Mentari

Mentari
Episode 72



10 Menit kemudian mobil sudah terparkir di halaman rumah sakit, dengan gerakan cepat Aldi membuka pintu belakang dan Arka keluar sambil menggendong Mentari yang belum sadarkan diri.


Aldi lari masuk dalam rumah sakit sambil memanggil suster untuk membawa brankar, seketika suster datang dengan brankar yang didorong menuju pintu utama RS itu.


Arka langsung membaringkan istrinya diatas brankar dan mengikuti istrinya sambil menggenggam tangannya seperti memberikan kekuatan.


"Maaf ya pak, bapak hanya sampai disini saja" Ucap salah satu suster lalu menutup pintu.


Arka menghampiri Aldi yang duduk tidak jauh. Ia duduk sambil menundukkan pandangannya, arah matanya kebawah sesekali menghela napas yang begitu sulit.


"Apa yang harus aku lakukan?" Tanya Arka setelah lama diam


"Berdoa" Jawab Aldi singkat. Ia tau apa yang dirasakan oleh Arka saat ini, Aldi pun tidak kalah khawatir dengan apa yang menimpa adiknya itu.


"Ya Allah, selamatkan adik dan ponakan ku" batin Aldi lalu memegang pundak iparnya itu.


"Mereka baik-baik saja" Ucap Aldi dan Arka mengangguk.


Mereka kembali diam satu sama lain sambil menunggu dokter yang menangani Mentari. Arka murka dengan dirinya sendiri karena telah gagal menjaga istrinya hari ini. Ia diam sampai mengabaikan panggilan di ponselnya.


"Arka, ponselmu bergetar" Aldi mengingatkan


"Pasti Asisten Brian" Jawabnya dengan mata yang masih memantau pintu ruang dimana istrinya ditangani.


Aldi mendengar itu hanya mengangguk dan kembali diam sambil mengabarkan lewat pesan kepada kedua orang tuanya kalau Mentari masuk RS.


Setelah menunggu lama, akhirnya yang ditunggu-tunggu keluar dari ruangan itu. Arka dan Aldi seketika menghampiri dokter itu.


"Bagaimana keadaan istri saya dok?" Tanya Arka


"Alhamdulillah istri dan janinnya tidak apa-apa. Untung bapak cepat membawanya ke RS" Ucap dokter yang menangani Mentari.


"Apa bisa kami masuk didalam dok?" Tanya Aldi


"Biarkan pasien istrahat total dulu" Ucapnya sambil melihat jam tangannya, "Siang nanti istri bapak sudah bisa dipindahkan diruang rawat" Sambungnya


"Iya pak" jawab Arka dan dokter tersebut pergi.


Aldi dan Arka kembali duduk tepat kursi depan ruangan Mentari. Arka mengeluarkan ponselnya untuk menelpon Asisten Brian. Seketika wajah Arka mengerutkan kening melihat pesan yang masuk dalam ponselnya itu.


Ekspresi itu membuat Aldi penasaran, "Kenapa?"


"Ternyata ibu yang menelfon dan ibu sudah tau kalau Mentari masuk RS" Jawab Arka sambil menelpon kembali ibunya.


"Mungkin dari bunda, Aku tadi memberitahu bunda kalau Mentari masuk RS" Jawab Aldi


"Terima kasih, saya lupa saking paniknya" Jawab Arka sebelum menjawab salam dari ibunya ditelepon.


📞 "Wa'alaikumussalam bu.. Iya Bu.. Arka kaget tiba-tiba Mentari jatuh Bu. Iya Bu, Arka pasti cari siapa orangnya karena sejak tadi pagi kami diikuti. wa'alaikumussalam bu" Ucapan Arka ditelepon itu.


"Gimana?" tanya Aldi.


"Ibu, terbang hari ini dari Brunei "Ucap Arka


"Alhamdulillah" Batin Aldi. Ia senang mendengar orang tuanya balik, karena dengan kedua orang tuanya disamping Mentari dapat mengurangi rasa khawatirnya.


Sedangkan di perusahaan Asisten Brian lagi sibuk karena hari ini mau tidak mau harus memimpin meeting. Sesuai yang diharapkan, meeting hari ini berjalan lancar. Selesai meeting Asisten Brian memberi tahu sekretaris kantornya, kalau dia akan keluar dan kemungkinan tidak balik kantor lagi.


Asisten Brian dengan buru-buru masuk dalam mobil dengan kecepatan tinggi keluar dari perusahaan menuju bengkel dimana Mentari jatuh. Asisten Brian dapat tugas baru dari bosnya untuk melihat cctv bengkel mobil tersebut. Tidak menunggu waktu lama ia sudah sampai disana dan sialnya disana ditempat kejadian Mentari jatuh tidak disorot oleh kemera cctv.


"Kalau pas masuk dibengkel bapak?" tanya Arka kepada pemilik bengkel tersebut


"Ada pak, saya coba carikan. Apa keluarga perempuan yang jatuh tadi?" tanya pemilik bengkel itu sambil mencari kejadian beberapa jam yang lalu dilayar laptopnya itu. Ia sengaja menyimpannya diruangan agar mudah memantau karyawannya yang kerja dibengkel.


Asisten Arka itu menatap laptop tersebut dengan serius, "tunggu pak, coba putar ulang" Ucap Asisten Brian melihat seorang laki-laki yang masuk sambil mendorong motornya.


"Ini pak?" tanya yang punya bengkel itu.


"Iya, bukan bapak hanya bengkel khusus mobil?" tanya Asisten Brian.


"Benar pak, tapi saya juga heran kenapa ada motor yang masuk padahal dari depan tertera tulisannya khusus mobil" jawab pemilik bengkel itu ikut bingung.


"Coba setelah kejadian pak?" Ucap Asisten Brian lagi.


Pemilik bengkel pun mengarahkan kursor nya mencari setelah kejadian dan ternyata disana orang tersebut keluar menggunakan motor yang awalnya dia dorong dan tidak lama kelaur mobil dimana mobil itu adalah mobil pemilik bengkel untuk membawa Mentari ke RS.


"Nah ini pak mobil saya yang dipinjam oleh, lupa namanya pak tapi dia simpan kartu nama disini" Jelas pemilik bengkel tersebut.


"Bisa saya ambil pak video rekamannya sebagai bukti, yang jatuh itu istri bos saya pak dan yang menyimpan kartu nama itu adalah kakaknya nona Mentari" jelas Asisten Brian, "oohh iya pak, Pak Arka meminta saya memberikan ini pada bapak sebagai ucapan terima kasih telah mengizinkan mobilnya digunakan untuk membawa istrinya ke rumah sakit" sambung Asisten Brian sembari memberikan selembar cek kepada pemilik bengkel itu.


"Saya membantunya dengan ikhlas pak" tolak halus pemilik bengkel tersebut.


"Maaf pak, saya hanya menjalankan perintah bos saya" Ucap Asisten Brian lagi.


"Tapi pak.." Ucap pemilik bengkel yang tiba-tiba dipotong oleh Asisten Brian.


"Bagi pak Arka tidak sebanding uang 100 juta dengan keselamatan istri dan anaknya" Jelas Asisten Brian.


Pemilik bengkel tercengang mendengar penuturan Brian itu, "terima kasih pak, ini kartu nama atas nama pak Aldi" Ucap pemilik bengkel lagi itu sambil memberikannya kepada Asisten Brian.


Pemilik bengkel itu hanya mengangguk lalu memberikan handphone Brian, "Ini pak, sudah ada didalam rekamannya"


"Terima kasih, saya pergi dulu" Ucap Brian lalu pergi menuju rumah sakit dimana Arka disana sudah menunggu.


...💛💛💛...


Mentari sudah sadar dan sekarang tinggal menunggu waktu dipindahkan ke ruang rawat inap dan Arka sudah mengurus semuanya. Ruang inap Mentari di VVIP sesuai permintaan Arka.


Arka dan Aldi diizinkan masuk setelah lama menunggu dan dinyatakan Mentari sudah cukup istirahat.


"Gimana perasaan mu dek?" tanya Arka.


"Iya dek, gimana perasaannya?" Timpal Aldi dengan pertanyaan.


Mentari tidak menjawab hanya melihat wajah suami dan kakaknya itu bergantian lalu senyum.


Arka dan Aldi paham dengan keadaannya.


"Kakak paham, tidak perlu dijawab" Ucap Arka lagi dan Mentari lagi-lagi membalasnya dengan seulas senyum.


Arka menoleh kearah Aldi, "Apa pengaruh obat?" tanya Arka


Aldi paham dengan pertanyaan iparnya itu, "Mana ada pengaruh obat senyum terus" jawab Aldi


Masih sedang bicara, tiba-tiba suster masuk setelah mengetuk pintu terlebih dahulu.


"Maaf ibu Mentari sekarang kami pindah diruang rawat inap yaa" Ucapnya dengan lembut dan Mentari hanya mengangguk.


Aldi dan Arka pun mengikuti ranjang Mentari yang didorong oleh beberapa suster menuju ruangan barunya.


"Empuk nih, gak mau yang ini" Ucap Mentari sambil menujuk tempat tidur di ruang itu.


Aldi dan Arka pelan-pelan mengangkat Mentari dengan pengawasan suster memindahkannya ditempat tidur ruangan itu. Setelah Mentari merasa nyaman, ia izin untuk tidur siang.


"Aku tidur ya, ngantuk" Izinnya lalu menutup mata.


Aldi dan Arka pun merebahkan badan di tempat tidur sebelah Mentari itu. Arka sengaja memilih ruangan yang ada tempat tidur yang jaga pasien didalam. Baru menutup mata, bunyi ponsel Arka dan Aldi bersamaan, agar Mentari tidak terganggu tidur, maka mereka berdua menerima telepon diluar.


Arka menjawab telepon dari Asisten,


📞 "Oke, saya tunggu di kantin rumah sakit" jawab Arka lalu ia matikan sambungan telepon.


Berbeda dengan Aldi, ia mengangkat telepon dari bundanya,


📞"Iya bun, Mentari sudah dipindahkan diruang rawat. Bagus bun, Mentari nyaman disini" Jelas Aldi lalu mati sambung telepon itu.


"Bunda, bunda ada-ada saja pikirannya" gumam Aldi lalu kembali masuk diruangan adiknya itu


Arka sebelum masuk kembali, ia memberitahu Aldi, "Aku ke kantin sebentar, jangan tinggalkan Mentari".


Aldi mengangguk lalu masuk sedangkan Arka langsung ke kantin dimana disana sudah ada Brian. Sesampainya disana duduk berhadapan dengan Brian,


"Gimana Brian?" tanya Arka


"Coba lihat ini" ucap Brian sambil memberikan ponselnya, "kalau menurut saya, nona Mentari bukan jatuh sendiri tapi ada yang sengaja mencelakainya dan disitu ada motor yang masuk kemudian beberapa menit pergi dan setelah itu kalian keluar membawa nona Mentari di RS" jelas Brian.


"Benar Brian" Arka membenarkan ucapan Asistennya itu yang masih memutar video yang diambil Brian dari pemilik bengkel.


"Tolong cari tau Brian, saya harus kembali" Ucap Arka dan Brian mengangguk lalu pergi.


Arka sampai dikamar istrinya dengan memasang wajah sebiasa mungkin, dan kebetulan Mentari sudah bangun.


"Kakak kenapa?" tanya Mentari.


"Ngantuk" jawab Arka singkat.


"Gak usah bohong, Mentari tau" Ucap Mentari lagi


"Benar" Ucap Arka dan merebahkan badannya diatas tempat tidur dan menutup mata.


waktu sudah menunjukkan sore hari dan kedua orang tua mereka belum datang.


"Bunda kapan pulang?" tanya Mentari kepada kakaknya


"Bunda sudah dijalan" jawab Aldi yang masih main ponsel dan Mentari mengangguk


15 Menit kemudian ada yang mengetuk pintu kamar Mentari, "Siapa itu kak?" tanya Mentari lagi


"Aku cek" Jawab Aldi lalu ia pergi membuka pintu dan ternyata anak buahnya untuk mengawasi dari luar kamar sang adik.


"Jaga ruangan ini, terserah kalian mau gantian atau bagaimana yang terpenting jaga 24 jam" Ucap Aldi dibalik pintu itu dan orang tersebut mengangguk lalu pergi.


Aldi kemudian kembali duduk, baru saja duduk sudah ada lagi yang ketuk pintu kamar, "Siapa sih" Gumam Aldi dan pergi membukanya.


...**SEMOGA SUKA ❤️...


...TERIMA KASIH 🙏**...