Mentari

Mentari
2



★★★★★★★Mentari★★★★★★★


Masih belajar gan jadi kalau ada kesalahan kata atau tanda baca harap kritik karena saya membutuhkan kritik kan kalian supaya mengetahui kesalahan yang ada


**Jangan lupa vote!


Dukung ya Guys


Bila ada yang ingin mempromosikan karya silahkan harap rekomendasikan yang game kalo gak fantasy ya😂**


~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~


Akhirnya keluarga itu pun tidak memikirkan ucapan peramal tua itu Dan Anak-Anak pun tetap bermain Bersama karena mereka masih kecil dan tidak mengerti apa yang diucapkan oleh kakek tua itu


✩✩


Keesok kan harinya semua pun berjalan dengan baik semua anggota keluarga itu pun tidak memikirkan ucapan sang kakek tua itu


Tetapi seseorang yang berada disana tidak senang ternyata ucapan kakek tua tidak ada yang mempercayainya 'Hmp saya harus buat perusahan ini bangkrut dan jangan sampai warisan tua bangka itu ditangan yang lain selain saya'


✩✩


"Ayah ucapan kakek tua itu"Ucap Ayah Mentari


"kamu masih memikirkan nya?"Prasetyo Setiawan sang ayah


"Hmm tapi ayah dia tiba tiba datang mengucapkan beberapa kata lalu pergi gitu saja dia mau memperingati kita untuk berhati hati atau ada maksud lain nya"


"kamu memang benar firasat ayah mengatakan ada maksud lain nya yaitu ingin mempecah belahkan keluarga kita Firasat ku bukan hanya itu kayak nya Mentari akan banyak menanggung beban di masa depan"Lanjut di dalam hati sang kakek


Ditengah tengah mereka berdua sedang berbincang bicang


"Ayah""Ayah"Ujar sang kembar perempuan


"Hmp kakek engga mau di sapa nih"


"Hehehe kita engga ngeliat kalau kakek disini kek"Ariana pun menyengir


"Kakek segini besar nya kalian engga kelihatan"Ucap kakek pura pura marah


Mereka berdua pun seharus nya takut malah ketawa


"Sudah sudah jadi anak ayah kenapa?"Ayah pun akhirnya menengahi nya


mendengar ucapan ayah mereka kembar pun ingat kenapa tadi mereka memanggil nya


"Oh ya Ayah tadi di sekolah kita "Ariana sambil memasang muka sedih


"Kalian kenapa?"Ada yang menjahilimu lagi?"Kakek dan Ayah pun berbarengan menjawab


"Kita mendapat nilai A yah kek"Kembar pun langsung berteriak kegirangan sebab berhasil membuat ayah kakek mereka sedih


"Sungguh Wahh anak Ayah memang pintar"Ayah pun memujinya


Si kembar pun yang di puji oleh ayah kesenangan


"Hehehe benarkah kalo kita pintar berarti kita sekarang dapat hadiah dong yah"


Sang ayah yang mendengar perkataan mereka pun hanya tersenyum"Oke nanti ayah belikan kalian hadiah boneka"


"Hmp baru dapet nilai A aja udah senang baru satu kali kalo udah banyak dapet nilai A kakek beliin hadiah"


"Janji ya ayah kakek?"


"Kalian tidak lapar apa ayo makan"kembar laki laki pun tidak tahan untuk makan


"Sudah sudah mari makan"Ajak sang Ibu kepada mereka


✩✩


"Hallo maaf pa setiawan menganggu waktu anda"


"Oh tidak apa apa pa kenapa ya?Apa bisnis kita lancar?Atau ada kendala?"


"Bisnis kiya lancar pa dan tidak ada kendala"


"Syukurlah lalu kenapa pa?Apa biaya nya kurang?"


"Anu Pa Setiawan maaf sebaiknya kita putus kan kerja sama kita pa"


"Hallo pa kenapa?Hallo?"


tetapi sambungan telepon itupun terputus


Sekarang Setiawan pun harus menanggung beban uang proyek itu


"Telepon dari siapa mas?"Ucap sang istri


"Loh kenapa pa?Bukannya bisnis mas baik baik saja "


"Maka dari itu kalo pa Rudi memutuskan kontrak biaya yang di beban mas banyak"


✩✩


"Hallo pa setiawan parfum yang di jual bapa tidak ada yang mau membeli nya lagi dan pelanggan pun tidak mau ke toko saya lagi jadi pa saya kirim kembali parfum yang ada di toko saya dan uang pembelian parfum saya tidak berkerja sama dengan bapa"


"Hallo pa setiawan material yang bapa minta biaya nya mahal pa malah tambah naik jadi saya putus kan saya tidak memeNuhi kebutuhan material bapa mending bapa cari di toko material yang ada"


✩✩


Pa setiawan pun pusing memikirkan semua itu dan sering mendapat telepon dari perusahaan lain tentang putus kontrak dan sekarang dia diambang bangkrut


Karyawan lain pun sebagian mengundurkan diri sebab gaji mereka terus turun menurun


✩✩


satu bulan pun berlalu semenjak Seorang penampilan peramal kakek tua itu pergi Dan masalah perusahaan pun datang terus-menerus


Kakek dan Nenek pun pamit untuk kembali ke Negara asalnya


Sang ibu pun membantu Nenek membereskan pakaian dan keperluan yang mau bawa


"Nak kamu jaga baik baik mentari jangan percaya kan omongan tidak kamu kenal itu lagian mentari anaknya pintar menurut ibu"


"Tapi nek Mas Setiawan sering mendapat masalah perusahaan nya bu"


"Terserah kamu aja mau percaya atau tidak yang penting dia anak kandung kamu darah daging kamu dan kamu juga yang ngelahirin percaya kata hati kamu saja"


"Hmm iyah bu"


mereka berdua pun sehabis beres beres pergi ke dapur mempersiapkan makanan


✩✩


Dimeja makan keluarga itu pun makan sangat nikmat dan selalu merasakan kehangatan yang ada


"Kakek pelgi nya sebental apa lama"


"Kakek entar kita boleh kesana kan"


"Kakek jangan lupa oleh oleh kalo kembali kesini lagi"


"Kakek jangan lupa hadiah yang kakek janji kan tadi"


Ucap bergantian sang cucu cucu tersebut


Mereka pun lalu berbincang bincang tentang perusahaan yang sedang dalam masalah ini apa dimeja makan itu


✩✩


Mereka semua mengantar kan kakek nenek ke bandara


sesampainya di bandara


"Yah apa tidak ada yang ketinggalan"Ucap Sang paman


"Kakek jangan lupa oleh oleh"Ariana pun menambahi


"Udah di bawa semua ko tidak ada yang ketinggalan nanti kalo kakek kesini lagi kakek bawain banyak oleh oleh buat ariana"


"Asikk makasih kek awas ya janji"


"Oh ya kalian ingat ini baik baik selepas Nenek dan kakek pergi Kalian harus Jaga Cucu saya baik baik dan jangan percaya apa yang diucapkan peramal tua itu dan masalah yang datang bukan berarti semua nya datang dari Mentari apalagi kau sebagai orang tua kandungnya jaga dan rawat dengan baik kalian harus sekolah kan mentari playgroup"Nenek pun menceramahi


pesawat Kakek Nenek pun lepas kandas dari bandara menuju benua Amerika


✩✩


Selepas Nenek dan kakek pergi mereka yang di sana pun tidak mematuhi ucapan nenek mereka


*Kakek Nenek nya sebenarnya mengetahui dari awal bahwa mereka semua hanya bersandiwara merawat cucu mereka mentari tetapi nenek tidak khawatir sebab pembantu kepercayaan nya dia tinggalkan disana secara diam diam supaya selalu memberi kabar kepadanya dan mereka tidak mengetahui hal tersebut


 


Makasih Buat yang mau baca


Chapternya sampai sini dulu dan jangan lupa vote ya


dukung terus biar author semangat buat nya*