
Tidak lama Setelah Mentari Pergi datang Paman Thomas dan sella
Mereka semua bingung sebab Sella berada digendongan Thomas menggigil
"Kau kenapa sella?"Tanya paman wisnu dan diangguki oleh yang lain nya
★★★
'Paman kayanya sella masuk angin deh paman, soalnya tadi disaat kami berpapasan dengan orang lain kak Tari tiba tiba jadi dingin banget mukanya membuat saya kedinginan'Jawab Sella
Yang lainnya sangat bingung siapa orang tersebut
'Oh ya dimana ka mentari?'Tanya sella lagi
"Tadi barusan saja pergi, Dan siapa yang bertemu dengan mentari hingga membuat Tari seperti itu?"Tanya paman Thomas
Paman thomas tidak menjawab melainkan berbicara yang lainnya
'Adik adik kecil kalian kembali kekamar tidur lalu langsung tidur saja oke paman mau Bicara dengan pa wisnu, Dan paman harap kalian temenin Tari ya'
"Hmp ya sudah kita tidul saja"Balas Aurel
"Selamat malam paman""Malam Paman"Ucap berbarengan anak anak
★★★
Mereka semua pun pergi dan disanaa hanya ada orang dewasa saja
"Jadi?"Tanya Paman Wisnu lagi
'Tadi kita tadi bertemu keluarga nya Tari kayanya'Jawab PaThom Ragu ragu
"Kok Ragu Ragu gitu?"Tanya paman yang lainnya
'Hmm saya tidak tau'Balas singkat PaThom
Ceritakan awal mula nya dari kalian pergi kedanau
Paman Thomas menceritakan semua nya
'Jadi Begini.......'
"Menurutku mereka memang keluarga nya"Pendapat Pa Wisnu
'Tapi bentar tadi Dicerita Tari dia lebih memilih pergi dari rumah, Lalu sekarang dia tinggal dimana? baju ganti dan mandi Tari gimana?'Tanya Paman yang ada disana Paman Sunardi
"Iya ya saya juga tidak tau"Jawab pa Thomas singkat
Paman wisnu pun menyadari bahwa hari mulai gelap akhirnya dia memutuskan untuk pulang 'Ya sudah saya pulang kerumah dulu Takut istri dan anak saya khawatir'
"Kami juga pulang kalian jagain anak anak"Ucap paman Thomas dan yang lainnya
Paman Thomas Dan Paman Wisnu Serta Paman Paman yang mempunyai rumah dan istri pulang kerumah masing masing meninggalkan pemuda yang masih remaja serta pamanbyang masih lajang
Disisi lain
Terlihat lah anak kecil yang sedang melakukan pemanasan fisik serta tahap dasar beladiri disekitar pohon pohon mangga yang lebat Daun serta banyak sekali ranting pohon yang belum ditebang
*Hosh Hos Hosh
'Cape nih badan pada pegal pegal dan lengket, Saya lupa belum mandi apa saya mandi disungai itu ya, Ada hantu tidak ya*
Mentari melepas hodie hitamnya dan hanya menyisahkan kaos lengan panjangnya
'*Untung saja saya dobel memakai kaos panjang juga dan hodie saya lepas deh jadi saya bisa mandi disungai ini
Mentari berfikir untuk tinggal disini sebab dia membawa semua buku seni beladiri yang dari rumah itu
'Terus lokasi dipohon pohon ini bagus juga apa saya bikin rumah pohon saja ya, Hmm kayanya Pakai sihir biar cepat tapi saya harus pulang mengambil beberapa buku sihir diperpustakaan rumah ada tidak lalu saya sekalian mengambil beberapa baju, Hodie, Jaket dan kaos*'
Dia pun pergi menuju rumah keluarga nya, Dia tak henti henti nya berbicara lewat pikiran
'Serem juga ya nih tempat Tengah malam begini bersyukur saya membawa handphone biar tidak bosan Batre handphone pun masih full'
Lalu Terlihat lah Rumah yang besar, Mentari menuju rumah itu secara diam diam dia menuju dimana letak kamar tidurnya lalu memanjat lewat pohon yang disamping jendela kamarnya
dia menutupi kepala sampai muka menggunakan contong hodie
Sesampainya mentari dibalkon Kamar nya dia tidak langsung masuk dia melihat lihat sekitar rumah barangkali ada seseorang yang melihatnya
'Berasa kaya maling syaa kaya begini'
Mentari berhasil masuk kekamar nya dia mengambil tas dahulu lalu mengambil handphone untuk menyalakan senter
Dia memasukkan Semua pakaian yang dia punya serta sepatu dan sandal yang dimilikinya
'Tidak sia sia kakek membelikan saya semua ini lebih besar biar awet toh sampai saya besar'
Setelah memasukkan baju baju serta yang lainnya Mentari membawa 1 tas lagi untuk menaruh buku Buku nya nanti
Dia langsung mematikan senter handphone terlebih dahulu lalu menggunakan contong hodie lagi dan pergi menuju perpustakaan
Sesampai nya mentari diperpustakaan dia langsung menuju kearah pojok lemari
Dia menyalakan senter handphone dan mengambil semua buku buku yang ada dilemari pojok itu, Dan mengambil buku buku yang berada dilemari sebelah nya juga, hingga membuat tas yang dia bawa langsung terisi
Setelah selesai mentari mematikan senter handphone lalu memakai contong hodie lagi dan dia langsung menuju kamar tidur kaka laki lakinya untuk mengambil powerbank dan carger miliknya
'Engga ada salah nya kan saya mengambil sedikit harta disini lagian saya masih anggota keluarga mereka'Fikirnya
Dia menuju kekamar paman Yusuf yaitu kaka dari sang ayah yang Tari sangat membenci sampai keujung ujung nya
Dia sampai dikamar sang paman itu lalu melihat lihat sekitar terlebih dahulu dan melihat celengan disamping tempat tidurnya, Dia langsung mengambil celengan itu dan pergi dari sana menuju kamarnya sendiri
(Oh ya btw kamarnya dia tidak dilengkapi kamera CCTV ya dan lampu lampu disekitar rumah itu remang remang sebab sudah malam kalau pagi atau siang pasti terang, Jadi mereka engga baka tau siapa yang menerobos rumah mereka sebab mentari memakai hodie berwarna hitam sangat pas dengan keadaan)
Mentari langsung keluar kamar paman itu dan menuju lantai bawah yaitu dapur untuk mengambil bermacam macam pisau kecil dan sedang
'Masa iya sih saya ambil semua pisau yang ada jangan semua deh saya ambil semua pisau yang kecil saja dan 3 buah pisau sedang'
Mentari pergi dari dapur dan kembali kekamar nya lagi
★★
Sesampainya dia dikamar tidur dia berfikir sangat merepotkan membawa banyak tas, Dia juga membawa bermacam macam pisau kecil dan semua makanan ringan yang ada didapur serta minuman yang ada
'Pakai komper saja lah'
Dia mengambil koper yang berada dilemari nya lalu pertama tama dia memasuk kan semua baju, Jaket, Hodie dan kaos terlebih dahulu didalam koper
Dan bermacam macam pisau serta powerbank dan carger dia taruh dikantung atas koper itu
Buku Buku yang dia ambil diperpustakaan dia menaruh nya didalam koper
Sandal dan sepatu dia Memakai plastik terlebih dahulu dan ditempatkan dipinggir pinggiran koper itu
sedangkan untuk makanan dan minuman dia memakai tas
(Koper dia besar ya, Koper dewasa yang untuk picnik)
Dia menuju balkon rumahnya dan melihat sekitar rumah itu dia bingung bagaimana cara turunnya
'Berat banget ya nih koper turun nya gimana lagi'Batin nya
Dia pertama tama membawa kopernya terlebih dahulu ke ranting pohon itu lalu dia memanjat ranting itu
*Ked**ebug
suara koper dia lempar dari atas pohon kebawah dan mentari langsung turun dari pohon itu lalu pergi dari sana membawa kopernya lalu lari sekencang kencangnya meninggalkan rumah itu*
Sedangkan disisi lain
Kedebug
"Huwahhh Mommy Ayahhh gempa bumi" Teriak sekencang kencangnya Alvin Alvaro
"Huwahhh Mommy Ayahh ada gorila"Teriak Annisa kaget
"Huwahhh Ayammm goreng kuu jatuh"Teriak Ariana kaget yang sedang memimpikan Ayam goreng
(Btw Ariana Sama Annisa tidur bareng dikamarnya Ariana sebab waktu malan Annisa yang ingin tidur bareng dengan alasan dia ingin menonton film horror, Sedangkan untuk laki laki dia terpisah)
Mereka berempat keluar dari kamar dan masih belum sadar
Semua anggota keluarga yang disana yang mendengar itu semua langsung bangun termasuk para pembantu serta satpam dirumahnya
Mereka semua langsung menuju ketempat anak anaknya
"Ada apa?"Tanya Kompak mereka semua
Alvin Alvaro Annisa Dan Ariana yang mendengar suara keluarganya terdiam sebentar lalu
"Gempa bumi"Ada gorila"Ayam goreng ku jatuh"Teriak kompak mereka berempat
Anggota keluarga mereka terbengong bengong
"Kenapa?"Tanya kompak kembar berempat
'Kalian bermimpi kah?'Tanya sang ibu
"Ibuuu kami lagi enak enaknya bermimpi lalu mendengar sesuatu kedebug, Kami kaget makannya langsung teriak" Jawab Annisa
"Kalian semua tidak mendengar suara nya kah?"Tanya Alvin
"Tidak"Kompak mereka semua
"Telinga kalian semua bermasalah, kalian mending pergi ke dokter untuk memeriksa nya"Teriak anak anak mereka
Lalu mereka berempat memasuki kamar tidur Blam Pintu dibanting oleeh mereka
Mereka melanjutkan acara mimpi yang terganggu itu meninggalkan anggota keluarga yang terbengong bengong
"Ada apa mereka semua?"Tanya sang ibu
'Nyonya apa kalian semua tidak mendengar sesuatu atau merasakan getaran seperti gempa bumi?' Tanya bi Astri
"Tidak memangnya kenapa?"Kali ini yang menanyakan adalah ayah
'Berarti benar telinga kalian yang bermasalah, Saya undur diri dulu tuan nyonya'Bi Astri pun meninggalkan mereka semua
Disisi lain
Mentari yang lari terbirit birit dengan membawa koper yang besar pun akhirnya sampai di sungai tempat yang dia ingin jadikan rumah dan dia langsung tertidur dengan memeluk kopernya sedangkan tas dia masih memakaikan dipunggungnya