
Arka dan Mentari sampai salah satu restoran mewah di kotanya. Arka yang tidak ingin jauh-jauh dari istrinya walaupun itu hanya sejengkal lalu ia meraih tangan istrinya agar ia bisa gandeng
"Kak Arka malu" Mentari tidak mau kalau dia harus digandeng depan orang banyak seperti saat ini
"Malu kenapa? Kitakan suami istri" Arka terus bertahan dan Mentari tetap kekeh tidak mau, "oke.. pegangan tangan seperti..." Sambung Arka sambil menoleh kiri kanan mencari orang yang akan dibuatkan contoh, "nah itu dia.. jadi kayak orang pacaran"
"Pacaran? Tapi dalam Islam pacaran itu dosa" ujar Mentari yang membuat orang dalam restoran itu menoleh kearah mereka
"Sayang suaranya kecilkan dikit" pintar Arka dengan sedikit berbisik pada istrinya itu, "pacaran setelah menikah sayang" sambung Arka
"Ohhh, iya iya... Mentari paham" ucap Mentari
Mereka duduk sambil menunggu makanan pesanannya, tidak lama kemudian pesanan mereka datang. saking laparnya tanpa menunggu waktu lama langsung dinikmati
"Kak kalau pulang beli cilok boleh?" Tanya Mentari kepada suaminya itu
"Gak boleh, nanti sakit perut" larang Arka dengan lembut
"Kan untuk baby kak" kilah Mentari agar diizinkan
Arka menyipitkan matanya menatap Mentari mencoba mencari kebohongan di diri istrinya itu sedangkan Mentari memasang mode pura-pura sedih
"Oke oke, tapi dengan satu syarat"
"Apa?" Tanya Mentari penasaran
"Syaratnya tidak boleh aneh-aneh" ucap Arka sedangkan Mentari bingung dengan maksud ucapan suaminya itu
"Aneh, gimana? Kak Arka gak jelas" ucap Mentari sambil makan
Saat mereka menikmati makanan yang mereka pesan tiba-tiba Rionaldo masuk dalam restoran sambil menoleh kiri kanan mencari kursi kosong saking padatnya pengunjung restoran saat itu. Mentari yang melihat sahabatnya itu sedang mencari kursi kosong spontan memanggil Rionaldo sambil melambaikan tangan
"Rio" panggil Mentari
Arka menurunkan tangan istrinya, "malu, banyak orang"
"Kakak nanti Rio gak lihat kita gimana?.. Rio" panggil Mentari lagi
Rionaldo yang mendengar namanya dipanggil langsung mencari sumber suara. Betapa kagetnya melihat Mentari ada disitu bersama suaminya
Rionaldo menghampiri Mentari dan Arka sembari ia senyum
"Kamu makan siang disini juga?" Tanya Rionaldo kepada Mentari
"Iya, makan bareng kita aja" ajak Mentari lagi
"Ehh.. gak usah.. aku baru masuk dan kalian sudah hampir selesai" jelas Rionaldo
Arka dengan memasang senyum sebelum ia ikut menimpali, "iya, sudah hampir selesai"
"Gak kok, Mentari mau pesan makanan lagi" ucap Mentari yang membuat Arka dan Rionaldo spontan melongo, "hehehe.. maaf yaa kak, Mentari mau nambah lagi" sambungnya sambil memanggil pelayan
"Mbak pesan salad buah dan jus wortel.. kalian mau pesan apa? Atau samain dengan aku?" Tanya Mentari kepada suami dan temannya itu
Dengan cepat Arka dan Rionaldo jawab, "jangan" jawab mereka berdua sambil mengangkat tangan
Pelayan yang ada di meja mereka langsung mengulum senyum karena lucu melihat tingkah laku dua orang laki-laki didepannya itu
"Terus mau pesan apa?" Tanya Mentari lagi
"Aku steak dan minumannya itu avocado juice" ucap Rionaldo
"Aku coffee late" ucap Arka
"Baik pak bu, kami segera siapkan.." ucap pelayan itu lalu pergi
Pesanan mereka sedang disiapkan, jadi mereka memutuskan untuk mengisinya dengan cerita.
Disisi lain, Aldi kembali kerumahnya dengan rencana sore baru akan kembali kerumah adiknya itu.
Aldi melepas jasnya, "bik masak apa hari ini?"
ARTnya dengan cepat menjawab karena kebetulan dia ada diruang tengah menyapu
"Lodeh dan capcai" jawab ARTnya itu
"Lah bik, masa siang ini hanya makan sayur" protes Aldi
"Hehehe.. bik lupa, bik masakan dulu ikan yaa" pamitnya lalu menuju dapur
ARTnya memasak dan Aldi menuju kamar untuk istrahat sejenak sambil menunggu masakan ARTnya matang. Aldi tidak lupa menelepon Mentari
📞"Assalamualaikum dek" tanya Aldi
📞"Wa'alaikumussalam kak, direstoran kak.. ada apa?" Tanya menarik penasaran
Mentari tau kalau kakaknya menelfon biasanya akan kerumah atau ada yg dia tanyakan tapi biasanya kalau hanya bertanya paling lewat pesan
📞"Gak.. jam berapa pulang? kakak mau ke rumahmu sore ini" tanya balik Aldi lagi
📞"Rencana, dirumah sunyi papa dan bunda juga belum pulang kan.. jadi kakak nginap lagi dirumah kamu gak apa-apa kan?" Tanya Aldi lagi kepada adiknya itu minta izin
📞"Kalau Mentari tambah senang kak.. gak tau kalau kak Arka" ucap Mentari pelan menyebut nama suaminya itu
Arka dan Rionaldo hanya duduk diam dan makan tanpa bersuara sedikit pun.
"Kakak senang, panggil saja hitung-hitung ada teman untuk cari makan kalau tengah malam ingin makan sesuatu" timpal Arka kepada istrinya itu dan Mentari dengan cepat menyampaikan itu kepada kakaknya
📞"Kak Arka senang kak.. katanya supaya ada teman cari makan kalau tengah malam ingin makan sesuatu" Mentari menyampaikannya sesuai yang dikatakan suaminya
📞"Apa?" Tanya Aldi heran, ia tidak menyangka iparnya akan berpikir sejauh itu dan manfaatkan keberadaannya dirumah
Rionaldo yang awalnya hanya diam setelah pesan makanan kali ini penasaran dengan kata sesuatu dari suami temannya ini.
Rionaldo sadar bahwa cintanya selama ini akan membuatnya menjauh dari Mentari, jika akan terus memaksa keadaan. Rionaldo mencoba untuk menerima kenyataan bahwa dia dan Mentari hanya teman kampus tidak lebih, dan perasaannya selama ini cukup sebelum Mentari menikah.
"Sesuatu apa?" Tanya Rionaldo penasaran
"Itu Ri, maaf aku lupa kasih tau" jelas Mentari
"Nanti diundang" potong Arka
"Kok gitu, Rio gak suka penasaran" jelas Mentari lagi
Rionaldo hanya senyum mendengar ucapan Mentari itu, ia senang karena meskipun temannya itu sudah menikah kebiasaannya belum lupa sedikit pun.
"Sayang, itu gak boleh dikasih tau sembarang orang hanya keluarga besar kita saja" ucap Arka sengaja memanggil Mentari dengan sebutan sayang agar Rionaldo tidak bertanya lagi
"Eekhem.. gak usah Mentari, aku suka kejutan kok.. jadi aku tunggu undangan saja" ujar Rionaldo dengan hati yang entah kenapa rasanya sakit mendengar ada rahasia Mentari yang ia tidak ketahui
"Rio sabar, Mentari sudah punya suami jadi bagiamana pun harus ada privasi mereka berdua dan kamu itu orang luar.. sadar Rio" batin Rionaldo lagi dengan mengehela napas pelan tapi pasti dengan sedikit hati-hati agar tetap terlihat biasa
Mereka bertiga menghabiskan makanan dengan diam. Selesai makan Mentari yang masih ingin bersama dengan sahabatnya itu
"Rio mau pulang ya?" Tanya Mentari
"Iya.. mau ke kantor" jawab Rionaldo lagi
"Ohh.. cepat bangat" lirih Mentari dengan menolehkan wajahnya ditempat lain seperti ada yang memperhatikan mereka dari jauh
"Maaf, soalnya aku harus ke kantor" jawab Rionaldo lagi
"Ohh" jawab Mentari yang tidak mau melihat Rionaldo, ia merasa Rionaldo sahabatnya sudah berubah tidak sama seperti dulu
"Aku pamit ya, assalamualaikum" pamit Rionaldo
Mentari mendengar Rionaldo pamit, entah perasaan apa ia tidak mampu menahan rasa sedihnya
"Hiks.. hiks..hiks..hiks"
"Kenapa sayang?" Tanya Arka bingung melihat istrinya yang tiba-tiba menangis
Mentari tidak menjawab melainkan hanya menggelengkan kepalanya.
Arka kembali bertanya, "apa kamu sakit?"
Mentari kembali menggelengkan kepada sedangkan Rionaldo yang berdiri tidak jauh dari mereka memperhatikan Mentari yang sedang menangis sedang dibujuk oleh suaminya
"kamu kenapa? Aku ikut sedih lihat kamu seperti itu" batin Rionaldo dan kembali membalikkan badan melangkah keluar dari restoran itu
"Rio, tu.. tu.. tunggu.." panggil Mentari yang masih sesegukan
Rionaldo antara melanjutkan langkah atau berhenti mendengar sahabatnya memanggil namanya itu. Rionaldo menghela napas dalam sembari memejamkan mata untuk menetralkan perasaannya lalu ia menoleh kearah suara dengan senyum yang ia coba setulus mungkin
"Iya.. ih jelek bangat kamu nangis seperti ini.. malu tau sama pengunjung restoran ini" ucap Rionaldo setelah Mentari menghampirinya
"Boleh gak antar aku pulang?" Tanya Mentari dengan sedikit memohon kepada sahabatnya itu
"Tapi aku gak tau rumah kamu dimana" jawab Rionaldo lagi
Arka yang sudah membayar semua harga makanan tadi dengan tas Mentari ditangannya
"Maaf ya Rionaldo, tapi saya harap penuhilah keinginan Mentari kali ini" timpal Arka setelah sampai disamping istrinya
Rionaldo diam sejenak bukan tidak mau mengantar Mentari tapi ia belum siap untuk berlama-lama dengan Mentari saat ini. Perasaannya yang membuat Rionaldo tersiksa
"Gimana ya pak, tapi saya harus kekantor" Rionaldo masih bertahan tidak mengantar Mentari balik rumahnya
"Kali ini saja, andai Mentari tidak.." ucap Arka tiba-tiba berhenti setelah ia sadar hampir saja mengatakan kalau Mentari sedang hamil. "Sorry.. saya minta tolong" sambung Arka penuh harap
Rionaldo melihat Mentari dengan mata yang sudah kembali berkaca-kaca
...**SEMOGA SUKA ❤️...
...JANGAN LUPA KOMEN DAN LIKENYA YA TEMAN-TEMAN...
...TERIMA KASIH 🙏**...