kenapa ya?" Tanya Mentari penuh semangat


"Bisa saya periksa dulu?" Tanya Dokter Rehan, "karena saya tidak bisa menyimpulkan sendiri tanpa saya periksa terlebih dahulu" sambungnya


"Ohh gitu ya dok" ucap Mentari lagi lalu ia menoleh kearah suaminya, "tapi dok.." sambung Mentari yang tiba-tiba dipotong oleh Arka


"Maaf ya dok kalau sudah direpotkan dengan istri saya" ucap Arka tidak enak kepada dokter Rehan karena bagaimanapun Dokter Rehan ini bukan dokter kandungan yang bisa periksa Mentari


Arka tau Mentari tidak punya riwayat sakit apapun jadi saat pingsan yang terlintas dibenaknya adalah faktor kehamilan Mentari. Disitu Arka dengan cepat membawa istrinya ke RS agar ditangani secepatnya tapi malah kesasar di ruangan dokter Rehan


"Oh tidak masalah, Mentari ini dulu pernah jadi pasien saya" ucap Dokter Rehan, "lagian sudah tidak ada pasien selanjutnya" sambungnya lagi


"Ohh maksudnya terakhir kami ya pak Dokter?" Tanya Mentari dengan senyum penuh arti, "pak Dokter apa folpennya masih banyak?" Tanyanya lagi dengan hati-hati


Arka hanya menepuk jidatnya, ia tau kalau Mentari pasti minta folpen dokter Rehan


"Sayang, nanti aku belikan satu dos folpen, kasian dokter Rehan, itu pasti folpen satu-satunya"


"Jangan suka nebak, pak dokter saja belum jawab"


"Tapi benar kan dok?" Tanya Arka kepada dokter Rehan


Dokter Rehan tidak paham maka ia menjawab dengan jujur, "kalau folpen banyak, memangnya.." ucap Dokter Rehan dipotong langsung oleh Mentari


"Sudah Mentari duga, kalau dokter Rehan itu punya banyak stok" ucapnya sambil memukul meja yang membuat Arka dan dokter Rehan kaget


"Astaghfirullah" batin dokter Rehan sambil usap dada


"Pak Dokter apa Mentari bisa minta folpennya satu" minta Mentari sambil mengangkat jari


"Oh boleh-boleh, tunggu ya saya ambilkan dulu" ucap Dokter Rehan dan bangkit dari tempat duduknya ingin mengambilkan folpen yang tidak jauh dari meja kerjanya itu


"Tidak usah dok, saya ingin folpen yang pak Dokter pakai sekarang" ucapnya lagi


"Ohhh" jawab Dokter Rehan sambil manggut-manggut


Sedangkan Arka, tidak ada satu kata pun yang keluar selain kata maaf melihat tingkah istrinya itu.


"Sekali lagi maaf yaa dokter Rehan" ucap Arka lagi


"Iya.. gak apa-apa" ucapnya sembari senyum kepada Mentari, Arka yang melihat itu spontan menarik Mentari "sayang kita pulang"


Dokter Rehan mengerti ucapan dan tingkah Arka itu.


"Iya dok, maafkan istri saya" ucapnya kepada dokter Rehan, lalu mengarah kepada Mentari, "kita pulang yuk" ajak Arka lagi


Mentari menggeleng pelan lalu ia kembali menatap Dokter rehan, "pak Dokter, apa merk parfum pak Dokter?"


"Aaa hahaha.. pak Arka, anak kamu lucu.. apa jenis kelaminnya laki-laki?" Tanya dokter Rehan yang tidak menjawab pertanyaan Mentari


"Yang penting sehat, biarkan jenis kelaminnya jadi surprise bagi keluarga" jawab Arka lalu ia kembali mengajak istrinya itu pulang, "kita pulang yuk" ajaknya lagi kepada Mentari dengan lembut


"Pak Dokter apa bisa pinjam jas pak dokter? Mentari janji, besok saya kembalikan lagi disini.. oke pak Dokter?" ujarnya lagi penuh harap


Arka hanya menatap Mentari lalu ia kembali menghela napas sambil memijit pelipisnya tiba-tiba sakit kepala dengan tingkah istrinya


"Ya Allah.. Dokter Rehan jadi korban keanehannya lagi" batin Arka lagi


Dokter Rehan dibikin pusing dengan Mentari kali ini, "pak Arka, ini jaket saya, sesempatnya saja dibalikkan ya.. kayaknya saya harus pulang sekarang"


Dokter Rehan setelah memberikan jasnya itu, ia memasukkan barangnya dalam tas apa-apa yang penting untuk dibawa pulang sedangkan Mentari sudah memegang jas Dokter Rehan itu


"Kak Arka boleh gak saya pakai jas pak dokter?" Tanya Mentari


"Iya sayang, ayo kita keluar Dokter Rehan mau pulang"


"Iya kak" jawab Mentari lalu mereka keluar bersamaan tiga orang


Mentari yang sudah pulang dari RS karena sudah sembuh total setelah memakai jas dokter Rehan. Mentari bahagia menghirup bau wangi parfum Dokter rehan itu


...💛💛💛...


Mentari sampai rumah dengan membuang ponselnya diatas sofa ruang tengah


"Capek kak" adu Mentari


"Aku pijitin" Arka menawarkan diri karena ia takut nanti Mentari pingsan lagi


"Gak usah kak, tapi aku lapar..hehehe" ucapnya lagi


"Ya udah kita makan"


"Mau masakan ibu Rionaldo" jawab Mentari yang membuat Arka menganga seakan tidak percaya dengan ucapan istrinya itu


"Tapi sayang" Arka ragu


"Gak ada tapi-tapian, aku mau makan masakan ibu Rionaldo titik" ucap Mentari seperti final lalu diam dengan seribu bahasa


Arka bingung melihat waktu sudah sore sedangkan Mentari malah meminta masakan ibu Rionaldo


"Gimana caranya yaa?" Batin Arka sambil memikirkan jalan keluarnya, "apa bisa minta Brian atau Rionaldo yang bawakan disini" Arka sibuk dengan pikirannya sendiri, Arka manggut-manggut sendiri "oke fix saya minta tolong sama Brian dan Rionaldo"


Arka mencari kontak Rionaldo terlebih dahulu lalu ia mengirimkan pesan


✉️ "Assalamualaikum, maaf.. apa bisa saya minta tolong untuk memberitahu ibumu masakkan untuk Mentari.. Mentari ingin makan masakan ibu mu.. nanti saya suruh asisten saya yang ambil dirumah" pesan Arka


✉️"Iya.. nanti saya sampaikan sama ibu dan nanti saya sendiri yang bawa.. jadi gak usah repot-repot" balasan Rionaldo


Arka yang awalnya berpikir kalau Rionaldo punya niat terselubung namun dari balasan pesannya itu tergambar jelas dia memang sahabat terbaik Mentari


"Terimakasih sebelumnya" balas Arka lagi


Rionaldo menelfon ibunya dan menyampaikan sesuai pesan Arka itu. Rionaldo mengatakan kepada ibunya kalau dirinya sendiri yang antar dan sudah memberitahu ibunya. Dia sekarang pulang rumah untuk mengambil masak ibunya itu untuk membawanya kekediaman rumah tangga baru itu


"Apa ini saatnya?" Batin Rionaldo dengan senyum jahatnya.


Mungkin terlihat egois namun perasaannya tidak bisa bohong kalau rasa untuk sahabatnya itu masih ada, bahkan sekali bertemu saja sudah mempu mengobati rasa rindunya. Rionaldo sudah dibutakan dengan cintanya.


...**SEMOGA SUKA ❤️...


...JANGAN LUPA SUPPORTNYA YAA...


...TERIMA KASIH 🙏**...