
Hari mulai gelap, senja mulai terlihat. Langit dengan warna jingga mulai terlihat, bukan hanya bahagia. Tapi ada cinta yang tidak bisa di ucapkan dengan kata-kata, bahkan bahasa tubuh pun sulit untuk membuktikan nya.
Satu pasangan suami istri tengah menikmati indahnya mentari terbenam, tapi percayalah hanya satu Mentari yang takkan pernah terbenam. Dia Mentari yang terus bersinar di hati Arka untuk selamanya, terkadang cinta memang sulit untuk di pahami. Sebab ia datang dengan begitu saja bahkan terkadang datang bersama luka, namun berakhir bahagia.
"Sayang," Arka langsung memeluk Mentari, ia mengangkat tubuh istri bocahnya dan dengan cepat ia memutar hingga Mentari merentangkan kedua tangannya.
Wajah Mentari menatap langit yang di penuhi bintang-bintang, hingga membuat keindahan alam penuh cinta begitu terasa, "Tari cinta Kak Arka!!!!" teriak Mentari dengan sekencangnya, agar langit juga mendengar dengan sempurna.
Arka tersenyum bahagia, Mentari yang selalu bahagia itu memang sangat bisa membuatnya berbunga-bunga, "Kak Arka juga cinta Tari!!!" balas Arka yang tidak kalah kencang.
"Ahahahhaha...." Mentari berteriak dengan bahagia jawaban cinta Arka terdengar menggema hingga terasa menggelitik di dada.
Seketika Mentari turun dari gendongan Arka, hari mulai gelap tidak seketika membuat Arka dan Mentari kembali menuju hotel. Sinar Rembulan yang menerangi malam seakan juga mendukung, bintang yang bertaburan di sekeliling nya melengkapi indah angkasa.
"Sayang jangan berlari, nanti kau terjatuh," kata Arka yang memberikan peringatan.
Mentari tidak perduli dengan peringatan yang diberikan Arka, ia terus berlari di bibir pantai dengan ombak yang sesekali menyentuh kakinya tanpa menggunakan alas kaki.
"Au...." rintih Mentari, dan ia langsung terduduk di atas pasir.
Dengan cepat Arka menyusul Mentari, dan berjongkok, "Kenapa?" tanya Arka.
"Sakit," rengek Mentari menunjuk kakinya, padahal itu hanya cara agar Arka menggendong diri nya.
"Em," Arka menarik hidung mancung istrinya, "Kan sudah aku katakan tadi," kata Arka dengan gemas.
"Gendong," pinta Mentari.
Arka langsung memberikan punggung nya, dan Mentari pun mulai naik.
"Udah?" tanya Arka.
"Udah bos," jawab Mentari.
Arka berjalan di bibir pantai dengan Mentari yang naik di atas punggung nya, keduanya sudah memiliki dua orang anak. Tapi kemesraan tetap saja menjadi prioritas utama.
Perlahan Arka mulai menurunkan Mentari, dan berdiri di hadapan nya. Tangan Arka mulai menegang kedua tangan Mentari.
"Terima kasih sudah hadir dalam hidup ku, menemani saat suka dan duka bersama ku. Maaf jika aku banyak kekurangan, bahkan tidak mampu untuk menjadikan mu seorang wanita yang sempurna. Aku hanya manusia biasa, tapi percayalah cinta ku tidak ada banding nyam Kau segala nya dan untuk selamanya," tutur Arka penuh cinta, ombak yang menjadi saksi saat-saat kata seindah mutiara itu meluncur dengan sempurna dari bibir manis Arka.
"Maaf juga jika aku tidak bisa menjadi seperti yang kau inginkan, menjadi istri yang sempurna. Ibu yang baik bagi anak-anak kita, tapi percayalah kau selalu ada di hati ku untuk selamanya," kata Mentari juga meluapkan rasa cintanya.
Dengan perlahan Arka semakin mendekat pada Mentari, sampai akhirnya bibirnya mendarat di kening Mentari dengan sempurna.
Cinta memang datang dengan tiba-tiba, bahkan dengan cara yang tidak terduga oleh manusia. Tapi percayalah cinta akan datang pada waktu nya. Waktu yang tepat itu sudah di tentukan, hanya tinggal menunggu waktu nya saja. Awalnya cinta yang datang penuh luka, bahkan tidak pernah keduanya berpikir bisa hidup dalam satu atap, dengan ikatan suci sampai memiliki bayi yang lucu dan menggemaskan.
Rembulan malam bersinar dengan terangnya, begitupun dengan Rembulan yang kini tengah bersama seorang sahabat yang kini sudah menjadi suaminya.
"Apa itu cinta?" tanya Radit.
Rembulan menggeleng, "Aku tidak tahu apa itu cinta, yang aku tahu. Aku takut kehilanganmu," jawab Rembulan.
Siapa yang tahu ternyata teman kini beru ah menjadi suami, suka suka silih berganti seakan menjadi awal dari cinta yang terukir. Perjuangan tanpa kenal lelah kini benar-benar membuahkan hasil yang sempurna. Bahkan Rembulan dan Radit sudah memilik seorang anak, dan kini juga sedang menantikan buah hati yang kedua.
"Sejak kapan kau mencintai ku?" tanya Rembulan yang duduk di atas pasir, dengan Radit yang duduk di sampingnya.
"Sejak kau tersenyum pada ku, dan kau tahu apa hal yang paling aku inginkan sejak mengenal mu?"
Rembulan memutar leher dan melihat Radit, "Apa?"
"Hidup bersama mu," jawab Radit.
"Dan kau sudah mendapatkan nya," Rembulan menyandarkan kepalanya di atas pundak Radit.
Berulang kali Radit mengecup pucuk kepala Rembulan, meluapkan bahwa cintanya tidak ada bandingannya.
"Aku me cintai mu..." kata Radit lagi.
"Kita akan membesar anak kita bersama-sama," ujar Rembulan.
"Iya selama nya."
Kini Mentari dan Rembulan hidup dengan bahagia, sejuta cinta kini sudah menjadi hiasan hidupnya. Luka nestapa berakhir dengan bahagia. Sempurna nya cinta tidak bisa di bandingkan dengan hal yang sulit sekali pun.
Siapa yang bisa menolak kuasa cinta, tidak ada. Walaupun banyak drama yang harus di lewati dengan sulit jika ia milik mu maka ia akan tetap bersama mu. Hanya saja kau perlu sedikit bersabar dengan waktu yang mungkin cukup menuntut mu untuk pergi, namun saat kau dan dia bertemu kerinduan seakan terbayarkan. Air mata rindu berubah menjadi air mata bahagia, seketika enggak lupa perjuangan panjang yang sudah kau lewati.
Mentari yang dengan sipat kekanak-kanakan nya, mampu menaklukkan hati seorang Arka yang dingin dan tertutup. Sungguh kekuatan cinta yang luar biasa indahnya.
Rembulan yang pendiam, tertutup dan pemalu bisa luluh dengan kuatnya cinta seorang Radit. Lalu apakah makna yang dapat kita ambil dari novel ini.
Maknanya.
Cinta akan tetap menjadi milikmu, selama kau berjuang untuk memperjuangkan nya. Badai gelombang dapat kau hadang dengan cara saling menguatkan, lantas bagaimana cara mempertahankan cinta agar tetap abadi? Kasi uang pada istri mu agar kau bahagia karena istri mu cantik para suami yang puas juga.
Kesimpulan nya.
Uang bukan segalanya, tapi segalanya butuh uang. Tidak perlu mewah seperti orang lain, tapi bahagiakan pasangan mu dengan cara sederhana mu. Jangan mudah goyah seperti cinta Radit pada Rembulan yang tidak bertepi, jangan pernah bersedih saat ujian menghampiri rumah tangga mu seperti Mentari yang selalu cerita.
TAMAT.