Mentari

Mentari
Episode 51



Brian mencari penjual klepon sekaligus mencari ubi seperti yang diperintahkan bosnya, ia merasa sudah menyusuri jalan kota tetapi hasilnya nihil penjual toko kue semua sudah tutup.


"Kemana lagi cari klepon dan ubi" lirih Brian sambil melihat kiri kanan dan mengemudi mobilnya pelan


Dijalan semakin sunyi hanya beberapa mobil yang lalu lalang termasuk Brian sendiri


"Aku ke pasar 24 jam saja beli ubi" lirih Brian lagi seorang diri dan membawa mobilnya menuju pasar 24 itu


Disisi lain Aldi sudah mencari semua toko kue namun yang ia dapat bukan klepon melainkan kue kering


"Mbak, apa gak ada klepon?" Tanya Aldi


"Maaf pak, disini tidak menjual kue basah" ucap pelayanannya itu


"Terima kasih ya mbak, apa dekat sini masih ada penjual kue?" Tanya Aldi lagi


"Ada pak kalau belum tutup, nama tempatnya itu, kalau tidak salah ANEKA KUE"


"Terima kasih" ucap Aldi lalu pergi dengan cepat menuju toko kue tersebut. Sampai disana melihat suasananya masih ramai meskipun sudah tengah malam.


"Alhamdulillah masih buka, mudah-mudahan jual klepon disini" lirih Aldi penuh harap lalu turun dari mobil dengan berjalan sedikit cepat


"Mbak apa ada kue kleponnya?" Tanya Aldi


"Maaf pak, kue kleponnya baru saja dipesan oleh pelanggan"


"Berarti sudah habis mbak?"


"Iya pak. Maaf ya pak, kalau bapak mau datang besok pagi nanti kami siapkan" tawar pelayannya dengan ramah dan sopan


"Apa gak bisa dibuat kan sekarang, ini untuk ibu hamil" jujur Aldi


"Istrinya lagi ngidam pak? Saya keruang produksi dulu yaa pak.. kira-kira bapak mau beli berapa?" Tanyanya sebelum pergi


"Berapa harganya biasa?"


"Kalau satu kotak seperti ini" ucap pelayanan tersebut sambil menunjukkan kotak kue yang berisi kue lainnya, "25.000 isi 6 dan ini 50.000 isi 13.. kalau yang spesial 100.000 isi 20 plus gratis satu kotak kue seharga 25.000 sesuai selera bapak.. pilih yang mana pak?" Tanya lagi


"Yang harga 100.000 dua ya mbak"


"Baik pak, ditunggu ya pak" ucapnya lalu ia pergi ke tempat produksi


Tempat produksi kue mau membuat kue karena alasan pelayanannya yang kuat kalau pelanggannya ingin makan klepon dari toko ini


"Sekarang buat klepon secepatnya yaa ada pelanggan kita hanya mau makan di toko kita" ucap ketua produksi kue di toko ini


"Baik bu" jawab mereka dan mereka mulai membuat klepon


Sedangkan Aldi duduk menunggu klepon yang ia pesan sembari menelfon Arka


📞"Ar.. apa sudah ada klepon dirumah"


📞"Belum Di, mau ambil dimana? keluar kamar saja diikutin"


📞"Adik gue mana?" Tanya Aldi dibalik telepon


📞"Ini lagi nonton tunggu klepon" jawab Arka lagi


📞"Siapa kak?" Tanya Mentari setelah ia dengar ada yang tanyakan


📞"Kakakmu, Aldi" jawab Arka


📞"Oohh orang jelek" ucap Mentari dengan santai lalu ia kembali fokus nonton


Aldi yang mendengar ucapan adiknya itu langsung mematikan sambungan telefon


"Aku menunggu klepon disini, dia enak-enak nonton tapi malah ngatain aku jelek" kesal Aldi sambil minum aquanya


30 menit kemudian, pelayan toko kue tersebut datang dengan 2 kotak kue


"Maaf pak sudah lama menunggu, ini pesanannya pak dan silahkan memilih dua kotak lagi" ujar pelayan tersebut


"Bolu pandan dan bolu rasa keju yaa mbak"


"Baik pak" pelayan itu mengambilkan kotak kue yang dipilih oleh Aldi dan memberikan ke Aldi dan tidak lupa Aldi memberikan kartu kredit kepada pelayan itu


Setelah melakukan transaksi dengan cepat Aldi masuk dalam mobil dan membawa mobilnya menuju kediaman Arka.


Aldi melihat jam ditangannya sudah menunjukkan pukul 1 malam


"Kalau bukan keinginan ponakan, gak mau aku cari kue jam 1 pagi buta ini, mana masuk kantor lagi jam 8"


Sedangkan Brian sudah pulang dan membawa 3 kantong plastik merah yaitu satu kantong ubi kayu, ibu jalar dan talas. Brian membawa ketiga kantung plastik itu dan memasukkannya dalam mobil, ia tidak menunggu waktu lama langsung melajukan mobilnya menuju rumah bosnya itu


Brian pikir dengan harga 50ribu itu dengan ukuran kantong kecil ternyata harga 50ribu itu isinya sebanyak satu kantong plastik merah, dan kelirunya Brian tidak bertanya terlebih dahulu ia langsung beli 150ribu dengan ubi yang berbeda-beda.


Aldi sudah sampai diparkiran dengan membawa dua kantong plastik bermerek toko kue tadi, dengan santai memberi salam dengan suara besar agar cepat dibukakan oleh pintu


Arka yang mendengar itu langsung beranjak dari duduknya dan hendak membuka pintu


"Aldi apa ada klepon mu?" Tanya Arka to the point


"Apa gak bisa kasih bernapas dulu gitu" ucap Aldi lalu masuk tanpa disuruh terlebih dahulu


"Aneka kue" baca Arka lagi yang tertera di kantong plastik itu


"Aku beli dua bonusnya juga 2 kotak" jelas Aldi setelah menaruhnya diatas meja dan Aldi membuang badannya diatas sofa empuk


"Aku tidur disini saja ya, ngantuk" izin Aldi


"Iya, aku panggil dulu Mentari" pamit Arka dan Aldi pun ikut bangkit dari sofa itu menuju kamar yang biasa ia tidur kalau berkunjung dirumah adiknya itu


Arka menghampiri istrinya "dek kleponnya sudah ada"


"Mana?"


Arka dengan sedikit lari mengambil klepon itu diatas meja ruang tamu


"Ini" ucap Arka setelah kembali dan memberikan kotak kue tersebut


"4 kotak, banyak bangat" Mentari heran


"Rezeki baby" jawab Arka sembari ia senyum


Mentari tanpa menunggu lama ia langsung mengeluarkan kotak kue tersebut dalam kantong dan membukanya


"Kleponnya banyak bangat, 2 kotak lagi.. wah ada bolu pandan dan bolu rasa keju.. kok tau kalau ini kue kesukaan ku" ucap Mentari dengan wajah berseri karena bahagia


Mentari menggeser kotak klepon itu kearah samping dan mengangkat kotak bolu pandan tersebut lalu ia makan. Suapan pertama dengan bolu yang begitu lembut dalam mulut sembari memejamkan mata "hmmm enak" puji Mentari


"Kleponnya gak dimakan?" Tanya Arka


"Untuk kamu saja, aku mau makan bolu saja" ucap Mentari sembari ia makan tanpa henti sambil nonton


Arka pun mencoba makan klepon tersebut, "enak juga" batin Arka


Mereka masih larut dalam menikmati kue masing-masing tiba-tiba ada yang mengetuk pintu dan Arka sudah menebak kalau itu Brian


"Masuk Brian" perintah Arka karena pintu rumah ia belum kunci


Brian dengan susah payah membuka pintu rumah bosnya itu,


"assalamualaikum" ucapnya dengan kantong plastik merah ditangan nya


"Wa'alaikumussalam, apa itu Brian?" Tanya Arka dengan meletakkan kotak kue klepon disampingnya


"Ini pak. Ubi kayu dan ubi jalar, dimobil sisa satu kantung plastik merah lagi" jelas Brian sambil menaruh ubi itu dilantai lantaran beratnya kantong plastik merah


"Langsung bawa didapur, tapi kenapa sebanyak itu?" Tanya Arka penasaran


"Bapak tidak memberitahu saya ubi apa pak, jadi saya beli saja jenis ubi yang saya tau di pasar" jelas Brian dan ia siap dimarahi kalau benar-benar tidak sesuai


"Hahaha.. maaf, saya lupa.. tapi terima kasih banyak yaa.. ini uangnya" Arka memberikan uang merah tiga lembar kepada asistennya itu


"Tidak usah pak, semoga setelah ini anak bapak mau menerima saya" harapan asisten Brian. Ia jujur tidak sanggup kalau setiap datang dirumah bosnya akan disuruh dandan seperti perempuan


"Aamiin" jawab Arka


Arka melanjutkan makan kue klepon sedangkan Brian kembali mengambil satu kantong plastik merah lagi di dalam mobilnya.


Brian melihat bosnya makan kue, langsung menghampirinya


"sudah ada kue kleponnya?" Tanya Brian


"Brian, Asisten saya tidak pernah menanyakan yang ia sudah tau jawabannya" Arka kembali menegaskan kepada Brian itu


"Maaf pak, siapa yang bawakan?" Tanya Brian masih penasaran, seandainya ia tau tidak akan mungkin serepot ini


"Aldi, kakak Mentari" jawab Arka


"Syukur Alhamdulillah kalau sudah ada, berarti nona sudah makan?" Tanya Brian lagi


Arka menggeleng pelan yang membuat asistennya itu mengerutkan keningnya


"Apa nona mau kue yang lain lagi pak?" Tanya Brian namun dalam hati berdoa "mudah-mudahan gak minta hal aneh.. aaamiiin" batin Brian sembari menunggu jawaban dari pertanyaannya itu


"Suka bolu pandan, untung kakaknya bawa dua jenis kue kalau tidak gak tau nasib kalian berdua, soalnya kalau saya keluar dia pasti ikut juga" jelas Arka


Brian mendengar itu langsung tersenyum lega sambil menghela napas dalam lalu ia buang untuk menetralkan perasaan


"Ya Allah terima kasih berarti sekarang sudah bisa saya pulang" batin Brian


"Pak, kalau gitu saya pamit pulang ya pak.. assalamualaikum" pamit Brian


"Wa'alaikumussalam, terima kasih Brian dan maaf sudah merepotkan malam-malam seperti ini" Arka tidak enak kepada asistennya itu biar bagaimanapun sekarang waktunya istirahat bukan menjalankan tugasnya


"Sama-sama pak" jawab Brian lalu ia pergi


...SEMOGA SUKA❤️...


...**JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK YA 😉...


...TERIMA KASIH 🙏**...