
Masih belajar gan jadi kalau ada kesalahan kata atau tanda baca harap kritik karena saya membutuhkan kritik kan kalian supaya mengetahui kesalahan yang ada
Jangan lupa vote!
Dukung ya Guys^ω^
Bila ada yang ingin mempromosikan karya silahkan harap rekomendasikan yang game kalo gak fantasy ya😂
~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~
Kini Mentari berumur 4 tahun
Aneh nya meskipun Mentari masih berumur 4 tahun dia tidak perna menangis atau pun mengeluh untuk meminta membelikan sesuatu layaknya anak anak lain nya
Dia mempunyai fikiran layak nya orang dewasa
Seharusnya seumuran dengan dia perbanyak bermain di sekolah playgroup ataupun halaman rumah, bermanja manja dengan orang tua atau pun kerabat lain yang datang dan merengek rengek untuk meminta membelikan dia sesuatu
Mentari tidak melakukan semua itu dia hanya bisa melihat dan membayangkan dia berada ditengah tengah keharmonisan keluarga lain atau pun keluarganya sendiri
Dia hanya bisa menghayal dia diperlakukan tuan putri oleh sang ayah nya, Di belain oleh sang kaka bila ada yang menakalinya dan di Ceramahi bila dia melakukan kesalahan oleh sang ibu
Dia tidak membenci orang tua nya atau pun kerabat yang lainnya, Dia hanya ingin mengetahui alasan mengapa dia tidak diperlakukan secara adil oleh orang tua nya sebagai mana diperlakukan mirip dengan kaka kaka yang lainnya ataupun saudara nya
Apakah keluarga nya membenci nya? Apakah Semua orang tidak menginginkan dia hidup? Dan Apakah selama ini dia melakukan kesalahan yang besar sehingga di kucilkan oleh keluarga nya sendiri? Pertanyaan pertanyaan itu sering tergiang giang dibenak mentari dia selalu berusaha mencari jawaban itu semua tetapi dia tidak perna menemukannya
Bibi yang selama ini merawat dan mengajari mentari banyak hal hanya berkata 'Dia sayang non tetapi mereka menunjuk kan kasih sayang yang berbeda'
Dia berfikir kalo memang keluarga nya menyayangi dia dan menunjuk kan kasih sayang yang berbeda dia lebih memilih secara terus menerus dimarahin dari pada dikucilkan dan tidak dianggap
✩✩
Mentari selalu berfikir pertanyaan pertanyaan yang mengganggu dia, Dia selalu mencari ke damaian pikiran yang mengganggu nya dan disinilah setiap sore hingga malam mentari berada
Disebuah kursi dekat pohon terlihat lah Anak perempuan kecil sedang melihat sebuah keluarga yang dimana sang anak sedang bermain ayunan ditemani oleh sang ayah dan sang ibu menyuapi anak tersebut sambil mereka bertiga bercanda gurau
'Sungguh bahagia hidup mereka tidak seperti ku'Batin sang anak tersebut
Sang mentari yang bersinar pun menghilang kini digantikan oleh sang bulan yang menyinari indahnya taman tersebut
Tampak nya semua orang mulai meninggalkan taman tersebut tetapi masih ada beberapa orang yang menikmati keindahan bulan
Meskipun hari sudah mulai gelap Anak itu tidak mau beranjak dari kursi itu
'Hidup seperti ini yang ku inginkan sungguh damai tentram'
Mentari pun yang sedang melamun tiba tiba dikejutkan oleh suara
"Non masuk sini"Teriak Bi Astri
'Setidaknya saya masih punya bibi yang selalu merawat dan menjaga selayak nya putri sendiri sedangkan sama orang tuanya? Saya Seperti orang asing yang hanya menumpang dirumah mereka'Batinku
"Iya bi"Balasku
Mentari dan bi Astri pun masuk kerumah lewat pintu belakang
Pas di tengah perjalanan dia yang mau pergi ke kamar tidur dia melihat drama sinetron yang mengasik kan yaitu keluarga nya sedang mengobrol dan Kaka kaka nya pun selalu berbicara tentang perasaan masuk sekolah dasar yang mendapat ranking 1 sampai sekarang secara terus menerus dan biasa sang ayah pun selalu memberi hadiah kepada mereka semua dan selalu di puji sungguh pintar anak mereka
Mereka semua pun bercanda gurau tanpa kehilangan 1 anggota keluarga mereka
'Hmp sungguh drama yang sangat mengharukan'
Melihat itu semua Mentari kembali berfikir dan bingung sebenarnya dia anak kandung mereka atau bukan Mentari tidak perna diajak pergi bertamasya, Bercanda gurau bersama mereka, Makan bersama saja tidak perna, dia saja tidak masuk playgroup dan Tk untuk bermain maupun belajar dia belajar hitung menghitung dan membaca mentari belajar dari Bi Astri
Dan dia merasakan sakit di dada setiap ada tamu yang datang lalu menanyakan dia anak siapa keluarga itupun hanya menjawab bahwa dirinya anak bi Astri yaitu pembantu rumah tangga
'Sungguh miris kan'
'*Hmp saya tidak perlu menonton film drama ditelevisi saya hanya cukup menonton drama dirumah sudah ada film drama yang sangat mengharukan dan berdramatis'
✩✩*
Sesampai nya mentari di kamar tidur dia langsung merebahkan dirinya ke kasur dan melihat lantai langit ataz kamarnya
(*Btw dia udah mandi loh ya pas siang)
Flashback
'Hidup yang sangat membosankan Kesepian tapi setidak nya seperti sang Mentari atau pun sang bulan meski dirinya kesepian mereka berdua selalu bersinar menyinari semua'Batinku*
*Mentari yang sedang melamun pun dikejutkan suara sang nenek tua
'Anak kecil kau sedang apa sendirian disini hari mulai gelap ntar dicariin mamah mu loh'
Mentari yang mendengar suara itupun mendengus dan menjawab'Hmp tidak bakal dicariin tenang aja kok nek lagian saya juga buat apa ada untuk mereka kalo merekanya tidak membutuhkanku'
'Nak meskipun nenek tidak mengetahui masalah yang kau hadapi tetapi kau haru percaya didunia ini tidak ada yang namanya kebahagiaan abadi mereka semua pasti mengalami kesedihan entah kesedihan sebab terharu ataupun kesedihan yang mereka hadapi'
Mentari yang mendengar itu pun langsung melihat dengan serius apa yang akan dikatakan nenek itu lagi
'Meskipun kau merasa tidak adil dengan perlakuan mereka ataupun perlakuan takdir tuhan kau hanya bisa berdoa sebab hidup itu sebagai kata Berakit rakit dahulu berenang renang ketepian artinya bersakit sakit dahulu baru bersenang senang kemudian'
'Kalau kau ingin berusaha membalas dendam balaslah dengan kesuksesanmu kelak mereka yang mulai meragukan menjelek kan dan mengkucil kan mu merasa malu atas perlakuan mereka sebab didunia manapun Yang berkuasa yang menjadi raja'
Bagai disambar petir mentari mendengar itu semua dirinya mengalami pencerahan hidup
'Wahh bener nek makasih atas nasehatnya'
'Hehehe kau mengerti juga nak'
Mentari tiba tiba mendengar suara yang sangat dikenal nya
"Non Masuk sini"Teriak bi Astri
Pas dirinya ingin pamit pulang sang nenek pun tidak ada dibangku tersebut
Dia pun tiba tiba merinding lalu langsung menjawab bi Astri dan pulang kerumah
Dan dia juga sekarang mempunyai tekad yang kuat yaitu '**AKU INGIN SUKSES***'
Flashback off
'Kalau aku ingin sukses aku harus belajar terus menerus ntah belajar dari mana seperti pepatah bilang kejarlah ilmu sampai ke negri cina ehh jangan disana lagi banyak orang terkena corona(:Wkwkwk janda/Plak,Oke oke lanjut guys)'
Akhirnya mentari pun selalu belajar belajar dan belajar bila tidak ada yang dia mengerti dia akan menanyakan kepada Bi Astri
✩✩
Seperti biasanya mentari pun berada ditaman, Disini berbeda seperti sebelum sebelum nya
Anak anak disini semua bermain handphone
Dia melihat anak anak perempuan joged joged sambil bermain musik, Selfie pemandangan yang ada disini, Laki laki bermain sepak bola dan ada juga bermain game
mayoritas anak anak disini bermain game yang sama
'Welcome to mobile legends'
Dia sangat mengenal permainan yang sedang trend itu game laki laki maupun perempuan tetapi mayoritas yang bermain laki laki
Disaat dia melihat anak anak yang sedang bermain game itu
Anehnya dia malah mempunyai pikiran yang konyol yaitu dia berpikiran untuk menjadi gamers perempuan'*Engga ada salah nya dong ya jadi gamers' Batinku
_________________________________
Penasaran apa yang terjadi?
Dukung mimin dong dengan cara klik ❤
Bila ada kesalahan kata atau abjad bilang dikomentar syukur² ada yanh ngasih saran biar tau kesalahan mimin apa
**Makasih untuk yang sudah mau membaca novelku dan yang mau vote saya mengucapkan terima kasih
Dukung mimin terus ya Terima kasih
> o***<