Mentari

Mentari
Episode 67



"Sisa kak Aldi, jadi gak suka" jawab Mentari santai namun ditelinga Arka kedengarannya buat gemas


Arka langsung senyum dan mencubit sedikit pipi istrinya itu


"Tambah cute"


"Gombal, pasti diluar sana mata kakak jelalatan kan?" Tanya Mentari sambil menunjuk Arka


"Sssttt.. ucapan itu doa, jadi gak boleh bicara sembarang, kita istrahat" ucap Arka menyudahi percakapannya malam ini.


Disini lain Aldi dan Brian sudah istrahat di rumah masing-masing, dua orang ini jauh dari kata santai. Untuk memikirkan pasangan hidup mereka saja sangat sulit saking sibuknya dengan dunia kantor.


Aldi kembali merebahkan badannya untuk istrahat sejenak sebelum pagi menjelang. Sedangkan Asisten Brian, masih sibuk dengan berkas-berkas tertumpuk sejak kemarin sore.


Berkas itu sebenarnya sudah selesai diperiksa kalau Mentari tidak melarang mereka pulang dan sekarang nasib Brian begadang sampai tengah malam hanya untuk periksa berkas itu dan belum lagi file yang di kirim ke emailnya Arka. Pukul 2 pagi, asisten Brian baru selesai semua. Sekarang merebahkan badan untuk istrahat.


...💛💛💛...


Wangi parfum mulai menyeruak dalam kamar, saat ini Arka sudah siap kekantor yang awalnya siang akan pergi tapi karena ada hal penting yang harus ia selesaikan sehingga memutuskan untuk pergi pagi.


Mentari meraba tempat tidur dengan mata masih terpejam, namun tidak menemukan suaminya itu.


"Kak Arka sudah bangun" batin Mentari itu. Ia pun kembali terlelap, entah kenapa pagi ini enak sekali tidur sehingga untuk bangun makan saja malas.


Sekitar setengah jam Arka kembali dikamar hanya untuk izin pada istri mungilnya itu. Dengan mengusap kepala Mentari dengan lembut minta izin untuk ke kantor.


"Kakak ke kantor dulu yaa" pamitnya lalu mencium kening istrinya itu


Mentari yang setengah sadar langsung mengangguk lalu menjawab "hati-hati ya kak, jaga hatinya untuk Mentari dan baby" ucapnya dengan lirih yang masih mampu ditangkap oleh Arka


Arka yang sudah diambang pintu kamar langsung kembali ke tempat tidur istrinya, Arka bahagia mendengar ucapan Mentari pagi ini karena selama menikah Mentari tidak pernah mengatakan kalimat romantis sedikitpun, selalu dari dirinya semua.


Arka menatap sejenak wajah istrinya itu lalu ia senyum, "tentu sayang" lirihnya dan kembali mencium kening dan mengelus lembut perut istrinya itu yang sudah mulai buncit.


Arka pergi dan menitipkan Mentari kepada ARTnya. Sepanjang jalan Arka diikuti mobil hitam yang misterius, ia melihat lewat kaca spion mobil


"Mobil hitam tapi untuk apa mengikutiku?, mungkin hanya kebetulan" lirih Arka dalam mobilnya tanpa supir.


Arka selama menikah hanya sekali-kali menggunakan supir yang ia percaya hanya Asisten Brian.


Sekarang mobil hitam itu bukan satu tetapi sudah dua buah yang mengikutinya dari arah belakang sampai Arka masuk diparkiran mobil khusus CEO. Arka turun tanpa merasa terjaga sedikit pun sedangkan dari jauh ada dua mobil yang berhenti memperhatikan Arka masuk dalam gedung tersebut.


📞"Bos, ada mobil hitam yang mengikuti Arka" lapor laki-laki yang berbadan kekar itu


📞"Awasi dia" ucap seseorang diseberang telepon itu


Selama mobil hitam itu belum pergi dari depan perusahaan Arka maka selama itu juga sebuah mobil yang berwarna silver tidak pergi. Mereka memantau dalam mobil mereka


"Bos apa kita masuk didalam saja"? Tanya salah satu orang dalam mobil hitam tersebut


"Jangan, kita harus lihat keadaan yang memungkinkan baru kita bergerak" ucap pengarah bosnya itu


"Hari ini kita pulang dulu, malam baru bisa beraksi" ucap bos mereka lalu mereka memutar mobilnya masuk di badan jalan.


Mobil silver pun kembali mengikuti mobil tersebut dan tidak lupa memberitahu bos mereka.


✉️ "Bos, mobil hitam berhenti disebuah rumah


✉️ "Itu urusan kalian, bukan melaporkan hal yang tidak penting seperti ini" balas dari pesan bos preman itu


Sedangkan mobil hitam itu, turun dan masuk dalam rumah itu seperti rumah sendiri. Ketawa-ketawa sambil membuka pintu dan disambut oleh seorang laki-laki yang memakai hoodie hitam dan memakai kacamata hitam.


"Itu pasti bos mereka" ucap salah satu orang dalam mobil silver itu dan yang lain hanya mengangguk


"Nanti diselidiki lagi, kalau informasi yang kita berikan pada bos tidak jelas maka dia akan marah" jawab bos preman itu dan kembali ke markas mereka


Sedangkan di rumah tempat preman mobil hitam itu menyusun rencana


"Bos, apa malam ini kami akan ke rumah Arka itu?" Tanya mereka lagi


"Iya, pastikan harus dapat informasi tentang istrinya" jawabnya dengan tatapan diluar lewat jendela


"Baik bos" jawab mereka


Sedangkan orang yang memakai hoodie itu langsung pergi dan kembali ke kantornya


"Tunggu kedatangan ku Mentari" ucapnya dengan senyum jahatnya. Ia sangat berambisi untuk merebut Mentari.


Disisi lain, Arka yang masih periksa berkas tiba-tiba ponselnya berdering tanda ada panggilan masuk.


📞"Kak Arka, hati-hati ada orang yang ingin mencelakai kakak" ucapnya lalu mematikan sambungan telefon


Arka mengerutkan keningnya heran, "mencelakai aku" ulangnya lalu ia ketawa lucu, "ahh ada-ada saja" sambungnya sambil geleng kepala dan lanjut kerja,


Sedangkan Mentari baru bangun dan langsung dimeja makan, karena tiba-tiba perutnya keroncongan tanda ia sangat sudah lapar


"Mbok masak apa?" Tanya Mentari sambil menghirup bau sedap dari masakan ARTnya itu, "harum mbok, sepertnya enak" sambungnya lagi.


"Ini hanya sayur tumis kangkung dan ikan asin yang diberi saos" ucap ARTnya itu. Ia memasak untuk dirinya sendiri, karena masakan untuk majikannya sudah tersedia diatas meja.


"Boleh saya makan mbok?" Izin Mentari lagi


ARTnya tidak keberatan kalau majikannya mencicipi masakannya, namun yang ia pikirkan apakah cocok dengan selera majikannya atau tidak.


"Tapi kalau untuk nyonya sudah mbok siapkan di meja" ujar ARTnya lagi


"Saya mau yang ini mbok, tolong mbok ambilkan piring ya mbok"


ART langsung mengambilkan piring dan memberikan kepada istri majikannya itu. Tidak menunggu waktu lama setelah Mentari menerima piring tersebut langsung menyendok sayuk tumis kangkung dan ikan asin tersebut lalu membawanya di meja makan


"Enak" puji Mentari sambil mengusap perutnya lantaran kenyang, "Alhamdulillah kenyang" sambungnya setelah ia minum lalu ia beranjak ke kamar untuk membersihkan badan.


Ritual mandi Mentari tidak lama dan sekarang sudah bersiap-siap untuk ke kantor suaminya itu.


"Mbok, aku pergi dulu ya" pamit Mentari lalu pergi menggunakan taksi.


"Hati-hati nyonya" ucap ARTnya yang diangguki oleh Mentari sembari senyum sebelum masuk mobil


Mobil bergulir dengan pelan sesuai arahan Mentari, Mentari santai dalam mobil sembari mencari kue kesukaannya untuk ia makan di kantor nanti.


"Gak ada yang enak" lirih Mentari, "pak bisa singgah beli kue sebelum ke kantor?" Sambungnya dengan pertanyaan yang diangguki oleh supir tersebut


"Disana yaa Pak, yang jual burger" tunjuk Mentari disebuah toko dan pak supir tersebut tidak menunggu waktu lama sudah berhenti diparkiran


Mentari masuk direstoran dan pesan burger dua serta roti O. Awalnya Mentari hanya ingin beli burger tapi setelah mencium bau roti O membuat Mentari menelan ludah dan tidak tahan untuk tidak membelinya.


...SEMOGA SUKA ❤️...


...TERIMA KASIH 🙏...